Sugeng rawuh ing Bumi Pesantenan, papan informasi kang nyawisake kabar lan crita babagan Kabupaten Pati.

Tak Hanya Panen Raya, Pati Bersiap Naik Kelas Lewat Hilirisasi Pertanian

PATI, 15 Januari 2026 — Pemerintah Kabupaten Pati tancap gas memperkuat sektor pertanian, tak hanya dari sisi produksi, tetapi juga pengolahan pasca panen. Langkah ini ditegaskan melalui pertemuan Bupati Pati Sudewo dengan jajaran Direksi Bulog di Pendopo Kabupaten Pati, yang menandai penguatan kerja sama strategis menuju hilirisasi pertanian.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan penting berupa penandatanganan MoU hibah tanah yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur pasca panen. Infrastruktur ini diharapkan menjadi penopang utama pengelolaan hasil pertanian agar lebih bernilai dan berkelanjutan.

Bupati Sudewo menegaskan, setelah penandatanganan MoU, proses lanjutan akan segera dikebut agar pembangunan bisa segera direalisasikan.

“Langkah berikutnya akan segera kami proses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan agar pembangunan infrastruktur hilirisasi pasca panen ini bisa segera dilaksanakan,” ujar Sudewo.

Menurutnya, kolaborasi antara Pemkab Pati dan Bulog menjadi jawaban atas tantangan klasik pertanian, yakni ketimpangan antara tingginya produksi dengan kesejahteraan petani. Sepanjang 2025, produksi beras di Kabupaten Pati tercatat mencapai sekitar 320 ribu ton, sementara kebutuhan konsumsi masyarakat hanya berkisar 150 ribu ton. Artinya, terdapat surplus sekitar 170 ribu ton.

Namun, Sudewo menilai kondisi surplus belum sepenuhnya berdampak langsung pada peningkatan taraf hidup petani.

“Meski kita swasembada dan surplus, faktanya kesejahteraan petani belum sepenuhnya terangkat. Melalui program ini, Insya Allah kesejahteraan petani akan meningkat,” tegasnya.

Pembangunan infrastruktur pasca panen ini juga akan memperkuat program unggulan Pemkab Pati “10 Ton Bisa”, yang menargetkan hasil panen padi minimal 10 ton per hektare. Dengan kapasitas gudang dan sistem penyerapan Bulog yang semakin kuat, petani diharapkan tidak lagi khawatir soal pemasaran hasil panen.

Melalui hilirisasi yang terintegrasi, Pemerintah Kabupaten Pati optimistis sektor pertanian dapat naik kelas—tidak hanya menghasilkan panen melimpah, tetapi juga memberi nilai tambah dan kesejahteraan yang lebih nyata bagi para petani.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *