Sugeng rawuh ing Bumi Pesantenan, papan informasi kang nyawisake kabar lan crita babagan Kabupaten Pati.

Kategori: Berita

  • Al Azhar Pati Festival 2026: Plt. Bupati Ajak Sekolah Cetak Generasi Juara Berakhlak Mulia

    Al Azhar Pati Festival 2026: Plt. Bupati Ajak Sekolah Cetak Generasi Juara Berakhlak Mulia

    PATI, 1 Februari 2026 – Semarak Al Azhar Pati Festival 2026 mendapat perhatian khusus dari Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra. Orang nomor satu di Pati tersebut hadir langsung di Sekolah Islam Al Azhar Pati sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan pendidikan berkualitas dan berkarakter.

    Festival tahunan ini berlangsung meriah dengan beragam rangkaian kegiatan kreatif, mulai dari Al Azhar Pati Cup, Al Azhar Pati Competition, Al Azhar Pati Fit, hingga Al Azhar Pati Bazar UMKM yang melibatkan siswa, guru, orang tua, dan masyarakat luas.

    Dalam sambutannya, Chandra mengaku sangat terkesan dengan konsep kegiatan yang dinilainya komprehensif dan inspiratif.

    “Rangkaian acaranya luar biasa. Tidak hanya lomba akademik, tapi juga olahraga, kebugaran, sampai bazar UMKM. Ini menunjukkan bahwa pendidikan di Al Azhar tidak hanya mencetak anak pintar, tetapi juga anak yang kreatif dan berkarakter,” ujarnya.

    Ia bahkan mengungkapkan bahwa kehadirannya di Al Azhar Pati Festival menjadi prioritas, meski sebelumnya sempat memiliki agenda lain di luar kota.

    “Sebenarnya tadi saya harus berangkat ke Jakarta, tapi setelah diingatkan Pak Kadisdik bahwa ada kegiatan penting di Al Azhar, saya putuskan untuk hadir lebih dulu. Kegiatan seperti ini sayang sekali kalau dilewatkan,” kata Chandra.

    Plt. Bupati juga menyampaikan rasa bangga terhadap keberadaan Sekolah Islam Al Azhar Pati. Menurutnya, fasilitas sekolah yang megah harus sejalan dengan kualitas pembelajaran yang unggul, terutama dalam pembentukan karakter siswa.

    “Begitu masuk ke lingkungan sekolah ini, saya merasa sangat bangga. Fasilitasnya luar biasa, dan yang terpenting adalah bagaimana di sini anak-anak dididik menjadi generasi yang berkarakter kuat dan berakhlak mulia,” ungkapnya.

    Chandra menegaskan bahwa pendidikan masa kini tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik. Yang lebih penting adalah membangun mental, kepribadian, serta nilai-nilai moral yang akan menjadi bekal anak-anak di masa depan.

    Ia berharap Sekolah Islam Al Azhar Pati dapat terus menjadi pelopor perubahan pendidikan di Kabupaten Pati, sekaligus menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam mencetak generasi unggul.

    “Sekolah ini saya harapkan menjadi ujung tombak kemajuan pendidikan di Pati. Tidak hanya melahirkan juara lomba, tetapi juga juara dalam karakter, akhlak, dan kepemimpinan,” tegasnya.

    Melalui berbagai kompetisi dan kegiatan yang digelar dalam festival ini, Chandra optimistis banyak potensi siswa yang akan muncul dan berkembang. Ia menilai ajang seperti ini sangat efektif sebagai wadah menggali bakat, menumbuhkan kepercayaan diri, serta melatih sportivitas.

    “Semoga dari Al Azhar Pati Festival ini lahir anak-anak hebat yang kelak bisa mengharumkan nama Kabupaten Pati di tingkat nasional bahkan internasional,” tambahnya.

    Menutup sambutannya, Plt. Bupati mendoakan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sukses dan lancar. Ia juga berpesan kepada para peserta untuk menjadikan festival ini sebagai ajang belajar dan berkompetisi secara sehat.

    “Bertandinglah dengan sportif, raih prestasi setinggi mungkin, dan jadikan kegiatan ini sebagai pengalaman berharga untuk masa depan kalian,” pungkas Chandra.

    Al Azhar Pati Festival 2026 pun diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan di Kabupaten Pati, sekaligus meneguhkan komitmen bersama untuk mencetak generasi juara yang cerdas, kreatif, dan berkarakter.

  • Di OBC 2026, Plt. Bupati Pati Dorong Anak-anak Bangun Karakter Kuat dan Mental Pengusaha Sejak Usia Dini

    Di OBC 2026, Plt. Bupati Pati Dorong Anak-anak Bangun Karakter Kuat dan Mental Pengusaha Sejak Usia Dini

    PATI, 1 Februari 2026 – Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menghadiri langsung gelaran Olimpiade Si Bintang Cemerlang (OBC) 2026 yang diselenggarakan oleh BIAS Yaumi Fatimah di Pendopo Kabupaten Pati, Sabtu pagi. Acara tahunan ini berlangsung meriah dengan kehadiran ratusan peserta didik, ustadz-ustadzah, serta para orang tua.

    Kehadiran orang nomor satu di Pati tersebut disambut antusias. Suasana pendopo terasa hangat dan penuh semangat, mencerminkan besarnya dukungan masyarakat terhadap kegiatan pendidikan yang kreatif dan inspiratif.

    Dalam sambutannya, Chandra menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan OBC 2026. Ia menilai kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembentukan karakter bagi generasi muda.

    “Saya sangat mengapresiasi kerja keras panitia, para pendidik, dan orang tua. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan karakter positif anak-anak sejak dini,” ungkapnya.

    Momen mengharukan juga disampaikan Chandra saat menyinggung kepedulian sosial yang ditunjukkan oleh lingkungan pendidikan BIAS Yaumi Fatimah.

    “Tadi ada ustazah yang berbisik kepada saya, ada adik kecil korban banjir yang belum sempat makan. Ini bukti bahwa pendidikan karakter di Yaumi benar-benar hidup dan nyata,” tuturnya.

    Menurutnya, apa yang dilakukan para ustadz dan ustadzah tidak hanya sebatas mengajar ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan empati, kepedulian, serta akhlak mulia kepada para siswa.

    “Ini luar biasa. Anak-anak tidak hanya dibentuk kecerdasannya, tetapi juga kepekaan sosialnya. Inilah pendidikan karakter yang sesungguhnya,” tegas Chandra.

    Selain karakter, Plt. Bupati juga menyoroti pentingnya menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini. Ia memuji program International Trade by Children (ITC) berupa pasar mini yang digelar oleh BIAS Yaumi Fatimah sebagai langkah konkret mengenalkan dunia usaha kepada anak-anak.

    “Kegiatan seperti ITC ini sangat bagus. Anak-anak belajar berdagang, belajar mandiri, kreatif, dan percaya diri. Jiwa wirausaha memang harus ditanamkan sejak kecil,” ujarnya.

    Chandra pun berbagi pengalaman pribadinya tentang pentingnya mental usaha sejak dini. Dengan gaya santai, ia menceritakan perjalanan hidupnya yang dimulai dari belajar berdagang saat kecil.

    “Dulu saya juga belajar dagang sejak kecil, jualan ikan. Dari pengalaman itulah mental usaha terbentuk. Alhamdulillah sekarang bisa menjadi Plt. Bupati,” kisahnya disambut senyum hadirin.

    Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter dan kewirausahaan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Kabupaten Pati. Generasi muda harus dibekali akhlak yang baik, kemandirian, serta semangat berinovasi agar siap menghadapi tantangan zaman.

    “Generasi penerus Pati harus memiliki karakter kuat, berakhlak mulia, dan punya mental pejuang,” lanjutnya.

    Di akhir sambutannya, Chandra berharap kegiatan OBC dapat terus berkembang dari tahun ke tahun, baik dari sisi kualitas maupun cakupan pesertanya. Ia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dan kekompakan dalam setiap perlombaan.

    Tak lupa, Plt. Bupati memberikan apresiasi khusus atas penampilan marching band BIAS Yaumi Fatimah yang dinilainya sangat memukau.

    “Semoga Yaumi Fatimah terus maju dan menjadi pelopor dalam mencetak generasi Pati yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” pungkasnya.

    Kegiatan OBC 2026 pun diharapkan menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lain untuk terus menghadirkan program-program kreatif yang mampu membentuk masa depan anak-anak Pati menjadi lebih gemilang.

  • CFD Pati Jadi Ajang Edukasi: Plt. Bupati Soroti Kebersihan Sekolah dan Apresiasi Semangat Pelajar

    CFD Pati Jadi Ajang Edukasi: Plt. Bupati Soroti Kebersihan Sekolah dan Apresiasi Semangat Pelajar

    PATI, 1 Februari 2026 – Suasana Car Free Day (CFD) di Kota Pati, Minggu pagi, berlangsung meriah dengan kehadiran Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra. Tidak sekadar menyapa warga, momentum CFD dimanfaatkan Chandra sebagai ruang dialog santai untuk menyampaikan perhatian seriusnya terhadap dunia pendidikan.

    Di tengah keramaian kegiatan, Chandra menyampaikan apresiasi kepada Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Tlogowungu beserta para siswa sekolah dasar yang turut ambil bagian memeriahkan acara. Menurutnya, keterlibatan pelajar dalam kegiatan publik seperti CFD merupakan wujud nyata kepedulian dan semangat positif generasi muda.

    “Anak-anak ini luar biasa. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya soal belajar di kelas, tetapi juga aktif di tengah masyarakat,” ungkap Chandra.

    Beberapa sekolah yang ikut berpartisipasi di antaranya SDN Regaloh, SD Negeri Tlogowungu 1, SD Negeri Taman Sari 2, SD Negeri Lahar 02, dan SD Negeri Wonorejo. Partisipasi mereka dinilai sebagai contoh baik sinergi antara sekolah dan lingkungan sosial.

    Namun di balik apresiasi tersebut, Chandra juga menyampaikan catatan penting dari hasil kunjungan kerjanya ke sejumlah SD dan SMP di Kabupaten Pati. Ia menyoroti kondisi sanitasi sekolah yang masih perlu mendapat perhatian serius.

    “Kebersihan kamar mandi di beberapa sekolah masih memprihatinkan. Bahkan di SMP 1 Margorejo ditemukan ular di area kamar mandi. Ini tentu tidak boleh dibiarkan dan harus segera dibenahi,” tegasnya.

    Menurutnya, fasilitas sanitasi yang bersih dan layak merupakan kebutuhan dasar bagi siswa. Lingkungan sekolah yang sehat tidak hanya berdampak pada kenyamanan belajar, tetapi juga berpengaruh besar terhadap pembentukan karakter dan pola hidup bersih.

    Chandra mengajak seluruh pihak, mulai dari sekolah, orang tua, hingga pemerintah daerah, untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan pendidikan. Ia menilai, pembiasaan hidup bersih harus dimulai dari lingkungan sekolah.

    Selain itu, ia juga memberikan apresiasi kepada sekolah-sekolah yang aktif melaksanakan kegiatan sosial, termasuk aksi kepedulian bencana. Hal tersebut dinilai penting dalam membangun karakter empati dan kepedulian pada diri siswa.

    Ke depan, Plt. Bupati menegaskan akan terus melakukan pemantauan langsung ke sekolah-sekolah bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Pati. Langkah ini dilakukan guna mendorong peningkatan mutu pendidikan, baik dari sisi fasilitas maupun pembinaan karakter peserta didik.

    “Kita ingin anak-anak Pati tumbuh dalam lingkungan sekolah yang bersih, aman, dan nyaman. Dari situlah kualitas pendidikan yang sesungguhnya bisa terwujud,” pungkas Chandra.

    Dengan perhatian serius terhadap kebersihan, kepedulian sosial, dan pembentukan karakter, Pemerintah Kabupaten Pati berharap dunia pendidikan dapat semakin maju dan mencetak generasi unggul di masa depan.

  • Gerakan Wakaf Uang GIWANG Diluncurkan, Plt. Bupati Pati Ajak Masyarakat Perkuat Solidaritas Sosial

    Gerakan Wakaf Uang GIWANG Diluncurkan, Plt. Bupati Pati Ajak Masyarakat Perkuat Solidaritas Sosial

    PATI, 30 Januari 2026 — Inovasi sosial untuk memperkuat kepedulian dan menekan angka kemiskinan resmi diluncurkan di Kabupaten Pati. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati memperkenalkan Gerakan Investasi Wakaf Uang (GIWANG), sebuah program yang mengajak masyarakat berwakaf mulai dari nominal kecil namun berdampak besar.

    Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra hadir langsung dalam acara penandatanganan kerja sama dan launching GIWANG yang digelar di Aula Lantai 2 Kantor Kemenag Pati. Acara tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintah, lembaga keagamaan, serta pemangku kepentingan terkait.

    Dalam sambutannya, Chandra menyampaikan apresiasi atas terobosan yang digagas Kemenag Pati. Ia bahkan menyebut Kabupaten Pati sebagai pelopor nasional dalam penerapan sistem wakaf uang.

    “Kementerian Agama Kabupaten Pati menjadi yang pertama di Indonesia menerapkan sistem wakaf uang. Ini motivasi luar biasa. Insyaallah ke depan kami di jajaran Pemkab Pati juga bisa menerapkan hal yang sama,” ujarnya.

    Chandra menilai, GIWANG menjadi langkah strategis untuk menumbuhkan kepedulian sosial masyarakat secara kolektif. Terlebih saat ini Kabupaten Pati masih dalam situasi tanggap darurat bencana banjir.

    “Kondisi Pati memang sedang berduka karena banjir sejak 9 Januari lalu dan belum sepenuhnya surut. Masa tanggap darurat kita perpanjang sampai 6 Februari. Mohon dukungan semua pihak untuk membantu warga terdampak,” ungkapnya.

    Menurutnya, program wakaf uang juga berhasil mematahkan anggapan lama bahwa wakaf hanya bisa dilakukan oleh orang mampu atau dalam bentuk aset besar.

    “Ternyata wakaf tidak harus tanah luas atau harta besar. Dengan uang Rp1.000 atau Rp2.000 saja sudah bisa berwakaf. Slogannya menarik, DRS BEJO: Dua Ribu Saja Sebelum Kerjo. Ini inisiasi yang sangat kreatif,” katanya.

    Ia menegaskan bahwa Pemkab Pati siap mendukung gerakan ini agar dapat menjangkau lebih luas, termasuk di lingkungan kantor pemerintahan dan sekolah-sekolah sebagai sarana edukasi kepedulian sosial bagi generasi muda.

    Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati Ahmad Syaikhu menjelaskan bahwa GIWANG lahir dari keprihatinan terhadap angka kemiskinan di Kabupaten Pati yang masih berada di kisaran 9,8 persen atau sekitar 105 ribu jiwa.

    “Pengentasan kemiskinan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama—masyarakat, lembaga keagamaan, dan sektor swasta,” tegasnya.

    Menurut Syaikhu, wakaf uang dipilih karena bersifat inklusif dan mudah dijangkau oleh semua kalangan.

    “Wakaf itu tidak perlu menunggu kaya. Dengan seribu atau dua ribu rupiah saja sudah bisa berwakaf. Ini adalah investasi akhirat yang pahalanya terus mengalir,” jelasnya.

    Ia juga memaparkan besarnya potensi wakaf uang di lingkungan Kemenag Pati. Dengan 921 pegawai, puluhan ribu siswa madrasah, guru, serta jaringan pondok pesantren, potensi dana wakaf diperkirakan dapat mencapai miliaran rupiah per tahun.

    Dana yang terkumpul nantinya akan dikelola secara profesional melalui kerja sama dengan Bank Muamalat dan Baitulmaal Muamalat, kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan berdasarkan data dari Dinas Sosial.

    Melalui GIWANG, diharapkan wakaf uang dapat menjadi kekuatan baru dalam membangun kepedulian, mempererat solidaritas, serta membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pati secara berkelanjutan.

  • BNI Salurkan CSR 50 Kincir Tambak, Plt. Bupati Pati Yakin Produksi Nila Salin Melonjak

    BNI Salurkan CSR 50 Kincir Tambak, Plt. Bupati Pati Yakin Produksi Nila Salin Melonjak

    PATI, 29 Januari 2026 — Dukungan terhadap sektor perikanan budidaya di Kabupaten Pati kembali diperkuat. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Bank BNI menyalurkan 50 unit kincir air tambak untuk mendukung pengembangan budidaya ikan nila salin.

    Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Ruang Joyokusumo, Setda Kabupaten Pati, dan dihadiri langsung oleh Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra. Bantuan ini dinilai strategis karena berdampak langsung pada peningkatan produktivitas tambak, terutama pascabanjir.

    Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan apresiasi kepada Bank BNI atas komitmennya mendukung sektor perikanan daerah.

    “Alhamdulillah, terima kasih kepada BNI. Bantuan CSR ini sangat bermanfaat dan secara langsung dapat meningkatkan produktivitas budidaya perikanan,” ungkapnya.

    Sebanyak 50 unit kincir air disalurkan ke sejumlah wilayah sentra tambak nila salin, di antaranya Jepat Lor, Dororejo, Kalikalong, Tunggulsari, Margomulyo, Tunjungrejo, Dukuhseti, Desa Kembang, dan Puncel.

    Menurut Chandra, penggunaan kincir air memberikan dampak signifikan terhadap hasil panen, baik pada sistem tambak tradisional maupun intensif.

    “Perbedaannya sangat terasa. Tambak yang menggunakan kincir air bisa meningkatkan produksi nila salin secara signifikan, bahkan lebih dari 50 persen,” jelasnya.

    Selain meningkatkan produktivitas, bantuan ini juga diharapkan menjadi stimulus pemulihan tambak yang terdampak banjir pada Januari hingga Februari lalu.

    Untuk memastikan keberlanjutan program, Chandra menekankan pentingnya dukungan infrastruktur kelistrikan. Ia meminta pendataan wilayah tambak yang belum teraliri listrik agar dapat difasilitasi bersama PLN.

    “Tolong didata daerah-daerah tambak yang listriknya belum masuk, supaya budidaya nila salin benar-benar bisa berkembang dan menopang perekonomian Kabupaten Pati,” tegasnya.

    Chandra juga mengungkapkan bahwa pengembangan nila salin telah terintegrasi dengan program MBG. Ia menginstruksikan agar ikan nila salin dimanfaatkan sebagai salah satu menu.

    “Sudah saya instruksikan pemilik MBG untuk memanfaatkan ikan nila salin. Beberapa sudah masuk, bahkan diolah dengan metode presto,” ungkapnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati Hadi Santoso melaporkan bahwa nilai bantuan CSR Bank BNI mencapai Rp348 juta untuk pengadaan 50 unit kincir air, yang diterima oleh 25 pembudidaya ikan nila salin.

    “Penerima bantuan adalah pembudidaya yang memiliki akses listrik dan merupakan nasabah BNI,” jelasnya.

    Ia menambahkan, produksi perikanan budidaya Kabupaten Pati pada tahun 2025 mencapai 48.205 ton, dan ditargetkan meningkat menjadi 70.000 ton pada tahun 2026.

    Di sisi lain, Pimpinan BNI Cabang Pati I Gede Suharsa berharap bantuan CSR tersebut dapat meningkatkan semangat dan produktivitas para petambak, khususnya yang terdampak banjir.

    “Semoga bantuan ini memberikan manfaat dan menambah semangat Bapak dan Ibu semua untuk terus berkarya demi kemajuan Kabupaten Pati,” ujarnya.

  • Launching Galeri Dekranasda Jepara, Dwi Chandra: Produk Lokal Harus Berani Bersaing di Pasar Lebih Luas

    Launching Galeri Dekranasda Jepara, Dwi Chandra: Produk Lokal Harus Berani Bersaing di Pasar Lebih Luas

    JEPARA, 29 Januari 2026 — Upaya mendorong produk kerajinan lokal agar semakin berdaya saing terus diperkuat. Hal ini ditandai dengan peresmian Galeri Dekranasda Kabupaten Jepara yang menjadi wadah promosi sekaligus pengembangan produk unggulan daerah.

    Plt. Ketua Dekranasda Kabupaten Pati, Dwi Risma Ardhi Chandra, turut hadir dalam acara launching yang digelar di Galeri Dekranasda Jepara tersebut. Kehadirannya menjadi simbol dukungan dan sinergi antardaerah dalam memajukan sektor ekonomi kreatif, khususnya bagi perajin dan pelaku UMKM.

    Galeri Dekranasda Jepara diharapkan tidak hanya menjadi etalase produk kerajinan, tetapi juga ruang inovasi bagi pelaku usaha untuk terus beradaptasi dengan tren dan kebutuhan pasar yang terus berkembang.

    Dalam kesempatan tersebut, Dwi Chandra menyampaikan apresiasinya atas hadirnya Galeri Dekranasda Kabupaten Jepara sebagai langkah strategis dalam memajukan produk lokal.

    “Pada hari ini, 29 Januari 2026, saya menghadiri launching Galeri Dekranasda Kabupaten Jepara. Semoga dengan adanya galeri ini, produk-produk Jepara bisa terus maju dan mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.

    Ia menilai, penguatan peran Dekranasda menjadi kunci penting dalam mendukung keberlanjutan usaha perajin dan UMKM, mulai dari peningkatan kualitas produk, pengemasan, hingga pemasaran.

    Lebih lanjut, Dwi Chandra berharap keberhasilan yang diraih Dekranasda Jepara dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain, termasuk Kabupaten Pati.

    “Semoga Dekranasda Kabupaten Pati ke depan juga semakin sukses, lancar, dan mampu mendorong UMKM lokal untuk naik kelas,” tambahnya.

    Dwi optimistis, dengan kolaborasi yang kuat, inovasi berkelanjutan, serta dukungan dari berbagai pihak, produk kerajinan daerah tidak hanya menjadi penggerak ekonomi, tetapi juga identitas budaya yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global.

  • Dorong UMKM Bangkit, Plt. Bupati Pati dan Baznas Kucurkan Modal Usaha Rp120 Juta

    Dorong UMKM Bangkit, Plt. Bupati Pati dan Baznas Kucurkan Modal Usaha Rp120 Juta

    PATI, 29 Januari 2026 — Komitmen memperkuat ekonomi kerakyatan kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Pati. Bersama Baznas, Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyalurkan bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM binaan di Hotel Safin Pati, Kamis (29/1).

    Sebanyak 40 pelaku UMKM dari Kabupaten Pati dan Kabupaten Rembang menerima bantuan stimulan dengan total nilai Rp120 juta. Program ini menjadi bukti nyata sinergi antara Baznas dan pemerintah daerah dalam mendorong UMKM agar naik kelas dan berdaya saing.

    Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan apresiasi kepada Baznas RI dan Baznas Provinsi Jawa Tengah yang konsisten mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM.

    “Ini adalah gerakan UMKM yang nyata dari Baznas untuk mendukung perekonomian masyarakat Kabupaten Pati,” ujar Chandra.

    Ia berharap ke depan jumlah penerima bantuan dapat terus ditingkatkan, mengingat potensi UMKM di Kabupaten Pati yang sangat besar dan masih membutuhkan dukungan permodalan.

    “Ke depan, kalau bisa jumlah penerimanya ditambah. UMKM di Pati ini masih banyak sekali yang membutuhkan bantuan,” imbuhnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Chandra juga menyinggung kondisi Kabupaten Pati yang saat ini masih menghadapi bencana banjir. Ia berharap Baznas RI dapat terus memberikan pendampingan dan bantuan bagi masyarakat terdampak.

    “Kondisi bencana di Pati masih berlangsung. Kami mohon bimbingan dan bantuan dari Baznas RI untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir,” katanya.

    Kepada para penerima manfaat, Chandra berpesan agar bantuan modal usaha sebesar Rp3 juta per UMKM dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran.

    “Gunakan bantuan ini sebaik mungkin untuk mengembangkan usaha agar ekonomi keluarga bisa meningkat,” pesannya.

    Lebih lanjut, ia juga mendorong agar UMKM yang nantinya berkembang dapat menumbuhkan semangat berbagi.

    “Kalau usahanya sudah maju, ke depan bisa ikut berzakat untuk membantu UMKM lainnya. Dari Baznas juga ada pendampingan bagi para penerima bantuan,” tambahnya.

    Sementara itu, Ketua Baznas RI Noor Achmad menjelaskan bahwa program bantuan modal usaha ini merupakan inisiatif Baznas Provinsi Jawa Tengah yang telah berjalan hampir empat tahun.

    “Jawa Tengah patut diapresiasi. Hampir 20 ribu UMKM sudah menerima bantuan modal masing-masing tiga juta rupiah, dan semuanya didampingi oleh penyuluh KUA,” ungkap Noor Achmad.

    Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat dikelola secara amanah, berkelanjutan, dan benar-benar mampu mendorong kemandirian ekonomi para pelaku UMKM.

  • Tinjau Lokasi Banjir, Plt. Bupati Pati Tegaskan Respons Cepat dan Penanganan Bencana Berbasis Data

    Tinjau Lokasi Banjir, Plt. Bupati Pati Tegaskan Respons Cepat dan Penanganan Bencana Berbasis Data

    PATI, 28 Januari 2026 — Pemerintah Kabupaten Pati terus mempercepat penanganan dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah. Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra turun langsung menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Jakenan dan Kecamatan Juwana, Rabu (28/1).

    Penyaluran bantuan dilakukan di beberapa titik, yakni Balai Desa Tondomulyo Kecamatan Jakenan, Kantor Kecamatan Juwana bersama PT Pertamina, serta Desa Bumirejo Kecamatan Juwana. Langkah ini menjadi bagian dari respons cepat Pemkab Pati dalam memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi.

    Dalam keterangannya di lapangan, Chandra menyoroti persoalan klasik yang kerap memperparah banjir, yakni tumpukan sampah dan eceng gondok yang menyumbat aliran sungai, terutama di bawah jembatan.

    “Masalah sampah dan eceng gondok ini harus ditangani serius. Kalau aliran air tersumbat, saat hujan deras banjir akan semakin parah,” tegasnya.

    Untuk mempercepat penanganan bencana secara terukur, Pemkab Pati telah mengumpulkan para camat serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait guna menyederhanakan mekanisme pengadaan dan distribusi logistik di tingkat kecamatan dan desa.

    “Sekarang logistik bisa langsung ditransfer ke kecamatan. Kecamatan belajar mengelola dan mempertanggungjawabkannya lewat bukti riil di lapangan, sehingga pelayanan dapur umum bisa berjalan tepat waktu,” jelas Chandra.

    Tak hanya penanganan darurat, Pemkab Pati juga menyiapkan langkah jangka panjang. Salah satunya rencana pembangunan sodetan Sungai Silugonggo sepanjang kurang lebih 11 kilometer dengan lebar 9 hingga 10 meter. Rencana tersebut telah dipresentasikan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Kementerian PUPR.

    Selain itu, normalisasi sungai mulai dilakukan tahun ini dengan menyiapkan alat berat yang dibutuhkan, serta upaya penghijauan di kawasan Pegunungan Kendeng sebagai bagian dari mitigasi bencana.

    “Koordinasi dengan kepala desa sudah kami lakukan. Bibit tanaman seperti kopi dan alpukat juga sudah kami salurkan sesuai kebutuhan desa,” tambahnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Chandra juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Pati menerima bantuan beras sebanyak 308 ton dari Badan Pangan Nasional untuk sekitar 60.000 jiwa terdampak. Data penerima akan disusun berbasis NIK dan Kartu Keluarga agar penyaluran bantuan tepat sasaran.

    Ia pun membuka ruang partisipasi publik dengan mengajak masyarakat dan media untuk melaporkan apabila masih terdapat warga terdampak yang belum menerima bantuan agar segera ditindaklanjuti melalui BPBD atau Dinas Sosial.

    Sementara itu, Vice President CSR dan SMEPP Management PT Pertamina (Persero) Rudi Ariffianto menyampaikan bahwa Pertamina turut menyalurkan bantuan logistik, BBM, LPG, dan Bright Gas guna mendukung operasional dapur umum serta alat berat dalam kegiatan normalisasi sungai di wilayah Juwana.

    “Ini merupakan komitmen Pertamina untuk selalu hadir dalam setiap situasi kebencanaan dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah hingga masa pemulihan,” ujarnya.

  • Baznas Turun Langsung ke Pati, Komitmen Perkuat Bantuan bagi Warga Terdampak Banjir

    Baznas Turun Langsung ke Pati, Komitmen Perkuat Bantuan bagi Warga Terdampak Banjir

    PATI, 28 Januari 2026 — Kepedulian terhadap warga terdampak banjir di Kabupaten Pati kembali ditunjukkan melalui kunjungan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pusat bersama Baznas Provinsi Jawa Tengah. Rombongan diterima langsung oleh Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra di Ruang Pringgitan, Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (28/1).

    Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian langsung Baznas terhadap kondisi pascabanjir di Pati, sekaligus memperkuat sinergi antara Baznas Pusat, Baznas Provinsi, dan Baznas Kabupaten Pati dalam penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.

    Ketua Baznas Republik Indonesia, Noor Achmad, mengatakan bahwa kehadiran Baznas di Pati bertujuan untuk melihat secara langsung dampak banjir sekaligus memastikan bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran.

    “Insya Allah, Baznas Republik Indonesia akan ikut memperhatikan dan membantu para korban banjir di Kabupaten Pati, bersama Baznas Pati dan Baznas Provinsi Jawa Tengah,” ujar Noor Achmad.

    Ia menjelaskan, sejumlah program bantuan akan difokuskan untuk membantu pemulihan kondisi warga terdampak, di antaranya bantuan rumah tidak layak huni, dukungan operasional dapur umum, hingga rencana penyaluran paket Ramadan Bahagia bagi masyarakat yang membutuhkan.

    Dalam kesempatan tersebut, Noor Achmad juga menyampaikan apresiasinya terhadap kepemimpinan Plt. Bupati Pati yang dinilai responsif dan bekerja keras dalam menangani dampak bencana di wilayahnya.

    Sementara itu, Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan Baznas Pusat serta Baznas Provinsi Jawa Tengah. Menurutnya, kunjungan tersebut memberikan penguatan nyata terhadap berbagai bantuan yang akan diterima Kabupaten Pati.

    “Hari ini Baznas hadir langsung ke Pati untuk memberikan penguatan dan kepastian terkait bantuan-bantuan yang akan kami terima dari Baznas Pusat guna meringankan beban masyarakat terdampak banjir,” pungkas Chandra.

    Melalui sinergi ini, Pemerintah Kabupaten Pati berharap penanganan dampak banjir dapat berjalan lebih optimal, sekaligus mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat yang terdampak bencana.

  • Santunan BPJS Diserahkan di Pendopo Pati, Plt. Bupati Tegaskan Pentingnya Jaminan Sosial bagi Pekerja

    Santunan BPJS Diserahkan di Pendopo Pati, Plt. Bupati Tegaskan Pentingnya Jaminan Sosial bagi Pekerja

    PATI, 28 Januari 2026 — Pemerintah Kabupaten Pati kembali menegaskan komitmennya dalam melindungi hak dan keselamatan tenaga kerja. Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra secara simbolis menyerahkan santunan klaim BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris penerima manfaat di Ruang Pringgitan, Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (28/1).

    Penyerahan santunan ini menjadi pengingat bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan memiliki peran penting dalam memberikan rasa aman bagi pekerja dan keluarganya, terutama saat menghadapi risiko kerja maupun musibah yang tidak diharapkan.

    Dalam sambutannya, Chandra menekankan pentingnya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh tenaga kerja, baik yang bekerja di perusahaan besar, menengah, hingga sektor UMKM.

    “Perusahaan-perusahaan kami imbau untuk mendaftarkan seluruh tenaga kerjanya di BPJS Ketenagakerjaan. Ketika terjadi musibah atau risiko kerja, BPJS hadir membantu dan meringankan beban pekerja maupun keluarganya,” ujar Chandra.

    Ia menilai, BPJS Ketenagakerjaan merupakan jaring pengaman sosial yang tidak hanya melindungi pekerja, tetapi juga menjamin keberlangsungan hidup keluarga yang ditinggalkan.

    Lebih lanjut, Plt. Bupati Pati juga mengajak para pelaku usaha dan masyarakat pekerja untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindungan jaminan sosial sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

    “Pemerintah Kabupaten Pati berharap seluruh perusahaan, baik UMKM maupun perusahaan menengah ke atas, memiliki kesadaran yang sama untuk mendaftarkan pekerjanya ke BPJS Ketenagakerjaan,” tambahnya.

    Melalui penyerahan santunan simbolis ini, Pemerintah Kabupaten Pati berharap perlindungan tenaga kerja semakin merata dan kesadaran kolektif terhadap jaminan sosial terus meningkat, sehingga kesejahteraan pekerja dan keluarganya dapat terjamin secara berkelanjutan.