PATI – Komitmen Pemerintah Kabupaten Pati dalam memperluas akses pendidikan terus diperkuat. Setelah memastikan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) tersalurkan kepada 452 siswa jenjang MI, MTs, dan MA, Pemkab Pati kini membidik peningkatan jumlah penerima hingga mencapai 1.000 siswa pada tahun 2027.
Target ambisius tersebut disampaikan Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat menghadiri penyerahan bantuan PIP di Pendopo Kabupaten Pati, Minggu (21/6/2026). Menurutnya, bantuan pendidikan menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan belajar karena kendala ekonomi.
“Terima kasih kepada Ibu Eva Monalisa yang terus memperjuangkan Program Indonesia Pintar untuk masyarakat Pati. Bantuan ini sangat berarti bagi anak-anak kita agar tetap dapat melanjutkan pendidikan dengan baik,” ujar Chandra.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Eva Monalisa, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pati Ahmad Syaiku, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pemimpin Cabang BRI Pati, serta ratusan siswa penerima manfaat bersama para guru pendamping.
Chandra menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah. Karena itu, berbagai program pendidikan akan terus diperkuat melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat.
“Kami ingin generasi muda Pati tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter serta akhlak yang baik. Itulah bekal penting untuk menghadapi tantangan masa depan,” tegasnya.

Sebagai bentuk keseriusan tersebut, Pemkab Pati berencana mengupayakan penambahan kuota PIP secara signifikan pada tahun mendatang. Jika saat ini sebanyak 452 siswa menerima bantuan, jumlah itu ditargetkan meningkat hingga sekitar 1.000 penerima pada 2027.
Selain fokus pada sektor pendidikan, Chandra juga menyoroti upaya pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan infrastruktur yang terdampak banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah.
“Kami menargetkan perbaikan infrastruktur terdampak bencana dapat berjalan bertahap dan tuntas pada periode 2027–2028 agar mobilitas dan aktivitas masyarakat semakin lancar,” katanya.
Sementara itu, Eva Monalisa menegaskan bahwa Program Indonesia Pintar merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam mendukung pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Jangan pernah menyerah karena kondisi ekonomi. Manfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya untuk belajar dan mengejar cita-cita setinggi mungkin,” pesan Eva kepada para siswa.
Ke depan, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pati dan pemerintah pusat akan terus diperkuat agar lebih banyak program pendidikan dan bantuan sosial dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Penambahan kuota PIP menjadi salah satu langkah konkret untuk membuka peluang pendidikan yang lebih luas bagi generasi penerus di Bumi Mina Tani.


Tinggalkan Balasan