SEMARANG, 14 Februari 2026 — Nuansa khidmat dan sarat makna menyelimuti peringatan Haul Simbah Kyai Pati Wasis Joyokusumo yang ditandai dengan Kirab Budaya Ganti Luwur di kawasan makam tokoh bersejarah tersebut. Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, hadir langsung untuk mengikuti rangkaian kegiatan sekaligus memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh penting dalam sejarah Kabupaten Pati.
Setibanya di lokasi, Chandra terlebih dahulu melaksanakan ziarah di makam Simbah Kyai Pati Wasis Joyokusumo. Setelah itu, ia bergabung dalam kirab budaya yang berlangsung meriah, dengan iring-iringan peserta menggunakan kereta dari Lapangan Morokono menuju area makam sebagai titik akhir prosesi.
Menurut Chandra, haul dan kirab budaya ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mengingat kembali akar sejarah dan peradaban Kabupaten Pati.
“Simbah Kyai Pati Wasis Joyokusumo adalah bagian penting dari perjalanan sejarah Kabupaten Pati. Beliau merupakan putra Kyai Ageng Penjawi dan menjadi sosok yang memiliki peran besar dalam peradaban daerah. Momentum haul ini menjadi pengingat agar masyarakat tidak melupakan sejarahnya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pelestarian situs bersejarah, termasuk makam tokoh-tokoh penting, merupakan tanggung jawab bersama sebagai bagian dari menjaga identitas dan warisan budaya daerah.
Pemerintah Kabupaten Pati, lanjutnya, berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mendukung pelestarian kawasan makam, termasuk peningkatan akses dan fasilitas penunjang.
“Kami akan terus berkomunikasi dengan pihak terkait, termasuk pemerintah daerah setempat, agar keberadaan makam ini dapat terjaga dengan baik dan semakin mudah diakses oleh masyarakat,” jelasnya.
Chandra juga menekankan bahwa sejarah merupakan fondasi penting dalam membangun peradaban yang kuat. Menurutnya, kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam menjaga dan menghargai warisan sejarah.
“Sejarah adalah bagian penting dari identitas kita. Melalui pelestarian situs-situs bersejarah seperti ini, kita menjaga nilai-nilai budaya dan memperkuat jati diri masyarakat,” tegasnya.
Kirab Ganti Luwur ini menjadi simbol penghormatan sekaligus pengingat akan pentingnya merawat warisan leluhur. Kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai sejarah dan budaya tetap hidup dan menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan Kabupaten Pati hingga saat ini.


Tinggalkan Balasan