PATI, 10 Februari 2026 — Pemerintah Kabupaten Pati terus mendorong lahirnya berbagai inovasi sebagai kunci percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat menghadiri Coaching Clinic Penilaian Indeks Inovasi Daerah (IID) di Ruang Rapat Rajawali Bapperida.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya inovasi di lingkungan pemerintahan, sekaligus memastikan setiap perangkat daerah berkontribusi menghadirkan solusi kreatif yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Chandra mengungkapkan bahwa Kabupaten Pati telah melahirkan berbagai inovasi di sejumlah sektor strategis, terutama pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
“Kami telah mendorong banyak inovasi di berbagai OPD, khususnya di sektor pertanian. Salah satu program unggulan adalah target produktivitas 10 ton per hektare. Ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan hasil dan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Menurutnya, sektor pertanian di Pati memiliki potensi besar, namun selama ini belum sepenuhnya didukung dengan pendampingan intensif. Melalui program peningkatan produktivitas yang mulai dijalankan sejak 2025, pemerintah daerah turun langsung ke lapangan untuk mendampingi petani dan mengubah pola tanam agar lebih optimal.
Tim penyuluh bersama jajaran pemerintah kecamatan hingga desa secara aktif memberikan edukasi dan pendampingan teknis kepada petani. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan hasil panen yang sebelumnya berkisar 5–6 ton per hektare menjadi lebih maksimal.
Tak hanya di sektor pertanian, inovasi juga terus dikembangkan di bidang kesehatan. Salah satunya melalui program Puspa Melati, yang menghadirkan layanan Puskesmas langsung ke desa, sehingga masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan dengan lebih mudah dan cepat.
Di bidang pendidikan, pemerintah daerah juga menghadirkan berbagai program beasiswa dan pendampingan bagi pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun sekolah kedinasan. Langkah ini diharapkan membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda Pati untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Selain itu, inovasi berbasis digital turut diperkuat, terutama dalam pelayanan administrasi kependudukan dan pengelolaan lingkungan hidup, guna menghadirkan layanan publik yang lebih cepat, efisien, dan transparan.
Meski demikian, Chandra mengingatkan bahwa masih ada sejumlah perangkat daerah dan unit pelayanan yang belum mengajukan inovasi. Ia mendorong seluruh jajaran untuk lebih aktif berkontribusi dan menghadirkan terobosan baru.
“Inovasi harus menjadi budaya kerja. Saya berharap seluruh perangkat daerah dapat menghadirkan gagasan dan program baru yang benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Melalui penguatan inovasi di berbagai sektor, Pemerintah Kabupaten Pati optimistis mampu mempercepat pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.


Tinggalkan Balasan