Sugeng rawuh ing Bumi Pesantenan, papan informasi kang nyawisake kabar lan crita babagan Kabupaten Pati.

Penulis: bumipesantenan7@gmail.com

  • Obor Tradisi Kembali Menyala, Lamporan Soneyan Jadi Simbol Kuatnya Jati Diri Budaya Pati

    Obor Tradisi Kembali Menyala, Lamporan Soneyan Jadi Simbol Kuatnya Jati Diri Budaya Pati

    PATI – Cahaya lampor kembali menerangi Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso, Jumat (19/6/2026). Melalui rangkaian Wiwitan dan Gelar Budaya Lamporan, masyarakat bersama Komunitas Plat K menghadirkan sebuah perayaan budaya yang tak sekadar merawat tradisi, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai kebersamaan dan kearifan lokal yang diwariskan para leluhur.

    Tradisi Lamporan yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Soneyan sejak puluhan tahun silam kembali menarik perhatian publik. Prosesi budaya yang dahulu dikenal sebagai ritual tolak bala dan penolak pagebluk itu berlangsung meriah dengan melibatkan warga, seniman lokal, tokoh masyarakat, hingga generasi muda.

    Berbeda dengan obor pada umumnya, lampor dibuat dari ikatan daun kelapa kering atau blarak yang disusun menjulang lalu dibakar pada bagian ujungnya. Cahaya api yang menyala kemudian diarak mengelilingi kampung oleh kelompok “Dayakan”, para pembawa lampor yang mengenakan kostum khas berbahan janur.

    Diiringi dentuman tongtek, kentongan, jidor, dan icik-icik, barisan Dayakan menari mengikuti jalur prosesi yang dipimpin para tetua desa. Suasana magis sekaligus penuh kegembiraan pun menyelimuti sepanjang perjalanan budaya tersebut.

    Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, yang hadir dalam kegiatan itu memberikan apresiasi atas komitmen masyarakat dalam menjaga tradisi warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

    “Lamporan bukan hanya sebuah pertunjukan. Ini adalah identitas budaya yang menghubungkan masa lalu dengan generasi masa depan. Tradisi seperti ini harus terus dijaga dan diwariskan,” ujar Chandra.

    Menurutnya, budaya lokal memiliki peran penting dalam membentuk karakter masyarakat sekaligus memperkuat jati diri daerah. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Pati berkomitmen memberikan ruang yang luas bagi komunitas seni dan budaya untuk terus berkembang.

    Chandra menegaskan, pemerintah daerah siap mendukung berbagai kegiatan budaya yang tumbuh dari masyarakat. Bahkan, Pendopo Kabupaten Pati dibuka sebagai ruang ekspresi dan kreativitas bagi para pelaku seni serta komunitas budaya.

    “Budaya adalah kekayaan yang tidak ternilai. Pemerintah akan terus hadir mendukung kegiatan-kegiatan yang menjaga dan mengembangkan warisan budaya daerah,” katanya.

    Selain berbicara tentang pelestarian budaya, Chandra juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan karakter masyarakat. Menurutnya, kemajuan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan harus berjalan seiring dengan upaya mempertahankan nilai-nilai budaya yang menjadi fondasi kehidupan sosial masyarakat.

    Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam membimbing anak-anak di era digital. Pengawasan terhadap penggunaan gawai dinilai perlu dilakukan agar generasi muda tetap memiliki ruang untuk berinteraksi, bersosialisasi, dan mengenal budaya daerahnya.

    Tak hanya itu, Chandra mengungkapkan rencana Pemerintah Kabupaten Pati untuk menghadirkan Museum Kabupaten Pati sebagai pusat dokumentasi budaya sekaligus ruang kolaborasi bagi para seniman, budayawan, dan komunitas kreatif.

    “Ke depan kami ingin memiliki rumah budaya yang mampu mengabadikan sejarah, karya, dan identitas Kabupaten Pati untuk dikenalkan kepada generasi mendatang,” ungkapnya.

    Melalui Gelar Budaya Lamporan Soneyan, semangat menjaga warisan leluhur kembali diteguhkan. Di tengah arus modernisasi, nyala lampor tidak hanya menerangi jalan kampung, tetapi juga menjadi simbol bahwa budaya Pati akan terus hidup, berkembang, dan diwariskan dari generasi ke generasi.

  • Setahun Berjalan, Sekolah Rakyat Pati Buktikan Pendidikan Berkualitas untuk Semua

    Setahun Berjalan, Sekolah Rakyat Pati Buktikan Pendidikan Berkualitas untuk Semua

    PATI – Program Sekolah Rakyat Kabupaten Pati terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Memasuki usia satu tahun, program pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu itu bahkan dinilai berhasil melampaui ekspektasi pemerintah daerah.

    Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat menghadiri Open House Peringatan Satu Tahun Sekolah Rakyat di Aula Sekolah Rakyat/Sentra Margo Laras Pati, Jumat (19/6/2026).

    Di hadapan unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, para camat, dan para siswa, Chandra mengaku terkesan dengan perkembangan yang ditunjukkan Sekolah Rakyat. Menurutnya, kualitas fasilitas, layanan pendidikan, hingga pemenuhan kebutuhan siswa berjalan jauh lebih baik dari yang dibayangkan saat program pertama kali diluncurkan.

    “Luar biasa. Saya melihat langsung ruang kelas yang nyaman, lingkungan yang bersih, fasilitas yang lengkap, termasuk kamar mandi yang terawat. Anak-anak juga mendapatkan asupan gizi yang baik setiap hari. Mereka merasa nyaman seperti berada di rumah sendiri,” ungkap Chandra.

    Ia menegaskan, Sekolah Rakyat hadir bukan sekadar memberikan akses pendidikan, tetapi juga membangun masa depan anak-anak dari keluarga desil 1 agar memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita.

    Menurutnya, keberadaan program tersebut menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.

    “Anak-anak ini memiliki hak yang sama untuk sukses. Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah berupaya membuka jalan agar mereka bisa mendapatkan pendidikan terbaik dan masa depan yang lebih cerah,” katanya.

    Tingginya kepercayaan masyarakat terhadap program ini juga terlihat dari kuota peserta didik yang hampir seluruhnya terpenuhi. Untuk tahun ajaran berjalan, jenjang SMP telah terisi penuh sebanyak 190 siswa, sementara jenjang SMA mencapai 90 siswa sesuai kapasitas yang tersedia.

    Adapun jenjang sekolah dasar masih membuka kesempatan bagi calon siswa baru. Chandra menyebut sebagian orang tua masih membutuhkan waktu untuk memahami konsep pendidikan berasrama yang diterapkan bagi peserta didik usia dini.

    Tak hanya fokus pada akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan pembinaan karakter dan pendidikan keagamaan yang menjadi nilai tambah bagi para siswa. Bahkan, sejumlah siswa telah menunjukkan kemampuan berbahasa asing seperti bahasa Inggris dan bahasa Arab.

    “Pelajarannya tidak kalah dengan sekolah lain. Selain pendidikan formal, mereka juga mendapatkan penguatan agama, pembentukan karakter, dan berbagai kegiatan pengembangan diri yang sangat positif,” jelasnya.

    Seiring meningkatnya minat masyarakat, Pemerintah Kabupaten Pati juga tengah mempersiapkan pengembangan Sekolah Rakyat di Kecamatan Tlogowungu. Saat ini progres pembangunan fasilitas baru tersebut telah mencapai sekitar 85 persen.

    Pemerintah daerah optimistis keberadaan fasilitas baru itu nantinya akan mampu menjangkau lebih banyak peserta didik dan memperluas manfaat program pendidikan inklusif tersebut.

    “Nanti kami akan meninjau langsung kesiapan di Tlogowungu. Lokasinya lebih luas dan diharapkan dapat menampung lebih banyak siswa yang membutuhkan,” tutur Chandra.

    Melalui peringatan satu tahun ini, Sekolah Rakyat Kabupaten Pati semakin menegaskan perannya sebagai salah satu program unggulan dalam pemerataan akses pendidikan. Tidak hanya menghadirkan ruang belajar, tetapi juga membangun harapan baru bagi anak-anak untuk menggapai masa depan yang lebih baik.

  • MPP Pati Dipoles Jadi Magnet Investor, Chandra: Kesan Pertama Dimulai dari Pelayanan

    MPP Pati Dipoles Jadi Magnet Investor, Chandra: Kesan Pertama Dimulai dari Pelayanan

    PATI – Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Pati terus diperkuat sebagai pusat layanan modern yang tidak hanya memudahkan masyarakat, tetapi juga menjadi etalase daerah bagi calon investor. Hal itu ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat menghadiri kegiatan MPP Sehati (Senam Sehat dan Berbagi Kasih Yatim) di MPP Kabupaten Pati, Jumat (19/6/2026).

    Menurut Chandra, keberadaan MPP memiliki peran strategis dalam membangun citra positif Kabupaten Pati. Bagi investor yang datang, kualitas pelayanan yang diterima menjadi salah satu indikator keseriusan pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.

    “MPP ini adalah wajah Kabupaten Pati. Ketika investor datang, salah satu hal pertama yang mereka lihat adalah bagaimana pelayanan publik berjalan. Dari sinilah kesan tentang daerah dibentuk,” ujarnya.

    Kegiatan MPP Sehati kali ini berlangsung meriah dengan rangkaian agenda sosial dan pelayanan masyarakat, mulai dari senam bersama, donor darah, warung berkah, hingga santunan bagi anak yatim. Namun di balik itu, terdapat langkah strategis yang turut dilakukan melalui penandatanganan kesepakatan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Pati dan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Pati.

    Chandra menyebut sinergi lintas instansi menjadi faktor penting dalam menghadirkan pelayanan yang semakin efektif, cepat, dan terintegrasi bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

    Ia juga meminta seluruh pihak terkait, khususnya Dinas Komunikasi dan Informatika, untuk lebih aktif mengenalkan berbagai layanan yang tersedia di MPP kepada masyarakat.

    “Masih banyak warga yang belum mengetahui berbagai kemudahan layanan di MPP. Karena itu, perlu publikasi yang lebih masif agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” tegasnya.

    Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Pati terus melakukan pembenahan dan inovasi layanan. Upaya tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kepuasan masyarakat, tetapi juga menjawab kebutuhan dunia usaha yang semakin dinamis.

    Chandra mengungkapkan masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi investor, termasuk kendala komunikasi dan bahasa. Karena itu, kualitas pelayanan harus terus ditingkatkan agar mampu memberikan kenyamanan bagi siapa pun yang berinvestasi di Kabupaten Pati.

    “Pelayanan harus terus beradaptasi. Investor yang datang harus merasa terbantu dan mendapatkan kemudahan dalam setiap proses yang dijalani,” katanya.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala DPMPTSP Kabupaten Pati, Kepala KPPN Pati, perwakilan KPP Pratama Pati, Kejaksaan Negeri Pati, Kodim 0718/Pati, Polresta Pati, serta sejumlah kepala perangkat daerah.

    Melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan kualitas pelayanan, Pemkab Pati optimistis MPP akan semakin menjadi pusat layanan publik yang profesional, ramah, dan mampu meningkatkan daya saing daerah di mata investor maupun masyarakat.

  • Chandra Ajak Pelajar Pati Jadi Generasi Berintegritas, Antikorupsi Dimulai dari Bangku Sekolah

    Chandra Ajak Pelajar Pati Jadi Generasi Berintegritas, Antikorupsi Dimulai dari Bangku Sekolah

    PATI – Upaya membangun generasi yang jujur dan berkarakter terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Pati. Melalui program Pendidikan Antikorupsi pada Satuan Pendidikan Tahun 2026, nilai-nilai integritas mulai ditanamkan kepada pelajar sejak usia dini sebagai bekal menghadapi masa depan.

    Kegiatan yang digelar Inspektorat Kabupaten Pati di halaman SMP Negeri 1 Juwana, Jumat (19/6/2026), diikuti ratusan siswa kelas VII dan VIII. Selain memberikan pemahaman tentang bahaya korupsi, kegiatan ini juga menjadi sarana menumbuhkan budaya kejujuran dan tanggung jawab di lingkungan sekolah.

    Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa masa SMP merupakan periode penting dalam pembentukan karakter seseorang. Menurutnya, kebiasaan baik yang ditanamkan sejak remaja akan menjadi fondasi saat melanjutkan pendidikan hingga memasuki dunia kerja.

    “Karakter yang kuat dibangun dari kebiasaan sehari-hari. Jika sejak SMP anak-anak sudah terbiasa jujur, disiplin, dan bertanggung jawab, maka nilai-nilai itu akan menjadi bekal berharga hingga dewasa,” ujar Chandra.

    Ia menjelaskan bahwa korupsi tidak selalu identik dengan penyalahgunaan jabatan atau keuangan negara. Sikap tidak jujur dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam proses belajar, juga menjadi bentuk perilaku yang harus dihindari sejak dini.

    Di hadapan para siswa, Chandra mengingatkan pentingnya memanfaatkan teknologi secara bijak. Ia mengajak pelajar untuk menggunakan internet sebagai sarana belajar, bukan sekadar tempat mencari jawaban instan.

    “Teknologi harus membantu kalian menjadi lebih pintar. Ambil referensi dari internet untuk belajar, pahami materinya, lalu kembangkan dengan pemikiran sendiri. Jangan hanya menyalin tanpa memahami isi yang dipelajari,” pesannya.

    Menurut Chandra, integritas juga tercermin dari keberanian mengakui kesalahan dan kemauan untuk terus memperbaiki diri. Karena itu, ia mendorong para siswa agar tidak takut gagal selama tetap memiliki semangat belajar dan berkembang.

    “Menjadi sukses bukan hanya soal siapa yang paling cerdas. Yang terpenting adalah kejujuran, kemauan belajar, dan keberanian untuk menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari,” katanya.

    Dalam kesempatan tersebut, Chandra turut memberikan apresiasi kepada para guru SMP Negeri 1 Juwana yang selama ini berperan dalam membentuk karakter generasi muda. Ia menilai pendidikan karakter merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

    Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Salah satu siswa yang mendapat apresiasi adalah Asna, yang berhasil menjawab pertanyaan mengenai Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 dengan tepat.

    Usai acara, Chandra menegaskan bahwa pendidikan antikorupsi akan terus menjadi bagian penting dalam pembinaan generasi muda Kabupaten Pati. Menurutnya, pemahaman tentang integritas harus ditanamkan sejak bangku sekolah agar kelak lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.

    “Pati membutuhkan generasi yang berprestasi sekaligus berintegritas. Karena itu, pendidikan antikorupsi harus menjadi budaya yang ditanamkan sejak dini agar nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab tumbuh dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

  • Kejar Podium Jawa Tengah, Pati Pasang Target Tembus Tiga Besar Porprov 2026

    Kejar Podium Jawa Tengah, Pati Pasang Target Tembus Tiga Besar Porprov 2026

    PATI – Semangat meraih prestasi olahraga terus digaungkan Pemerintah Kabupaten Pati. Pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026, Bumi Mina Tani tak lagi sekadar ingin bersaing, tetapi membidik posisi prestisius di jajaran tiga besar perolehan medali.

    Target ambisius tersebut ditegaskan Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat menghadiri Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) KONI Kabupaten Pati Tahun 2026 yang digelar di Ruang Penjawi Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Sabtu (13/6/2026).

    Menurut Chandra, capaian olahraga Kabupaten Pati dalam beberapa tahun terakhir menjadi modal kuat untuk melangkah lebih jauh. Pada Porprov Jawa Tengah 2023, Kabupaten Pati sukses mengoleksi 158 medali dan finis di posisi keempat klasemen akhir.

    “Prestasi yang telah diraih menjadi motivasi untuk melangkah lebih tinggi. Kami optimistis Pati mampu menembus tiga besar pada Porprov mendatang,” ujarnya.

    Ia menilai peningkatan kualitas atlet, konsistensi program latihan, serta sinergi antara pemerintah daerah, KONI, pelatih, dan cabang olahraga menjadi kunci utama dalam mewujudkan target tersebut.

    Meski saat ini pemerintah daerah masih fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya peningkatan kualitas jalan di berbagai wilayah, Chandra memastikan sektor olahraga tetap mendapat perhatian serius.

    “Pembangunan infrastruktur memang menjadi prioritas, tetapi pembinaan olahraga juga tidak akan ditinggalkan. Atlet-atlet kita tetap akan mendapatkan dukungan dan perhatian yang maksimal,” tegasnya.

    Rakerkab KONI Kabupaten Pati menjadi momentum penting untuk mengevaluasi capaian pembinaan olahraga sekaligus menyusun strategi menghadapi persaingan ketat pada Porprov Jawa Tengah 2026.

    Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, perwakilan KONI Jawa Tengah, unsur Forkopimda, dewan penyantun KONI, pengurus KONI Kabupaten Pati, hingga perwakilan seluruh cabang olahraga yang selama ini menjadi tulang punggung pencetak prestasi daerah.

    Chandra mengaku optimistis target tiga besar bukan sekadar mimpi. Dengan kepengurusan KONI yang solid dan program pembinaan yang terus berjalan, ia meyakini atlet-atlet Pati memiliki kemampuan untuk bersaing dengan daerah-daerah unggulan di Jawa Tengah.

    “Saya percaya dengan semangat para atlet, pelatih, dan pengurus KONI saat ini, Pati memiliki peluang besar untuk naik kelas dan masuk tiga besar Jawa Tengah,” katanya.

    Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemerintah Kabupaten Pati juga telah menyiapkan anggaran pembinaan olahraga sebesar Rp2,345 miliar pada tahun 2026. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat program pembinaan, peningkatan kualitas latihan, serta mendukung persiapan atlet menuju Porprov.

    Dengan dukungan anggaran, pembinaan yang berkelanjutan, dan tekad kuat seluruh insan olahraga, Kabupaten Pati kini menatap Porprov Jawa Tengah 2026 dengan optimisme tinggi. Target tiga besar bukan hanya menjadi harapan, tetapi juga misi bersama untuk mengharumkan nama daerah di panggung olahraga provinsi.

  • Haul Mbah Mangunnuneng Jadi Pengingat, Chandra: Kemajuan Pati Harus Berakar pada Akhlak

    Haul Mbah Mangunnuneng Jadi Pengingat, Chandra: Kemajuan Pati Harus Berakar pada Akhlak

    PATI – Suasana religius dan penuh kebersamaan menyelimuti Dukuh Jatikebo, Desa Kepohkencono, Kecamatan Pucakwangi, Sabtu (13/6). Ratusan warga memadati lokasi Pengajian Umum Haul Mbah Mangunnuneng yang menghadirkan penceramah nasional Gus Muwafiq serta KH Ahmad Nuryanto.

    Kegiatan yang menjadi bagian dari tradisi Sedekah Bumi tersebut tak hanya menjadi ajang silaturahmi dan pelestarian budaya, tetapi juga momentum memanjatkan doa bersama untuk keselamatan, keberkahan, serta kemajuan Kabupaten Pati.

    Hadir langsung dalam kegiatan itu Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra bersama jajaran Forkopimcam Pucakwangi. Di hadapan masyarakat, Chandra mengajak seluruh warga untuk terus menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan para ulama dan leluhur sebagai bekal membangun daerah.

    Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya diukur dari infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi semata. Lebih dari itu, kemajuan daerah harus ditopang oleh karakter dan akhlak masyarakat yang kuat.

    “Pati harus dibangun di atas fondasi moral yang kokoh. Ketika akhlak menjadi dasar dalam kehidupan bermasyarakat dan pemerintahan, maka pembangunan yang lahir akan membawa manfaat dan keberkahan bagi semua,” ujar Chandra.

    Ia juga menyampaikan bahwa dirinya bersama jajaran pemerintah daerah saat ini sedang menjalankan amanah untuk memimpin Kabupaten Pati. Karena itu, ia memohon doa serta dukungan masyarakat agar dapat menjalankan tugas dengan baik demi kemajuan daerah.

    “Kami memohon doa restu dari seluruh masyarakat agar mampu menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya untuk Kabupaten Pati yang kita cintai bersama,” katanya.

    Dalam kesempatan tersebut, Chandra turut mengingatkan bahwa Kabupaten Pati memiliki sejarah panjang yang kaya akan nilai keagamaan. Banyak ulama besar lahir dari bumi Pati dan memberikan kontribusi besar bagi perkembangan Islam di Nusantara.

    “Kita patut bersyukur lahir di tanah yang penuh berkah ini. Pati memiliki warisan spiritual yang luar biasa dan melahirkan tokoh-tokoh besar yang menjadi teladan hingga saat ini,” tuturnya.

    Menurut Chandra, tradisi sedekah bumi dan haul ulama seperti yang digelar masyarakat Kepohkencono memiliki makna penting dalam menjaga harmoni sosial. Selain menjadi ungkapan rasa syukur, kegiatan tersebut juga memperkuat persatuan warga sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong.

    Ia optimistis, dengan terus menjaga tradisi, memperkuat nilai keagamaan, dan membangun kebersamaan, Kabupaten Pati akan mampu berkembang menjadi daerah yang maju tanpa kehilangan jati dirinya.

    “Melalui doa-doa yang dipanjatkan bersama dan semangat kebersamaan yang terus dijaga, insyaallah Pati akan semakin maju, sejahtera, dan tetap berakhlak mulia,” pungkasnya.

    Acara berlangsung khidmat hingga malam hari dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Kehadiran para tokoh agama dan pemerintah semakin menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan kerja nyata, tetapi juga kekuatan spiritual serta dukungan seluruh elemen masyarakat.

  • Pati Mulai Sensus Ekonomi 2026, Chandra: Data Akurat Jadi Kunci Masa Depan Daerah

    Pati Mulai Sensus Ekonomi 2026, Chandra: Data Akurat Jadi Kunci Masa Depan Daerah

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui penandatanganan komitmen bersama yang digelar di halaman Setda Pati, Jumat (12/6/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memetakan kekuatan ekonomi daerah guna mendukung pembangunan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

    Sensus yang berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 tersebut akan melibatkan 1.345 petugas lapangan untuk mendata berbagai aktivitas usaha di Kabupaten Pati. Data yang dihimpun nantinya akan menjadi acuan penting dalam penyusunan kebijakan ekonomi daerah.

    Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak bisa dilepaskan dari kualitas data yang dimiliki pemerintah. Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 menjadi instrumen strategis untuk membaca kondisi riil dunia usaha sekaligus merancang kebijakan yang tepat sasaran.

    “Pembangunan yang efektif harus berangkat dari data yang valid. Melalui Sensus Ekonomi, kita dapat mengetahui secara lebih detail potensi, tantangan, dan peluang ekonomi yang dimiliki Kabupaten Pati,” ujar Chandra.

    Ia menjelaskan, hasil sensus akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai berbagai sektor usaha, mulai dari perdagangan, industri pengolahan, pertanian, pariwisata, jasa, ekonomi kreatif hingga sektor ekonomi digital yang terus berkembang.

    Menurutnya, data yang berkualitas tidak hanya menjadi bahan statistik, tetapi juga fondasi untuk memperkuat investasi, meningkatkan daya saing UMKM, membuka lapangan pekerjaan baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

    “Ketika datanya akurat, kebijakan yang lahir juga akan lebih tepat. Dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan dan peluang usaha yang lebih luas,” katanya.

    Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan sensus, Pemkab Pati menyatakan siap memberikan dukungan penuh melalui koordinasi lintas perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga penyebarluasan informasi kepada masyarakat.

    Chandra juga mengajak seluruh pelaku usaha agar berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi yang lengkap dan sesuai kondisi sebenarnya saat petugas sensus melakukan pendataan.

    “Partisipasi masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan sensus. Semakin lengkap dan jujur data yang diberikan, semakin kuat pula dasar pemerintah dalam menyusun program pembangunan ekonomi ke depan,” tegasnya.

    Tak hanya itu, apresiasi turut disampaikan kepada jajaran BPS dan ribuan petugas sensus yang akan terjun langsung ke lapangan. Mereka diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan penuh tanggung jawab agar data yang terkumpul benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat.

    Melalui pencanangan ini, Kabupaten Pati menegaskan komitmennya untuk menghadirkan data ekonomi yang berkualitas sebagai pijakan pembangunan daerah. Dengan semangat “Ekonomi Tercatat, Pati Makin Hebat”, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan menjadi langkah penting menuju perencanaan pembangunan yang lebih presisi, efektif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

  • Dari Dapur ke Peluang Usaha, Pemkab Pati Ajak PKK Jadi Motor Pangan Sehat dan Ekonomi Keluarga

    Dari Dapur ke Peluang Usaha, Pemkab Pati Ajak PKK Jadi Motor Pangan Sehat dan Ekonomi Keluarga

    PATI – Dapur PKK kini didorong untuk memiliki peran yang lebih besar dari sekadar tempat menyiapkan hidangan keluarga. Pemerintah Kabupaten Pati mengajak kader PKK menjadikan dapur sebagai pusat edukasi keamanan pangan sekaligus ruang tumbuhnya peluang usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

    Gagasan tersebut disampaikan Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat membuka kegiatan Diseminasi Keamanan Pangan yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Pati di Aula PKK Kabupaten Pati, Kamis (11/6). Kegiatan ini diikuti 60 peserta dari TP PKK kabupaten dan kecamatan dengan menghadirkan narasumber dari Perkumpulan Jasa Boga.

    Dalam sambutannya, Chandra menegaskan bahwa keamanan pangan tidak hanya berkaitan dengan cara memasak, tetapi juga dimulai dari pemilihan bahan pangan yang berkualitas dan sehat.

    “Dapur PKK memiliki peran strategis. Selain menyediakan makanan aman bagi keluarga, juga bisa menjadi titik awal lahirnya usaha produktif yang memberikan nilai tambah ekonomi,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, Pemkab Pati saat ini tengah memperkuat program pertanian sehat melalui penerapan mikroba PA 63 dan pengembangan budidaya beras organik bersama sejumlah gabungan kelompok tani (Gapoktan). Langkah tersebut diyakini mampu menghasilkan produk pangan berkualitas sekaligus membuka peluang pasar yang menjanjikan.

    Menurut Chandra, beras organik memiliki nilai jual tinggi di pasaran. Bahkan di sejumlah pusat perbelanjaan modern, harganya dapat mencapai Rp30.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Kondisi ini dinilai menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan oleh kader PKK untuk ikut mengembangkan usaha berbasis produk pertanian lokal.

    “Jika beras organik petani lokal dikemas dengan baik dan dipasarkan secara tepat, nilainya akan meningkat. Di sinilah PKK bisa mengambil peran, mulai dari pengemasan hingga membantu pemasaran produk,” jelasnya.

    Ia menilai PKK memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara petani dan konsumen. Dengan jaringan yang luas hingga tingkat desa, kader PKK dinilai mampu mendorong meningkatnya konsumsi pangan sehat sekaligus memperluas pasar produk organik lokal.

    Lebih lanjut, Chandra mengajak seluruh kader PKK untuk memulai perubahan dari lingkungan terdekat. Menurutnya, kebiasaan mengonsumsi pangan sehat perlu dimulai dari keluarga agar dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas.

    “Kalau ibu-ibu PKK menjadi pelopor konsumsi beras organik, maka edukasi kepada masyarakat akan lebih mudah diterima dan gerakan hidup sehat bisa berkembang lebih cepat,” katanya.

    Ia juga optimistis penguatan ekosistem pangan organik di Kabupaten Pati akan mendorong berkembangnya komoditas sehat lainnya, seperti sayuran dan buah-buahan organik, sehingga mampu menciptakan pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt Ketua TP PKK Kabupaten Pati, Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Pati, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, serta jajaran pengurus TP PKK kabupaten dan kecamatan.

    Melalui kegiatan ini, Pemkab Pati berharap PKK dapat menjadi garda terdepan dalam membangun budaya pangan yang aman, sehat, sekaligus produktif, sehingga memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi keluarga.

  • Tembus Jateng! Tiga Inovasi Karya Anak Pati Masuk Final Krenova 2026

    Tembus Jateng! Tiga Inovasi Karya Anak Pati Masuk Final Krenova 2026

    PATI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Kabupaten Pati di bidang inovasi. Tiga karya terbaik hasil kreativitas putra-putri daerah berhasil menembus jajaran 20 besar finalis ajang Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026.

    Capaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat menyerahkan penghargaan Krenova Pati Innovation Award 2026 di Ruang Pragolo Setda Kabupaten Pati, Kamis (11/6).

    Di hadapan para finalis, jajaran DPRD, perangkat daerah, serta perwakilan Kementerian Agama, Chandra menyampaikan rasa bangganya atas keberhasilan inovator muda Pati yang mampu bersaing di tingkat provinsi.

    “Dari 20 finalis Krenova Jawa Tengah tahun ini, tiga di antaranya berasal dari Kabupaten Pati. Ini menunjukkan bahwa kreativitas dan kemampuan inovasi generasi muda Pati sangat luar biasa dan patut diapresiasi,” ungkapnya.

    Menurut Chandra, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa iklim inovasi di Kabupaten Pati terus tumbuh positif. Pemerintah daerah pun berkomitmen memperkuat ruang kreativitas melalui peningkatan dukungan dan penghargaan bagi para inovator.

    Ia bahkan berharap pelaksanaan Krenova ke depan dapat digelar dua kali dalam setahun dengan nilai penghargaan yang lebih besar.

    “Kami ingin semakin banyak anak-anak berprestasi yang terlibat dalam pembangunan daerah melalui karya dan inovasi mereka. Dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar ekosistem inovasi di Pati semakin kuat,” ujarnya.

    Beragam inovasi yang ditampilkan peserta tahun ini dinilai memiliki manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya adalah aplikasi pendidikan berbasis teknologi yang memungkinkan orang tua memantau perkembangan belajar anak secara real time, mulai dari tingkat konsentrasi hingga capaian akademik.

    Selain itu, perhatian juga tertuju pada alat rehabilitasi pasien pasca-stroke berbasis Internet of Things (IoT) yang telah diterapkan di fasilitas kesehatan. Di bidang lingkungan, inovasi alat pendeteksi sumber air tanah berbasis IoT juga dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan lebih lanjut.

    “Banyak inovasi yang sangat potensial dan bisa menjawab kebutuhan masyarakat. Ini menjadi modal penting untuk mendorong kemajuan daerah berbasis teknologi dan kreativitas,” tambahnya.

    Dalam ajang Krenova Kabupaten Pati 2026, Juara I diraih Farhan Nafsi Zein Abadan dan Surya L. Ganang Syahputra melalui inovasi SWOR 2.0 (Shoulder Wheel for Optimal Rehabilitation), alat rehabilitasi hemiparese pasien pasca-stroke berbasis IoT.

    Posisi Juara II ditempati Muhammad Ridwan Arsyad, Sabrina Nazilatur Rohmah, dan Isyarotuz Zakiyyah lewat inovasi kelas adaptif berbasis IoT dan Artificial Intelligence (AI) yang mampu memonitor kondisi fisiologis serta lingkungan belajar siswa.

    Sementara Juara III diraih Ahmad Hafid Abdullah, Rojaa Maysa Rohmah, dan Suryaning Wahyu Jati melalui inovasi V-Block Presisi, alat ukur run out poros yang dirancang untuk mendukung quality control industri manufaktur otomotif.

    Untuk kategori Harapan I diraih tim inovator Pendeteksi Sumber Mata Air Berbasis IoT, Harapan II melalui inovasi SEPS yang menggabungkan AI dan flexible solar cell untuk sistem monitoring pintar, serta Harapan III diraih aplikasi SAPA HEBAT yang menghubungkan guru dan orang tua dalam memantau tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

    Keberhasilan para inovator muda tersebut menjadi sinyal positif bahwa Kabupaten Pati memiliki sumber daya kreatif yang mampu melahirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan masyarakat. Diharapkan, prestasi ini dapat memacu lahirnya inovasi-inovasi baru yang semakin memperkuat daya saing daerah di tingkat regional maupun nasional.

  • Akhir Penantian Panjang, Aset Desa Ketanggan Kini Bersertifikat dan Berkekuatan Hukum

    Akhir Penantian Panjang, Aset Desa Ketanggan Kini Bersertifikat dan Berkekuatan Hukum

    PATI – Kepastian hukum atas aset desa akhirnya terwujud. Pemerintah Desa Ketanggan, Kecamatan Gembong, resmi menerima sertifikat hak atas tanah desa seluas 5.347 meter persegi dalam acara yang berlangsung di Balai Desa Ketanggan, Selasa (9/6/2026).

    Penyerahan sertifikat tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya penyelamatan dan pengamanan aset desa. Setelah melalui proses pendampingan serta bantuan hukum dari berbagai pihak, tanah yang selama ini belum memiliki legalitas yang jelas kini resmi tercatat dan terlindungi secara hukum.

    Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Teguh Subroto, Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jawa Tengah, Kepala Kejaksaan Negeri Pati, serta Plh. Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pati.

    Sertifikat tanah secara simbolis diserahkan langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Teguh Subroto, kepada Kepala Desa Ketanggan sebagai bukti sah kepemilikan aset milik desa.

    Dalam sambutannya, Teguh Subroto menegaskan bahwa aset desa yang telah memperoleh kepastian hukum harus dikelola secara bijak dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat.

    “Manfaatkan aset ini untuk mendukung kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat. Dengan status hukum yang jelas, aset desa memiliki perlindungan yang lebih kuat dan dapat dikelola secara optimal,” ujarnya.

    Sementara itu, Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas instansi yang berhasil mengawal penyelesaian status hukum aset desa tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antar lembaga mampu menghadirkan solusi atas persoalan yang telah berlangsung cukup lama.

    “Ini bukan sekadar penyerahan sertifikat, tetapi bukti nyata bahwa sinergi dan komitmen bersama mampu menghadirkan kepastian hukum bagi aset milik masyarakat. Dengan legalitas yang jelas, aset desa akan lebih aman dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan desa,” kata Chandra.

    Ia berharap langkah serupa dapat terus dilakukan terhadap aset-aset desa lainnya sehingga seluruh kekayaan desa di Kabupaten Pati memiliki perlindungan hukum yang kuat dan terhindar dari potensi sengketa di masa mendatang.

    Dengan diterbitkannya sertifikat tersebut, Desa Ketanggan kini memiliki landasan hukum yang lebih kokoh dalam mengelola aset desa. Ke depan, aset tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu penopang pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.