PATI – Respons cepat ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Pati dalam menghadapi bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah. Bupati Pati Sudewo turun langsung ke lokasi terdampak banjir di Desa Sidokerto (Kecamatan Pati), Desa Bulumanis Kidul (Kecamatan Margoyoso), serta Desa Ngurenrejo (Kecamatan Wedarijaksa), Minggu (11/1/2026).
Peninjauan lapangan tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab banjir sekaligus menyiapkan langkah penanganan darurat dan lanjutan agar dampak yang dirasakan masyarakat dapat segera teratasi.
Dalam keterangannya, Sudewo menjelaskan bahwa banjir di wilayah Pagerharjo dan Ngurenrejo dipicu oleh sumbatan dapur bambu di alur sungai Desa Bungasrejo. Tumpukan bambu kiriman dari hulu tersebut tersangkut di bendung sungai dan menyebabkan tekanan air meningkat hingga beberapa titik tanggul jebol.
“Penyebab utamanya adalah sumbatan dapur bambu di alur sungai Desa Bungasrejo. Kiriman bambu dari atas tertahan di bendung, kemudian menekan tanggul hingga jebol dan mengakibatkan banjir,” jelas Sudewo.
Sebagai langkah awal, Pemkab Pati akan segera memperbaiki tanggul-tanggul yang jebol serta melakukan pembersihan bambu di sepanjang alur sungai hingga ke hulu untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Tanggul yang jebol di Ngurenrejo dan Pagerharjo akan segera kami perbaiki. Bambu di tengah sungai sampai ke atas juga akan kami bersihkan agar tidak ada lagi kiriman bambu,” tegasnya.
Selain perbaikan fisik, pemerintah daerah juga menyiapkan penanganan genangan air yang masih cukup tinggi. Untuk Desa Ngurenrejo, dua unit pompa air berkapasitas besar akan segera dikerahkan.
“Genangan air di Ngurenrejo cukup tinggi. Kami kirim dua pompa besar agar air bisa cepat surut,” tambahnya.
Saat meninjau Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Sudewo memastikan bahwa tanggul yang jebol akan langsung dibangun kembali. Ia juga menyoroti dampak banjir yang menyebabkan sekitar 300 rumah warga kemasukan lumpur.
“Pembersihan rumah warga kami lakukan dengan alat berat. Untuk kebutuhan makan warga terdampak, kami siapkan dapur umum yang dipusatkan di Puskesmas 1 Margoyoso. Rumah yang rusak juga akan segera kami rekonstruksi,” ujarnya.
Sudewo berharap seluruh penanganan banjir dapat berjalan cepat dan tepat sasaran, sehingga masyarakat dapat segera beraktivitas kembali.
“Mohon doa dari semua pihak agar penanganan ini segera tuntas dan warga bisa kembali menjalani aktivitas dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan