Sugeng rawuh ing Bumi Pesantenan, papan informasi kang nyawisake kabar lan crita babagan Kabupaten Pati.

Kategori: Berita

  • Hari Bhayangkara ke-80, Chandra: Polri Humanis Jadi Kunci Menjaga Kondusivitas Pati

    Hari Bhayangkara ke-80, Chandra: Polri Humanis Jadi Kunci Menjaga Kondusivitas Pati

    PATI – Semangat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pati dan Polresta Pati kembali ditegaskan dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Bagi Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, keamanan daerah tidak hanya lahir dari ketegasan aparat, tetapi juga dari pendekatan yang humanis dalam melayani masyarakat.

    Hal itu disampaikan Chandra saat menghadiri Tasyakuran Hari Bhayangkara ke-80 di Mapolresta Pati, Rabu (1/7). Ia mengapresiasi solidnya sinergi yang selama ini terjalin antara Pemkab Pati, Polresta Pati, dan jajaran TNI dalam menjaga situasi daerah tetap aman dan kondusif.

    Menurutnya, hubungan yang harmonis antarlembaga menjadi modal penting bagi Kabupaten Pati untuk terus bergerak maju. Stabilitas keamanan dinilai sebagai fondasi utama agar pelayanan publik, investasi, hingga program pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan.

    “Hubungan baik antara Pemkab Pati dan Polresta selama ini menjadi kekuatan besar yang membuat daerah kita tetap kondusif,” ujar Chandra.

    Ia menegaskan, Polresta Pati tidak hanya berfungsi sebagai penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal berbagai program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

    “Kami merasa lebih tenang karena setiap langkah pembangunan selalu mendapat dukungan dan pendampingan dari Polresta Pati,” katanya.

    Dalam kesempatan tersebut, Chandra juga menitipkan harapan kepada jajaran kepolisian agar terus membina personel muda sehingga mampu menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.

    Ia menekankan bahwa profesionalisme harus selalu dibarengi dengan pendekatan yang mengedepankan dialog dan sisi kemanusiaan, termasuk saat menghadapi aksi penyampaian pendapat di muka umum.

    “Saya berharap pendekatan humanis tetap menjadi prioritas. Ketegasan memang penting, tetapi penyelesaian persoalan secara bijaksana akan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat kepada Polri,” ungkapnya.

    Chandra juga mengajak seluruh elemen di Kabupaten Pati menjadikan berbagai dinamika yang pernah terjadi sebagai bahan evaluasi bersama untuk memperkuat koordinasi dan kekompakan antarlembaga.

    Di momen Hari Bhayangkara ke-80 ini, Pemerintah Kabupaten Pati turut menyampaikan apresiasi atas dedikasi Polresta Pati dalam menjaga keamanan serta mendukung berbagai agenda pemerintahan dan kegiatan kemasyarakatan.

    Ia berharap sinergi yang telah terbangun antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri terus diperkuat demi mewujudkan Kabupaten Pati yang aman, nyaman, dan semakin maju.

  • Chandra Ajak Tokoh Agama Jadi Garda Terdepan Cegah Konflik, Pati Perkuat Harmoni di Era Digital

    Chandra Ajak Tokoh Agama Jadi Garda Terdepan Cegah Konflik, Pati Perkuat Harmoni di Era Digital

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati mengajak seluruh tokoh agama dan elemen masyarakat memperkuat sinergi dalam menjaga kerukunan di tengah derasnya arus informasi digital. Langkah itu diwujudkan melalui Dialog Interaktif Kerukunan Umat Beragama untuk Menjaga Kondusivitas Wilayah Kabupaten Pati yang digelar di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (1/7/2026).

    Sekitar 220 peserta dari berbagai unsur hadir dalam forum tersebut, mulai dari Forkopimda, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh lintas agama, organisasi kemasyarakatan, hingga perwakilan pemuda. Dialog ini menjadi ruang bersama untuk memperkuat komunikasi sekaligus mengantisipasi munculnya isu-isu yang berpotensi memecah persatuan.

    Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan, Kabupaten Pati telah memiliki fondasi yang kuat dalam menjaga toleransi. Hal itu dibuktikan dengan keberhasilan FKUB Kabupaten Pati meraih Harmony Award peringkat ketiga tingkat nasional pada 2025.

    “Penghargaan ini menjadi bukti bahwa keberagaman di Kabupaten Pati bukanlah tantangan, melainkan kekuatan yang mampu kita rawat bersama untuk menghadirkan kedamaian dan mendukung pembangunan daerah,” ujar Chandra.

    Namun demikian, ia mengingatkan bahwa perkembangan media digital membuat berbagai informasi, termasuk isu sosial maupun keagamaan, dapat menyebar dalam hitungan detik. Karena itu, tokoh agama diminta menjadi penyejuk sekaligus sumber informasi yang menenangkan masyarakat ketika muncul persoalan.

    “Jangan biarkan persoalan kecil berkembang menjadi besar. Jika ada potensi masalah, segera komunikasikan dan duduk bersama dengan pemerintah desa, pemerintah daerah, maupun pihak terkait agar dapat diselesaikan sejak dini,” tegasnya.

    Menurut Chandra, menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas pemerintah ataupun aparat penegak hukum. Seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk menciptakan suasana yang damai, terutama para tokoh agama yang memiliki kedekatan dengan masyarakat.

    “Kerukunan adalah modal utama pembangunan. Ketika masyarakat hidup rukun, maka pembangunan dapat berjalan dengan baik dan kesejahteraan masyarakat akan lebih mudah diwujudkan,” imbuhnya.

    Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pati Siti Subiati menjelaskan, dialog tersebut digelar sebagai upaya memperkuat komunikasi di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama yang menjadi kekayaan Kabupaten Pati.

    Menurutnya, komunikasi yang intensif menjadi kunci dalam membangun kesepahaman, mempererat silaturahmi, sekaligus mendeteksi potensi konflik sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

    “Melalui forum ini kami berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat semakin solid, sehingga toleransi, moderasi beragama, dan kondusivitas wilayah di Kabupaten Pati dapat terus terjaga,” kata Siti.

    Pemerintah Kabupaten Pati berharap dialog lintas agama seperti ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi langkah nyata memperkuat kebersamaan. Dengan komunikasi yang terbuka dan semangat saling menghormati, Kabupaten Pati diyakini akan terus tumbuh sebagai daerah yang aman, harmonis, dan menjadi contoh kerukunan di tingkat nasional.

  • Istighotsah Satukan Ulama dan Umaro, Chandra: Doa Masyarakat Jadi Kekuatan Membangun Pati

    Istighotsah Satukan Ulama dan Umaro, Chandra: Doa Masyarakat Jadi Kekuatan Membangun Pati

    PATI – Suasana khidmat menyelimuti Pendopo Kabupaten Pati saat ratusan ulama, umaro, dan jajaran Pemerintah Kabupaten Pati berkumpul dalam Istighotsah bersama, Selasa (30/6). Momentum ini menjadi ikhtiar spiritual sekaligus wujud kebersamaan untuk memohon keberkahan dan kelancaran pembangunan menuju Kabupaten Pati yang semakin maju dan sejahtera.

    Kegiatan tersebut dihadiri Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, Forkopimda, para ulama dan kiai, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, kepala perangkat daerah, camat, hingga berbagai elemen masyarakat. Kebersamaan lintas unsur itu mencerminkan kuatnya sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam mengawal pembangunan daerah.

    Dalam sambutannya, Chandra menegaskan bahwa amanah memimpin Kabupaten Pati akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia pun memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar roda pemerintahan dapat berjalan optimal.

    “Insyaallah amanah yang diberikan kepada kami akan kami jalankan dengan sebaik-baiknya. Mohon doa agar kami bersama seluruh ASN Kabupaten Pati mampu menjalankan pembangunan dengan penuh tanggung jawab dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

    Menurut Chandra, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh program pemerintah, tetapi juga lahir dari semangat gotong royong, persatuan, dan doa yang terus mengiringi setiap langkah pembangunan.

    Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan menjadikan doa sebagai kekuatan moral dalam membangun Kabupaten Pati.

    “Mari kita bersama-sama mendoakan Kabupaten Pati agar senantiasa diberi keberkahan, kemudahan, serta dijauhkan dari berbagai hambatan, sehingga cita-cita mewujudkan Pati yang maju dan sejahtera dapat terwujud,” ajaknya.

    Chandra meyakini, dukungan spiritual dari masyarakat menjadi energi yang memperkuat semangat pemerintah dalam menghadirkan pembangunan yang nyata, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh warga Kabupaten Pati.

  • Sekolah Rakyat Tlogowungu Siap Dibuka 10 Juli, Pemkab Pati Pastikan Fasilitas Layak untuk Belajar

    Sekolah Rakyat Tlogowungu Siap Dibuka 10 Juli, Pemkab Pati Pastikan Fasilitas Layak untuk Belajar

    PATI – Program Sekolah Rakyat di Kecamatan Tlogowungu selangkah lagi resmi berjalan. Pemerintah Kabupaten Pati menargetkan kegiatan belajar mengajar perdana dimulai sekitar 10 Juli 2026, setelah seluruh fasilitas dan sarana pembelajaran dinyatakan siap digunakan.

    Kepastian tersebut disampaikan usai Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra meninjau langsung kesiapan gedung Sekolah Rakyat di Kecamatan Tlogowungu, Selasa (30/6). Dalam kunjungannya, Chandra memastikan setiap ruang dan fasilitas telah memenuhi kebutuhan peserta didik sebelum sekolah mulai beroperasi.

    Peninjauan dilakukan bersama Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Pati serta Kepala Dinas Sosial P3AKB Kabupaten Pati. Sejumlah fasilitas yang diperiksa meliputi ruang kelas, sarana penunjang pembelajaran, hingga kondisi lingkungan sekolah agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.

    “Hari ini kami meninjau Sekolah Rakyat yang rencananya mulai beroperasi sekitar tanggal 10 Juli. Mudah-mudahan seluruh persiapan berjalan lancar sehingga kegiatan belajar bisa segera dimulai,” ujar Chandra.

    Ia menjelaskan, para peserta didik yang saat ini masih mengikuti pembinaan di Sentra Margo Laras nantinya akan dipindahkan ke gedung Sekolah Rakyat di Tlogowungu. Pemindahan tersebut menjadi bagian dari tahapan akhir sebelum aktivitas pembelajaran dipusatkan di lokasi baru.

    “Anak-anak yang masih berada di Sentra Margo Laras nantinya akan belajar di Sekolah Rakyat Tlogowungu. Kami ingin mereka mendapatkan lingkungan belajar yang lebih representatif dan mendukung proses pendidikan,” jelasnya.

    Dari hasil peninjauan, Chandra menilai fasilitas yang tersedia sudah memadai untuk menunjang proses belajar mengajar. Berbagai sarana telah dipersiapkan agar peserta didik dapat mengikuti pembelajaran dengan nyaman sejak hari pertama.

    “Fasilitasnya sudah lengkap dan sangat baik. Harapan kami, anak-anak bisa belajar dengan tenang dan semangat sehingga Program Sekolah Rakyat benar-benar menjadi jalan bagi mereka untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas,” tuturnya.

    Pemerintah Kabupaten Pati berharap kehadiran Sekolah Rakyat tidak hanya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menciptakan kesempatan belajar yang lebih setara serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

  • Baznas Pati Salurkan Rp1,6 Miliar Dana ZIS, Chandra Tekankan Transparansi demi Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat

    Baznas Pati Salurkan Rp1,6 Miliar Dana ZIS, Chandra Tekankan Transparansi demi Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat

    PATI – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pati mulai menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) senilai Rp1.626.750.000 kepada masyarakat. Bantuan tersebut menyasar berbagai sektor, mulai dari bedah rumah, modal usaha, beasiswa bagi pelajar kurang mampu, santunan fakir miskin, bantuan tempat ibadah, lembaga pendidikan Islam, hingga insentif bagi guru TPQ dan Madin.

    Program bantuan massal itu resmi diluncurkan di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (30/6), dan dihadiri Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, Plt Ketua TP PKK Kabupaten Pati, Forkopimda, pimpinan OPD, para camat, Ketua MUI, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, serta para penerima manfaat dari Kecamatan Pati dan Margorejo.

    Dalam sambutannya, Chandra menegaskan bahwa penyaluran dana ZIS bukan sekadar memberikan bantuan sosial, tetapi juga menjadi bentuk komitmen Baznas dalam mengelola amanah masyarakat secara terbuka dan bertanggung jawab.

    “Hari ini Baznas menyalurkan anggaran sebesar Rp1 miliar 626 juta melalui berbagai program, mulai dari bedah rumah, beasiswa, bantuan modal usaha, bantuan fakir miskin, hingga bantuan untuk guru dan tempat ibadah. Ini merupakan bentuk transparansi pengurus Baznas periode 2026–2031 kepada masyarakat,” ujar Chandra.

    Menurutnya, pengelolaan zakat yang profesional dan akuntabel mampu memberikan dampak nyata dalam menekan angka kemiskinan. Selain membantu masyarakat yang membutuhkan, dana ZIS juga dapat memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas kesehatan, sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha baru yang lebih mandiri.

    Ia pun berpesan kepada para penerima bantuan modal usaha agar memanfaatkan bantuan tersebut sebagai titik awal untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

    “Jadikan bantuan ini sebagai penyemangat untuk terus berkembang. Kelola dengan baik agar usaha yang dijalankan semakin maju dan mampu menopang perekonomian keluarga,” pesannya.

    Tak hanya itu, Chandra mengungkapkan bahwa Baznas Kabupaten Pati kini telah menerapkan sistem pengelolaan berbasis digital. Masyarakat dapat memantau proses penghimpunan hingga penyaluran dana zakat secara terbuka melalui laman resmi Baznas.

    Langkah tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola zakat.

    “Kami mengajak masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki untuk menyalurkan zakat melalui Baznas Kabupaten Pati. Seluruh program dan penyalurannya dapat dipantau melalui website Baznas sehingga pengelolaannya semakin akuntabel, transparan, dan dipercaya masyarakat,” tegasnya.

    Melalui penyaluran dana ZIS ini, Pemerintah Kabupaten Pati berharap manfaat zakat tidak hanya dirasakan sesaat, tetapi juga mampu menjadi penggerak pemberdayaan ekonomi, memperluas kesempatan pendidikan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

  • 278 Kasus Nikah Dini Terjadi di Pati, Pemkab Perkuat Edukasi Orang Tua dan Anak di Era Digital

    278 Kasus Nikah Dini Terjadi di Pati, Pemkab Perkuat Edukasi Orang Tua dan Anak di Era Digital

    PATI – Tingginya angka perkawinan anak di Kabupaten Pati masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 278 kasus, sementara hingga April 2026 telah terjadi 78 kasus. Kondisi ini mendorong Pemerintah Kabupaten Pati untuk memperkuat langkah pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat, khususnya orang tua dan remaja.

    Upaya tersebut diwujudkan dalam kegiatan Diseminasi Pencegahan Perkawinan Anak bertajuk “Anak Cerdas, Masa Depan Cerah, Tunda Perkawinan, Utamakan Pendidikan” yang diselenggarakan Bagian Kesra Setda Kabupaten Pati bersama TP PKK Kabupaten Pati di Aula Kantor Kecamatan Winong, Senin (29/6/2026).

    Dalam sambutannya, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan bahwa perkawinan usia anak merupakan persoalan yang tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah semata. Peran keluarga, terutama orang tua, menjadi kunci utama dalam mendampingi tumbuh kembang anak di tengah derasnya arus informasi dan pengaruh media digital.

    “Jangan hanya menjadi orang tua, tetapi jadilah sahabat bagi anak. Kenali lingkungan pergaulannya, awasi aktivitas digitalnya, dan bangun komunikasi yang terbuka agar anak tidak salah mengambil keputusan yang akan memengaruhi masa depannya,” ujar Chandra.

    Ia menambahkan, pendidikan tetap menjadi bekal terbaik bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan. Semakin tinggi jenjang pendidikan yang ditempuh, semakin besar pula peluang anak untuk meraih kehidupan yang lebih baik.

    Chandra juga mengimbau para orang tua agar tidak ragu mencari bantuan profesional apabila mengalami kesulitan dalam mendampingi anak.

    “Kalau merasa kesulitan mendampingi anak, jangan ragu berkonsultasi dengan psikolog. Pemerintah juga akan terus meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan melalui APBD setelah program perbaikan infrastruktur selesai pada 2027,” tambahnya.

    Sementara itu, Plt Ketua TP PKK Kabupaten Pati Dwi Risma Ardhi Chandra menilai bahwa perkawinan anak merupakan persoalan sosial yang membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, upaya pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat, yakni keluarga.

    “Anak-anak kita berhak memiliki masa depan yang cerah. Karena itu, mari kita utamakan pendidikan dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendukung mereka untuk tumbuh sehat, berprestasi, serta mampu meraih cita-cita tanpa harus menikah di usia dini,” tuturnya.

    Kegiatan yang diikuti pengurus TP PKK desa se-Kecamatan Winong beserta kelompok kerjanya itu juga menghadirkan psikolog RSUD RAA Soewondo, Deni Herbyanti. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pola asuh yang tepat, komunikasi efektif antara orang tua dan anak, hingga strategi pendampingan remaja di era digital.

    Melalui edukasi yang terus digencarkan, Pemerintah Kabupaten Pati berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga angka perkawinan anak dapat ditekan secara berkelanjutan, sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda untuk menyelesaikan pendidikan dan mewujudkan masa depan yang lebih baik.

  • PIP untuk 452 Siswa Cair, Pemkab Pati Siapkan Lompatan Besar: Target 1.000 Penerima pada 2027

    PIP untuk 452 Siswa Cair, Pemkab Pati Siapkan Lompatan Besar: Target 1.000 Penerima pada 2027

    PATI – Komitmen Pemerintah Kabupaten Pati dalam memperluas akses pendidikan terus diperkuat. Setelah memastikan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) tersalurkan kepada 452 siswa jenjang MI, MTs, dan MA, Pemkab Pati kini membidik peningkatan jumlah penerima hingga mencapai 1.000 siswa pada tahun 2027.

    Target ambisius tersebut disampaikan Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat menghadiri penyerahan bantuan PIP di Pendopo Kabupaten Pati, Minggu (21/6/2026). Menurutnya, bantuan pendidikan menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan belajar karena kendala ekonomi.

    “Terima kasih kepada Ibu Eva Monalisa yang terus memperjuangkan Program Indonesia Pintar untuk masyarakat Pati. Bantuan ini sangat berarti bagi anak-anak kita agar tetap dapat melanjutkan pendidikan dengan baik,” ujar Chandra.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Eva Monalisa, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pati Ahmad Syaiku, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pemimpin Cabang BRI Pati, serta ratusan siswa penerima manfaat bersama para guru pendamping.

    Chandra menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah. Karena itu, berbagai program pendidikan akan terus diperkuat melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat.

    “Kami ingin generasi muda Pati tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter serta akhlak yang baik. Itulah bekal penting untuk menghadapi tantangan masa depan,” tegasnya.

    Sebagai bentuk keseriusan tersebut, Pemkab Pati berencana mengupayakan penambahan kuota PIP secara signifikan pada tahun mendatang. Jika saat ini sebanyak 452 siswa menerima bantuan, jumlah itu ditargetkan meningkat hingga sekitar 1.000 penerima pada 2027.

    Selain fokus pada sektor pendidikan, Chandra juga menyoroti upaya pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan infrastruktur yang terdampak banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah.

    “Kami menargetkan perbaikan infrastruktur terdampak bencana dapat berjalan bertahap dan tuntas pada periode 2027–2028 agar mobilitas dan aktivitas masyarakat semakin lancar,” katanya.

    Sementara itu, Eva Monalisa menegaskan bahwa Program Indonesia Pintar merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam mendukung pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu.

    “Jangan pernah menyerah karena kondisi ekonomi. Manfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya untuk belajar dan mengejar cita-cita setinggi mungkin,” pesan Eva kepada para siswa.

    Ke depan, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pati dan pemerintah pusat akan terus diperkuat agar lebih banyak program pendidikan dan bantuan sosial dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Penambahan kuota PIP menjadi salah satu langkah konkret untuk membuka peluang pendidikan yang lebih luas bagi generasi penerus di Bumi Mina Tani.

  • Pati Selatan Disiapkan Jadi Laboratorium Wisata Edukasi, Sejumlah Destinasi Mulai Dipoles

    Pati Selatan Disiapkan Jadi Laboratorium Wisata Edukasi, Sejumlah Destinasi Mulai Dipoles

    PATI – Sejumlah destinasi wisata unggulan di wilayah Pati Selatan mulai dipersiapkan untuk menyambut kunjungan pelajar. Pemerintah Kabupaten Pati berkomitmen melakukan pembenahan fasilitas dan infrastruktur wisata agar lebih nyaman, edukatif, dan menarik sebagai tujuan kegiatan belajar di luar kelas.

    Komitmen tersebut ditunjukkan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat meninjau beberapa objek wisata di Kecamatan Sukolilo dan Kayen, Sabtu (20/6/2026). Destinasi yang dikunjungi meliputi Bumi Perkemahan dan Kolam Renang Sumber Sentul, Wisata Alam Tadah Udan, Gua Wareh, hingga Gua Pancur.

    Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan destinasi wisata lokal sebagai lokasi outing class bagi siswa PAUD, SD, hingga SMP yang ada di Kabupaten Pati.

    Menurut Chandra, kawasan wisata di Pati Selatan memiliki potensi besar untuk menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus sarana rekreasi bagi pelajar. Selain menyuguhkan keindahan alam, destinasi-destinasi tersebut juga dinilai mampu memberikan pengalaman edukatif yang dekat dengan lingkungan sekitar.

    “Potensinya sangat besar. Wisata di Kabupaten Pati tidak kalah menarik dan bisa menjadi alternatif kegiatan belajar di luar sekolah bagi anak-anak,” ujarnya.

    Salah satu lokasi yang mendapat perhatian positif adalah Kolam Renang Sumber Sentul. Chandra menilai destinasi tersebut sudah memiliki pengelolaan yang baik serta fasilitas yang cukup memadai untuk menerima kunjungan rombongan pelajar.

    “Tempatnya sudah tertata dengan baik dan nyaman. Ini sangat layak menjadi tujuan wisata edukasi maupun rekreasi bagi siswa di Kabupaten Pati,” katanya.

    Tak hanya itu, rombongan juga mengunjungi Gua Wareh yang dikenal memiliki panorama alam yang masih asri. Lokasi tersebut dinilai berpotensi menjadi salah satu destinasi unggulan wisata alam dan edukasi di wilayah Sukolilo.

    Namun berbeda dengan dua destinasi sebelumnya, kondisi Gua Pancur masih membutuhkan perhatian lebih. Chandra menegaskan kawasan tersebut akan segera dibenahi agar dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang lebih representatif dan aman bagi pengunjung.

    “Gua Pancur memiliki potensi yang luar biasa. Namun perlu dilakukan pembersihan dan penataan terlebih dahulu. Setelah itu kita tingkatkan sarana pendukungnya agar semakin menarik,” jelasnya.

    Pemerintah Kabupaten Pati juga menyiapkan langkah-langkah perbaikan untuk mendukung pengembangan kawasan wisata tersebut, termasuk penanganan lingkungan dan peningkatan fasilitas dasar bagi pengunjung.

    Menurut Chandra, pengembangan destinasi wisata lokal bukan hanya bertujuan meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga menjadi strategi untuk menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata.

    “Kalau masyarakat berwisata di daerah sendiri, manfaat ekonominya juga akan dirasakan langsung oleh warga sekitar. Ini yang ingin kita dorong bersama,” ungkapnya.

    Sebelumnya, Pemkab Pati telah mengimbau seluruh satuan pendidikan mulai dari PAUD hingga SMP untuk memanfaatkan destinasi wisata lokal sebagai lokasi pembelajaran luar kelas. Kebijakan tersebut sekaligus menjadi upaya mengenalkan potensi daerah kepada generasi muda sejak dini.

    Karena itu, pembenahan fasilitas wisata kini menjadi salah satu fokus pemerintah daerah agar seluruh destinasi mampu memberikan pengalaman yang aman, nyaman, dan berkesan bagi para pelajar.

    Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Pati Selatan diharapkan tidak hanya menjadi tujuan rekreasi, tetapi juga tumbuh sebagai pusat wisata edukasi yang mampu menarik minat siswa, keluarga, maupun wisatawan dari berbagai daerah.

  • Keluhan Puluhan Tahun Segera Terjawab, Jalan Tompegunung Masuk Prioritas APBD Perubahan 2026

    Keluhan Puluhan Tahun Segera Terjawab, Jalan Tompegunung Masuk Prioritas APBD Perubahan 2026

    PATI – Harapan warga Dukuh Gelur, Desa Tompegunung, Kecamatan Sukolilo, untuk menikmati jalan yang lebih layak akhirnya mulai menemukan titik terang. Pemerintah Kabupaten Pati memastikan ruas jalan yang selama puluhan tahun mengalami kerusakan akan masuk dalam program perbaikan melalui APBD Perubahan Tahun 2026.

    Kepastian tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat meninjau langsung kondisi jalan penghubung Desa Tompegunung, Kecamatan Sukolilo, dengan Desa Durensawit, Kecamatan Kayen, Sabtu (20/6/2026).

    Didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati beserta jajaran terkait, Chandra melihat langsung kondisi jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat karena kerusakannya yang cukup parah.

    “Hari ini kami turun langsung untuk memastikan kondisi di lapangan. Setelah dilakukan survei, ruas jalan ini akan kami masukkan dalam APBD Perubahan 2026 dengan anggaran sekitar Rp3 miliar,” ujar Chandra.

    Menurutnya, anggaran tersebut diproyeksikan untuk menangani perbaikan jalan sepanjang kurang lebih satu kilometer. Proses pengerjaan ditargetkan dapat dimulai pada September hingga Oktober mendatang setelah seluruh tahapan penganggaran selesai.

    Chandra menjelaskan, ruas jalan tersebut sebelumnya belum masuk dalam program pembangunan pada APBD murni 2026. Namun setelah menerima berbagai aspirasi dan keluhan warga, pemerintah daerah memutuskan untuk memberikan prioritas penanganan melalui anggaran perubahan.

    “Kami mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Karena itu, kami ingin memastikan langkah konkret segera dilakukan agar akses warga semakin baik,” katanya.

    Bagi masyarakat Tompegunung dan sekitarnya, jalan tersebut memiliki peran vital sebagai jalur utama mobilitas sehari-hari. Selain menjadi akses menuju sekolah, pasar, dan fasilitas kesehatan, ruas jalan itu juga menjadi jalur distribusi hasil pertanian yang menopang perekonomian warga.

    Kunjungan Plt Bupati pun disambut antusias masyarakat yang selama bertahun-tahun menantikan perhatian pemerintah terhadap kondisi jalan tersebut.

    Perangkat Desa Tompegunung, Sumarlan, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan telah berlangsung cukup lama dan menjadi salah satu persoalan utama yang sering dikeluhkan warga.

    “Alhamdulillah hari ini ada perhatian langsung dari pemerintah. Harapan kami tentu jalan ini segera dibangun karena menjadi akses penting bagi masyarakat untuk berbagai aktivitas,” ujarnya.

    Dengan masuknya proyek tersebut ke dalam APBD Perubahan 2026, masyarakat berharap konektivitas antarwilayah di kawasan Sukolilo dan Kayen dapat semakin lancar. Selain meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, perbaikan infrastruktur ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

    Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Pati dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan warga, terutama di wilayah pedesaan yang selama ini masih membutuhkan peningkatan akses transportasi.

  • Chandra Kampanyekan Ayah Hadir untuk Anak, Ambil Rapor Tak Sekadar Formalitas

    Chandra Kampanyekan Ayah Hadir untuk Anak, Ambil Rapor Tak Sekadar Formalitas

    PATI – Momen pengambilan rapor sekolah dimanfaatkan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, untuk mengajak para ayah lebih aktif terlibat dalam pendidikan anak. Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan pengambilan rapor di SMP Negeri 3 Pati, Sabtu (20/6/2026).

    Dalam kesempatan itu, Chandra hadir bersama istrinya untuk mengambil rapor putranya, Rafael Sean Adinata. Kehadirannya sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang tengah digalakkan Pemerintah Kabupaten Pati.

    Menurut Chandra, keberhasilan pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah dan ibu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seorang ayah. Kehadiran ayah dalam berbagai momen pendidikan dinilai mampu memberikan motivasi, membangun karakter, serta memperkuat rasa percaya diri anak.

    “Anak-anak membutuhkan perhatian dan dukungan dari kedua orang tuanya. Kehadiran ayah di sekolah adalah bentuk kepedulian yang akan memberikan dampak positif bagi perkembangan mereka,” ujarnya.

    Melalui program GEMAR, para ayah diajak meluangkan waktu untuk hadir langsung mengambil rapor anak di sekolah. Sementara melalui GAMAS, para ayah didorong untuk mengantar anak pada hari pertama masuk sekolah sebagai bentuk dukungan moral dan emosional.

    Chandra menilai langkah sederhana tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar memenuhi agenda sekolah. Menurutnya, kehadiran seorang ayah dapat menjadi energi positif yang mendorong anak lebih semangat belajar dan meraih prestasi.

    “Ini bukan hanya soal mengambil rapor atau mengantar anak sekolah. Ini tentang membangun kedekatan, menunjukkan perhatian, dan menegaskan bahwa pendidikan anak adalah prioritas keluarga,” katanya.

    Usai menerima rapor putranya, Chandra juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan wali kelas. Ia menilai komunikasi antara orang tua dan guru sangat penting untuk mengetahui perkembangan akademik maupun karakter anak secara menyeluruh.

    Menurutnya, pertemuan tatap muka tersebut menjadi kesempatan bagi orang tua untuk memahami potensi, tantangan, hingga kebutuhan pendampingan yang diperlukan anak selama proses belajar.

    “Ketika orang tua dan guru saling berkomunikasi, berbagai persoalan anak bisa diketahui lebih awal sehingga solusi yang tepat dapat segera diberikan,” jelasnya.

    Ia pun mengingatkan bahwa pengambilan rapor tidak boleh dipandang sebagai rutinitas administratif semata. Lebih dari itu, momen tersebut merupakan sarana mempererat kolaborasi antara keluarga dan sekolah demi mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

    Chandra berharap semakin banyak ayah di Kabupaten Pati yang terlibat aktif dalam kehidupan pendidikan putra-putrinya. Dengan keterlibatan yang lebih besar dari keluarga, ia optimistis akan lahir generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.

    “Mari kita hadir untuk anak-anak kita. Karena perhatian hari ini akan menjadi bekal berharga bagi masa depan mereka,” pungkasnya.