PATI – Gemerlap Karnaval Budaya Festival Adhi Loka Pati 2026 di Alun-Alun Kabupaten Pati, Sabtu (8/8/2026) malam, bukan sekadar menghadirkan pertunjukan seni dan budaya. Di balik kemeriahan tersebut, terselip pesan penting tentang arah pembangunan Pati yang tak boleh meninggalkan akar budaya.

Pesan itu disampaikan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat membuka Karnaval Budaya Festival Adhi Loka Pati 2026. Ia menegaskan, pembangunan daerah harus berjalan beriringan antara kemajuan fisik dan pemajuan kebudayaan.
Menurut Chandra, wajah kemajuan sebuah daerah tidak cukup hanya dilihat dari jalan, gedung, maupun infrastruktur yang dibangun. Identitas budaya juga menjadi bagian penting yang harus dirawat agar kemajuan Pati tetap memiliki karakter.

“Pembangunan di Kabupaten Pati harus berjalan selaras antara pembangunan fisik dan pembangunan kebudayaan, di mana kebudayaan menjadi cahaya yang menerangi perjalanan pembangunan menuju Kabupaten Pati yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” ujar Chandra.
Pati sendiri memiliki kekayaan budaya yang cukup besar. Hingga saat ini, enam karya budaya asal Pati telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia. Dua di antaranya, yakni Gongcik dan Kethoprak, ditetapkan pada 2025.
Bagi Chandra, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan, melainkan tanggung jawab untuk memastikan warisan budaya tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya.
“Capaian ini menunjukkan bahwa Pati memiliki kekayaan budaya yang harus terus dirawat, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Melalui Festival Adhi Loka, Chandra berharap seluruh kecamatan di Kabupaten Pati dapat menampilkan kekayaan dan keunikan budayanya. Karnaval diharapkan menjadi panggung bersama untuk memperkenalkan ragam tradisi sekaligus mendekatkan generasi muda dengan budaya daerah.
“Jadikan karnaval ini sebagai ruang untuk mengenalkan kekayaan budaya Pati kepada generasi muda. Budaya harus terus hidup, tumbuh, dan menjadi bagian dari perjalanan masyarakat,” ucapnya.
Tak berhenti pada pelestarian budaya, Pemkab Pati juga melihat potensi ekonomi yang dapat tumbuh dari kegiatan budaya. Festival dan karnaval menjadi ruang bertemunya seni, pariwisata, UMKM, serta masyarakat.
Keberadaan pelaku UMKM dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi sekaligus membuka peluang promosi produk lokal. Sementara potensi wisata yang diangkat melalui budaya dapat menjadi daya tarik baru bagi masyarakat dari dalam maupun luar daerah.
Chandra menilai budaya, pariwisata, dan UMKM memiliki keterkaitan yang kuat. Jika dikelola secara berkelanjutan, ketiganya dapat menjadi ekosistem yang saling menguatkan sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Semangat tersebut sejalan dengan tema Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati, “Sumunar Terang Mbangun Kamajengan.” Sebuah semangat yang menempatkan kemajuan bukan hanya sebagai pembangunan fisik, tetapi juga sebagai upaya menjaga jati diri dan kekayaan budaya daerah.
Karnaval Budaya Festival Adhi Loka Pati 2026 digelar mulai pukul 18.00 WIB di Alun-Alun Kabupaten Pati dan mendapat perhatian masyarakat. Berbagai unsur budaya tampil menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi Pati ke-703.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, Forkopimda beserta istri, Pj Sekretaris Daerah, para Staf Ahli Bupati dan Asisten Sekda, kepala perangkat daerah, para camat, serta para kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Pati.
Lewat Festival Adhi Loka, Pemkab Pati ingin menunjukkan bahwa ketika pembangunan berjalan bersama kebudayaan, kemajuan daerah tidak hanya terlihat dari apa yang dibangun, tetapi juga dari identitas yang tetap hidup di tengah masyarakat.


Tinggalkan Balasan