PATI, 21 April 2026 — Upaya melawan tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Pati kini masuk fase percepatan. Pemerintah pusat dan daerah bergerak serempak dengan menghadirkan layanan cek kesehatan gratis di 120 titik, menyusul tingginya angka temuan kasus yang mencapai 2.658 pada tahun sebelumnya.
Langkah ini diperkuat dengan kunjungan Wakil Menteri Kesehatan RI ke Balai Desa Kutoharjo, Selasa (21/4), sebagai bagian dari strategi intervensi langsung di daerah dengan beban kasus tinggi. Fokus utamanya jelas: menekan penularan yang kerap terjadi di lingkungan keluarga pasien.
“Target kami sederhana tapi penting: sebelum akhir tahun, seluruh titik sudah berjalan dan masyarakat yang terpapar bisa segera terdeteksi serta diobati,” ujar Wakil Menteri Kesehatan dalam kunjungannya.

Program ini tidak sekadar pemeriksaan biasa. Pemerintah juga menyediakan layanan lanjutan seperti foto rontgen gratis, khususnya bagi keluarga pasien, guna memastikan deteksi dini berjalan maksimal. Bagi warga yang belum terinfeksi, disiapkan terapi pencegahan, sementara pasien positif langsung masuk dalam pengobatan terkontrol.
Tak berhenti di aspek medis, penanganan TBC di Pati juga menyasar akar masalah lain: kondisi lingkungan. Rumah dengan ventilasi buruk yang berpotensi mempercepat penyebaran penyakit mulai didata untuk direnovasi. Saat ini, setidaknya 34 rumah telah masuk daftar prioritas perbaikan.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Pati bergerak cepat melakukan validasi ulang data pasien. Plt. Bupati Pati menegaskan bahwa seluruh data akan difinalisasi dalam waktu 10 hari ke depan agar penanganan bisa lebih tepat sasaran.

“Kami pastikan tidak ada yang terlewat. Pendataan juga mencakup keluarga pasien untuk memutus rantai penularan sejak dari rumah,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan ini berlanjut ke Desa Tlogomojo, Kecamatan Batangan, dengan penyerahan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni bagi penderita TBC. Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan terpadu yang menggabungkan intervensi kesehatan dan perbaikan kualitas hidup masyarakat.
Dengan kolaborasi intens antara pusat dan daerah, Pati kini menunjukkan keseriusan penuh dalam menekan laju TBC. Bukan sekadar program, tapi gerakan nyata untuk melindungi masyarakat dari ancaman penyakit menular yang masih menjadi perhatian global.


Tinggalkan Balasan