PATI – Kekayaan alam dan produk lokal Kabupaten Pati kembali mendapat sorotan. Bupati Pati Sudewo turun langsung ke Kecamatan Gembong untuk meninjau sentra UMKM dan pertanian unggulan, sekaligus memperkenalkan tape Gembong, jeruk pamelo, dan kopi robusta sebagai komoditas kebanggaan Pati yang siap menembus pasar regional hingga nasional, Jumat (2/1/2026).
Kunjungan diawali di Sentra Tape Gembong, tempat Sudewo menyaksikan langsung proses produksi sekaligus mencicipi hasil olahan yang telah lama menjadi identitas wilayah tersebut. Ia menilai tape Gembong memiliki kualitas istimewa, baik dari segi warna, rasa, maupun tekstur.
“Di sentra Tape Gembong ini kita lihat langsung kualitasnya. Warnanya kuning alami, tampilannya menarik, rasanya sangat lezat, dan teksturnya tidak berserat. Inilah produk unggulan Kabupaten Pati yang akan saya perkenalkan kepada Pak Luthfi, Gubernur Jawa Tengah, serta para bupati dan wali kota se-Jawa Tengah,” ujar Sudewo.
Dari sentra UMKM, rombongan melanjutkan kunjungan ke kebun jeruk pamelo, komoditas hortikultura unggulan Kabupaten Pati yang dikenal produktif sepanjang tahun. Menurut Sudewo, pamelo Pati memiliki karakter rasa yang khas dan keunggulan kualitas dibanding daerah lain.
“Jeruk pamelo Pati ini manis, lembut, airnya banyak, tidak pahit, tidak berserat, dan tidak berbiji. Kemarin jeruk ini juga sudah saya kirimkan kepada Pak Gubernur serta para kepala daerah se-Jawa Tengah,” ungkapnya.
Sudewo juga mengingatkan pentingnya menjaga mutu pamelo Pati melalui pola panen yang tepat. Ia meminta petani dan pedagang tidak memetik buah sebelum matang demi menjaga kualitas dan nilai jual.
“Kalau dipetik saat sudah tua, kualitas rasanya tinggi dan harganya juga tinggi. Ini yang harus kita jaga bersama agar pamelo Pati tetap unggul,” tegasnya.
Selain tape dan pamelo, Sudewo turut mengunjungi Kebun Kopi Desa Bageng serta wilayah pengembangan kopi di Kecamatan Gembong, Cluwak, dan Gunungwungkal. Ia mengaku optimistis terhadap potensi kopi robusta Pati yang akan dikembangkan lebih serius mulai tahun 2026.
“Saya bangga dengan potensi kopi robusta ini. Untuk Kecamatan Gembong saja, kebutuhan bibit kopi mencapai sekitar 120 ribu pohon dan akan kami dukung melalui APBD Perubahan 2026. Sementara untuk Cluwak dan Gunungwungkal masih dalam tahap pendataan,” jelasnya.
Melalui kunjungan ini, Sudewo berharap produk-produk unggulan Pati tidak hanya dikenal sebagai potensi lokal, tetapi mampu menjadi kekuatan ekonomi daerah yang berdaya saing di tingkat nasional.


