PATI – Malam di Alun-Alun Simpang Lima Pati berubah menjadi ruang kebersamaan warga. Ribuan masyarakat berkumpul, menikmati kuliner khas daerah secara gratis, sekaligus mengikuti tradisi selametan sebagai ungkapan syukur atas perjalanan panjang Kabupaten Pati.
Suasana tersebut terasa dalam Pesta Rakyat dan Selametan Agung Festival Adhi Loka Kabupaten Pati 2026, Selasa malam (18/8/2026).

Sebanyak 10 ribu porsi kuliner khas Pati dibagikan cuma-cuma kepada masyarakat. Tak hanya itu, 100 tumpeng turut disiapkan untuk disantap bersama sebagai simbol syukur, kebersamaan, dan keguyuban masyarakat Bumi Mina Tani.
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan, pesta rakyat tersebut sengaja dikemas dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi bagian dari tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
“Tujuannya sebagai wujud syukur terhadap Hari Jadi Pati,” ujar Chandra.
Doa, Makan Bersama hingga Pertunjukan Wayang

Bagi Chandra, Selametan Agung bukan sekadar agenda perayaan. Momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu yang telah mewariskan daerah kepada generasi saat ini.
Ia mengajak masyarakat untuk memaknai perayaan Hari Jadi Pati dengan doa bersama sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat.
“Kita doa bersama, kumpul bersama dan makan bersama, lalu berupaya melestarikan budaya Kabupaten Pati lewat wayang,” kata Chandra.
Semangat pelestarian budaya kemudian hadir melalui pertunjukan wayang yang menjadi bagian dari rangkaian acara.
Panggung budaya menghadirkan Ki Rama Aditya dan Ki Bowo Asmoro, disertai penampilan khusus Gareng Semarang dan Sinden Eka Solo.
Pertunjukan tersebut menjadi hiburan bagi masyarakat sekaligus pengingat bahwa kesenian tradisional masih memiliki tempat penting di tengah perkembangan zaman.
Pesta Rakyat Jadi Ruang Bertemu Warga
Chandra menegaskan Pemerintah Kabupaten Pati akan terus mendorong kegiatan yang mampu mempertemukan masyarakat dalam suasana guyub sekaligus memberikan ruang bagi budaya lokal untuk terus hidup.
Menurutnya, pesta rakyat, doa bersama, hingga makan bersama dapat menjadi sarana sederhana untuk memperkuat rasa kebersamaan masyarakat.
“Ke depan, kita ingin masyarakat tetap dilibatkan dalam doa bersama, pesta rakyat, serta makan bersama. Dan ini tentu bagian dari upaya menjaga budaya sekaligus memperkuat kebersamaan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, kemeriahan sebuah acara harus tetap diiringi kepedulian terhadap lingkungan.

Ribuan warga Kabupaten Pati tampak memadati kawasan Alun-Alun Simpang Lima untuk mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Pesta Rakyat dan Selametan Agung turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Pati serta para tamu undangan Festival Adhi Loka Kabupaten Pati 2026.

Malam itu, kuliner, doa, seni pertunjukan, dan kebersamaan berpadu dalam satu ruang, menjadikan perayaan Hari Jadi Pati bukan sekadar seremoni, tetapi juga pesta yang benar-benar dirasakan masyarakat.


Tinggalkan Balasan