Sugeng rawuh ing Bumi Pesantenan, papan informasi kang nyawisake kabar lan crita babagan Kabupaten Pati.

Kategori: Berita

  • Penuh Haru di Pendopo Pati, Seribu Anak Yatim Terima Santunan dan Harapan Baru

    Penuh Haru di Pendopo Pati, Seribu Anak Yatim Terima Santunan dan Harapan Baru

    PATI, 26 Februari 2026 — Suasana hangat dan penuh haru menyelimuti Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (26/2). Tawa dan senyum anak-anak yatim yang hadir menjadi gambaran nyata bahwa kepedulian masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.

    Sebanyak 1.000 anak yatim di Kabupaten Pati menerima santunan berupa bantuan uang tunai dalam program sosial yang digelar PT Sukun. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan yang pada tahun 2026 telah memasuki pelaksanaan ke-9.

    Santunan tersebut bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga menjadi simbol perhatian dan dukungan moral bagi anak-anak yatim agar tetap optimis menatap masa depan.

    Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap peran dunia usaha dalam membantu pemerintah menjawab persoalan sosial masyarakat.

    “Kegiatan ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Santunan ini bukan hanya soal bantuan finansial, tetapi juga tentang memberikan semangat, perhatian, dan harapan bagi anak-anak kita,” ujar Chandra.

    Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap anak yatim dan kelompok rentan merupakan bagian penting dalam membangun masyarakat yang kuat secara sosial dan emosional.

    Menurutnya, perhatian seperti ini mampu membantu mengurangi beban psikologis dan menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak untuk terus belajar, berkembang, dan meraih cita-cita.

    Sementara itu, Corporate Secretary PT Sukun, Deka Hendratmanto, menyampaikan bahwa keberadaan perusahaan harus memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar, tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis semata.

    “Keberlanjutan perusahaan harus berjalan seiring dengan kebermanfaatan bagi masyarakat. Melalui program ini, kami ingin terus hadir dan memberikan kontribusi sosial yang berkelanjutan,” ungkapnya.

    Program santunan ini juga menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih peduli dan berkeadilan.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak yatim di Kabupaten Pati tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga merasakan dukungan moral dan semangat baru untuk melangkah maju meraih masa depan yang lebih baik.

  • Jelang Lebaran, Pengamanan Maritim Juwana Diperketat: Pemkab Pati Turunkan Tim Terpadu

    Jelang Lebaran, Pengamanan Maritim Juwana Diperketat: Pemkab Pati Turunkan Tim Terpadu

    PATI, 23 Februari 2026 — Aktivitas maritim di kawasan Juwana kini berada dalam pengawasan lebih ketat. Pemerintah Kabupaten Pati resmi memperkuat pengamanan dan penataan kapal melalui Apel Bersama Tim Terpadu Maritim Juwana yang digelar di Lapangan UPP Kelas III Juwana, Senin (23/2).

    Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi meningkatnya lalu lintas kapal menjelang puncak arus kedatangan Idul Fitri 2026, sekaligus untuk meminimalkan risiko kecelakaan laut dan memastikan aktivitas pelabuhan berjalan tertib dan aman.

    Apel tersebut dipimpin langsung Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, yang menegaskan bahwa kawasan maritim Juwana memiliki peran vital bagi perekonomian masyarakat pesisir.

    “Kawasan maritim Juwana adalah urat nadi ekonomi masyarakat pesisir. Mulai dari tambat-labuh kapal, bongkar muat, hingga pelelangan ikan, semuanya harus terjaga agar tetap aman, tertib, dan produktif,” tegas Chandra.

    Pembentukan Tim Terpadu Maritim Juwana sendiri telah ditetapkan melalui Keputusan Bupati Pati Tahun 2026. Tim ini bertugas menjaga ketertiban aktivitas pelabuhan perikanan, tempat pelelangan ikan, serta mengamankan alur Sungai Silugonggo yang menjadi jalur utama transportasi kapal nelayan.

    Di lapangan, sejumlah tantangan masih menjadi perhatian, mulai dari penataan kapal yang belum sepenuhnya tertib, potensi kebakaran kapal, hingga aspek keselamatan pelayaran. Karena itu, tim akan meningkatkan patroli rutin, menata ulang pola tambat-labuh, serta memeriksa kelengkapan alat keselamatan kapal.

    Chandra menekankan pentingnya kerja sama lintas instansi agar pengamanan berjalan efektif tanpa hambatan koordinasi.

    “Kunci keberhasilan tim ini adalah sinergi dan komunikasi yang solid. Semua pihak harus bergerak bersama, tanpa ego sektoral, demi keamanan dan kelancaran aktivitas maritim,” ujarnya.

    Meski pengawasan diperketat, pendekatan humanis tetap menjadi prinsip utama. Pemerintah juga mengajak pemilik kapal dan paguyuban nelayan untuk berperan aktif menjaga ketertiban dan keselamatan bersama.

    “Tertib tambat-labuh, melengkapi alat keselamatan, dan mematuhi aturan pelabuhan adalah tanggung jawab bersama. Ini demi keselamatan dan keberlanjutan ekonomi kita,” tambahnya.

    Usai apel, Plt Bupati bersama Tim Terpadu langsung meninjau sejumlah titik strategis, mulai dari kawasan TPI II, TPI I Juwana, hingga Pangkalan TNI AL Juwana, guna memastikan kesiapan pengamanan berjalan optimal.

    Dengan penguatan pengamanan ini, Pemerintah Kabupaten Pati berharap aktivitas maritim di Juwana tetap aman, tertib, dan mampu mendukung roda perekonomian pesisir, terutama menjelang momentum Lebaran yang identik dengan lonjakan aktivitas pelabuhan.

  • Krisis Anak Ayam Terjawab: Pati Amankan Pasokan 1.000 Box DOC per Minggu untuk Peternak Mandiri

    Krisis Anak Ayam Terjawab: Pati Amankan Pasokan 1.000 Box DOC per Minggu untuk Peternak Mandiri

    PATI, 22 Februari 2026 — Upaya Pemerintah Kabupaten Pati mengatasi kelangkaan anak ayam pedaging (DOC FS Broiler) akhirnya membuahkan hasil. Melalui rapat koordinasi strategis yang mempertemukan pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha perunggasan, disepakati distribusi rutin sebanyak 1.000 box DOC per minggu khusus untuk peternak mandiri di wilayah Pantura, termasuk Kabupaten Pati.

    Rapat yang digelar di Ruang Pringgitan Pendopo Kabupaten Pati tersebut dipimpin langsung Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, serta dihadiri Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, perwakilan Gabungan Pengusaha Pembibitan Unggas (GPPU), Dinas terkait, hingga komunitas peternak mandiri.

    Kesepakatan ini menjadi angin segar bagi peternak yang selama hampir dua tahun terakhir menghadapi tekanan berat akibat kelangkaan DOC dan lonjakan harga. Dari sebelumnya sekitar Rp5.000 per ekor, harga DOC melonjak hingga Rp8.000 bahkan Rp10.000, sehingga membebani biaya produksi secara signifikan.

    Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengungkapkan bahwa kebutuhan DOC di Kabupaten Pati mencapai sekitar 33 juta ekor setiap tahun dengan siklus pemeliharaan lima hingga tujuh kali. Kondisi kelangkaan pasokan membuat sebagian peternak terpaksa menunda produksi, yang berpotensi memengaruhi pasokan ayam dan stabilitas pangan masyarakat.

    “Ini bagian dari upaya kita menjaga ketahanan pangan daerah. Dengan adanya kepastian distribusi 1.000 box DOC per minggu, kami berharap produksi peternak kembali berjalan normal dan harga ayam tetap stabil,” tegas Chandra.

    Sementara itu, Direktur Jenderal PKH Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menegaskan bahwa kesepakatan distribusi tersebut merupakan hasil koordinasi antara peternak mandiri yang tergabung dalam Persaudaraan Peternak Mandiri Pati (PPMP) dengan perusahaan pembibitan unggas yang tergabung dalam GPPU.

    “Distribusi ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan riil peternak mandiri dan menjaga kesinambungan produksi unggas di daerah,” ujarnya.

    Kelangkaan DOC sendiri dipengaruhi oleh pengaturan populasi indukan ayam pembibit secara nasional serta dominasi distribusi oleh perusahaan integrator. Kondisi ini membuat peternak mandiri membutuhkan dukungan dan kepastian akses pasokan agar tetap bisa bersaing.

    Selain memastikan distribusi berjalan sesuai komitmen, Pemkab Pati juga menyiapkan langkah lanjutan, mulai dari pendataan kebutuhan peternak per siklus, skema pembelian kolektif, hingga rencana pengembangan unit penetasan lokal (hatchery) dan penguatan koperasi peternak sebagai penyerap hasil produksi.

    Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya mengatasi krisis pasokan saat ini, tetapi juga memperkuat kemandirian sektor peternakan unggas di Kabupaten Pati dalam jangka panjang.

    Dengan sinergi erat antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha, optimisme pun tumbuh bahwa sektor perunggasan Pati akan kembali stabil dan mampu menopang kebutuhan protein hewani masyarakat secara berkelanjutan.

  • Jelang Ramadan, Pemkab Pati Tegaskan Penutupan Tempat Hiburan Malam dan Perkuat Pengawasan

    Jelang Ramadan, Pemkab Pati Tegaskan Penutupan Tempat Hiburan Malam dan Perkuat Pengawasan

    PATI, 19 Februari 2026 — Menjelang bulan suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten Pati memperkuat langkah menjaga ketenteraman dan ketertiban umum melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Trantibum yang digelar di Ruang Pragolo Setda Kabupaten Pati. Salah satu fokus utama dalam rakor tersebut adalah penegakan aturan penutupan tempat hiburan malam demi menjaga suasana kondusif selama Ramadan.

    Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa kebijakan penutupan tempat hiburan malam mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2013. Aturan tersebut mewajibkan seluruh tempat hiburan malam menghentikan operasional mulai tujuh hari sebelum Ramadan hingga tujuh hari setelah Ramadan berakhir.

    “Perda Nomor 8 Tahun 2013 secara jelas mengatur penutupan tempat hiburan malam selama Ramadan. Kesepakatannya, seluruh tempat hiburan malam harus tutup mulai H-7 hingga H+7 Ramadan,” tegas Chandra.

    Untuk memastikan aturan tersebut berjalan efektif, Pemerintah Kabupaten Pati telah berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan Satpol PP guna melakukan pengawasan intensif di berbagai lokasi, termasuk kawasan yang selama ini menjadi pusat aktivitas hiburan malam.

    Menurutnya, penertiban akan dilakukan secara tegas namun tetap mengedepankan pendekatan yang terukur dan sesuai prosedur. Pemerintah juga membuka ruang koordinasi terkait langkah lanjutan, termasuk upaya pembinaan dan rehabilitasi apabila diperlukan.

    “Kami sudah berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan Satpol PP untuk melakukan pengawasan dan sidak di sejumlah titik. Penegakan aturan akan dilakukan secara tegas untuk menjaga ketertiban selama Ramadan,” ujarnya.

    Selain penertiban, rakor juga membahas berbagai aktivitas masyarakat selama Ramadan. Chandra menyampaikan bahwa tradisi seperti tongtek masih diperbolehkan selama tidak mengganggu ketertiban umum, khususnya dari segi kebisingan.

    Tradisi takbir keliling juga diperbolehkan, dengan catatan dilaksanakan secara tertib dan dalam wilayah masing-masing. Sementara itu, Pasar Ramadan diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi ruang ekonomi dan budaya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

    “Budaya seperti tongtek dan takbir keliling tetap bisa dilaksanakan selama tertib dan tidak mengganggu. Kami juga berharap Pasar Ramadan ke depan bisa dikemas lebih baik dan semakin meriah,” tambahnya.

    Melalui rakor ini, Pemerintah Kabupaten Pati menegaskan komitmennya untuk menciptakan suasana Ramadan yang aman, tertib, dan penuh kekhusyukan, sekaligus tetap menjaga keseimbangan antara penegakan aturan dan pelestarian tradisi masyarakat.

  • Usai Insiden MBG, Plt. Bupati Pati Perketat Pengawasan Keamanan Pangan Program SPPG

    Usai Insiden MBG, Plt. Bupati Pati Perketat Pengawasan Keamanan Pangan Program SPPG

    PATI, 19 Februari 2026 — Pemerintah Kabupaten Pati memperkuat pengawasan terhadap program pemenuhan gizi melalui pembinaan intensif bagi para ahli gizi dan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kegiatan yang digelar di Ruang Penjawi, Setda Kabupaten Pati ini dihadiri langsung oleh Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, sebagai bentuk komitmen menjaga kualitas dan keamanan pangan bagi masyarakat.

    Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus memastikan seluruh proses, mulai dari perencanaan menu hingga distribusi, berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

    Dalam arahannya, Chandra menegaskan bahwa aspek keamanan pangan harus menjadi prioritas utama, terutama setelah adanya insiden dugaan keracunan yang sempat dialami puluhan siswa di salah satu sekolah beberapa waktu lalu.

    “Peristiwa tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama. Kita harus memastikan seluruh proses, mulai dari pengolahan hingga distribusi makanan, benar-benar memenuhi standar keamanan dan kualitas,” ujarnya.

    Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan ekstra selama bulan Ramadan, ketika SPPG menyalurkan makanan kering kepada para penerima manfaat. Menurutnya, ketelitian dalam memeriksa masa kedaluwarsa dan kondisi penyimpanan menjadi faktor krusial untuk menjaga keamanan konsumsi.

    “Kami mengimbau seluruh pengelola dan mitra untuk lebih cermat, terutama dalam memastikan masa berlaku produk serta menjaga kualitas penyimpanan sebelum didistribusikan,” tegasnya.

    Chandra menambahkan bahwa keberhasilan program SPPG sangat bergantung pada kedisiplinan dan komitmen semua pihak dalam menjalankan standar operasional. Ia tidak ingin program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat justru terganggu oleh kelalaian teknis.

    “Program ini sangat penting bagi masyarakat, sehingga pelaksanaannya harus dijaga dengan sungguh-sungguh. Kualitas dan keamanan makanan tidak boleh dikompromikan,” tambahnya.

    Selain sebagai forum evaluasi, kegiatan ini juga menjadi ajang peningkatan kapasitas bagi para ahli gizi dan mitra SPPG. Para peserta mendapatkan penguatan materi terkait perencanaan menu, pengolahan makanan, pengemasan, distribusi, hingga monitoring konsumsi secara berkala.

    Diskusi interaktif yang berlangsung menunjukkan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas layanan pemenuhan gizi di Kabupaten Pati. Pemerintah daerah berharap, melalui pengawasan yang lebih ketat dan koordinasi yang kuat, program SPPG dapat berjalan lebih optimal, aman, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

  • Kirab Ganti Luwur Simbah Kyai Pati Wasis Joyokusumo, Plt. Bupati Tegaskan Pentingnya Merawat Jejak Sejarah

    Kirab Ganti Luwur Simbah Kyai Pati Wasis Joyokusumo, Plt. Bupati Tegaskan Pentingnya Merawat Jejak Sejarah

    SEMARANG, 14 Februari 2026 — Nuansa khidmat dan sarat makna menyelimuti peringatan Haul Simbah Kyai Pati Wasis Joyokusumo yang ditandai dengan Kirab Budaya Ganti Luwur di kawasan makam tokoh bersejarah tersebut. Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, hadir langsung untuk mengikuti rangkaian kegiatan sekaligus memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh penting dalam sejarah Kabupaten Pati.

    Setibanya di lokasi, Chandra terlebih dahulu melaksanakan ziarah di makam Simbah Kyai Pati Wasis Joyokusumo. Setelah itu, ia bergabung dalam kirab budaya yang berlangsung meriah, dengan iring-iringan peserta menggunakan kereta dari Lapangan Morokono menuju area makam sebagai titik akhir prosesi.

    Menurut Chandra, haul dan kirab budaya ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mengingat kembali akar sejarah dan peradaban Kabupaten Pati.

    “Simbah Kyai Pati Wasis Joyokusumo adalah bagian penting dari perjalanan sejarah Kabupaten Pati. Beliau merupakan putra Kyai Ageng Penjawi dan menjadi sosok yang memiliki peran besar dalam peradaban daerah. Momentum haul ini menjadi pengingat agar masyarakat tidak melupakan sejarahnya,” ujarnya.

    Ia menegaskan bahwa pelestarian situs bersejarah, termasuk makam tokoh-tokoh penting, merupakan tanggung jawab bersama sebagai bagian dari menjaga identitas dan warisan budaya daerah.

    Pemerintah Kabupaten Pati, lanjutnya, berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mendukung pelestarian kawasan makam, termasuk peningkatan akses dan fasilitas penunjang.

    “Kami akan terus berkomunikasi dengan pihak terkait, termasuk pemerintah daerah setempat, agar keberadaan makam ini dapat terjaga dengan baik dan semakin mudah diakses oleh masyarakat,” jelasnya.

    Chandra juga menekankan bahwa sejarah merupakan fondasi penting dalam membangun peradaban yang kuat. Menurutnya, kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam menjaga dan menghargai warisan sejarah.

    “Sejarah adalah bagian penting dari identitas kita. Melalui pelestarian situs-situs bersejarah seperti ini, kita menjaga nilai-nilai budaya dan memperkuat jati diri masyarakat,” tegasnya.

    Kirab Ganti Luwur ini menjadi simbol penghormatan sekaligus pengingat akan pentingnya merawat warisan leluhur. Kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai sejarah dan budaya tetap hidup dan menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan Kabupaten Pati hingga saat ini.

  • Semarak Harlah ke-61, Plt. Bupati Pati Lepas Jalan Sehat dan Apresiasi Kiprah MTs Tarbiyatul Banin

    Semarak Harlah ke-61, Plt. Bupati Pati Lepas Jalan Sehat dan Apresiasi Kiprah MTs Tarbiyatul Banin

    PATI, 14 Februari 2026 — Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-61 MTs Tarbiyatul Banin. Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, hadir langsung dan melepas ratusan peserta jalan sehat yang terdiri dari siswa, guru, dan masyarakat sekitar madrasah.

    Kegiatan jalan sehat ini menjadi salah satu rangkaian utama dalam peringatan Harlah, sekaligus momentum untuk mempererat kebersamaan dan menumbuhkan budaya hidup sehat di lingkungan pendidikan.

    Kepala MTs Tarbiyatul Banin, Yusuf Hasyim, menyampaikan bahwa peringatan Harlah ke-61 bukan hanya ajang seremonial, tetapi juga refleksi atas perjalanan panjang madrasah dalam membangun lingkungan pendidikan yang berkualitas dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

    “Kami berharap melalui momentum Harlah ini, MTs Tarbiyatul Banin dapat terus menjadi tempat belajar yang sehat, nyaman, dan mampu mencetak generasi yang unggul,” ujarnya.

    Ia juga menambahkan bahwa madrasah terus berinovasi, salah satunya melalui pengembangan kelas multimedia digital, sebagai langkah untuk membekali siswa dengan keterampilan yang relevan di era teknologi.

    Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi dan kontribusi MTs Tarbiyatul Banin yang telah berdiri selama lebih dari enam dekade. Menurutnya, keberlangsungan madrasah hingga saat ini menjadi bukti kuatnya komitmen dalam mencetak generasi penerus bangsa.

    “Bertahan dan terus berkembang selama 61 tahun bukanlah hal yang mudah. Ini menunjukkan dedikasi luar biasa dalam membangun pendidikan dan membentuk generasi masa depan,” ungkapnya.

    Ia juga menyampaikan harapan agar MTs Tarbiyatul Banin terus berkembang, berinovasi, dan menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Pati.

    Puncak acara ditandai dengan pengibaran bendera start oleh Plt. Bupati, yang disambut antusias oleh para peserta jalan sehat. Dengan penuh semangat, mereka menyusuri rute yang telah disiapkan, menciptakan suasana meriah dan penuh kebersamaan.

    Momentum Harlah ke-61 ini menjadi simbol perjalanan panjang MTs Tarbiyatul Banin dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan zaman dengan semangat dan karakter yang kuat.

  • Lewat ‘Ngopi Bareng’, Plt. Bupati Pati Bangun Budaya Diskusi Terbuka dan Perkuat Soliditas OPD

    Lewat ‘Ngopi Bareng’, Plt. Bupati Pati Bangun Budaya Diskusi Terbuka dan Perkuat Soliditas OPD

    PATI, 13 Februari 2026 — Suasana santai namun penuh makna terasa di Ruang Pringgitan, Pendopo Kabupaten Pati, saat Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menggelar kegiatan “Ngopi Bareng” bersama jajaran pimpinan perangkat daerah. Forum ini menjadi ruang komunikasi terbuka untuk memperkuat koordinasi, sinergi, dan soliditas dalam menjalankan roda pemerintahan.

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pj Sekda Pati, staf ahli bupati, para asisten sekda, kepala OPD, serta para camat. Lebih dari sekadar pertemuan informal, Ngopi Bareng menjadi wadah diskusi strategis untuk membahas berbagai tantangan sekaligus menyelaraskan langkah pembangunan daerah.

    Chandra menegaskan pentingnya membangun budaya pemerintahan yang terbuka, komunikatif, dan saling mendukung antarperangkat daerah. Menurutnya, setiap pimpinan OPD memiliki pengalaman dan kompetensi yang menjadi kekuatan bersama dalam merumuskan kebijakan yang tepat.

    “Saya ingin pemerintahan ini lebih banyak berdiskusi dan mendengar. Kita harus saling mengisi, karena setiap kepala dinas memiliki pengetahuan dan pengalaman yang sangat berharga,” ujarnya.

    Ia juga menekankan bahwa komunikasi yang jujur dan terbuka menjadi kunci dalam menjaga arah kebijakan agar tetap selaras dengan kebutuhan masyarakat. Masukan, kritik, dan peringatan dari internal pemerintahan dinilai sebagai bagian penting dari proses perbaikan berkelanjutan.

    “Jika ada kebijakan yang dirasa kurang tepat atau berpotensi menimbulkan persoalan, saya berharap bisa diingatkan. Masukan seperti itu justru sangat penting untuk menjaga kualitas pemerintahan,” tegas Chandra.

    Lebih lanjut, ia mendorong seluruh perangkat daerah untuk terus memperkuat koordinasi, meningkatkan pengawasan, dan menjaga integritas dalam menjalankan tugas. Peran Inspektorat juga dinilai strategis dalam memastikan tata kelola pemerintahan berjalan secara transparan dan akuntabel.

    Melalui forum Ngopi Bareng ini, Pemerintah Kabupaten Pati berharap terbangun semangat kebersamaan, keterbukaan, dan kolaborasi yang semakin kuat. Dengan komunikasi yang solid, setiap kebijakan diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Pati.

  • Gerakan Jumat Bersih Dimulai, Plt. Bupati Ajak Warga Wujudkan Pati Lebih Hijau dan Nyaman

    Gerakan Jumat Bersih Dimulai, Plt. Bupati Ajak Warga Wujudkan Pati Lebih Hijau dan Nyaman

    PATI, 13 Februari 2026 — Komitmen mewujudkan Kabupaten Pati yang bersih dan asri semakin nyata. Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, turut hadir dan memberikan dukungan langsung pada pencanangan Gerakan Jumat Bersih yang digelar di kawasan Alun-Alun Kembang Joyo.

    Kegiatan ini menjadi langkah konkret Pemerintah Kabupaten Pati dalam menindaklanjuti program nasional Indonesia Asri, sekaligus mendorong terbentuknya budaya peduli lingkungan yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.

    Dalam kesempatan tersebut, Chandra menegaskan bahwa Gerakan Jumat Bersih merupakan bagian dari komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan indah bagi seluruh masyarakat.

    “Program Indonesia Asri yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia telah kita tindaklanjuti melalui Gerakan Jumat Bersih, yang akan menjadi kegiatan rutin di Kabupaten Pati,” ujarnya.

    Gerakan ini tidak hanya menyasar lingkungan perkantoran, tetapi juga diperluas ke berbagai ruang publik, termasuk kawasan wisata, taman kota, dan fasilitas umum lainnya. Tujuannya, agar kebersihan dan keindahan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.

    Menurut Chandra, menjaga kebersihan lingkungan bukan sekadar aktivitas seremonial, tetapi harus menjadi kebiasaan yang tertanam dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

    Selain fokus pada kebersihan, Pemerintah Kabupaten Pati juga memperkuat upaya penghijauan di berbagai lokasi strategis. Sekolah, kantor pemerintahan, dan fasilitas umum didorong untuk aktif menanam pohon dan menciptakan ruang hijau yang bermanfaat bagi lingkungan.

    “Sekolah-sekolah juga kami dorong untuk menanam dan merawat tanaman di lingkungannya. Ini penting untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini,” jelasnya.

    Gerakan Jumat Bersih diharapkan menjadi awal dari perubahan positif dalam membangun budaya peduli lingkungan di Kabupaten Pati. Dengan keterlibatan semua pihak, Pati diharapkan semakin bersih, hijau, dan menjadi tempat tinggal yang lebih nyaman bagi seluruh masyarakat.

  • Genjot Inovasi untuk Kemajuan Pati, Plt. Bupati: Dari Sawah hingga Layanan Publik Harus Berubah

    Genjot Inovasi untuk Kemajuan Pati, Plt. Bupati: Dari Sawah hingga Layanan Publik Harus Berubah

    PATI, 10 Februari 2026 — Pemerintah Kabupaten Pati terus mendorong lahirnya berbagai inovasi sebagai kunci percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat menghadiri Coaching Clinic Penilaian Indeks Inovasi Daerah (IID) di Ruang Rapat Rajawali Bapperida.

    Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya inovasi di lingkungan pemerintahan, sekaligus memastikan setiap perangkat daerah berkontribusi menghadirkan solusi kreatif yang berdampak langsung bagi masyarakat.

    Dalam kesempatan tersebut, Chandra mengungkapkan bahwa Kabupaten Pati telah melahirkan berbagai inovasi di sejumlah sektor strategis, terutama pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

    “Kami telah mendorong banyak inovasi di berbagai OPD, khususnya di sektor pertanian. Salah satu program unggulan adalah target produktivitas 10 ton per hektare. Ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan hasil dan kesejahteraan petani,” ujarnya.

    Menurutnya, sektor pertanian di Pati memiliki potensi besar, namun selama ini belum sepenuhnya didukung dengan pendampingan intensif. Melalui program peningkatan produktivitas yang mulai dijalankan sejak 2025, pemerintah daerah turun langsung ke lapangan untuk mendampingi petani dan mengubah pola tanam agar lebih optimal.

    Tim penyuluh bersama jajaran pemerintah kecamatan hingga desa secara aktif memberikan edukasi dan pendampingan teknis kepada petani. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan hasil panen yang sebelumnya berkisar 5–6 ton per hektare menjadi lebih maksimal.

    Tak hanya di sektor pertanian, inovasi juga terus dikembangkan di bidang kesehatan. Salah satunya melalui program Puspa Melati, yang menghadirkan layanan Puskesmas langsung ke desa, sehingga masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan dengan lebih mudah dan cepat.

    Di bidang pendidikan, pemerintah daerah juga menghadirkan berbagai program beasiswa dan pendampingan bagi pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun sekolah kedinasan. Langkah ini diharapkan membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda Pati untuk meraih masa depan yang lebih baik.

    Selain itu, inovasi berbasis digital turut diperkuat, terutama dalam pelayanan administrasi kependudukan dan pengelolaan lingkungan hidup, guna menghadirkan layanan publik yang lebih cepat, efisien, dan transparan.

    Meski demikian, Chandra mengingatkan bahwa masih ada sejumlah perangkat daerah dan unit pelayanan yang belum mengajukan inovasi. Ia mendorong seluruh jajaran untuk lebih aktif berkontribusi dan menghadirkan terobosan baru.

    “Inovasi harus menjadi budaya kerja. Saya berharap seluruh perangkat daerah dapat menghadirkan gagasan dan program baru yang benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

    Melalui penguatan inovasi di berbagai sektor, Pemerintah Kabupaten Pati optimistis mampu mempercepat pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.