Sugeng rawuh ing Bumi Pesantenan, papan informasi kang nyawisake kabar lan crita babagan Kabupaten Pati.

Penulis: bumipesantenan7@gmail.com

  • Launching Galeri Dekranasda Jepara, Dwi Chandra: Produk Lokal Harus Berani Bersaing di Pasar Lebih Luas

    Launching Galeri Dekranasda Jepara, Dwi Chandra: Produk Lokal Harus Berani Bersaing di Pasar Lebih Luas

    JEPARA, 29 Januari 2026 — Upaya mendorong produk kerajinan lokal agar semakin berdaya saing terus diperkuat. Hal ini ditandai dengan peresmian Galeri Dekranasda Kabupaten Jepara yang menjadi wadah promosi sekaligus pengembangan produk unggulan daerah.

    Plt. Ketua Dekranasda Kabupaten Pati, Dwi Risma Ardhi Chandra, turut hadir dalam acara launching yang digelar di Galeri Dekranasda Jepara tersebut. Kehadirannya menjadi simbol dukungan dan sinergi antardaerah dalam memajukan sektor ekonomi kreatif, khususnya bagi perajin dan pelaku UMKM.

    Galeri Dekranasda Jepara diharapkan tidak hanya menjadi etalase produk kerajinan, tetapi juga ruang inovasi bagi pelaku usaha untuk terus beradaptasi dengan tren dan kebutuhan pasar yang terus berkembang.

    Dalam kesempatan tersebut, Dwi Chandra menyampaikan apresiasinya atas hadirnya Galeri Dekranasda Kabupaten Jepara sebagai langkah strategis dalam memajukan produk lokal.

    “Pada hari ini, 29 Januari 2026, saya menghadiri launching Galeri Dekranasda Kabupaten Jepara. Semoga dengan adanya galeri ini, produk-produk Jepara bisa terus maju dan mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.

    Ia menilai, penguatan peran Dekranasda menjadi kunci penting dalam mendukung keberlanjutan usaha perajin dan UMKM, mulai dari peningkatan kualitas produk, pengemasan, hingga pemasaran.

    Lebih lanjut, Dwi Chandra berharap keberhasilan yang diraih Dekranasda Jepara dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain, termasuk Kabupaten Pati.

    “Semoga Dekranasda Kabupaten Pati ke depan juga semakin sukses, lancar, dan mampu mendorong UMKM lokal untuk naik kelas,” tambahnya.

    Dwi optimistis, dengan kolaborasi yang kuat, inovasi berkelanjutan, serta dukungan dari berbagai pihak, produk kerajinan daerah tidak hanya menjadi penggerak ekonomi, tetapi juga identitas budaya yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global.

  • Dorong UMKM Bangkit, Plt. Bupati Pati dan Baznas Kucurkan Modal Usaha Rp120 Juta

    Dorong UMKM Bangkit, Plt. Bupati Pati dan Baznas Kucurkan Modal Usaha Rp120 Juta

    PATI, 29 Januari 2026 — Komitmen memperkuat ekonomi kerakyatan kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Pati. Bersama Baznas, Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyalurkan bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM binaan di Hotel Safin Pati, Kamis (29/1).

    Sebanyak 40 pelaku UMKM dari Kabupaten Pati dan Kabupaten Rembang menerima bantuan stimulan dengan total nilai Rp120 juta. Program ini menjadi bukti nyata sinergi antara Baznas dan pemerintah daerah dalam mendorong UMKM agar naik kelas dan berdaya saing.

    Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan apresiasi kepada Baznas RI dan Baznas Provinsi Jawa Tengah yang konsisten mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM.

    “Ini adalah gerakan UMKM yang nyata dari Baznas untuk mendukung perekonomian masyarakat Kabupaten Pati,” ujar Chandra.

    Ia berharap ke depan jumlah penerima bantuan dapat terus ditingkatkan, mengingat potensi UMKM di Kabupaten Pati yang sangat besar dan masih membutuhkan dukungan permodalan.

    “Ke depan, kalau bisa jumlah penerimanya ditambah. UMKM di Pati ini masih banyak sekali yang membutuhkan bantuan,” imbuhnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Chandra juga menyinggung kondisi Kabupaten Pati yang saat ini masih menghadapi bencana banjir. Ia berharap Baznas RI dapat terus memberikan pendampingan dan bantuan bagi masyarakat terdampak.

    “Kondisi bencana di Pati masih berlangsung. Kami mohon bimbingan dan bantuan dari Baznas RI untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir,” katanya.

    Kepada para penerima manfaat, Chandra berpesan agar bantuan modal usaha sebesar Rp3 juta per UMKM dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran.

    “Gunakan bantuan ini sebaik mungkin untuk mengembangkan usaha agar ekonomi keluarga bisa meningkat,” pesannya.

    Lebih lanjut, ia juga mendorong agar UMKM yang nantinya berkembang dapat menumbuhkan semangat berbagi.

    “Kalau usahanya sudah maju, ke depan bisa ikut berzakat untuk membantu UMKM lainnya. Dari Baznas juga ada pendampingan bagi para penerima bantuan,” tambahnya.

    Sementara itu, Ketua Baznas RI Noor Achmad menjelaskan bahwa program bantuan modal usaha ini merupakan inisiatif Baznas Provinsi Jawa Tengah yang telah berjalan hampir empat tahun.

    “Jawa Tengah patut diapresiasi. Hampir 20 ribu UMKM sudah menerima bantuan modal masing-masing tiga juta rupiah, dan semuanya didampingi oleh penyuluh KUA,” ungkap Noor Achmad.

    Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat dikelola secara amanah, berkelanjutan, dan benar-benar mampu mendorong kemandirian ekonomi para pelaku UMKM.

  • Tinjau Lokasi Banjir, Plt. Bupati Pati Tegaskan Respons Cepat dan Penanganan Bencana Berbasis Data

    Tinjau Lokasi Banjir, Plt. Bupati Pati Tegaskan Respons Cepat dan Penanganan Bencana Berbasis Data

    PATI, 28 Januari 2026 — Pemerintah Kabupaten Pati terus mempercepat penanganan dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah. Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra turun langsung menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Jakenan dan Kecamatan Juwana, Rabu (28/1).

    Penyaluran bantuan dilakukan di beberapa titik, yakni Balai Desa Tondomulyo Kecamatan Jakenan, Kantor Kecamatan Juwana bersama PT Pertamina, serta Desa Bumirejo Kecamatan Juwana. Langkah ini menjadi bagian dari respons cepat Pemkab Pati dalam memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi.

    Dalam keterangannya di lapangan, Chandra menyoroti persoalan klasik yang kerap memperparah banjir, yakni tumpukan sampah dan eceng gondok yang menyumbat aliran sungai, terutama di bawah jembatan.

    “Masalah sampah dan eceng gondok ini harus ditangani serius. Kalau aliran air tersumbat, saat hujan deras banjir akan semakin parah,” tegasnya.

    Untuk mempercepat penanganan bencana secara terukur, Pemkab Pati telah mengumpulkan para camat serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait guna menyederhanakan mekanisme pengadaan dan distribusi logistik di tingkat kecamatan dan desa.

    “Sekarang logistik bisa langsung ditransfer ke kecamatan. Kecamatan belajar mengelola dan mempertanggungjawabkannya lewat bukti riil di lapangan, sehingga pelayanan dapur umum bisa berjalan tepat waktu,” jelas Chandra.

    Tak hanya penanganan darurat, Pemkab Pati juga menyiapkan langkah jangka panjang. Salah satunya rencana pembangunan sodetan Sungai Silugonggo sepanjang kurang lebih 11 kilometer dengan lebar 9 hingga 10 meter. Rencana tersebut telah dipresentasikan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Kementerian PUPR.

    Selain itu, normalisasi sungai mulai dilakukan tahun ini dengan menyiapkan alat berat yang dibutuhkan, serta upaya penghijauan di kawasan Pegunungan Kendeng sebagai bagian dari mitigasi bencana.

    “Koordinasi dengan kepala desa sudah kami lakukan. Bibit tanaman seperti kopi dan alpukat juga sudah kami salurkan sesuai kebutuhan desa,” tambahnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Chandra juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Pati menerima bantuan beras sebanyak 308 ton dari Badan Pangan Nasional untuk sekitar 60.000 jiwa terdampak. Data penerima akan disusun berbasis NIK dan Kartu Keluarga agar penyaluran bantuan tepat sasaran.

    Ia pun membuka ruang partisipasi publik dengan mengajak masyarakat dan media untuk melaporkan apabila masih terdapat warga terdampak yang belum menerima bantuan agar segera ditindaklanjuti melalui BPBD atau Dinas Sosial.

    Sementara itu, Vice President CSR dan SMEPP Management PT Pertamina (Persero) Rudi Ariffianto menyampaikan bahwa Pertamina turut menyalurkan bantuan logistik, BBM, LPG, dan Bright Gas guna mendukung operasional dapur umum serta alat berat dalam kegiatan normalisasi sungai di wilayah Juwana.

    “Ini merupakan komitmen Pertamina untuk selalu hadir dalam setiap situasi kebencanaan dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah hingga masa pemulihan,” ujarnya.

  • Baznas Turun Langsung ke Pati, Komitmen Perkuat Bantuan bagi Warga Terdampak Banjir

    Baznas Turun Langsung ke Pati, Komitmen Perkuat Bantuan bagi Warga Terdampak Banjir

    PATI, 28 Januari 2026 — Kepedulian terhadap warga terdampak banjir di Kabupaten Pati kembali ditunjukkan melalui kunjungan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pusat bersama Baznas Provinsi Jawa Tengah. Rombongan diterima langsung oleh Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra di Ruang Pringgitan, Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (28/1).

    Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian langsung Baznas terhadap kondisi pascabanjir di Pati, sekaligus memperkuat sinergi antara Baznas Pusat, Baznas Provinsi, dan Baznas Kabupaten Pati dalam penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.

    Ketua Baznas Republik Indonesia, Noor Achmad, mengatakan bahwa kehadiran Baznas di Pati bertujuan untuk melihat secara langsung dampak banjir sekaligus memastikan bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran.

    “Insya Allah, Baznas Republik Indonesia akan ikut memperhatikan dan membantu para korban banjir di Kabupaten Pati, bersama Baznas Pati dan Baznas Provinsi Jawa Tengah,” ujar Noor Achmad.

    Ia menjelaskan, sejumlah program bantuan akan difokuskan untuk membantu pemulihan kondisi warga terdampak, di antaranya bantuan rumah tidak layak huni, dukungan operasional dapur umum, hingga rencana penyaluran paket Ramadan Bahagia bagi masyarakat yang membutuhkan.

    Dalam kesempatan tersebut, Noor Achmad juga menyampaikan apresiasinya terhadap kepemimpinan Plt. Bupati Pati yang dinilai responsif dan bekerja keras dalam menangani dampak bencana di wilayahnya.

    Sementara itu, Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan Baznas Pusat serta Baznas Provinsi Jawa Tengah. Menurutnya, kunjungan tersebut memberikan penguatan nyata terhadap berbagai bantuan yang akan diterima Kabupaten Pati.

    “Hari ini Baznas hadir langsung ke Pati untuk memberikan penguatan dan kepastian terkait bantuan-bantuan yang akan kami terima dari Baznas Pusat guna meringankan beban masyarakat terdampak banjir,” pungkas Chandra.

    Melalui sinergi ini, Pemerintah Kabupaten Pati berharap penanganan dampak banjir dapat berjalan lebih optimal, sekaligus mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat yang terdampak bencana.

  • Santunan BPJS Diserahkan di Pendopo Pati, Plt. Bupati Tegaskan Pentingnya Jaminan Sosial bagi Pekerja

    Santunan BPJS Diserahkan di Pendopo Pati, Plt. Bupati Tegaskan Pentingnya Jaminan Sosial bagi Pekerja

    PATI, 28 Januari 2026 — Pemerintah Kabupaten Pati kembali menegaskan komitmennya dalam melindungi hak dan keselamatan tenaga kerja. Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra secara simbolis menyerahkan santunan klaim BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris penerima manfaat di Ruang Pringgitan, Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (28/1).

    Penyerahan santunan ini menjadi pengingat bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan memiliki peran penting dalam memberikan rasa aman bagi pekerja dan keluarganya, terutama saat menghadapi risiko kerja maupun musibah yang tidak diharapkan.

    Dalam sambutannya, Chandra menekankan pentingnya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh tenaga kerja, baik yang bekerja di perusahaan besar, menengah, hingga sektor UMKM.

    “Perusahaan-perusahaan kami imbau untuk mendaftarkan seluruh tenaga kerjanya di BPJS Ketenagakerjaan. Ketika terjadi musibah atau risiko kerja, BPJS hadir membantu dan meringankan beban pekerja maupun keluarganya,” ujar Chandra.

    Ia menilai, BPJS Ketenagakerjaan merupakan jaring pengaman sosial yang tidak hanya melindungi pekerja, tetapi juga menjamin keberlangsungan hidup keluarga yang ditinggalkan.

    Lebih lanjut, Plt. Bupati Pati juga mengajak para pelaku usaha dan masyarakat pekerja untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindungan jaminan sosial sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

    “Pemerintah Kabupaten Pati berharap seluruh perusahaan, baik UMKM maupun perusahaan menengah ke atas, memiliki kesadaran yang sama untuk mendaftarkan pekerjanya ke BPJS Ketenagakerjaan,” tambahnya.

    Melalui penyerahan santunan simbolis ini, Pemerintah Kabupaten Pati berharap perlindungan tenaga kerja semakin merata dan kesadaran kolektif terhadap jaminan sosial terus meningkat, sehingga kesejahteraan pekerja dan keluarganya dapat terjamin secara berkelanjutan.

  • Ratusan Warga Kecamatan Pati Terima Bantuan Zakat, Plt. Bupati: Ini Amanah Umat untuk Kurangi Kemiskinan

    Ratusan Warga Kecamatan Pati Terima Bantuan Zakat, Plt. Bupati: Ini Amanah Umat untuk Kurangi Kemiskinan

    PATI, 27 Januari 2026 — Komitmen Pemerintah Kabupaten Pati dalam memperkuat perlindungan sosial kembali diwujudkan melalui penyaluran bantuan zakat bagi fakir miskin. Bertempat di Aula Kantor Kecamatan Pati, Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra secara langsung menyerahkan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pati kepada ratusan warga yang membutuhkan.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam menghadirkan kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan secara ekonomi.

    Dalam penyaluran tersebut, Plt. Bupati Pati didampingi Pj Sekda Pati, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Pati, serta Plt. Ketua Baznas Kabupaten Pati. Ratusan penerima manfaat tampak antusias mengikuti proses penyerahan bantuan yang dilakukan secara tertib dan bertahap.

    Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan bahwa zakat yang disalurkan merupakan amanah umat yang harus disampaikan kepada mereka yang benar-benar berhak menerimanya.

    “Zakat ini adalah amanah umat yang kita salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya fakir miskin di Kecamatan Pati. Ini bukan sekadar bantuan, tetapi wujud nyata kepedulian sosial, semangat gotong royong, serta nilai-nilai keislaman yang harus terus kita rawat,” ujarnya.

    Menurut Chandra, zakat memiliki peran strategis dalam menekan angka kemiskinan dan mengurangi kesenjangan sosial jika dikelola dan disalurkan secara tepat sasaran.

    Pada kesempatan tersebut, ia juga menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilaksanakan di dua lokasi berbeda. Di Balai Desa Kutoarjo, bantuan diberikan kepada warga dari 17 desa dengan total 457 penerima manfaat. Sementara di Aula Kantor Kecamatan Pati, bantuan disalurkan kepada warga dari 12 desa dengan jumlah 332 penerima manfaat.

    “Harapannya, ke depan jumlah penerima manfaat bisa terus bertambah seiring meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam berzakat,” tambahnya.

    Sementara itu, Plt. Ketua Baznas Kabupaten Pati Sunarwi menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan tahap kedua untuk wilayah Kecamatan Pati. Ia menyebutkan bahwa kegiatan serupa telah dilaksanakan sehari sebelumnya di Balai Desa Kutoarjo.

    “Hari ini merupakan hari kedua penyaluran. Kemarin kita laksanakan di Balai Desa Kutoarjo, dan hari ini tahap kedua di Aula Kecamatan Pati dengan 332 penerima. Total penerima manfaat di Kecamatan Pati mencapai 789 orang,” jelasnya.

    Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Pati bersama Baznas berharap bantuan zakat yang disalurkan tidak hanya meringankan beban masyarakat fakir miskin, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam meningkatkan kesejahteraan warga.

  • Plt Bupati Pati Dorong Sekolah Jadi Garda Terdepan Edukasi Lingkungan

    Plt Bupati Pati Dorong Sekolah Jadi Garda Terdepan Edukasi Lingkungan

    PATI — Di tengah tantangan lingkungan yang kian kompleks, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan pentingnya peran sekolah sebagai ruang awal pembentukan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Ia meminta agar pendidikan lingkungan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi menjadi kebiasaan yang melekat hingga ke kehidupan bermasyarakat.

    Penegasan tersebut disampaikan Chandra saat menghadiri Penyerahan Piagam Penghargaan Sekolah Adiwiyata Tahun 2025 di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (27/1/2026).

    Menurutnya, sekolah memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap isu lingkungan, terutama di tengah meningkatnya frekuensi bencana alam yang terjadi di berbagai daerah.

    “Sekolah harus aktif menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini, sehingga nilai-nilai itu tidak hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga terbawa saat anak-anak berada di tengah masyarakat,” tegas Chandra.

    Ia menekankan bahwa penghargaan Adiwiyata bukanlah tujuan akhir, melainkan bentuk penguatan komitmen sekolah dalam membangun karakter peserta didik yang peduli, disiplin, dan berbudaya lingkungan.

    “Adiwiyata ini bukan sekadar piagam. Yang terpenting adalah bagaimana sekolah mampu menciptakan kebiasaan positif dan karakter cinta lingkungan pada peserta didik,” ujarnya.

    Chandra menjelaskan, pendidikan lingkungan hidup harus diterapkan secara nyata dan berkelanjutan melalui langkah-langkah sederhana namun konsisten. Mulai dari menjaga kebersihan, pengelolaan sampah, sanitasi dan drainase sekolah, konservasi air dan energi, hingga gerakan menanam pohon.

    “Dari kebiasaan sederhana itulah anak-anak dilatih untuk peka terhadap persoalan lingkungan di sekitarnya,” tambahnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pati, Tulus Budiharjo, menyampaikan bahwa Program Sekolah Adiwiyata merupakan upaya sistematis untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup melalui pendidikan. Program ini mendorong keterlibatan seluruh warga sekolah dalam membangun perilaku ramah lingkungan.

    “Penilaian Adiwiyata dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, nasional, hingga mandiri. Tujuannya adalah mewujudkan sekolah yang benar-benar berkarakter lingkungan,” jelas Tulus.

    Dalam kesempatan tersebut, Plt Bupati Pati juga menyinggung kondisi lingkungan saat ini yang dinilainya semakin memprihatinkan. Maraknya kejadian banjir di sejumlah wilayah menjadi pengingat bahwa kesadaran lingkungan harus dibangun secara serius dan berkelanjutan.

    “Kondisi sudah berubah. Banjir terjadi hampir di mana-mana. Pendidikan lingkungan di sekolah menjadi bagian penting dari upaya pencegahan jangka panjang,” tegasnya.

    Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Pati terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi dalam penanganan bencana, termasuk melalui BPBD dan kementerian terkait, khususnya untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

    Pada tahun 2025, Kabupaten Pati mencatat capaian satu Sekolah Adiwiyata Mandiri, empat Sekolah Adiwiyata Nasional, 13 Sekolah Adiwiyata Provinsi, dan 31 Sekolah Adiwiyata Kabupaten. Capaian ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak pendidikan lingkungan hidup yang berkelanjutan serta berdampak nyata bagi masyarakat luas.

  • Tangis Haru di Pati Korpri Fun Run 2026, Donasi Banjir Tembus Rp 962 Juta

    Tangis Haru di Pati Korpri Fun Run 2026, Donasi Banjir Tembus Rp 962 Juta

    PATI — Suasana Pati Korpri Fun Run 2026, Minggu pagi (25/1/2026), mendadak berubah haru. Di hadapan ribuan peserta yang memadati kawasan Alun-Alun Kota Pati, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra tak kuasa menahan air mata saat menyampaikan sambutan.

    Momen tersebut terjadi sesaat setelah Chandra mengumumkan capaian luar biasa donasi kemanusiaan untuk korban banjir di Kabupaten Pati yang berhasil dihimpun melalui gelaran nasional tersebut, dengan total mencapai Rp 962.445.000.

    Di tengah pidatonya, Chandra menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Pati, khususnya warga yang terdampak banjir. Suaranya bergetar, kalimatnya terhenti, dan air mata pun jatuh di hadapan ribuan pasang mata.

    “Kami mewakili Pemerintah Kabupaten Pati memohon maaf karena belum bisa melayani seluruh masyarakat secara maksimal. Kami juga mohon maaf kepada saudara-saudara kami yang terdampak banjir,” ucapnya terbata-bata.

    Tangis Plt Bupati itu membuat suasana yang sebelumnya penuh semangat olahraga berubah menjadi momen refleksi dan empati bersama.

    Chandra kemudian memaparkan bahwa dari kegiatan Pati Korpri Fun Run 2026, solidaritas ASN berhasil menghimpun donasi sebesar Rp 862.445.000, yang kemudian diperkuat dengan dukungan Korpri Nasional sebesar Rp 100 juta.

    “Alhamdulillah, dengan tambahan dari Korpri Nasional, total donasi yang terkumpul mencapai sekitar Rp 962 juta. Seluruh dana ini akan kami gunakan untuk meringankan beban masyarakat terdampak banjir,” jelasnya.

    Ia menegaskan bahwa Korpri Fun Run bukan sekadar ajang olahraga, melainkan simbol kuat kebersamaan, persatuan, dan empati ASN terhadap sesama.

    “Kegiatan ini adalah simbol solidaritas Korpri. Bukan hanya tentang berlari, tetapi tentang menyatukan kepedulian, sportivitas, dan nilai kemanusiaan,” tegas Chandra.

    Selain nilai sosial, Chandra juga menyoroti dampak positif kegiatan ini terhadap perekonomian daerah. Ribuan peserta dari berbagai daerah turut menggerakkan sektor UMKM, pariwisata, dan promosi potensi lokal Kabupaten Pati.

    “Momentum ini juga kami manfaatkan untuk memperkenalkan potensi Pati, mulai dari kekayaan alam, kuliner khas, UMKM, hasil pertanian unggulan, hingga durian Musangking dan Blackthorn premium yang menjadi kebanggaan daerah,” tambahnya.

    Event berskala nasional yang diikuti lebih dari 14.500 peserta tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Kepala BKN RI sekaligus Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional, Zudan Arif Fakrulloh. Ia menilai Korpri Fun Run Pati berhasil menjadi contoh nyata solidaritas ASN di tengah musibah.

    “Kami hadir untuk mendukung Pemerintah Kabupaten Pati dan menunjukkan empati kepada masyarakat terdampak banjir. Dari Korpri Nasional, BKN, dan ASN se-Indonesia, kami menyalurkan bantuan sebesar Rp100 juta,” ujar Zudan.

    Ia berharap semangat gotong royong dan kepedulian yang terbangun melalui Korpri Fun Run dapat terus terjaga dan menjadi agenda berkelanjutan di masa mendatang.

    Plt Bupati Pati pun menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Pati sebagai tuan rumah kegiatan nasional tersebut.

    “Kami merasa terhormat dan bangga karena Kabupaten Pati dipercaya menjadi tuan rumah event nasional dengan peserta sekitar 14.526 orang dan dibuka langsung oleh Ketua Dewan Pengurus Korpri Nasional,” ungkapnya.

    Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah selaku Ketua Dewan Pengurus KORPRI Provinsi Jawa Tengah, jajaran Forkopimda, ASN, serta peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

  • Gala Dinner Korpri Fun Run 2026: Solidaritas ASN dan Tonggak Awal Manajemen Talenta Pati

    Gala Dinner Korpri Fun Run 2026: Solidaritas ASN dan Tonggak Awal Manajemen Talenta Pati

    PATI — Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti Pendopo Kabupaten Pati, Sabtu malam (24/1/2026), saat Gala Dinner Pati Korpri Fun Run 2026 digelar. Tak sekadar ajang silaturahmi, acara ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Pati untuk meluncurkan komitmen pembangunan dan penerapan Manajemen Talenta ASN, sebagai bagian dari penguatan reformasi birokrasi berbasis kompetensi.

    Acara tersebut dihadiri Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, Kepala BKN RI sekaligus Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Pusat Zudan Arif Fakrulloh, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, jajaran KORPRI, serta unsur Forkopimda.

    Dalam sambutannya, Plt Bupati Pati menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak di tengah kondisi Kabupaten Pati yang masih berada dalam masa tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor, yang diperpanjang hingga 6 Februari 2026.

    “Alhamdulillah, sinergi ASN Kabupaten Pati bersama TNI dan Polri sangat membantu penanganan bencana di lapangan,” ujar Chandra.

    Ia juga menyampaikan terima kasih atas kepedulian KORPRI Pusat dan BKN yang memberikan bantuan kemanusiaan sebesar Rp100 juta bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Pati.

    “Kami sangat mengapresiasi kehadiran Prof. Zudan beserta bantuan yang diberikan. Ini menjadi bukti nyata solidaritas ASN se-Indonesia untuk Pati,” ungkapnya.

    Sementara itu, Kepala BKN RI sekaligus Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Pusat, Zudan Arif Fakrulloh, menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud empati dan gotong royong ASN dari seluruh Indonesia.

    “Bantuan ini kami himpun dari rekan-rekan KORPRI dan BKN di seluruh Indonesia. Pada tahap awal, kami salurkan Rp100 juta untuk Kabupaten Pati,” jelas Zudan.

    Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, Korpri Fun Run 2026 juga menjadi simbol penguatan nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta gaya hidup sehat di kalangan ASN. Chandra menekankan bahwa kegiatan ini selaras dengan semangat ASN BerAKHLAK, yang menjunjung tinggi pelayanan publik dan kolaborasi lintas sektor.

    Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pati secara resmi meluncurkan komitmen pembangunan Manajemen Talenta ASN, sebagai langkah strategis membangun birokrasi yang profesional, berintegritas, dan berbasis kompetensi.

    “Manajemen talenta ASN adalah strategi penting untuk memastikan aparatur yang tepat berada di posisi yang tepat, sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih optimal dan berdampak nyata,” tegas Chandra.

    Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah sekaligus Ketua Dewan Pengurus KORPRI Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyambut baik komitmen tersebut. Menurutnya, manajemen talenta merupakan fondasi utama dalam menciptakan keadilan dan profesionalisme birokrasi.

    “Amanah sebagai ASN harus dijalankan oleh mereka yang kompeten dan berintegritas. Inilah kunci sukses reformasi birokrasi,” ujarnya.

    Senada, Zudan menambahkan bahwa manajemen talenta adalah bentuk nyata penerapan sistem merit, yakni menempatkan individu terbaik sesuai kompetensi dan kapasitasnya.

    “Manajemen talenta memastikan orang yang paling tepat mengeksekusi visi dan misi kepala daerah, sehingga pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

  • Bencana Masih Berlangsung, Plt Bupati Pati Resmi Perpanjang Status Tanggap Darurat

    Bencana Masih Berlangsung, Plt Bupati Pati Resmi Perpanjang Status Tanggap Darurat

    PATI — Pemerintah Kabupaten Pati kembali mengambil langkah strategis dalam penanganan bencana. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, secara resmi memperpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Alam menyusul kondisi lapangan yang masih membutuhkan penanganan intensif.

    Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Pati Nomor 400.9.10.2/0062 Tahun 2026 yang ditandatangani pada Sabtu (24/1/2026). Perpanjangan status tanggap darurat berlaku mulai 24 Januari hingga 6 Februari 2026, mencakup bencana banjir, banjir bandang, tanah longsor, serta angin puting beliung di wilayah Kabupaten Pati.

    Plt Bupati Pati menjelaskan, kebijakan ini diambil sebagai landasan hukum agar seluruh upaya penanganan bencana dapat terus berjalan cepat, terkoordinasi, dan terpadu lintas sektor.

    “Perpanjangan status tanggap darurat ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait untuk bergerak lebih cepat dan solid dalam menangani dampak bencana yang masih terjadi,” ujar Risma Ardhi Chandra saat ditemui di ruang kerjanya.

    Ia menegaskan, penetapan durasi status tanggap darurat bersifat dinamis dan akan terus dievaluasi berdasarkan kondisi riil di lapangan. Pemerintah daerah tidak menutup kemungkinan untuk kembali memperpanjang ataupun mengakhiri status tersebut lebih cepat apabila situasi telah terkendali.

    “Status ini tidak kaku. Bisa saja kami perpanjang kembali, atau justru kami perpendek, tergantung hasil evaluasi dan kebutuhan penanganan di lapangan,” tegasnya.

    Dengan perpanjangan status ini, Pemkab Pati berharap seluruh proses penanganan bencana—mulai dari layanan darurat, pemenuhan kebutuhan dasar warga, hingga pemulihan pascabencana—dapat berjalan lebih efektif, responsif, dan tepat sasaran.

    Pemerintah daerah juga memastikan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat terdampak, sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah pusat, serta seluruh elemen terkait demi mempercepat pemulihan di Kabupaten Pati.