Sugeng rawuh ing Bumi Pesantenan, papan informasi kang nyawisake kabar lan crita babagan Kabupaten Pati.

Penulis: bumipesantenan7@gmail.com

  • RSUD RAA Soewondo Terus Berbenah, Bupati Sudewo Pastikan Pelayanan Lebih Cepat dan Lingkungan Semakin Bersih

    RSUD RAA Soewondo Terus Berbenah, Bupati Sudewo Pastikan Pelayanan Lebih Cepat dan Lingkungan Semakin Bersih

    PATI, 13 Januari 2026 — Komitmen Pemerintah Kabupaten Pati dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan kembali ditegaskan. Bupati Pati Sudewo melakukan kunjungan kerja ke RSUD RAA Soewondo untuk memastikan berbagai upaya pembenahan berjalan nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

    Kunjungan tersebut bukan sekadar seremonial. Sudewo menegaskan, dirinya secara rutin turun langsung ke rumah sakit daerah itu setidaknya satu kali setiap bulan sebagai bentuk pengawasan sekaligus evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja pelayanan.

    “Hari ini saya sengaja datang ke RSUD RAA Soewondo. Paling tidak sebulan sekali saya cek langsung, apakah ada perubahan ke arah yang lebih baik dan apakah arahan yang saya sampaikan benar-benar dijalankan,” ujar Sudewo.

    Dari hasil peninjauan kali ini, Sudewo mengaku puas dengan progres pembenahan yang telah dilakukan. Ia menilai kondisi rumah sakit kini jauh lebih bersih, tertata, dan pelayanan kepada pasien berlangsung lebih cepat dibandingkan sebelumnya.

    “Alhamdulillah, saya lihat semuanya berubah menjadi lebih baik. Lingkungan rumah sakit lebih bersih dan pelayanan juga semakin cepat,” ungkapnya.

    Tak hanya fokus pada kebersihan dan sistem layanan, Sudewo juga memastikan peningkatan kualitas fasilitas medis menjadi perhatian utama. Pemutakhiran alat kesehatan disebut akan segera dilakukan guna menunjang layanan yang lebih optimal dan modern.

    “Ke depan, alat kesehatannya juga akan kita perbarui dengan yang lebih baru dan memadai,” tambahnya.

    Sudewo berharap, melalui evaluasi rutin, peningkatan sarana, serta komitmen seluruh jajaran rumah sakit, RSUD RAA Soewondo mampu memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, responsif, dan humanis. Menurutnya, pelayanan yang cepat, bersih, dan didukung fasilitas yang baik merupakan fondasi penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit milik daerah.

  • Dukung Program 10 Ton Bisa, Bupati Sudewo Serahkan 29 Alsintan untuk Petani Pati

    Dukung Program 10 Ton Bisa, Bupati Sudewo Serahkan 29 Alsintan untuk Petani Pati

    PATI, 12 Januari 2026 — Bupati Pati Sudewo menyerahkan sejumlah alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di Desa Kalidoro, Kecamatan Pati. Penyerahan alsintan ini menjadi bagian dari upaya konkret Pemerintah Kabupaten Pati dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian menuju target panen minimal 10 ton per hektare.

    Dalam kegiatan yang juga dihadiri Wabup Risma Ardhi Chandra tersebut, Sudewo menyampaikan bahwa total alsintan yang diserahkan berjumlah 29 unit dengan berbagai jenis.

    “Sejumlah 29 alsintan, terdiri dari berbagai jenis, ada traktor roda empat, traktor roda dua, combine, rotavator, dan alat pertanian lainnya,” ujar Sudewo.

    Ia menjelaskan, bantuan alsintan tersebut bersumber dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia dengan dukungan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono.

    “Alat pertanian ini dari Kementerian Pertanian, dibantu oleh Bapak Sudaryono Wakil Menteri Pertanian. Seharusnya beliau yang menyerahkan, tetapi karena beliau sibuk, diwakilkan kepada saya,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, Sudewo berpesan agar Alsintan yang diterima dapat dijaga dan dimanfaatkan secara maksimal oleh para petani.

    “Saya pesan supaya alat ini dijaga, dirawat, dipelihara supaya dalam kondisi fit, bisa dipakai terus, dan digunakan dengan sistem gotong royong,” tegasnya.

    Menurutnya, pemanfaatan alsintan secara optimal akan sangat mendukung program unggulan Pemkab Pati di sektor pertanian. 

    “Supaya bisa dimanfaatkan oleh warga untuk mendukung program kami, 10 ton bisa. Satu hektare harus panen 10 ton minimal,” pungkasnya.

  • Bupati Sudewo Hadir di Tengah Warga, Pastikan Penanganan Banjir Maksimal

    Bupati Sudewo Hadir di Tengah Warga, Pastikan Penanganan Banjir Maksimal

    PATI – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Pati dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir dan kerusakan infrastruktur di sejumlah wilayah. Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Pati Sudewo bergerak cepat dengan turun langsung meninjau titik-titik terdampak, Senin (12/1/2026), guna memastikan penanganan darurat berjalan optimal dan akses masyarakat segera dipulihkan.

    Salah satu lokasi yang dikunjungi berada di Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, tepatnya pada tanggul talud jalan yang ambrol akibat derasnya arus air dari bendung dan area tambak di sekitarnya. Kerusakan tersebut mengganggu jalur penghubung Sukolilo–Sumbersoko–Tompegunung, yang selama ini menjadi akses vital bagi mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.

    “Arus air dari bendung dan tambak menghantam tanggul hingga ambrol. Jalur ini sangat penting bagi warga, sehingga harus segera ditangani,” ujar Sudewo saat meninjau lokasi.

    Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Pati segera melakukan penanganan darurat agar akses jalan kembali bisa dilalui dengan aman. Selain itu, Pemkab Pati juga tengah menjajaki dukungan pemerintah pusat, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk mempercepat pemulihan infrastruktur terdampak.

    Tidak hanya di Sukolilo, Sudewo juga meninjau sejumlah wilayah lain yang terdampak banjir, seperti Desa Sidoarum dan Desa Bungasrejo di Kecamatan Jakenan, serta lokasi pengungsian di Desa Doropayung, Kecamatan Juwana. Di lokasi pengungsian, tercatat 15 kepala keluarga atau 56 warga ditampung di balai desa dengan dukungan layanan dapur umum dan kesehatan.

    Menurut Sudewo, banjir dipicu oleh hujan lebat yang berlangsung dalam durasi panjang, diperparah oleh pendangkalan sungai, tumpukan lumpur, serta akar bambu yang menghambat aliran air. Selain itu, keberadaan sejumlah jembatan dengan elevasi rendah turut memperlambat arus sehingga memicu luapan dan jebolnya tanggul.

    Sejak banjir terjadi, Pemkab Pati telah mengerahkan seluruh alat berat yang dimiliki untuk penanganan awal, termasuk pembersihan lumpur dan penataan tanggul. Ke depan, upaya lanjutan akan difokuskan pada normalisasi aliran sungai guna meminimalkan risiko banjir susulan.

    Sudewo juga mengimbau masyarakat untuk ikut berperan menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dengan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat aliran air. Ia meminta warga tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan banjir bandang seperti Godo, Gunungpanti, Sinomwidodo, hingga Gabus, selama intensitas hujan masih tinggi.

    Dalam kesempatan tersebut, Sudewo turut menyampaikan apresiasi kepada TNI, Polri, PMI, relawan, organisasi kemasyarakatan, serta warga yang telah bahu-membahu membantu penanganan bencana.

    “Kehadiran dan kerja sama semua pihak sangat berarti untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak,” pungkasnya.

  • Bupati Sudewo Turun Langsung Tangani Banjir, Perbaikan Tanggul hingga Pompa Dikerahkan

    Bupati Sudewo Turun Langsung Tangani Banjir, Perbaikan Tanggul hingga Pompa Dikerahkan

    PATI – Respons cepat ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Pati dalam menghadapi bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah. Bupati Pati Sudewo turun langsung ke lokasi terdampak banjir di Desa Sidokerto (Kecamatan Pati), Desa Bulumanis Kidul (Kecamatan Margoyoso), serta Desa Ngurenrejo (Kecamatan Wedarijaksa), Minggu (11/1/2026).

    Peninjauan lapangan tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab banjir sekaligus menyiapkan langkah penanganan darurat dan lanjutan agar dampak yang dirasakan masyarakat dapat segera teratasi.

    Dalam keterangannya, Sudewo menjelaskan bahwa banjir di wilayah Pagerharjo dan Ngurenrejo dipicu oleh sumbatan dapur bambu di alur sungai Desa Bungasrejo. Tumpukan bambu kiriman dari hulu tersebut tersangkut di bendung sungai dan menyebabkan tekanan air meningkat hingga beberapa titik tanggul jebol.

    “Penyebab utamanya adalah sumbatan dapur bambu di alur sungai Desa Bungasrejo. Kiriman bambu dari atas tertahan di bendung, kemudian menekan tanggul hingga jebol dan mengakibatkan banjir,” jelas Sudewo.

    Sebagai langkah awal, Pemkab Pati akan segera memperbaiki tanggul-tanggul yang jebol serta melakukan pembersihan bambu di sepanjang alur sungai hingga ke hulu untuk mencegah kejadian serupa terulang.

    “Tanggul yang jebol di Ngurenrejo dan Pagerharjo akan segera kami perbaiki. Bambu di tengah sungai sampai ke atas juga akan kami bersihkan agar tidak ada lagi kiriman bambu,” tegasnya.

    Selain perbaikan fisik, pemerintah daerah juga menyiapkan penanganan genangan air yang masih cukup tinggi. Untuk Desa Ngurenrejo, dua unit pompa air berkapasitas besar akan segera dikerahkan.

    “Genangan air di Ngurenrejo cukup tinggi. Kami kirim dua pompa besar agar air bisa cepat surut,” tambahnya.

    Saat meninjau Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Sudewo memastikan bahwa tanggul yang jebol akan langsung dibangun kembali. Ia juga menyoroti dampak banjir yang menyebabkan sekitar 300 rumah warga kemasukan lumpur.

    “Pembersihan rumah warga kami lakukan dengan alat berat. Untuk kebutuhan makan warga terdampak, kami siapkan dapur umum yang dipusatkan di Puskesmas 1 Margoyoso. Rumah yang rusak juga akan segera kami rekonstruksi,” ujarnya.

    Sudewo berharap seluruh penanganan banjir dapat berjalan cepat dan tepat sasaran, sehingga masyarakat dapat segera beraktivitas kembali.

    “Mohon doa dari semua pihak agar penanganan ini segera tuntas dan warga bisa kembali menjalani aktivitas dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.

  • Pati Jadi Pelopor Sekolah Rakyat di Jawa Tengah, Akses Pendidikan Makin Terbuka

    Pati Jadi Pelopor Sekolah Rakyat di Jawa Tengah, Akses Pendidikan Makin Terbuka

    PATI – Kabupaten Pati menorehkan tonggak penting dalam penguatan akses pendidikan di Jawa Tengah. Bupati Pati Sudewo, didampingi Wakil Bupati Risma Ardhi Chandra, menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Pati yang berlokasi di area Kantor Kecamatan Tlogowungu, Kamis (8/1/2026).

    Pembangunan Sekolah Rakyat ini menjadi langkah strategis dalam membuka akses pendidikan bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem, sekaligus menandai Kabupaten Pati sebagai daerah pertama di Jawa Tengah yang memulai pembangunan program tersebut.

    Dalam keterangannya, Sudewo menyampaikan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Pati resmi dimulai hari ini dan ditargetkan rampung pada Juli 2026, sehingga dapat digunakan pada tahun ajaran 2026–2027.

    “Hari ini kita mulai pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Pati. Targetnya selesai Juli 2026, sehingga pada tahun ajaran 2026–2027 sudah bisa dimanfaatkan,” ujar Sudewo.

    Ia menjelaskan, pembangunan Sekolah Rakyat ini didukung dengan anggaran sekitar Rp200 miliar. Sudewo juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas hadirnya program nasional yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat akar rumput.

    “Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Semoga pembangunan ini berjalan lancar, tanpa hambatan, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Pati,” tuturnya.

    Lebih lanjut, Sudewo mengungkapkan bahwa program Sekolah Rakyat tidak diberikan kepada seluruh daerah. Di Jawa Tengah, sejauh ini baru 11 kabupaten yang mendapatkan program tersebut, dengan Kabupaten Pati menjadi yang pertama melaksanakan groundbreaking.

    Terkait mekanisme penerimaan peserta didik, Sudewo menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pati akan melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat. Sasaran utama adalah warga miskin dan miskin ekstrem yang akan melalui proses verifikasi ketat dan faktual.

    “Kami pastikan data penerima benar-benar valid. Miskin ekstrem akan kami cek langsung di lapangan, tidak boleh fiktif dan tidak boleh ada permainan data. Kami lakukan pengecekan berulang agar tepat sasaran,” tegasnya.

    Melalui program Sekolah Rakyat ini, Pemerintah Kabupaten Pati berharap dapat menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan, sekaligus menjadi solusi nyata dalam memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

  • Liga Desa Grup C Resmi Dimulai di Pati, Wabup Chandra Dorong Prestasi dan Sport Village Tourism

    Liga Desa Grup C Resmi Dimulai di Pati, Wabup Chandra Dorong Prestasi dan Sport Village Tourism

    PATI – Atmosfer semangat dan sportivitas mewarnai pembukaan Liga Desa Grup C Tahun 2025–2026 yang digelar di Lapangan Safin, Desa Mojoagung, Kecamatan Trangkil, Selasa (6/1/2026). Wakil Bupati Pati Risma Ardhi Chandra secara resmi membuka kompetisi tersebut, yang menjadi ajang silaturahmi sekaligus pembinaan prestasi olahraga desa lintas kabupaten di Jawa Tengah.

    Liga Desa Grup C diikuti oleh tujuh desa dari tujuh kabupaten, yakni Pati, Kudus, Jepara, Blora, Sragen, Grobogan, dan Rembang. Kompetisi ini diharapkan berlangsung kompetitif dan sportif hingga melahirkan juara terbaik yang akan melaju ke babak berikutnya di Boyolali.

    “Liga Desa Grup C ini diikuti tujuh desa dari tujuh kabupaten di Jawa Tengah. Semoga seluruh pertandingan berjalan lancar dan menghasilkan juara terbaik untuk kembali bertanding di Boyolali,” ujar Chandra.

    Menurut Chandra, Liga Desa bukan sekadar ajang adu kemampuan di lapangan, tetapi juga menjadi ruang pembinaan atlet-atlet muda desa serta sarana mempererat persaudaraan antardaerah.

    Ia menilai, kompetisi semacam ini berpotensi melahirkan talenta olahraga desa yang mampu bersaing di level yang lebih tinggi dan membawa nama daerah.

    “Dari desa inilah atlet-atlet hebat bisa lahir. Kompetisi ini harus menjadi motivasi bagi generasi muda desa untuk terus berprestasi,” tegasnya.

    Sementara itu, Direktur Pembangunan Sarana dan Prasarana Desa dan Perdesaan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Farida Kurnianingrum, menyampaikan apresiasi kepada Kabupaten Pati sebagai tuan rumah penyelenggaraan Liga Desa Grup C.

    Menurutnya, ajang olahraga desa ini sejalan dengan pengembangan konsep sport village tourism, di mana olahraga menjadi pintu masuk penggerak aktivitas sosial dan ekonomi desa.

    “Ini merupakan kebanggaan bagi Kabupaten Pati. Kegiatan seperti ini memberi nuansa baru dalam pengembangan sport village tourism,” ungkap Farida.

    Ia menambahkan, olahraga desa memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Kehadiran kompetisi dapat mendorong sektor UMKM, pariwisata desa, hingga memperkuat nilai sosial dan budaya setempat.

    “Olahraga bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga membawa dampak sosial, ekonomi, dan budaya yang nyata bagi desa,” pungkasnya.

  • Bupati Sudewo Resmikan Infrastruktur Strategis, Akses Lancar dan Banjir Teratasi

    Bupati Sudewo Resmikan Infrastruktur Strategis, Akses Lancar dan Banjir Teratasi

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat konektivitas dan meningkatkan kualitas infrastruktur. Bupati Pati Sudewo, didampingi Wakil Bupati Risma Ardhi Chandra, meresmikan sejumlah pembangunan infrastruktur strategis yang tersebar di beberapa wilayah Kabupaten Pati, Minggu (4/1/2026).

    Peresmian tersebut mencakup jalan penghubung antar desa, trotoar, drainase, hingga ruas jalan utama yang selama bertahun-tahun kerap terdampak banjir. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan mampu memberikan kenyamanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

    Agenda peresmian diawali di ruas Jalan Brati–Mangunrekso. Sudewo berharap jalan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh warga sebagai akses utama dalam menunjang aktivitas sehari-hari.

    “Semoga jalan ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Brati dan Mangunrekso, baik untuk aktivitas sosial maupun ekonomi,” ujar Sudewo.

    Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut ke kawasan depan RSUD Kayen, di mana Sudewo meresmikan pembangunan trotoar, drainase, serta peningkatan kualitas jalan. Meski dilakukan di hari Minggu, peresmian tetap digelar mengingat padatnya agenda pemerintahan pada hari kerja.

    Sudewo mengungkapkan bahwa pembangunan di kawasan tersebut membawa perubahan signifikan. Sebelumnya, area depan RSUD Kayen kerap tergenang banjir hingga setinggi lutut, bahkan tidak bisa dilalui kendaraan saat hujan deras.

    “Dulu kalau hujan, banjirnya lama surut dan kendaraan tidak bisa lewat. Alhamdulillah, setelah dibangun pada tahun 2025, hujan deras pun tidak lagi menyebabkan banjir. Kemarin memang sempat ada genangan karena kesalahan teknis, tetapi sekarang sudah diperbaiki,” jelasnya.

    Selain itu, Sudewo juga meresmikan Jalan Porang-Paring–Kuwawur–Pakem sepanjang 6,3 kilometer, yang disebutnya sebagai pembangunan jalan terpanjang di Kabupaten Pati. Ruas jalan ini diharapkan menjadi urat nadi baru bagi mobilitas warga di sejumlah desa.

    “Mudah-mudahan jalan ini membawa manfaat besar bagi masyarakat Desa Porang Paring, Kuwawur, Pakem, Prawoto, dan wilayah sekitarnya,” ungkapnya.

    Sudewo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak berhenti sampai di sini. Pada tahun 2026, Pemkab Pati akan melanjutkan peningkatan ruas Pakem–Prawoto serta penanganan lanjutan infrastruktur di wilayah Kayen.

    Ia berharap, pembangunan yang terus berkelanjutan ini mampu meningkatkan mobilitas warga, menggerakkan perekonomian desa, serta menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pati.

  • Resepsi HAB Kemenag, Bupati Sudewo Tegaskan Kerukunan sebagai Pondasi Pembangunan Pati

    Resepsi HAB Kemenag, Bupati Sudewo Tegaskan Kerukunan sebagai Pondasi Pembangunan Pati

    PATI – Bupati Pati Sudewo menghadiri Resepsi Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama yang dirangkai dengan doa bersama lintas agama di Pendopo Kabupaten Pati, Jumat (3/1/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi, rasa syukur, sekaligus penguatan komitmen bersama dalam menjaga kerukunan demi kemajuan daerah.

    Resepsi HAB ini digelar sebagai ungkapan syukur atas perjalanan Kabupaten Pati sepanjang tahun 2025 serta doa bersama menyongsong tahun 2026 agar tetap aman, kondusif, dan penuh keberkahan.

    Dalam sambutannya, Sudewo menyampaikan apresiasi atas peran strategis Kementerian Agama dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Pati. Menurutnya, berbagai program Kemenag selama ini telah memberi kontribusi nyata, khususnya dalam penguatan pendidikan keagamaan, pembinaan masyarakat, dan pemeliharaan kerukunan umat beragama.

    “Kabupaten Pati benar-benar merasakan manfaat dari peran Kementerian Agama. Program-programnya sangat membantu pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan dan menjaga harmoni di tengah masyarakat,” ujar Sudewo.

    Sudewo juga menegaskan pentingnya meneladani lima budaya kerja Kementerian Agama, yakni integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan. Ia menilai nilai-nilai tersebut selaras dengan semangat peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati.

    “Jika lima budaya kerja ini diterapkan dengan baik, saya yakin pelayanan kepada masyarakat akan semakin meningkat dan jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya,” tegasnya.

    Pada kesempatan tersebut, Sudewo turut mengapresiasi capaian Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pati yang berhasil meraih peringkat ketiga terbaik tingkat nasional. Prestasi ini, menurutnya, menjadi bukti nyata kuatnya sinergi lintas agama di Kabupaten Pati.

    “Kerukunan umat beragama adalah fondasi penting untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Ini modal besar bagi kelancaran pembangunan daerah,” ungkapnya.

    Menutup sambutannya, Sudewo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kekompakan dalam membangun Kabupaten Pati. Ia berharap suasana aman dan harmonis yang selama ini terjaga dapat terus dirawat demi kemajuan daerah di tahun 2026.

    “Di tahun 2026, mari kita jaga bersama situasi yang aman dan kondusif ini, agar pembangunan Kabupaten Pati berjalan semakin lancar dan membawa manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkasnya.

  • Pimpin Upacara Hari Amal Bakti Kemenag, Bupati Sudewo Tekankan Lima Budaya Kerja ASN

    Pimpin Upacara Hari Amal Bakti Kemenag, Bupati Sudewo Tekankan Lima Budaya Kerja ASN

    PATI – Bupati Pati Sudewo memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama yang digelar di Halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Sabtu (3/1/2026). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen aparatur sipil negara dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

    Upacara diikuti oleh jajaran ASN lintas instansi dengan suasana khidmat. Dalam amanatnya, Sudewo menegaskan bahwa peringatan Hari Amal Bakti bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan pengingat bagi seluruh aparatur pemerintah untuk terus menghadirkan kinerja yang berdampak nyata bagi masyarakat.

    “Hari Amal Bakti Kementerian Agama ini mengingatkan kita semua agar selalu berbuat yang terbaik untuk masyarakat Kabupaten Pati. Nilai-nilai yang dibawa Kemenag sangat relevan untuk diterapkan oleh seluruh ASN,” ujar Sudewo.

    Dalam kesempatan tersebut, Sudewo secara khusus menyoroti lima budaya kerja Kementerian Agama yang dinilainya dapat menjadi fondasi kuat dalam pelaksanaan tugas pemerintahan. Lima nilai tersebut meliputi integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan.

    Menurutnya, penerapan kelima budaya kerja tersebut harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan agar pelayanan publik benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

    “Lima budaya kerja ini adalah wujud nyata amal bakti ASN. Jika dijalankan dengan sungguh-sungguh, pelayanan kepada masyarakat akan semakin berkualitas dan berkeadilan,” tegasnya.

    Sudewo berharap, peringatan Hari Amal Bakti ke-80 ini dapat menjadi pemicu semangat bagi seluruh ASN di Kabupaten Pati untuk terus meningkatkan kualitas kinerja, menjaga integritas, serta memperkuat kepercayaan publik.

  • Dorong Ekonomi Desa, Bupati Sudewo Kembali Salurkan Ribuan Bibit Durian Premium

    Dorong Ekonomi Desa, Bupati Sudewo Kembali Salurkan Ribuan Bibit Durian Premium

    PATI – Komitmen Pemerintah Kabupaten Pati dalam memperkuat sektor pertanian terus berlanjut. Bupati Pati Sudewo kembali menyalurkan ribuan bibit durian premium jenis Musangking dan Blackthorn kepada masyarakat di Kecamatan Gunungwungkal, Jumat (2/1/2026).

    Penyerahan bantuan dipusatkan di Balai Desa Ngetuk, sekaligus menjadi momentum penguatan ekonomi desa melalui pengembangan komoditas hortikultura bernilai tinggi.

    Dalam sambutannya, Sudewo menjelaskan bahwa bantuan bibit durian tersebut disalurkan untuk tiga desa, yakni Desa Ngetuk, Desa Perdopo, dan Desa Sidomulyo. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Pati dengan sejumlah BUMN yang memiliki kepedulian terhadap sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat.

    “Saya hari ini menyerahkan bantuan bibit durian Musangking dan Blackthorn untuk tiga desa. Desa Ngetuk menerima 1.331 bibit dari PT Hutama Karya, Desa Perdopo sebanyak 2.500 bibit dari PT Jasa Marga, dan Desa Sidomulyo 2.000 bibit dari PT Pertamina,” ujar Sudewo.

    Menurutnya, dukungan dari BUMN masih sangat terbuka. Ia optimistis ke depan akan ada tambahan bantuan serupa untuk memperluas pengembangan durian unggulan di wilayah Gunungwungkal dan sekitarnya.

    “Insyaallah akan ada tambahan lagi dari kawan-kawan BUMN di Jakarta. Saya titip pesan, bibit ini dirawat dan dipelihara dengan baik. Kalau dirawat serius, tiga sampai empat tahun sudah bisa berbuah,” tegasnya.

    Sudewo berharap, program pengembangan durian premium ini mampu menjadikan Kecamatan Gunungwungkal sebagai sentra durian berkualitas di Kabupaten Pati. Selain memperkuat sektor pertanian, ia menilai durian Musangking dan Blackthorn berpotensi menjadi sumber pendapatan baru yang menjanjikan bagi masyarakat desa.

    “Kalau dikelola dengan baik, ini bukan hanya soal menanam, tapi juga investasi jangka panjang untuk kesejahteraan warga,” pungkasnya.