Sugeng rawuh ing Bumi Pesantenan, papan informasi kang nyawisake kabar lan crita babagan Kabupaten Pati.

Penulis: bumipesantenan7@gmail.com

  • Chandra Ajak Pelajar Pati Jadi Generasi Berintegritas, Antikorupsi Dimulai dari Bangku Sekolah

    Chandra Ajak Pelajar Pati Jadi Generasi Berintegritas, Antikorupsi Dimulai dari Bangku Sekolah

    PATI – Upaya membangun generasi yang jujur dan berkarakter terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Pati. Melalui program Pendidikan Antikorupsi pada Satuan Pendidikan Tahun 2026, nilai-nilai integritas mulai ditanamkan kepada pelajar sejak usia dini sebagai bekal menghadapi masa depan.

    Kegiatan yang digelar Inspektorat Kabupaten Pati di halaman SMP Negeri 1 Juwana, Jumat (19/6/2026), diikuti ratusan siswa kelas VII dan VIII. Selain memberikan pemahaman tentang bahaya korupsi, kegiatan ini juga menjadi sarana menumbuhkan budaya kejujuran dan tanggung jawab di lingkungan sekolah.

    Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa masa SMP merupakan periode penting dalam pembentukan karakter seseorang. Menurutnya, kebiasaan baik yang ditanamkan sejak remaja akan menjadi fondasi saat melanjutkan pendidikan hingga memasuki dunia kerja.

    “Karakter yang kuat dibangun dari kebiasaan sehari-hari. Jika sejak SMP anak-anak sudah terbiasa jujur, disiplin, dan bertanggung jawab, maka nilai-nilai itu akan menjadi bekal berharga hingga dewasa,” ujar Chandra.

    Ia menjelaskan bahwa korupsi tidak selalu identik dengan penyalahgunaan jabatan atau keuangan negara. Sikap tidak jujur dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam proses belajar, juga menjadi bentuk perilaku yang harus dihindari sejak dini.

    Di hadapan para siswa, Chandra mengingatkan pentingnya memanfaatkan teknologi secara bijak. Ia mengajak pelajar untuk menggunakan internet sebagai sarana belajar, bukan sekadar tempat mencari jawaban instan.

    “Teknologi harus membantu kalian menjadi lebih pintar. Ambil referensi dari internet untuk belajar, pahami materinya, lalu kembangkan dengan pemikiran sendiri. Jangan hanya menyalin tanpa memahami isi yang dipelajari,” pesannya.

    Menurut Chandra, integritas juga tercermin dari keberanian mengakui kesalahan dan kemauan untuk terus memperbaiki diri. Karena itu, ia mendorong para siswa agar tidak takut gagal selama tetap memiliki semangat belajar dan berkembang.

    “Menjadi sukses bukan hanya soal siapa yang paling cerdas. Yang terpenting adalah kejujuran, kemauan belajar, dan keberanian untuk menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari,” katanya.

    Dalam kesempatan tersebut, Chandra turut memberikan apresiasi kepada para guru SMP Negeri 1 Juwana yang selama ini berperan dalam membentuk karakter generasi muda. Ia menilai pendidikan karakter merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

    Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Salah satu siswa yang mendapat apresiasi adalah Asna, yang berhasil menjawab pertanyaan mengenai Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 dengan tepat.

    Usai acara, Chandra menegaskan bahwa pendidikan antikorupsi akan terus menjadi bagian penting dalam pembinaan generasi muda Kabupaten Pati. Menurutnya, pemahaman tentang integritas harus ditanamkan sejak bangku sekolah agar kelak lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.

    “Pati membutuhkan generasi yang berprestasi sekaligus berintegritas. Karena itu, pendidikan antikorupsi harus menjadi budaya yang ditanamkan sejak dini agar nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab tumbuh dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

  • Kejar Podium Jawa Tengah, Pati Pasang Target Tembus Tiga Besar Porprov 2026

    Kejar Podium Jawa Tengah, Pati Pasang Target Tembus Tiga Besar Porprov 2026

    PATI – Semangat meraih prestasi olahraga terus digaungkan Pemerintah Kabupaten Pati. Pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026, Bumi Mina Tani tak lagi sekadar ingin bersaing, tetapi membidik posisi prestisius di jajaran tiga besar perolehan medali.

    Target ambisius tersebut ditegaskan Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat menghadiri Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) KONI Kabupaten Pati Tahun 2026 yang digelar di Ruang Penjawi Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Sabtu (13/6/2026).

    Menurut Chandra, capaian olahraga Kabupaten Pati dalam beberapa tahun terakhir menjadi modal kuat untuk melangkah lebih jauh. Pada Porprov Jawa Tengah 2023, Kabupaten Pati sukses mengoleksi 158 medali dan finis di posisi keempat klasemen akhir.

    “Prestasi yang telah diraih menjadi motivasi untuk melangkah lebih tinggi. Kami optimistis Pati mampu menembus tiga besar pada Porprov mendatang,” ujarnya.

    Ia menilai peningkatan kualitas atlet, konsistensi program latihan, serta sinergi antara pemerintah daerah, KONI, pelatih, dan cabang olahraga menjadi kunci utama dalam mewujudkan target tersebut.

    Meski saat ini pemerintah daerah masih fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya peningkatan kualitas jalan di berbagai wilayah, Chandra memastikan sektor olahraga tetap mendapat perhatian serius.

    “Pembangunan infrastruktur memang menjadi prioritas, tetapi pembinaan olahraga juga tidak akan ditinggalkan. Atlet-atlet kita tetap akan mendapatkan dukungan dan perhatian yang maksimal,” tegasnya.

    Rakerkab KONI Kabupaten Pati menjadi momentum penting untuk mengevaluasi capaian pembinaan olahraga sekaligus menyusun strategi menghadapi persaingan ketat pada Porprov Jawa Tengah 2026.

    Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, perwakilan KONI Jawa Tengah, unsur Forkopimda, dewan penyantun KONI, pengurus KONI Kabupaten Pati, hingga perwakilan seluruh cabang olahraga yang selama ini menjadi tulang punggung pencetak prestasi daerah.

    Chandra mengaku optimistis target tiga besar bukan sekadar mimpi. Dengan kepengurusan KONI yang solid dan program pembinaan yang terus berjalan, ia meyakini atlet-atlet Pati memiliki kemampuan untuk bersaing dengan daerah-daerah unggulan di Jawa Tengah.

    “Saya percaya dengan semangat para atlet, pelatih, dan pengurus KONI saat ini, Pati memiliki peluang besar untuk naik kelas dan masuk tiga besar Jawa Tengah,” katanya.

    Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemerintah Kabupaten Pati juga telah menyiapkan anggaran pembinaan olahraga sebesar Rp2,345 miliar pada tahun 2026. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat program pembinaan, peningkatan kualitas latihan, serta mendukung persiapan atlet menuju Porprov.

    Dengan dukungan anggaran, pembinaan yang berkelanjutan, dan tekad kuat seluruh insan olahraga, Kabupaten Pati kini menatap Porprov Jawa Tengah 2026 dengan optimisme tinggi. Target tiga besar bukan hanya menjadi harapan, tetapi juga misi bersama untuk mengharumkan nama daerah di panggung olahraga provinsi.

  • Haul Mbah Mangunnuneng Jadi Pengingat, Chandra: Kemajuan Pati Harus Berakar pada Akhlak

    Haul Mbah Mangunnuneng Jadi Pengingat, Chandra: Kemajuan Pati Harus Berakar pada Akhlak

    PATI – Suasana religius dan penuh kebersamaan menyelimuti Dukuh Jatikebo, Desa Kepohkencono, Kecamatan Pucakwangi, Sabtu (13/6). Ratusan warga memadati lokasi Pengajian Umum Haul Mbah Mangunnuneng yang menghadirkan penceramah nasional Gus Muwafiq serta KH Ahmad Nuryanto.

    Kegiatan yang menjadi bagian dari tradisi Sedekah Bumi tersebut tak hanya menjadi ajang silaturahmi dan pelestarian budaya, tetapi juga momentum memanjatkan doa bersama untuk keselamatan, keberkahan, serta kemajuan Kabupaten Pati.

    Hadir langsung dalam kegiatan itu Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra bersama jajaran Forkopimcam Pucakwangi. Di hadapan masyarakat, Chandra mengajak seluruh warga untuk terus menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan para ulama dan leluhur sebagai bekal membangun daerah.

    Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya diukur dari infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi semata. Lebih dari itu, kemajuan daerah harus ditopang oleh karakter dan akhlak masyarakat yang kuat.

    “Pati harus dibangun di atas fondasi moral yang kokoh. Ketika akhlak menjadi dasar dalam kehidupan bermasyarakat dan pemerintahan, maka pembangunan yang lahir akan membawa manfaat dan keberkahan bagi semua,” ujar Chandra.

    Ia juga menyampaikan bahwa dirinya bersama jajaran pemerintah daerah saat ini sedang menjalankan amanah untuk memimpin Kabupaten Pati. Karena itu, ia memohon doa serta dukungan masyarakat agar dapat menjalankan tugas dengan baik demi kemajuan daerah.

    “Kami memohon doa restu dari seluruh masyarakat agar mampu menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya untuk Kabupaten Pati yang kita cintai bersama,” katanya.

    Dalam kesempatan tersebut, Chandra turut mengingatkan bahwa Kabupaten Pati memiliki sejarah panjang yang kaya akan nilai keagamaan. Banyak ulama besar lahir dari bumi Pati dan memberikan kontribusi besar bagi perkembangan Islam di Nusantara.

    “Kita patut bersyukur lahir di tanah yang penuh berkah ini. Pati memiliki warisan spiritual yang luar biasa dan melahirkan tokoh-tokoh besar yang menjadi teladan hingga saat ini,” tuturnya.

    Menurut Chandra, tradisi sedekah bumi dan haul ulama seperti yang digelar masyarakat Kepohkencono memiliki makna penting dalam menjaga harmoni sosial. Selain menjadi ungkapan rasa syukur, kegiatan tersebut juga memperkuat persatuan warga sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong.

    Ia optimistis, dengan terus menjaga tradisi, memperkuat nilai keagamaan, dan membangun kebersamaan, Kabupaten Pati akan mampu berkembang menjadi daerah yang maju tanpa kehilangan jati dirinya.

    “Melalui doa-doa yang dipanjatkan bersama dan semangat kebersamaan yang terus dijaga, insyaallah Pati akan semakin maju, sejahtera, dan tetap berakhlak mulia,” pungkasnya.

    Acara berlangsung khidmat hingga malam hari dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Kehadiran para tokoh agama dan pemerintah semakin menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan kerja nyata, tetapi juga kekuatan spiritual serta dukungan seluruh elemen masyarakat.

  • Pati Mulai Sensus Ekonomi 2026, Chandra: Data Akurat Jadi Kunci Masa Depan Daerah

    Pati Mulai Sensus Ekonomi 2026, Chandra: Data Akurat Jadi Kunci Masa Depan Daerah

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui penandatanganan komitmen bersama yang digelar di halaman Setda Pati, Jumat (12/6/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memetakan kekuatan ekonomi daerah guna mendukung pembangunan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

    Sensus yang berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 tersebut akan melibatkan 1.345 petugas lapangan untuk mendata berbagai aktivitas usaha di Kabupaten Pati. Data yang dihimpun nantinya akan menjadi acuan penting dalam penyusunan kebijakan ekonomi daerah.

    Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak bisa dilepaskan dari kualitas data yang dimiliki pemerintah. Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 menjadi instrumen strategis untuk membaca kondisi riil dunia usaha sekaligus merancang kebijakan yang tepat sasaran.

    “Pembangunan yang efektif harus berangkat dari data yang valid. Melalui Sensus Ekonomi, kita dapat mengetahui secara lebih detail potensi, tantangan, dan peluang ekonomi yang dimiliki Kabupaten Pati,” ujar Chandra.

    Ia menjelaskan, hasil sensus akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai berbagai sektor usaha, mulai dari perdagangan, industri pengolahan, pertanian, pariwisata, jasa, ekonomi kreatif hingga sektor ekonomi digital yang terus berkembang.

    Menurutnya, data yang berkualitas tidak hanya menjadi bahan statistik, tetapi juga fondasi untuk memperkuat investasi, meningkatkan daya saing UMKM, membuka lapangan pekerjaan baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

    “Ketika datanya akurat, kebijakan yang lahir juga akan lebih tepat. Dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan dan peluang usaha yang lebih luas,” katanya.

    Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan sensus, Pemkab Pati menyatakan siap memberikan dukungan penuh melalui koordinasi lintas perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga penyebarluasan informasi kepada masyarakat.

    Chandra juga mengajak seluruh pelaku usaha agar berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi yang lengkap dan sesuai kondisi sebenarnya saat petugas sensus melakukan pendataan.

    “Partisipasi masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan sensus. Semakin lengkap dan jujur data yang diberikan, semakin kuat pula dasar pemerintah dalam menyusun program pembangunan ekonomi ke depan,” tegasnya.

    Tak hanya itu, apresiasi turut disampaikan kepada jajaran BPS dan ribuan petugas sensus yang akan terjun langsung ke lapangan. Mereka diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan penuh tanggung jawab agar data yang terkumpul benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat.

    Melalui pencanangan ini, Kabupaten Pati menegaskan komitmennya untuk menghadirkan data ekonomi yang berkualitas sebagai pijakan pembangunan daerah. Dengan semangat “Ekonomi Tercatat, Pati Makin Hebat”, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan menjadi langkah penting menuju perencanaan pembangunan yang lebih presisi, efektif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

  • Dari Dapur ke Peluang Usaha, Pemkab Pati Ajak PKK Jadi Motor Pangan Sehat dan Ekonomi Keluarga

    Dari Dapur ke Peluang Usaha, Pemkab Pati Ajak PKK Jadi Motor Pangan Sehat dan Ekonomi Keluarga

    PATI – Dapur PKK kini didorong untuk memiliki peran yang lebih besar dari sekadar tempat menyiapkan hidangan keluarga. Pemerintah Kabupaten Pati mengajak kader PKK menjadikan dapur sebagai pusat edukasi keamanan pangan sekaligus ruang tumbuhnya peluang usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

    Gagasan tersebut disampaikan Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat membuka kegiatan Diseminasi Keamanan Pangan yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Pati di Aula PKK Kabupaten Pati, Kamis (11/6). Kegiatan ini diikuti 60 peserta dari TP PKK kabupaten dan kecamatan dengan menghadirkan narasumber dari Perkumpulan Jasa Boga.

    Dalam sambutannya, Chandra menegaskan bahwa keamanan pangan tidak hanya berkaitan dengan cara memasak, tetapi juga dimulai dari pemilihan bahan pangan yang berkualitas dan sehat.

    “Dapur PKK memiliki peran strategis. Selain menyediakan makanan aman bagi keluarga, juga bisa menjadi titik awal lahirnya usaha produktif yang memberikan nilai tambah ekonomi,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, Pemkab Pati saat ini tengah memperkuat program pertanian sehat melalui penerapan mikroba PA 63 dan pengembangan budidaya beras organik bersama sejumlah gabungan kelompok tani (Gapoktan). Langkah tersebut diyakini mampu menghasilkan produk pangan berkualitas sekaligus membuka peluang pasar yang menjanjikan.

    Menurut Chandra, beras organik memiliki nilai jual tinggi di pasaran. Bahkan di sejumlah pusat perbelanjaan modern, harganya dapat mencapai Rp30.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Kondisi ini dinilai menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan oleh kader PKK untuk ikut mengembangkan usaha berbasis produk pertanian lokal.

    “Jika beras organik petani lokal dikemas dengan baik dan dipasarkan secara tepat, nilainya akan meningkat. Di sinilah PKK bisa mengambil peran, mulai dari pengemasan hingga membantu pemasaran produk,” jelasnya.

    Ia menilai PKK memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara petani dan konsumen. Dengan jaringan yang luas hingga tingkat desa, kader PKK dinilai mampu mendorong meningkatnya konsumsi pangan sehat sekaligus memperluas pasar produk organik lokal.

    Lebih lanjut, Chandra mengajak seluruh kader PKK untuk memulai perubahan dari lingkungan terdekat. Menurutnya, kebiasaan mengonsumsi pangan sehat perlu dimulai dari keluarga agar dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas.

    “Kalau ibu-ibu PKK menjadi pelopor konsumsi beras organik, maka edukasi kepada masyarakat akan lebih mudah diterima dan gerakan hidup sehat bisa berkembang lebih cepat,” katanya.

    Ia juga optimistis penguatan ekosistem pangan organik di Kabupaten Pati akan mendorong berkembangnya komoditas sehat lainnya, seperti sayuran dan buah-buahan organik, sehingga mampu menciptakan pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt Ketua TP PKK Kabupaten Pati, Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Pati, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, serta jajaran pengurus TP PKK kabupaten dan kecamatan.

    Melalui kegiatan ini, Pemkab Pati berharap PKK dapat menjadi garda terdepan dalam membangun budaya pangan yang aman, sehat, sekaligus produktif, sehingga memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi keluarga.

  • Tembus Jateng! Tiga Inovasi Karya Anak Pati Masuk Final Krenova 2026

    Tembus Jateng! Tiga Inovasi Karya Anak Pati Masuk Final Krenova 2026

    PATI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Kabupaten Pati di bidang inovasi. Tiga karya terbaik hasil kreativitas putra-putri daerah berhasil menembus jajaran 20 besar finalis ajang Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026.

    Capaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat menyerahkan penghargaan Krenova Pati Innovation Award 2026 di Ruang Pragolo Setda Kabupaten Pati, Kamis (11/6).

    Di hadapan para finalis, jajaran DPRD, perangkat daerah, serta perwakilan Kementerian Agama, Chandra menyampaikan rasa bangganya atas keberhasilan inovator muda Pati yang mampu bersaing di tingkat provinsi.

    “Dari 20 finalis Krenova Jawa Tengah tahun ini, tiga di antaranya berasal dari Kabupaten Pati. Ini menunjukkan bahwa kreativitas dan kemampuan inovasi generasi muda Pati sangat luar biasa dan patut diapresiasi,” ungkapnya.

    Menurut Chandra, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa iklim inovasi di Kabupaten Pati terus tumbuh positif. Pemerintah daerah pun berkomitmen memperkuat ruang kreativitas melalui peningkatan dukungan dan penghargaan bagi para inovator.

    Ia bahkan berharap pelaksanaan Krenova ke depan dapat digelar dua kali dalam setahun dengan nilai penghargaan yang lebih besar.

    “Kami ingin semakin banyak anak-anak berprestasi yang terlibat dalam pembangunan daerah melalui karya dan inovasi mereka. Dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar ekosistem inovasi di Pati semakin kuat,” ujarnya.

    Beragam inovasi yang ditampilkan peserta tahun ini dinilai memiliki manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya adalah aplikasi pendidikan berbasis teknologi yang memungkinkan orang tua memantau perkembangan belajar anak secara real time, mulai dari tingkat konsentrasi hingga capaian akademik.

    Selain itu, perhatian juga tertuju pada alat rehabilitasi pasien pasca-stroke berbasis Internet of Things (IoT) yang telah diterapkan di fasilitas kesehatan. Di bidang lingkungan, inovasi alat pendeteksi sumber air tanah berbasis IoT juga dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan lebih lanjut.

    “Banyak inovasi yang sangat potensial dan bisa menjawab kebutuhan masyarakat. Ini menjadi modal penting untuk mendorong kemajuan daerah berbasis teknologi dan kreativitas,” tambahnya.

    Dalam ajang Krenova Kabupaten Pati 2026, Juara I diraih Farhan Nafsi Zein Abadan dan Surya L. Ganang Syahputra melalui inovasi SWOR 2.0 (Shoulder Wheel for Optimal Rehabilitation), alat rehabilitasi hemiparese pasien pasca-stroke berbasis IoT.

    Posisi Juara II ditempati Muhammad Ridwan Arsyad, Sabrina Nazilatur Rohmah, dan Isyarotuz Zakiyyah lewat inovasi kelas adaptif berbasis IoT dan Artificial Intelligence (AI) yang mampu memonitor kondisi fisiologis serta lingkungan belajar siswa.

    Sementara Juara III diraih Ahmad Hafid Abdullah, Rojaa Maysa Rohmah, dan Suryaning Wahyu Jati melalui inovasi V-Block Presisi, alat ukur run out poros yang dirancang untuk mendukung quality control industri manufaktur otomotif.

    Untuk kategori Harapan I diraih tim inovator Pendeteksi Sumber Mata Air Berbasis IoT, Harapan II melalui inovasi SEPS yang menggabungkan AI dan flexible solar cell untuk sistem monitoring pintar, serta Harapan III diraih aplikasi SAPA HEBAT yang menghubungkan guru dan orang tua dalam memantau tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

    Keberhasilan para inovator muda tersebut menjadi sinyal positif bahwa Kabupaten Pati memiliki sumber daya kreatif yang mampu melahirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan masyarakat. Diharapkan, prestasi ini dapat memacu lahirnya inovasi-inovasi baru yang semakin memperkuat daya saing daerah di tingkat regional maupun nasional.

  • Akhir Penantian Panjang, Aset Desa Ketanggan Kini Bersertifikat dan Berkekuatan Hukum

    Akhir Penantian Panjang, Aset Desa Ketanggan Kini Bersertifikat dan Berkekuatan Hukum

    PATI – Kepastian hukum atas aset desa akhirnya terwujud. Pemerintah Desa Ketanggan, Kecamatan Gembong, resmi menerima sertifikat hak atas tanah desa seluas 5.347 meter persegi dalam acara yang berlangsung di Balai Desa Ketanggan, Selasa (9/6/2026).

    Penyerahan sertifikat tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya penyelamatan dan pengamanan aset desa. Setelah melalui proses pendampingan serta bantuan hukum dari berbagai pihak, tanah yang selama ini belum memiliki legalitas yang jelas kini resmi tercatat dan terlindungi secara hukum.

    Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Teguh Subroto, Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jawa Tengah, Kepala Kejaksaan Negeri Pati, serta Plh. Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pati.

    Sertifikat tanah secara simbolis diserahkan langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Teguh Subroto, kepada Kepala Desa Ketanggan sebagai bukti sah kepemilikan aset milik desa.

    Dalam sambutannya, Teguh Subroto menegaskan bahwa aset desa yang telah memperoleh kepastian hukum harus dikelola secara bijak dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat.

    “Manfaatkan aset ini untuk mendukung kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat. Dengan status hukum yang jelas, aset desa memiliki perlindungan yang lebih kuat dan dapat dikelola secara optimal,” ujarnya.

    Sementara itu, Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas instansi yang berhasil mengawal penyelesaian status hukum aset desa tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antar lembaga mampu menghadirkan solusi atas persoalan yang telah berlangsung cukup lama.

    “Ini bukan sekadar penyerahan sertifikat, tetapi bukti nyata bahwa sinergi dan komitmen bersama mampu menghadirkan kepastian hukum bagi aset milik masyarakat. Dengan legalitas yang jelas, aset desa akan lebih aman dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan desa,” kata Chandra.

    Ia berharap langkah serupa dapat terus dilakukan terhadap aset-aset desa lainnya sehingga seluruh kekayaan desa di Kabupaten Pati memiliki perlindungan hukum yang kuat dan terhindar dari potensi sengketa di masa mendatang.

    Dengan diterbitkannya sertifikat tersebut, Desa Ketanggan kini memiliki landasan hukum yang lebih kokoh dalam mengelola aset desa. Ke depan, aset tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu penopang pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

  • HLUN 2026 di Pati: Siapkan Layanan Puskesmas Sore Hari, Pemkab Fokus Tingkatkan Kesehatan Lansia

    HLUN 2026 di Pati: Siapkan Layanan Puskesmas Sore Hari, Pemkab Fokus Tingkatkan Kesehatan Lansia

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia. Hal itu ditegaskan dalam peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 yang digelar di Pendopo Kabupaten Pati, Sabtu (6/6/2026).

    Mengusung tema “Lansia Sehat dan Mandiri untuk Indonesia yang Berdaya”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kesejahteraan para lansia di Kabupaten Pati.

    Acara tersebut dihadiri Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pati, Kepala Sentra Margo Laras Pati Kementerian Sosial RI, Plt Ketua TP PKK Kabupaten Pati, jajaran perangkat daerah, direktur rumah sakit, kepala puskesmas se-Kabupaten Pati, tenaga kesehatan, serta ratusan lansia yang turut memeriahkan kegiatan.

    Dalam sambutannya, Plt Bupati Pati mengungkapkan bahwa pemerintah daerah tengah menyiapkan inovasi layanan kesehatan berupa operasional Puskesmas pada sore hari. Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk para lansia.

    “Kami sedang mempersiapkan tambahan layanan Puskesmas pada sore hari di seluruh wilayah Kabupaten Pati. Ini merupakan bentuk komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin mudah dijangkau masyarakat,” ujar Chandra.

    Tak hanya fokus pada layanan kesehatan, peringatan HLUN ke-30 juga menjadi ajang penyaluran bantuan sosial. Pada kesempatan itu, Kepala Sentra Margo Laras Pati secara simbolis menyerahkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) kepada Pemerintah Kabupaten Pati.

    Bantuan tersebut diperuntukkan bagi berbagai kelompok penerima manfaat, mulai dari lansia, anak-anak, penyandang disabilitas, kelompok rentan Orang Dengan HIV (ODHIV), hingga peserta Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 12 Pati.

    Selain seremoni, rangkaian kegiatan HLUN tahun ini juga diisi dengan berbagai aksi sosial dan layanan kesehatan yang langsung menyentuh masyarakat. Mulai dari donor darah, operasi katarak gratis, hingga layanan terapi kesehatan yang mendapat antusiasme tinggi dari warga.

    “Kami ingin peringatan Hari Lansia tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, berbagai layanan kesehatan kami hadirkan untuk membantu meningkatkan kualitas hidup warga,” jelas Chandra.

    Melalui penguatan layanan kesehatan dan dukungan sosial yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Pati berharap para lansia dapat menjalani masa tua dengan lebih sehat, produktif, dan mandiri. Komitmen tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan masyarakat Pati yang semakin sejahtera dan berdaya.

  • 242 Kepala Sekolah di Pati Dikukuhkan, Era Baru Penguatan Pendidikan Resmi Dimulai

    242 Kepala Sekolah di Pati Dikukuhkan, Era Baru Penguatan Pendidikan Resmi Dimulai

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati resmi mengukuhkan 242 Kepala UPTD Satuan Pendidikan jenjang TK, SD, dan SMP dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (2/6/2026). Pengukuhan ini menjadi langkah strategis untuk mengakhiri kekosongan jabatan kepala sekolah yang selama ini terjadi di sejumlah satuan pendidikan.

    Pengukuhan tersebut dilakukan setelah Pemerintah Kabupaten Pati memperoleh pertimbangan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Kehadiran ratusan kepala sekolah baru ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.

    Acara tersebut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pati, Asisten Administrasi Umum Setda, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala BKPSDM, Koordinator Wilayah Kecamatan Bidang Pendidikan, Ketua Dewan Pendidikan, serta para kepala satuan pendidikan yang menerima penugasan.

    Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa promosi dan mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan memenuhi kebutuhan pelayanan publik sekaligus menghadirkan penyegaran dalam sistem kerja.

    “Sebanyak 242 kepala satuan pendidikan hari ini resmi dikukuhkan untuk mengemban amanah baru dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Pati,” ujar Chandra.

    Menurutnya, proses penempatan dilakukan secara objektif melalui berbagai pertimbangan, mulai dari aspek senioritas hingga efektivitas jarak tempuh menuju lokasi tugas. Langkah tersebut dilakukan agar para kepala sekolah dapat bekerja secara optimal dan fokus memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik.

    Tak hanya itu, Chandra meminta seluruh kepala sekolah yang baru dikukuhkan untuk segera beradaptasi dan langsung menjalankan tugas di tempat penugasan masing-masing. Ia menekankan pentingnya menjaga kelancaran layanan pendidikan, terutama menjelang pengumuman kelulusan siswa SD dan SMP serta pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027.

    “Saya minta seluruh kepala sekolah segera bekerja dan memastikan seluruh tahapan pendidikan berjalan lancar dengan mengedepankan integritas serta profesionalitas,” tegasnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Plt Bupati juga memberikan peringatan keras terkait praktik percaloan maupun pungutan liar dalam proses promosi dan mutasi jabatan. Ia menegaskan seluruh proses pengukuhan dilakukan tanpa biaya apa pun.

    “Jika ada pihak yang mengatasnamakan pengurusan jabatan dengan meminta imbalan uang atau barang, segera laporkan. Semua proses ini dilakukan secara gratis dan transparan,” katanya.

    Usai pengukuhan, Pemkab Pati langsung menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk memperbarui data penugasan pada sistem Dapodik agar hak-hak guru dapat diproses sesuai ketentuan. Sementara itu, BKPSDM diminta mengawal pembaruan data ASN melalui sistem SI-ASN guna menjaga akurasi administrasi kepegawaian.

    Menutup sambutannya, Chandra menegaskan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi fondasi utama pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Pati. Ia berharap para kepala sekolah yang baru mendapat amanah mampu menjadi pemimpin yang inspiratif sekaligus motor penggerak peningkatan mutu pendidikan di seluruh wilayah.

    “Di tangan bapak dan ibu sekalian, masa depan generasi penerus Kabupaten Pati dipersiapkan. Jalankan amanah ini dengan penuh dedikasi, integritas, dan tanggung jawab,” pungkasnya.

  • Kasus Ponpes Tlogowungu Memanas, Pemkab Pati Dorong Pencabutan Izin Permanen

    Kasus Ponpes Tlogowungu Memanas, Pemkab Pati Dorong Pencabutan Izin Permanen

    PATI, 3 Mei 2026 — Pemerintah Kabupaten Pati mengambil sikap tegas terkait persoalan yang terjadi di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Tlogowungu. Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan pihaknya telah mengusulkan kepada pemerintah pusat agar izin operasional pesantren tersebut dicabut secara permanen.

    Pernyataan itu disampaikan Chandra saat menerima kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, dalam rapat koordinasi di Ruang Pringgitan Pendopo Kabupaten Pati, Minggu (3/5). Pertemuan tersebut difokuskan untuk memastikan langkah penanganan sekaligus perlindungan bagi para santri terdampak.

    “Bu Menteri juga sedang menindaklanjuti usulan pencabutan izin ke pemerintah pusat. Ini penting agar kejadian serupa tidak terulang di pondok pesantren lain,” tegas Chandra.

    Sebagai langkah awal, operasional penerimaan peserta didik baru di pesantren tersebut dipastikan telah dihentikan. Pemkab menilai penghentian aktivitas penerimaan santri baru menjadi bagian dari upaya pengamanan situasi sembari menunggu proses evaluasi menyeluruh.

    “Untuk saat ini pondok sudah ditutup dan tidak lagi menerima siswa baru,” ujarnya.

    Meski demikian, pemerintah memastikan hak pendidikan para santri tetap terpenuhi. Untuk siswa kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah, proses ujian tetap berlangsung sesuai jadwal dengan pengawasan ketat dari pihak terkait.

    Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku, menjelaskan bahwa siswa kelas 1 hingga kelas 5 diberikan dua alternatif pembelajaran.

    “Mereka bisa mengikuti pembelajaran daring atau dipindahkan ke madrasah lain yang telah disiapkan,” jelasnya.

    Perhatian khusus juga diberikan kepada 48 santri yatim piatu yang berada di lingkungan pondok tersebut. Pemkab bersama sejumlah yayasan sosial di wilayah Pati dan Kajen telah berkoordinasi untuk menyiapkan penanganan lanjutan, termasuk pendampingan pendidikan dan psikososial.

    Di sisi penegakan hukum, Kabag Ops Polresta Pati AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata mengungkapkan bahwa penetapan tersangka telah dilakukan sejak 28 April 2026. Tahapan berikutnya adalah pemanggilan resmi terhadap pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

    Selain langkah hukum, Pemkab Pati juga mendesak evaluasi menyeluruh terhadap sistem perizinan pondok pesantren oleh pemerintah pusat sebagai bentuk pengawasan dan pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

    Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri jajaran lintas sektor, mulai dari Kementerian Agama Kabupaten Pati, DPRD, Dinsos P3AKB, Polresta Pati, hingga perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, menandai keseriusan bersama dalam menangani persoalan ini secara komprehensif.