Sugeng rawuh ing Bumi Pesantenan, papan informasi kang nyawisake kabar lan crita babagan Kabupaten Pati.

703 Tahun Pati: Chandra Dorong Kemajuan yang Tak Sekadar Terlihat, tapi Benar-Benar Dirasakan

PATI – Memasuki usia ke-703, Kabupaten Pati tidak ingin berhenti pada perayaan dan seremoni. Hari Jadi tahun ini dijadikan momentum untuk memperkuat langkah pembangunan agar hasilnya benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra dalam pidatonya pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pati dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Kamis (6/8/2026).

Mengusung tema “Sumunar Terang Mbangun Kemajengan”, Chandra menekankan bahwa kemajuan Pati harus dibangun secara menyeluruh. Bukan hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga lewat peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi, pelayanan publik, hingga menjaga kerukunan dan kebudayaan.

Hari jadi bukan sekadar seremoni. Ini momentum untuk melihat perjalanan yang telah kita lalui, menghargai jasa para pendahulu, sekaligus memperbarui komitmen untuk membawa Pati menjadi lebih baik,” ujar Chandra.

Menurutnya, usia 703 tahun merupakan amanah besar yang harus dijawab dengan kerja nyata. Karena itu, berbagai program pembangunan diarahkan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dari pusat kota hingga pelosok desa.

Rp210 Miliar untuk Perkuat Infrastruktur

Salah satu sektor yang terus digenjot Pemerintah Kabupaten Pati adalah infrastruktur dasar.

Pada 2026, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp210 miliar untuk menangani infrastruktur, termasuk rehabilitasi sekitar 160 titik ruas jalan serta perbaikan talud dan jembatan.

Hingga akhir Juli 2026, progres rehabilitasi jalan telah mencapai sekitar 30 persen dan sejumlah ruas telah rampung dikerjakan.

Chandra menegaskan, pembangunan jalan bukan sekadar mengejar panjang ruas yang selesai diperbaiki. Lebih dari itu, setiap pembangunan harus memberikan efek berantai terhadap kehidupan masyarakat.

Setiap kilometer jalan yang kita perbaiki adalah upaya membuka konektivitas, memperlancar mobilitas, menggerakkan ekonomi, sekaligus menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok Pati,” tegasnya.

Bukan Sekadar Angka, tetapi Dampak

Selain pembangunan infrastruktur, sejumlah indikator pembangunan Kabupaten Pati juga menunjukkan perkembangan positif.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Pati pada 2025 tercatat 74,98, meningkat dari 74,10 pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi mencapai 6,12 persen, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka turun menjadi 3,71 persen.

Namun, Chandra mengingatkan agar capaian tersebut tidak hanya dipandang sebagai angka statistik.

Yang terpenting bukan sekadar angka. Yang terpenting adalah bagaimana setiap kemajuan diterjemahkan menjadi kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat,” katanya.

Ia mencontohkan, pertumbuhan ekonomi harus mampu membuka lapangan kerja, pendidikan harus memberikan masa depan yang lebih baik, kesehatan harus meningkatkan kualitas hidup, sementara kebijakan pemerintah harus bermuara pada kesejahteraan masyarakat.

Inovasi dan Budaya Jadi Kekuatan Pati

Kemajuan daerah juga ditopang oleh inovasi dan kreativitas.

Kabupaten Pati berhasil meraih Innovative Government Award (IGA) 2025 dengan predikat Kabupaten Sangat Inovatif. Di bidang kebudayaan, Pati juga mendapatkan pengakuan sebagai Kabupaten/Kota Kreatif pada subsektor Seni Pertunjukan.

Bagi Chandra, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga bagaimana pemerintah dan masyarakat mampu menciptakan inovasi serta menjaga identitas budaya.

Kemajuan juga tidak mungkin tumbuh tanpa kerukunan,” ujarnya.

Pati juga mencatat capaian melalui Harmony Award 2025 serta peringkat ketiga nasional dalam kinerja Forum Kerukunan Umat Beragama. Menurut Chandra, keberagaman yang terjaga merupakan modal penting untuk menciptakan daerah yang aman, solid, dan mampu bergerak maju bersama.

Fokus Berikutnya: SDM hingga Ekonomi Lokal

Chandra menegaskan, berbagai penghargaan dan capaian bukanlah garis akhir. Pembangunan akan terus dilakukan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan.

Selain mempertahankan fokus pada infrastruktur, pemerintah daerah akan semakin memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan dan kesehatan.

Pengembangan pertanian, perikanan, ketahanan pangan, UMKM, ekonomi kreatif, serta berbagai potensi ekonomi lokal juga akan menjadi bagian penting dari agenda pembangunan ke depan.

Kemajuan Pati tidak mungkin hanya diupayakan oleh pemerintah daerah semata,” tegas Chandra.

Ia pun mengajak DPRD, Forkopimda, pemerintah desa, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, insan pers, hingga seluruh masyarakat untuk memperkuat kolaborasi.

Sebab, menurutnya, pembangunan akan memberikan hasil maksimal ketika seluruh elemen bergerak dengan tujuan yang sama: menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.

Dari Hari Jadi Menuju Harapan Baru

Menutup pidatonya, Chandra mengajak masyarakat menjadikan Hari Jadi ke-703 bukan hanya sebagai perayaan perjalanan sejarah, tetapi sebagai titik untuk menyalakan kembali optimisme terhadap masa depan Pati.

Ia berharap Pati semakin maju, masyarakat semakin sejahtera, persatuan semakin kuat, ekonomi terus tumbuh, serta pemerintahan semakin bersih, profesional, dan dipercaya masyarakat.

Mari kita jadikan Hari Jadi ke-703 sebagai momentum untuk menyalakan cahaya harapan, memperkuat kebersamaan, dan bersama-sama membangun kemajuan. Dirgahayu Kabupaten Pati. Sumunar Terang, Mbangun Kemajengan,” tutupnya.

Rapat Paripurna tersebut turut dihadiri pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Pati, jajaran Forkopimda, Pj Sekretaris Daerah, staf ahli bupati, asisten Sekda, kepala perangkat daerah, para camat, serta tamu undangan lainnya.

Rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga masih akan berlangsung hingga akhir Agustus. Sejumlah agenda telah disiapkan, di antaranya pentas ketoprak, Karnaval Budaya, Pentas Wayang Orang, Government Auto Show, Pesta Rakyat dan Pentas Wayang Kulit, Pati e-Sport Tournament, Pentas Tari Kolosal, Road to Kilau Raya MNCTV, hingga Majelis Maulidi Rasul.

Sementara itu, masyarakat juga diajak ikut menyemarakkan Hari Jadi Pati ke-703 dengan memasang twibbon resmi yang tersedia melalui bio Instagram @humaspati.

Usai pelaksanaan Rapat Paripurna, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Tasyakuran/Bancakan Hari Jadi Kabupaten Pati di Pendopo Kemiri.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *