PATI – Dapur PKK kini didorong untuk memiliki peran yang lebih besar dari sekadar tempat menyiapkan hidangan keluarga. Pemerintah Kabupaten Pati mengajak kader PKK menjadikan dapur sebagai pusat edukasi keamanan pangan sekaligus ruang tumbuhnya peluang usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Gagasan tersebut disampaikan Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat membuka kegiatan Diseminasi Keamanan Pangan yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Pati di Aula PKK Kabupaten Pati, Kamis (11/6). Kegiatan ini diikuti 60 peserta dari TP PKK kabupaten dan kecamatan dengan menghadirkan narasumber dari Perkumpulan Jasa Boga.
Dalam sambutannya, Chandra menegaskan bahwa keamanan pangan tidak hanya berkaitan dengan cara memasak, tetapi juga dimulai dari pemilihan bahan pangan yang berkualitas dan sehat.
“Dapur PKK memiliki peran strategis. Selain menyediakan makanan aman bagi keluarga, juga bisa menjadi titik awal lahirnya usaha produktif yang memberikan nilai tambah ekonomi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pemkab Pati saat ini tengah memperkuat program pertanian sehat melalui penerapan mikroba PA 63 dan pengembangan budidaya beras organik bersama sejumlah gabungan kelompok tani (Gapoktan). Langkah tersebut diyakini mampu menghasilkan produk pangan berkualitas sekaligus membuka peluang pasar yang menjanjikan.
Menurut Chandra, beras organik memiliki nilai jual tinggi di pasaran. Bahkan di sejumlah pusat perbelanjaan modern, harganya dapat mencapai Rp30.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Kondisi ini dinilai menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan oleh kader PKK untuk ikut mengembangkan usaha berbasis produk pertanian lokal.
“Jika beras organik petani lokal dikemas dengan baik dan dipasarkan secara tepat, nilainya akan meningkat. Di sinilah PKK bisa mengambil peran, mulai dari pengemasan hingga membantu pemasaran produk,” jelasnya.
Ia menilai PKK memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara petani dan konsumen. Dengan jaringan yang luas hingga tingkat desa, kader PKK dinilai mampu mendorong meningkatnya konsumsi pangan sehat sekaligus memperluas pasar produk organik lokal.
Lebih lanjut, Chandra mengajak seluruh kader PKK untuk memulai perubahan dari lingkungan terdekat. Menurutnya, kebiasaan mengonsumsi pangan sehat perlu dimulai dari keluarga agar dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas.
“Kalau ibu-ibu PKK menjadi pelopor konsumsi beras organik, maka edukasi kepada masyarakat akan lebih mudah diterima dan gerakan hidup sehat bisa berkembang lebih cepat,” katanya.

Ia juga optimistis penguatan ekosistem pangan organik di Kabupaten Pati akan mendorong berkembangnya komoditas sehat lainnya, seperti sayuran dan buah-buahan organik, sehingga mampu menciptakan pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt Ketua TP PKK Kabupaten Pati, Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Pati, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, serta jajaran pengurus TP PKK kabupaten dan kecamatan.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Pati berharap PKK dapat menjadi garda terdepan dalam membangun budaya pangan yang aman, sehat, sekaligus produktif, sehingga memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi keluarga.


Tinggalkan Balasan