Sugeng rawuh ing Bumi Pesantenan, papan informasi kang nyawisake kabar lan crita babagan Kabupaten Pati.

Chandra Siapkan Solusi Permanen Kekeringan di Pati, Tak Lagi Andalkan Bantuan Tangki Air

PATI – Pemerintah Kabupaten Pati mulai mengubah strategi dalam menangani krisis air bersih saat musim kemarau. Alih-alih terus mengandalkan distribusi bantuan tangki air setiap tahun, Pemkab Pati kini menyiapkan langkah jangka panjang dengan memetakan sumber air, membangun fasilitas penampungan, hingga mengalokasikan anggaran khusus mulai tahun 2027.

Komitmen tersebut disampaikan Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat menghadiri Istigasah Bersama Ulama dan Umara di Pendopo Kabupaten Pati, Jumat (31/7). Menurutnya, penanganan kekeringan harus berorientasi pada solusi yang berkelanjutan agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan darurat.

“Kalau hanya mengandalkan bantuan tangki air, itu bukan solusi. Kita harus mencari sumber air di desa-desa yang memang setiap tahun mengalami kekeringan,” tegas Chandra.

Ia menjelaskan, pemerintah akan memetakan desa-desa yang rutin terdampak kekeringan sekaligus mengidentifikasi potensi sumber air di wilayah tersebut. Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan program pembangunan infrastruktur air bersih pada tahun anggaran 2027.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembangunan tempat penampungan air di sejumlah titik strategis. Dengan sistem tersebut, distribusi air bersih saat musim kemarau diharapkan dapat dilakukan lebih cepat, lebih efisien, dan mampu menjangkau masyarakat di wilayah terdampak.

“Kita ingin membangun tempat-tempat penampungan air sehingga ketika musim kemarau datang, distribusi air bisa dilakukan dari lokasi terdekat dan lebih cepat menjangkau masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya menyoroti persoalan kekeringan, Chandra juga mengungkapkan bahwa penanganan banjir masih menjadi pekerjaan besar bagi Kabupaten Pati. Ia menyebut sejumlah wilayah mengalami penurunan muka tanah yang menyebabkan penanganan banjir membutuhkan infrastruktur dengan biaya besar serta dukungan pemerintah pusat.

Di sisi lain, Pemkab Pati juga terus mengawal usulan pembangunan sudetan Sungai Juwana. Proyek tersebut dinilai menjadi salah satu solusi strategis untuk mengurangi risiko banjir yang selama ini kerap melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pati.

“Semua upaya pembangunan kami rencanakan sebaik mungkin. Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar program-program ini dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi warga Kabupaten Pati,” tutur Chandra.

Dalam kesempatan yang sama, Chandra turut mengajak masyarakat menyemarakkan rangkaian Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati yang akan berlangsung selama satu bulan. Beragam kegiatan mulai dari pentas budaya, pentas seni, pesta rakyat hingga bazar akan digelar sebagai ruang kebersamaan sekaligus upaya memperkuat kecintaan masyarakat terhadap daerah.

Selain itu, ia juga mengungkapkan rencana pembangunan museum sejarah di kawasan belakang Kantor Bupati Pati. Museum tersebut diharapkan menjadi pusat edukasi yang mampu menjaga dan mengenalkan sejarah Kabupaten Pati kepada generasi muda.

Acara Istigasah Bersama Ulama dan Umara menghadirkan KH. Moh. Imam Al-Mukromin, M.Ag sebagai pembicara. Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati, jajaran organisasi kemasyarakatan keagamaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat Kabupaten Pati.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *