Sugeng rawuh ing Bumi Pesantenan, papan informasi kang nyawisake kabar lan crita babagan Kabupaten Pati.

Penulis: bumipesantenan7@gmail.com

  • Baznas Pati Salurkan Santunan Yatim Tanpa Seremoni, Chandra: Menjaga Martabat Anak-anak Kita

    PATI, 4 Maret 2026 — Penyaluran santunan bagi ribuan anak yatim piatu di Kabupaten Pati dilakukan dengan cara berbeda. Tanpa menghadirkan para penerima manfaat, bantuan dari Baznas Kabupaten Pati diserahkan secara simbolis di Ruang Pragola Setda Pati sebagai bentuk upaya menjaga martabat dan perasaan anak-anak yatim.

    Program ini menyasar sekitar 2.030 anak yatim piatu yang tersebar di lebih dari 400 desa dan kelurahan di Kabupaten Pati. Bantuan nantinya disalurkan melalui mekanisme pendamping dan jaringan yang telah ditunjuk agar tetap tepat sasaran.

    Pendekatan ini sengaja dipilih agar anak-anak penerima bantuan tidak merasa menjadi objek perhatian publik. Selain menjaga privasi, langkah tersebut juga dinilai lebih manusiawi di tengah era media sosial yang sering kali menampilkan bantuan sosial secara terbuka.

    Kegiatan penyerahan bantuan dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah serta para pendamping penyaluran bantuan. Kehadiran mereka menjadi wujud komitmen bersama dalam memastikan program sosial berjalan dengan baik sekaligus tetap menghormati penerima manfaat.

    Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa anak-anak yatim piatu adalah kelompok yang harus diperlakukan dengan penuh empati dan penghormatan.

    Menurutnya, mereka sudah menghadapi berbagai tantangan hidup sehingga bantuan yang diberikan tidak seharusnya menambah beban psikologis atau membuat mereka merasa dipertontonkan.

    Ia juga memberikan apresiasi kepada Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Pati yang dinilai konsisten menghadirkan program sosial yang menjangkau masyarakat luas.

    “Kalau kita membantu anak-anak yatim piatu, cukup dengan hati dan keikhlasan. Mereka tidak perlu kita hadirkan dan dipertontonkan, karena yang kita cari adalah rida Allah,” ujarnya.

    Chandra berharap pendekatan seperti ini bisa menjadi contoh bahwa membantu sesama tidak selalu harus disertai publikasi. Yang terpenting adalah ketulusan dalam memberi serta niat untuk meringankan beban mereka yang membutuhkan.

    “Dengan cara seperti ini, semoga Kabupaten Pati menjadi daerah yang adem, tentrem, dan penuh keberkahan,” pungkasnya.

  • Ngabuburide Pati Serbu Jalanan Ramadan, Ratusan Takjil Ludes dan Festival UMKM Resmi Dibuka

    Ngabuburide Pati Serbu Jalanan Ramadan, Ratusan Takjil Ludes dan Festival UMKM Resmi Dibuka

    PATI — Sore Ramadan di Kabupaten Pati terasa lebih hidup pada Rabu (4/3). Ratusan peserta Ngabuburide memadati jalanan kota, menghadirkan suasana ngabuburit yang berbeda sekaligus menandai pembukaan Festival Ramadan Pati yang digelar di kawasan Stadion Joyokusumo.

    Kegiatan yang digagas Pemerintah Kabupaten Pati ini dimulai dari halaman Kantor Setda Pati dan berakhir di halaman Stadion Joyokusumo. Sepanjang perjalanan, para peserta tidak sekadar berkendara, tetapi juga berbagi kebahagiaan dengan masyarakat.

    Sekitar 200 paket takjil dibagikan kepada warga di sejumlah titik yang dilalui rombongan. Antusiasme masyarakat begitu tinggi, bahkan di wilayah Tlogowungu paket takjil yang dibagikan habis dalam waktu singkat.

    Setibanya di Stadion Joyokusumo, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan Festival Ramadan Pati oleh Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, bersama jajaran Forkopimda.

    Festival tersebut menjadi ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk mempromosikan produk mereka selama bulan suci Ramadan. Beragam stan kuliner dan produk kreatif masyarakat turut meramaikan area stadion, menghadirkan pilihan jajanan hingga produk khas daerah bagi para pengunjung.

    Tidak hanya itu, kemeriahan acara juga semakin terasa dengan kehadiran berbagai komunitas otomotif yang ikut meramaikan kegiatan Ngabuburide.

    Menariknya, Festival Ramadan Pati tidak hanya menghadirkan bazar UMKM. Sejumlah kegiatan kreatif juga telah disiapkan, salah satunya turnamen e-sport yang akan digelar pada 11–12 Maret mendatang. Kegiatan tersebut rencananya akan melibatkan pelajar tingkat SMP dan SMA se-Kabupaten Pati.

    Plt. Bupati Pati menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk menghidupkan suasana Ramadan sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal agar semakin berkembang.

    “Kemeriahan Ramadan ini kita dukung dan kita sukseskan bersama, terutama untuk mendorong geliat UMKM di Kabupaten Pati,” ujarnya.

    Dengan perpaduan kegiatan sosial, hiburan, dan dukungan terhadap pelaku usaha lokal, Ngabuburide dan Festival Ramadan diharapkan menjadi momentum yang memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian daerah selama bulan suci.

  • Tarawih di Gedung DPRD, Plt. Bupati Ajak Eksekutif–Legislatif Kompak Bangun Pati

    PATI — Suasana Gedung DPRD Kabupaten Pati pada Selasa malam (3/3) terasa berbeda. Jika biasanya ruangan tersebut dipenuhi agenda rapat dan pembahasan kebijakan, kali ini lantunan doa dan saf-saf salat berjamaah justru mendominasi suasana.

    Pemerintah Kabupaten Pati kembali menggelar Tarawih dan Silaturahmi Bersama (Tarhima) sebagai rangkaian kegiatan Ramadan 1447 H. Kegiatan ini menjadi Tarhima ketiga yang digelar selama bulan suci tahun ini.

    Acara tersebut dihadiri Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, bersama anggota DPRD Kabupaten Pati, jajaran perangkat daerah, tokoh agama, serta masyarakat sekitar. Selain melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjamaah, kegiatan juga diisi dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim.

    Di hadapan para jamaah, Risma mengajak seluruh pihak menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri sekaligus memperkuat kebersamaan dalam membangun daerah.

    “Ramadan bukan hanya bulan ibadah, tapi juga saat yang tepat untuk introspeksi diri dan meneguhkan kembali komitmen kita bersama membangun Kabupaten Pati yang makmur dan sejahtera,” ujarnya.

    Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, kolaborasi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

    Risma berharap hubungan kerja antara pemerintah daerah dan DPRD dapat terus terjalin erat demi kemajuan Kabupaten Pati.

    “Kami berharap dukungan dari teman-teman anggota DPRD agar ke depan sinergi ini semakin kuat untuk bersama-sama membangun Kabupaten Pati,” katanya.

    Lebih lanjut, ia juga membuka ruang masukan bagi DPRD dalam setiap kebijakan yang diambil pemerintah daerah. Menurutnya, kritik dan saran yang membangun sangat dibutuhkan agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar tepat sasaran.

    Momentum Tarhima ini pun tidak hanya menjadi ajang ibadah bersama, tetapi juga ruang mempererat komunikasi antara pemerintah dan wakil rakyat.

    Penyerahan santunan kepada anak-anak yatim dalam kegiatan tersebut turut mempertegas pesan Ramadan tentang kepedulian sosial. Di tengah suasana penuh keberkahan, Tarhima menjadi simbol bahwa kebersamaan, empati, dan keterbukaan menjadi fondasi penting dalam melangkah menuju Kabupaten Pati yang lebih sejahtera.

  • Hangatnya Ramadan di Pendopo: 300 Mualaf di Kabupaten Pati Terima Santunan dan Penguatan Iman

    Hangatnya Ramadan di Pendopo: 300 Mualaf di Kabupaten Pati Terima Santunan dan Penguatan Iman

    PATI, 28 Februari 2026 — Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti Pendopo Kabupaten Pati pada Sabtu (28/2). Sekitar 300 mualaf dari berbagai penjuru daerah berkumpul dalam kegiatan Berkah Ramadan 1447 H, menerima santunan sekaligus dukungan moral untuk menguatkan langkah mereka menjalani kehidupan baru sebagai muslim.

    Program yang merupakan kolaborasi antara Baznas Kabupaten Pati dan Rumah Mualaf MUI ini tidak sekadar menghadirkan bantuan materi, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan kebersamaan umat di bulan suci.

    Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah dan seluruh elemen masyarakat terhadap para mualaf.

    “Program Berkah Ramadan ini bukan sekadar seremonial, tetapi wujud kasih sayang dan tanggung jawab bersama agar saudara-saudara mualaf merasa didampingi dan dikuatkan dalam perjalanan spiritualnya,” ungkapnya.

    Ia menambahkan, para mualaf tidak boleh merasa sendiri. Pendampingan berkelanjutan menjadi kunci agar mereka dapat tumbuh dengan percaya diri dan semakin kokoh dalam menjalani kehidupan beragama di tengah masyarakat.

    Sementara itu, Plt. Ketua Baznas Kabupaten Pati, Sunarwi, menjelaskan bahwa program ini dapat terlaksana berkat kontribusi zakat dan sedekah, khususnya dari aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Pati.

    “Kepedulian ASN menjadi kekuatan utama. Dari sinilah manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan, termasuk para mualaf,” jelasnya.

    Dalam kegiatan tersebut, setiap penerima memperoleh paket bantuan berupa beras, gula, minyak goreng, teh, mi instan, sajadah, serta santunan uang tunai. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan selama Ramadan sekaligus menjadi penguat semangat ibadah.

    Tak hanya berhenti pada santunan, pembinaan keagamaan juga terus dilakukan melalui majelis taklim mualaf yang dirancang inklusif dan berkelanjutan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memastikan para mualaf mendapatkan dukungan spiritual dan sosial secara utuh.

    Melalui kolaborasi lintas lembaga ini, Pemerintah Kabupaten Pati berharap Ramadan menjadi momentum memperkuat ukhuwah, menumbuhkan kepedulian, serta memastikan tidak ada satu pun warga yang berjalan sendiri dalam menemukan cahaya keimanan.

  • Tarhima Perdana, Risma Ardhi Chandra Ajak Warga Doakan Kebangkitan Kabupaten Pati

    Tarhima Perdana, Risma Ardhi Chandra Ajak Warga Doakan Kebangkitan Kabupaten Pati

    PATI, 26 Februari 2026 — Malam Ramadan di Mushola Asmaul Husna Kantor Bapperida Kabupaten Pati terasa begitu hangat dan penuh makna. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema lembut, menyatukan langkah dan hati dalam saf salat Tarawih berjamaah. Inilah awal dari rangkaian Tarawih dan Silaturahmi Bersama (Tarhima) yang digagas Pemerintah Kabupaten Pati sepanjang Ramadan 1447 Hijriah.

    Kegiatan perdana ini dihadiri langsung Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, bersama jajaran perangkat daerah, tokoh agama, dan masyarakat. Tidak sekadar menjadi agenda ibadah, Tarhima juga menjadi ruang perjumpaan yang mempererat hubungan antara pemerintah dan warga.

    Usai salat Tarawih, Chandra menyampaikan ajakan tulus kepada masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat doa dan harapan bagi masa depan daerah.

    “Mari kita panjatkan doa terbaik untuk Pati. Dengan doa yang ikhlas, semoga daerah ini menjadi lebih baik, lebih bermartabat, dan semakin maju. Karena kekuatan doa adalah fondasi kebersamaan kita,” ujarnya di hadapan jamaah.

    Suasana kebersamaan begitu terasa. Tidak ada sekat antara pemimpin dan masyarakat. Semua berdiri dalam satu saf, satu arah, dan satu harapan.

    Kepala Bapperida Kabupaten Pati, Muhtar, turut mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya Tarhima perdana ini. Menurutnya, Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat persatuan sekaligus mempererat silaturahmi.

    “Alhamdulillah, malam yang penuh berkah ini mempertemukan kita dalam ibadah dan kebersamaan. Semoga menjadi awal kebaikan bagi semua,” tuturnya.

    Program Tarhima sendiri akan dilaksanakan secara bergilir di berbagai wilayah selama Ramadan. Pemerintah daerah berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas seremonial, tetapi juga simbol nyata kedekatan pemerintah dengan masyarakat.

    Lebih dari itu, Tarhima menjadi pesan kuat bahwa membangun daerah bukan hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui kebersamaan, doa, dan kepercayaan yang tumbuh dalam satu saf antara pemimpin dan rakyat.

  • Penuh Haru di Pendopo Pati, Seribu Anak Yatim Terima Santunan dan Harapan Baru

    Penuh Haru di Pendopo Pati, Seribu Anak Yatim Terima Santunan dan Harapan Baru

    PATI, 26 Februari 2026 — Suasana hangat dan penuh haru menyelimuti Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (26/2). Tawa dan senyum anak-anak yatim yang hadir menjadi gambaran nyata bahwa kepedulian masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.

    Sebanyak 1.000 anak yatim di Kabupaten Pati menerima santunan berupa bantuan uang tunai dalam program sosial yang digelar PT Sukun. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan yang pada tahun 2026 telah memasuki pelaksanaan ke-9.

    Santunan tersebut bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga menjadi simbol perhatian dan dukungan moral bagi anak-anak yatim agar tetap optimis menatap masa depan.

    Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap peran dunia usaha dalam membantu pemerintah menjawab persoalan sosial masyarakat.

    “Kegiatan ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Santunan ini bukan hanya soal bantuan finansial, tetapi juga tentang memberikan semangat, perhatian, dan harapan bagi anak-anak kita,” ujar Chandra.

    Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap anak yatim dan kelompok rentan merupakan bagian penting dalam membangun masyarakat yang kuat secara sosial dan emosional.

    Menurutnya, perhatian seperti ini mampu membantu mengurangi beban psikologis dan menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak untuk terus belajar, berkembang, dan meraih cita-cita.

    Sementara itu, Corporate Secretary PT Sukun, Deka Hendratmanto, menyampaikan bahwa keberadaan perusahaan harus memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar, tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis semata.

    “Keberlanjutan perusahaan harus berjalan seiring dengan kebermanfaatan bagi masyarakat. Melalui program ini, kami ingin terus hadir dan memberikan kontribusi sosial yang berkelanjutan,” ungkapnya.

    Program santunan ini juga menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih peduli dan berkeadilan.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak yatim di Kabupaten Pati tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga merasakan dukungan moral dan semangat baru untuk melangkah maju meraih masa depan yang lebih baik.

  • Jelang Lebaran, Pengamanan Maritim Juwana Diperketat: Pemkab Pati Turunkan Tim Terpadu

    Jelang Lebaran, Pengamanan Maritim Juwana Diperketat: Pemkab Pati Turunkan Tim Terpadu

    PATI, 23 Februari 2026 — Aktivitas maritim di kawasan Juwana kini berada dalam pengawasan lebih ketat. Pemerintah Kabupaten Pati resmi memperkuat pengamanan dan penataan kapal melalui Apel Bersama Tim Terpadu Maritim Juwana yang digelar di Lapangan UPP Kelas III Juwana, Senin (23/2).

    Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi meningkatnya lalu lintas kapal menjelang puncak arus kedatangan Idul Fitri 2026, sekaligus untuk meminimalkan risiko kecelakaan laut dan memastikan aktivitas pelabuhan berjalan tertib dan aman.

    Apel tersebut dipimpin langsung Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, yang menegaskan bahwa kawasan maritim Juwana memiliki peran vital bagi perekonomian masyarakat pesisir.

    “Kawasan maritim Juwana adalah urat nadi ekonomi masyarakat pesisir. Mulai dari tambat-labuh kapal, bongkar muat, hingga pelelangan ikan, semuanya harus terjaga agar tetap aman, tertib, dan produktif,” tegas Chandra.

    Pembentukan Tim Terpadu Maritim Juwana sendiri telah ditetapkan melalui Keputusan Bupati Pati Tahun 2026. Tim ini bertugas menjaga ketertiban aktivitas pelabuhan perikanan, tempat pelelangan ikan, serta mengamankan alur Sungai Silugonggo yang menjadi jalur utama transportasi kapal nelayan.

    Di lapangan, sejumlah tantangan masih menjadi perhatian, mulai dari penataan kapal yang belum sepenuhnya tertib, potensi kebakaran kapal, hingga aspek keselamatan pelayaran. Karena itu, tim akan meningkatkan patroli rutin, menata ulang pola tambat-labuh, serta memeriksa kelengkapan alat keselamatan kapal.

    Chandra menekankan pentingnya kerja sama lintas instansi agar pengamanan berjalan efektif tanpa hambatan koordinasi.

    “Kunci keberhasilan tim ini adalah sinergi dan komunikasi yang solid. Semua pihak harus bergerak bersama, tanpa ego sektoral, demi keamanan dan kelancaran aktivitas maritim,” ujarnya.

    Meski pengawasan diperketat, pendekatan humanis tetap menjadi prinsip utama. Pemerintah juga mengajak pemilik kapal dan paguyuban nelayan untuk berperan aktif menjaga ketertiban dan keselamatan bersama.

    “Tertib tambat-labuh, melengkapi alat keselamatan, dan mematuhi aturan pelabuhan adalah tanggung jawab bersama. Ini demi keselamatan dan keberlanjutan ekonomi kita,” tambahnya.

    Usai apel, Plt Bupati bersama Tim Terpadu langsung meninjau sejumlah titik strategis, mulai dari kawasan TPI II, TPI I Juwana, hingga Pangkalan TNI AL Juwana, guna memastikan kesiapan pengamanan berjalan optimal.

    Dengan penguatan pengamanan ini, Pemerintah Kabupaten Pati berharap aktivitas maritim di Juwana tetap aman, tertib, dan mampu mendukung roda perekonomian pesisir, terutama menjelang momentum Lebaran yang identik dengan lonjakan aktivitas pelabuhan.

  • Krisis Anak Ayam Terjawab: Pati Amankan Pasokan 1.000 Box DOC per Minggu untuk Peternak Mandiri

    Krisis Anak Ayam Terjawab: Pati Amankan Pasokan 1.000 Box DOC per Minggu untuk Peternak Mandiri

    PATI, 22 Februari 2026 — Upaya Pemerintah Kabupaten Pati mengatasi kelangkaan anak ayam pedaging (DOC FS Broiler) akhirnya membuahkan hasil. Melalui rapat koordinasi strategis yang mempertemukan pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha perunggasan, disepakati distribusi rutin sebanyak 1.000 box DOC per minggu khusus untuk peternak mandiri di wilayah Pantura, termasuk Kabupaten Pati.

    Rapat yang digelar di Ruang Pringgitan Pendopo Kabupaten Pati tersebut dipimpin langsung Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, serta dihadiri Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, perwakilan Gabungan Pengusaha Pembibitan Unggas (GPPU), Dinas terkait, hingga komunitas peternak mandiri.

    Kesepakatan ini menjadi angin segar bagi peternak yang selama hampir dua tahun terakhir menghadapi tekanan berat akibat kelangkaan DOC dan lonjakan harga. Dari sebelumnya sekitar Rp5.000 per ekor, harga DOC melonjak hingga Rp8.000 bahkan Rp10.000, sehingga membebani biaya produksi secara signifikan.

    Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengungkapkan bahwa kebutuhan DOC di Kabupaten Pati mencapai sekitar 33 juta ekor setiap tahun dengan siklus pemeliharaan lima hingga tujuh kali. Kondisi kelangkaan pasokan membuat sebagian peternak terpaksa menunda produksi, yang berpotensi memengaruhi pasokan ayam dan stabilitas pangan masyarakat.

    “Ini bagian dari upaya kita menjaga ketahanan pangan daerah. Dengan adanya kepastian distribusi 1.000 box DOC per minggu, kami berharap produksi peternak kembali berjalan normal dan harga ayam tetap stabil,” tegas Chandra.

    Sementara itu, Direktur Jenderal PKH Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menegaskan bahwa kesepakatan distribusi tersebut merupakan hasil koordinasi antara peternak mandiri yang tergabung dalam Persaudaraan Peternak Mandiri Pati (PPMP) dengan perusahaan pembibitan unggas yang tergabung dalam GPPU.

    “Distribusi ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan riil peternak mandiri dan menjaga kesinambungan produksi unggas di daerah,” ujarnya.

    Kelangkaan DOC sendiri dipengaruhi oleh pengaturan populasi indukan ayam pembibit secara nasional serta dominasi distribusi oleh perusahaan integrator. Kondisi ini membuat peternak mandiri membutuhkan dukungan dan kepastian akses pasokan agar tetap bisa bersaing.

    Selain memastikan distribusi berjalan sesuai komitmen, Pemkab Pati juga menyiapkan langkah lanjutan, mulai dari pendataan kebutuhan peternak per siklus, skema pembelian kolektif, hingga rencana pengembangan unit penetasan lokal (hatchery) dan penguatan koperasi peternak sebagai penyerap hasil produksi.

    Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya mengatasi krisis pasokan saat ini, tetapi juga memperkuat kemandirian sektor peternakan unggas di Kabupaten Pati dalam jangka panjang.

    Dengan sinergi erat antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha, optimisme pun tumbuh bahwa sektor perunggasan Pati akan kembali stabil dan mampu menopang kebutuhan protein hewani masyarakat secara berkelanjutan.

  • Jelang Ramadan, Pemkab Pati Tegaskan Penutupan Tempat Hiburan Malam dan Perkuat Pengawasan

    Jelang Ramadan, Pemkab Pati Tegaskan Penutupan Tempat Hiburan Malam dan Perkuat Pengawasan

    PATI, 19 Februari 2026 — Menjelang bulan suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten Pati memperkuat langkah menjaga ketenteraman dan ketertiban umum melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Trantibum yang digelar di Ruang Pragolo Setda Kabupaten Pati. Salah satu fokus utama dalam rakor tersebut adalah penegakan aturan penutupan tempat hiburan malam demi menjaga suasana kondusif selama Ramadan.

    Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa kebijakan penutupan tempat hiburan malam mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2013. Aturan tersebut mewajibkan seluruh tempat hiburan malam menghentikan operasional mulai tujuh hari sebelum Ramadan hingga tujuh hari setelah Ramadan berakhir.

    “Perda Nomor 8 Tahun 2013 secara jelas mengatur penutupan tempat hiburan malam selama Ramadan. Kesepakatannya, seluruh tempat hiburan malam harus tutup mulai H-7 hingga H+7 Ramadan,” tegas Chandra.

    Untuk memastikan aturan tersebut berjalan efektif, Pemerintah Kabupaten Pati telah berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan Satpol PP guna melakukan pengawasan intensif di berbagai lokasi, termasuk kawasan yang selama ini menjadi pusat aktivitas hiburan malam.

    Menurutnya, penertiban akan dilakukan secara tegas namun tetap mengedepankan pendekatan yang terukur dan sesuai prosedur. Pemerintah juga membuka ruang koordinasi terkait langkah lanjutan, termasuk upaya pembinaan dan rehabilitasi apabila diperlukan.

    “Kami sudah berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan Satpol PP untuk melakukan pengawasan dan sidak di sejumlah titik. Penegakan aturan akan dilakukan secara tegas untuk menjaga ketertiban selama Ramadan,” ujarnya.

    Selain penertiban, rakor juga membahas berbagai aktivitas masyarakat selama Ramadan. Chandra menyampaikan bahwa tradisi seperti tongtek masih diperbolehkan selama tidak mengganggu ketertiban umum, khususnya dari segi kebisingan.

    Tradisi takbir keliling juga diperbolehkan, dengan catatan dilaksanakan secara tertib dan dalam wilayah masing-masing. Sementara itu, Pasar Ramadan diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi ruang ekonomi dan budaya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

    “Budaya seperti tongtek dan takbir keliling tetap bisa dilaksanakan selama tertib dan tidak mengganggu. Kami juga berharap Pasar Ramadan ke depan bisa dikemas lebih baik dan semakin meriah,” tambahnya.

    Melalui rakor ini, Pemerintah Kabupaten Pati menegaskan komitmennya untuk menciptakan suasana Ramadan yang aman, tertib, dan penuh kekhusyukan, sekaligus tetap menjaga keseimbangan antara penegakan aturan dan pelestarian tradisi masyarakat.

  • Usai Insiden MBG, Plt. Bupati Pati Perketat Pengawasan Keamanan Pangan Program SPPG

    Usai Insiden MBG, Plt. Bupati Pati Perketat Pengawasan Keamanan Pangan Program SPPG

    PATI, 19 Februari 2026 — Pemerintah Kabupaten Pati memperkuat pengawasan terhadap program pemenuhan gizi melalui pembinaan intensif bagi para ahli gizi dan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kegiatan yang digelar di Ruang Penjawi, Setda Kabupaten Pati ini dihadiri langsung oleh Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, sebagai bentuk komitmen menjaga kualitas dan keamanan pangan bagi masyarakat.

    Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus memastikan seluruh proses, mulai dari perencanaan menu hingga distribusi, berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

    Dalam arahannya, Chandra menegaskan bahwa aspek keamanan pangan harus menjadi prioritas utama, terutama setelah adanya insiden dugaan keracunan yang sempat dialami puluhan siswa di salah satu sekolah beberapa waktu lalu.

    “Peristiwa tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama. Kita harus memastikan seluruh proses, mulai dari pengolahan hingga distribusi makanan, benar-benar memenuhi standar keamanan dan kualitas,” ujarnya.

    Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan ekstra selama bulan Ramadan, ketika SPPG menyalurkan makanan kering kepada para penerima manfaat. Menurutnya, ketelitian dalam memeriksa masa kedaluwarsa dan kondisi penyimpanan menjadi faktor krusial untuk menjaga keamanan konsumsi.

    “Kami mengimbau seluruh pengelola dan mitra untuk lebih cermat, terutama dalam memastikan masa berlaku produk serta menjaga kualitas penyimpanan sebelum didistribusikan,” tegasnya.

    Chandra menambahkan bahwa keberhasilan program SPPG sangat bergantung pada kedisiplinan dan komitmen semua pihak dalam menjalankan standar operasional. Ia tidak ingin program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat justru terganggu oleh kelalaian teknis.

    “Program ini sangat penting bagi masyarakat, sehingga pelaksanaannya harus dijaga dengan sungguh-sungguh. Kualitas dan keamanan makanan tidak boleh dikompromikan,” tambahnya.

    Selain sebagai forum evaluasi, kegiatan ini juga menjadi ajang peningkatan kapasitas bagi para ahli gizi dan mitra SPPG. Para peserta mendapatkan penguatan materi terkait perencanaan menu, pengolahan makanan, pengemasan, distribusi, hingga monitoring konsumsi secara berkala.

    Diskusi interaktif yang berlangsung menunjukkan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas layanan pemenuhan gizi di Kabupaten Pati. Pemerintah daerah berharap, melalui pengawasan yang lebih ketat dan koordinasi yang kuat, program SPPG dapat berjalan lebih optimal, aman, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.