PATI – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Pati dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir dan kerusakan infrastruktur di sejumlah wilayah. Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Pati Sudewo bergerak cepat dengan turun langsung meninjau titik-titik terdampak, Senin (12/1/2026), guna memastikan penanganan darurat berjalan optimal dan akses masyarakat segera dipulihkan.
Salah satu lokasi yang dikunjungi berada di Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, tepatnya pada tanggul talud jalan yang ambrol akibat derasnya arus air dari bendung dan area tambak di sekitarnya. Kerusakan tersebut mengganggu jalur penghubung Sukolilo–Sumbersoko–Tompegunung, yang selama ini menjadi akses vital bagi mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.
“Arus air dari bendung dan tambak menghantam tanggul hingga ambrol. Jalur ini sangat penting bagi warga, sehingga harus segera ditangani,” ujar Sudewo saat meninjau lokasi.
Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Pati segera melakukan penanganan darurat agar akses jalan kembali bisa dilalui dengan aman. Selain itu, Pemkab Pati juga tengah menjajaki dukungan pemerintah pusat, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk mempercepat pemulihan infrastruktur terdampak.
Tidak hanya di Sukolilo, Sudewo juga meninjau sejumlah wilayah lain yang terdampak banjir, seperti Desa Sidoarum dan Desa Bungasrejo di Kecamatan Jakenan, serta lokasi pengungsian di Desa Doropayung, Kecamatan Juwana. Di lokasi pengungsian, tercatat 15 kepala keluarga atau 56 warga ditampung di balai desa dengan dukungan layanan dapur umum dan kesehatan.
Menurut Sudewo, banjir dipicu oleh hujan lebat yang berlangsung dalam durasi panjang, diperparah oleh pendangkalan sungai, tumpukan lumpur, serta akar bambu yang menghambat aliran air. Selain itu, keberadaan sejumlah jembatan dengan elevasi rendah turut memperlambat arus sehingga memicu luapan dan jebolnya tanggul.
Sejak banjir terjadi, Pemkab Pati telah mengerahkan seluruh alat berat yang dimiliki untuk penanganan awal, termasuk pembersihan lumpur dan penataan tanggul. Ke depan, upaya lanjutan akan difokuskan pada normalisasi aliran sungai guna meminimalkan risiko banjir susulan.
Sudewo juga mengimbau masyarakat untuk ikut berperan menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dengan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat aliran air. Ia meminta warga tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan banjir bandang seperti Godo, Gunungpanti, Sinomwidodo, hingga Gabus, selama intensitas hujan masih tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, Sudewo turut menyampaikan apresiasi kepada TNI, Polri, PMI, relawan, organisasi kemasyarakatan, serta warga yang telah bahu-membahu membantu penanganan bencana.
“Kehadiran dan kerja sama semua pihak sangat berarti untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan