Sugeng rawuh ing Bumi Pesantenan, papan informasi kang nyawisake kabar lan crita babagan Kabupaten Pati.

Haul Mbah Mangunnuneng Jadi Pengingat, Chandra: Kemajuan Pati Harus Berakar pada Akhlak

PATI – Suasana religius dan penuh kebersamaan menyelimuti Dukuh Jatikebo, Desa Kepohkencono, Kecamatan Pucakwangi, Sabtu (13/6). Ratusan warga memadati lokasi Pengajian Umum Haul Mbah Mangunnuneng yang menghadirkan penceramah nasional Gus Muwafiq serta KH Ahmad Nuryanto.

Kegiatan yang menjadi bagian dari tradisi Sedekah Bumi tersebut tak hanya menjadi ajang silaturahmi dan pelestarian budaya, tetapi juga momentum memanjatkan doa bersama untuk keselamatan, keberkahan, serta kemajuan Kabupaten Pati.

Hadir langsung dalam kegiatan itu Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra bersama jajaran Forkopimcam Pucakwangi. Di hadapan masyarakat, Chandra mengajak seluruh warga untuk terus menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan para ulama dan leluhur sebagai bekal membangun daerah.

Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya diukur dari infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi semata. Lebih dari itu, kemajuan daerah harus ditopang oleh karakter dan akhlak masyarakat yang kuat.

“Pati harus dibangun di atas fondasi moral yang kokoh. Ketika akhlak menjadi dasar dalam kehidupan bermasyarakat dan pemerintahan, maka pembangunan yang lahir akan membawa manfaat dan keberkahan bagi semua,” ujar Chandra.

Ia juga menyampaikan bahwa dirinya bersama jajaran pemerintah daerah saat ini sedang menjalankan amanah untuk memimpin Kabupaten Pati. Karena itu, ia memohon doa serta dukungan masyarakat agar dapat menjalankan tugas dengan baik demi kemajuan daerah.

“Kami memohon doa restu dari seluruh masyarakat agar mampu menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya untuk Kabupaten Pati yang kita cintai bersama,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Chandra turut mengingatkan bahwa Kabupaten Pati memiliki sejarah panjang yang kaya akan nilai keagamaan. Banyak ulama besar lahir dari bumi Pati dan memberikan kontribusi besar bagi perkembangan Islam di Nusantara.

“Kita patut bersyukur lahir di tanah yang penuh berkah ini. Pati memiliki warisan spiritual yang luar biasa dan melahirkan tokoh-tokoh besar yang menjadi teladan hingga saat ini,” tuturnya.

Menurut Chandra, tradisi sedekah bumi dan haul ulama seperti yang digelar masyarakat Kepohkencono memiliki makna penting dalam menjaga harmoni sosial. Selain menjadi ungkapan rasa syukur, kegiatan tersebut juga memperkuat persatuan warga sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong.

Ia optimistis, dengan terus menjaga tradisi, memperkuat nilai keagamaan, dan membangun kebersamaan, Kabupaten Pati akan mampu berkembang menjadi daerah yang maju tanpa kehilangan jati dirinya.

“Melalui doa-doa yang dipanjatkan bersama dan semangat kebersamaan yang terus dijaga, insyaallah Pati akan semakin maju, sejahtera, dan tetap berakhlak mulia,” pungkasnya.

Acara berlangsung khidmat hingga malam hari dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Kehadiran para tokoh agama dan pemerintah semakin menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan kerja nyata, tetapi juga kekuatan spiritual serta dukungan seluruh elemen masyarakat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *