Sugeng rawuh ing Bumi Pesantenan, papan informasi kang nyawisake kabar lan crita babagan Kabupaten Pati.

Kategori: Berita

  • 1.000 Pelajar Padati Alun-Alun Pati, Tari Kolosal Bikin Hari Jadi ke-703 Makin Meriah

    1.000 Pelajar Padati Alun-Alun Pati, Tari Kolosal Bikin Hari Jadi ke-703 Makin Meriah

    PATI – Ribuan pasang mata tertuju ke tengah Alun-Alun Pati, Minggu (23/8/2026). Sekitar 1.000 pelajar SD dan SMP dari berbagai sekolah di Kabupaten Pati tampil bersama dalam sebuah pertunjukan Tari Kolosal untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703.

    Gerakan yang kompak, koreografi yang dinamis, serta semangat para pelajar membuat pertunjukan tersebut menjadi salah satu magnet dalam rangkaian perayaan Hari Jadi Pati. Tak kurang dari 10.000 masyarakat turut memadati kawasan Alun-Alun untuk menyaksikan penampilan tersebut.

    Tak hanya pelajar, suasana semakin semarak ketika jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pati ikut turun ke lapangan dan menari bersama.

    Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengapresiasi antusiasme para pelajar sekaligus para seniman yang terlibat dalam pertunjukan tersebut.

    “Ini tari kolosalnya luar biasa. Kita semua Forkopimda ikut menari untuk memeriahkan Hari Jadi Pati sekaligus menyemangati seniman-seniman Pati agar terus bergairah memajukan karya seni Kabupaten Pati,” ujar Chandra usai kegiatan.

    Dari Sekolah untuk Panggung Budaya

    Para penari dalam pertunjukan kolosal tersebut merupakan pelajar SD dan SMP yang mewakili sekolah masing-masing dari berbagai wilayah Kabupaten Pati.

    Menurut Chandra, keterlibatan anak-anak dalam kegiatan seni menjadi modal penting untuk menjaga agar kesenian daerah tidak berhenti pada satu generasi.

    Ia melihat antusiasme para pelajar menunjukkan bahwa seni dan budaya masih mampu menjadi ruang ekspresi yang menyenangkan bagi generasi muda.

    “Anak-anak menyambut bahagia. Kita sendiri tadi ikut menari juga bahagia karena koreografinya luar biasa. Program Seniman Masuk Sekolah ini akan kita teruskan dan kita gaungkan terus,” katanya.

    Program tersebut diharapkan mampu mendekatkan dunia seni dengan lingkungan pendidikan, sekaligus memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk mengenal, mempelajari, dan menampilkan kesenian daerah.

    Pati Siapkan Kalender Seni Tahunan

    Tak berhenti pada momentum Hari Jadi, Pemerintah Kabupaten Pati berencana memperkuat agenda kebudayaan melalui kegiatan seni yang digelar secara rutin.

    Chandra mengatakan, pemerintah daerah akan mendorong terbentuknya kalender kegiatan seni dan budaya tahunan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

    “Kita akan adakan kalender rutin tahunan. Kelompok masyarakat, budayawan, kesenian, dan sekolah-sekolah ini terus berkreativitas untuk memberikan warna kesenian di Kabupaten Pati,” ungkapnya.

    Menurutnya, keberlanjutan kegiatan seni di sekolah juga penting untuk menumbuhkan rasa memiliki dan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal.

    Karya-karya yang lahir dari lingkungan sekolah nantinya diharapkan dapat terus dikembangkan dan ditampilkan di hadapan masyarakat.

    Seni Jadi Ruang untuk Menyatukan Masyarakat

    Bagi Chandra, pertunjukan Tari Kolosal bukan hanya tontonan dalam perayaan Hari Jadi. Ada pesan kebersamaan yang ingin dibangun melalui seni dan budaya.

    Ia menilai kesenian memiliki kekuatan untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam suasana yang positif.

    “Seni, kesenian, dan kebudayaan ini ternyata bisa menyatukan kita. Bisa menyatukan warga Pati untuk terus damai, terus aman, dan memakmurkan masyarakat Kabupaten Pati dengan kesenian,” tegasnya.

    Semangat tersebut terlihat dari keterlibatan pelajar, seniman, pemerintah daerah, hingga masyarakat yang memenuhi kawasan Alun-Alun Pati.

    Tari Kolosal akhirnya bukan sekadar pertunjukan massal. Ribuan pelajar menjadikannya sebagai panggung untuk menunjukkan kreativitas, sementara masyarakat menyaksikan bagaimana generasi muda Pati ikut mengambil peran dalam menjaga denyut seni dan budaya daerah.

    Kegiatan tersebut dihadiri Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra bersama jajaran Forkopimda, kepala dinas, serta para camat se-Kabupaten Pati. Sementara itu, sekitar 1.000 pelajar SD dan SMP menjadi penampil utama dalam Tari Kolosal yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703.

  • 10 Ribu Porsi Kuliner Gratis Meriahkan Selametan Agung di Pati

    10 Ribu Porsi Kuliner Gratis Meriahkan Selametan Agung di Pati

    PATI – Malam di Alun-Alun Simpang Lima Pati berubah menjadi ruang kebersamaan warga. Ribuan masyarakat berkumpul, menikmati kuliner khas daerah secara gratis, sekaligus mengikuti tradisi selametan sebagai ungkapan syukur atas perjalanan panjang Kabupaten Pati.

    Suasana tersebut terasa dalam Pesta Rakyat dan Selametan Agung Festival Adhi Loka Kabupaten Pati 2026, Selasa malam (18/8/2026).

    Sebanyak 10 ribu porsi kuliner khas Pati dibagikan cuma-cuma kepada masyarakat. Tak hanya itu, 100 tumpeng turut disiapkan untuk disantap bersama sebagai simbol syukur, kebersamaan, dan keguyuban masyarakat Bumi Mina Tani.

    Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan, pesta rakyat tersebut sengaja dikemas dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi bagian dari tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

    “Tujuannya sebagai wujud syukur terhadap Hari Jadi Pati,” ujar Chandra.

    Doa, Makan Bersama hingga Pertunjukan Wayang

    Bagi Chandra, Selametan Agung bukan sekadar agenda perayaan. Momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu yang telah mewariskan daerah kepada generasi saat ini.

    Ia mengajak masyarakat untuk memaknai perayaan Hari Jadi Pati dengan doa bersama sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat.

    “Kita doa bersama, kumpul bersama dan makan bersama, lalu berupaya melestarikan budaya Kabupaten Pati lewat wayang,” kata Chandra.

    Semangat pelestarian budaya kemudian hadir melalui pertunjukan wayang yang menjadi bagian dari rangkaian acara.

    Panggung budaya menghadirkan Ki Rama Aditya dan Ki Bowo Asmoro, disertai penampilan khusus Gareng Semarang dan Sinden Eka Solo.

    Pertunjukan tersebut menjadi hiburan bagi masyarakat sekaligus pengingat bahwa kesenian tradisional masih memiliki tempat penting di tengah perkembangan zaman.

    Pesta Rakyat Jadi Ruang Bertemu Warga

    Chandra menegaskan Pemerintah Kabupaten Pati akan terus mendorong kegiatan yang mampu mempertemukan masyarakat dalam suasana guyub sekaligus memberikan ruang bagi budaya lokal untuk terus hidup.

    Menurutnya, pesta rakyat, doa bersama, hingga makan bersama dapat menjadi sarana sederhana untuk memperkuat rasa kebersamaan masyarakat.

    “Ke depan, kita ingin masyarakat tetap dilibatkan dalam doa bersama, pesta rakyat, serta makan bersama. Dan ini tentu bagian dari upaya menjaga budaya sekaligus memperkuat kebersamaan,” ujarnya.

    Ia juga mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, kemeriahan sebuah acara harus tetap diiringi kepedulian terhadap lingkungan.

    Ribuan warga Kabupaten Pati tampak memadati kawasan Alun-Alun Simpang Lima untuk mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

    Pesta Rakyat dan Selametan Agung turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Pati serta para tamu undangan Festival Adhi Loka Kabupaten Pati 2026.

    Malam itu, kuliner, doa, seni pertunjukan, dan kebersamaan berpadu dalam satu ruang, menjadikan perayaan Hari Jadi Pati bukan sekadar seremoni, tetapi juga pesta yang benar-benar dirasakan masyarakat.

  • Bukan Sekadar Baris-Berbaris, Chandra: Paskibraka Pati Harus Nikmati Setiap Proses

    Bukan Sekadar Baris-Berbaris, Chandra: Paskibraka Pati Harus Nikmati Setiap Proses

    PATI – Menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bukan sekadar soal ketepatan langkah dan kedisiplinan dalam barisan. Di balik tugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih, ada pengalaman berharga yang akan menjadi bagian dari perjalanan hidup para generasi muda.

    Pesan itulah yang disampaikan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat memberikan pengarahan dan motivasi kepada calon anggota Paskibraka Kabupaten Pati 2026 di Alun-Alun Kabupaten Pati, Selasa (11/8/2026).

    Di hadapan para calon Paskibraka, Chandra meminta seluruh peserta tidak terlalu terbebani dengan latihan. Ia mendorong mereka untuk menjalani setiap tahapan dengan tenang, penuh tanggung jawab, dan tetap menjaga semangat.

    “Momen ini adalah momen paling berharga di kehidupan kalian yang pastinya tidak akan berulang dua kali, jadi nikmati dengan santai, penuh tanggung jawab, terus berdoa, dan tetap semangat,” ujar Chandra.

    Menurutnya, kesempatan menjadi Paskibraka merupakan kepercayaan sekaligus pengalaman yang sangat bernilai. Para peserta nantinya akan berdiri di tengah Alun-Alun Pati membawa tugas penting dalam rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Chandra bahkan menyebut para anggota Paskibraka 2026 akan menjadi bagian dari sejarah Kabupaten Pati.

    “Mereka adalah saksi sejarah yang akan bertugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih di Alun-Alun Pati dan disaksikan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Pati,” ungkapnya.

    Tak Hanya Dilatih Fisik, Karakter Juga Ditempa

    Di balik persiapan menuju upacara kemerdekaan, Chandra menekankan pentingnya pembentukan karakter bagi para calon Paskibraka.

    Ia meminta para pembina dan pelatih tidak hanya fokus pada kemampuan teknis, tetapi juga terus menanamkan jiwa patriotisme, kedisiplinan, serta pemahaman tentang kebangsaan.

    Menurutnya, nilai-nilai tersebut penting sebagai bekal generasi muda, bukan hanya ketika menjalankan tugas sebagai Paskibraka, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

    Chandra turut menyampaikan apresiasi kepada Kepala Bakesbangpol Kabupaten Pati, jajaran pembina, serta para pelatih dari unsur TNI dan Polri yang telah mendampingi para peserta selama menjalani proses latihan.

    20 Hari Persiapan Menuju Upacara Kemerdekaan

    Kepala Bakesbangpol Kabupaten Pati Nikentri Meiningrum menjelaskan, latihan efektif Paskibraka Kabupaten Pati 2026 berlangsung selama 20 hari, mulai 15 Juli hingga 14 Agustus 2026.

    Setelah menjalani proses latihan, para anggota Paskibraka akan memasuki tahap berikutnya berupa pengukuhan dan karantina.

    “Setelah pengukuhan, seluruh anggota Paskibraka akan masuk karantina di Hotel Griya Lestari selama tiga hari dua malam hingga selesai menjalankan tugas pengibaran dan penurunan bendera pada 17 Agustus 2026,” jelas Niken.

    Sebelum karantina, para calon Paskibraka dijadwalkan mengikuti gladi bersih pada 15 Agustus 2026. Setelah itu, mereka akan menjalani prosesi pengukuhan oleh Plt Bupati Pati.

    Seluruh tahapan tersebut menjadi bagian dari persiapan akhir sebelum para Paskibraka menjalankan tugas utama pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Pati.

    Dengan persiapan yang matang, para anggota Paskibraka diharapkan mampu menjalankan amanah dengan penuh disiplin sekaligus membawa rasa bangga karena mendapat kesempatan menjadi bagian dari momen bersejarah peringatan kemerdekaan di Kabupaten Pati.

  • Chandra Dorong Budaya Jadi Energi Baru Pembangunan dan Ekonomi Pati

    Chandra Dorong Budaya Jadi Energi Baru Pembangunan dan Ekonomi Pati

    PATI – Pembangunan Kabupaten Pati ke depan tak cukup hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur. Pemerintah daerah ingin kemajuan fisik berjalan beriringan dengan penguatan kebudayaan agar identitas daerah tetap hidup sekaligus mampu memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat.

    Hal tersebut disampaikan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat membuka Karnaval Budaya Festival Adhi Loka Pati 2026 di Alun-Alun Kabupaten Pati, Sabtu (8/8/2026) malam.

    Menurut Chandra, kebudayaan memiliki posisi strategis dalam perjalanan pembangunan daerah. Selain menjadi bagian dari identitas masyarakat, kekayaan budaya Pati juga dapat dikembangkan sebagai kekuatan pariwisata dan penggerak ekonomi lokal.

    “Pembangunan di Kabupaten Pati harus berjalan selaras antara pembangunan fisik dan pembangunan kebudayaan, di mana kebudayaan menjadi cahaya yang menerangi perjalanan pembangunan menuju Kabupaten Pati yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” ujarnya.

    Enam Budaya Pati Masuk Warisan Budaya Takbenda

    Chandra menyebut Pati memiliki potensi budaya yang besar. Saat ini, setidaknya terdapat enam karya budaya asal Pati yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia.

    Dua di antaranya, yakni Gongcik dan Kethoprak, mendapatkan penetapan pada 2025.

    Menurutnya, pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa Pati memiliki kekayaan budaya yang tidak hanya bernilai historis, tetapi juga memiliki potensi untuk terus dikembangkan.

    “Capaian ini menunjukkan bahwa Pati memiliki kekayaan budaya yang harus terus dirawat, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” kata Chandra.

    Ia pun berharap Festival Adhi Loka dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan keberagaman budaya dari berbagai wilayah di Kabupaten Pati.

    Bagi Chandra, karnaval budaya bukan sekadar pertunjukan yang dinikmati masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar semakin mengenal dan memiliki rasa bangga terhadap budaya daerahnya sendiri.

    “Jadikan karnaval ini sebagai ruang untuk mengenalkan kekayaan budaya Pati kepada generasi muda. Budaya harus terus hidup, tumbuh, dan menjadi bagian dari perjalanan masyarakat,” tuturnya.

    Budaya, Pariwisata, dan UMKM Didorong Bergerak Bersama

    Karnaval Budaya Festival Adhi Loka Pati 2026 juga diharapkan memberikan efek berantai terhadap perekonomian masyarakat.

    Kehadiran pelaku UMKM serta potensi wisata daerah dalam rangkaian kegiatan menjadi bagian dari upaya menghubungkan sektor kebudayaan dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

    Chandra menilai budaya, pariwisata, dan UMKM memiliki hubungan yang saling menguatkan. Ketika sebuah kegiatan budaya mampu menarik masyarakat dan wisatawan, maka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk mendapatkan manfaat ekonomi juga semakin terbuka.

    Penguatan ekosistem tersebut dinilai sejalan dengan semangat Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati yang mengusung tema “Sumunar Terang Mbangun Kamajengan.”

    Melalui tema tersebut, pembangunan Pati diharapkan tidak hanya menghadirkan kemajuan secara fisik, tetapi juga menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas dan kekayaan budaya daerah.

    Karnaval Meriahkan Alun-Alun Pati

    Karnaval Budaya Festival Adhi Loka Pati 2026 digelar pada Sabtu (8/8/2026) mulai pukul 18.00 WIB di Alun-Alun Kabupaten Pati.

    Masyarakat dari berbagai wilayah turut hadir menyaksikan rangkaian pertunjukan budaya yang menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati.

    Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperlihatkan keberagaman budaya yang dimiliki Kabupaten Pati kepada masyarakat luas.

    Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, Forkopimda beserta istri, Pj Sekretaris Daerah, para Staf Ahli Bupati dan Asisten Sekda, kepala perangkat daerah, para camat, serta para kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Pati.

  • Bukan Sekadar Karnaval, Chandra Dorong Budaya Jadi Energi Baru Pembangunan Pati

    Bukan Sekadar Karnaval, Chandra Dorong Budaya Jadi Energi Baru Pembangunan Pati

    PATI – Gemerlap Karnaval Budaya Festival Adhi Loka Pati 2026 di Alun-Alun Kabupaten Pati, Sabtu (8/8/2026) malam, bukan sekadar menghadirkan pertunjukan seni dan budaya. Di balik kemeriahan tersebut, terselip pesan penting tentang arah pembangunan Pati yang tak boleh meninggalkan akar budaya.

    Pesan itu disampaikan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat membuka Karnaval Budaya Festival Adhi Loka Pati 2026. Ia menegaskan, pembangunan daerah harus berjalan beriringan antara kemajuan fisik dan pemajuan kebudayaan.

    Menurut Chandra, wajah kemajuan sebuah daerah tidak cukup hanya dilihat dari jalan, gedung, maupun infrastruktur yang dibangun. Identitas budaya juga menjadi bagian penting yang harus dirawat agar kemajuan Pati tetap memiliki karakter.

    “Pembangunan di Kabupaten Pati harus berjalan selaras antara pembangunan fisik dan pembangunan kebudayaan, di mana kebudayaan menjadi cahaya yang menerangi perjalanan pembangunan menuju Kabupaten Pati yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” ujar Chandra.

    Pati sendiri memiliki kekayaan budaya yang cukup besar. Hingga saat ini, enam karya budaya asal Pati telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia. Dua di antaranya, yakni Gongcik dan Kethoprak, ditetapkan pada 2025.

    Bagi Chandra, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan, melainkan tanggung jawab untuk memastikan warisan budaya tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya.

    “Capaian ini menunjukkan bahwa Pati memiliki kekayaan budaya yang harus terus dirawat, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.

    Melalui Festival Adhi Loka, Chandra berharap seluruh kecamatan di Kabupaten Pati dapat menampilkan kekayaan dan keunikan budayanya. Karnaval diharapkan menjadi panggung bersama untuk memperkenalkan ragam tradisi sekaligus mendekatkan generasi muda dengan budaya daerah.

    “Jadikan karnaval ini sebagai ruang untuk mengenalkan kekayaan budaya Pati kepada generasi muda. Budaya harus terus hidup, tumbuh, dan menjadi bagian dari perjalanan masyarakat,” ucapnya.

    Tak berhenti pada pelestarian budaya, Pemkab Pati juga melihat potensi ekonomi yang dapat tumbuh dari kegiatan budaya. Festival dan karnaval menjadi ruang bertemunya seni, pariwisata, UMKM, serta masyarakat.

    Keberadaan pelaku UMKM dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi sekaligus membuka peluang promosi produk lokal. Sementara potensi wisata yang diangkat melalui budaya dapat menjadi daya tarik baru bagi masyarakat dari dalam maupun luar daerah.

    Chandra menilai budaya, pariwisata, dan UMKM memiliki keterkaitan yang kuat. Jika dikelola secara berkelanjutan, ketiganya dapat menjadi ekosistem yang saling menguatkan sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi masyarakat.

    Semangat tersebut sejalan dengan tema Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati, “Sumunar Terang Mbangun Kamajengan.” Sebuah semangat yang menempatkan kemajuan bukan hanya sebagai pembangunan fisik, tetapi juga sebagai upaya menjaga jati diri dan kekayaan budaya daerah.

    Karnaval Budaya Festival Adhi Loka Pati 2026 digelar mulai pukul 18.00 WIB di Alun-Alun Kabupaten Pati dan mendapat perhatian masyarakat. Berbagai unsur budaya tampil menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi Pati ke-703.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, Forkopimda beserta istri, Pj Sekretaris Daerah, para Staf Ahli Bupati dan Asisten Sekda, kepala perangkat daerah, para camat, serta para kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Pati.

    Lewat Festival Adhi Loka, Pemkab Pati ingin menunjukkan bahwa ketika pembangunan berjalan bersama kebudayaan, kemajuan daerah tidak hanya terlihat dari apa yang dibangun, tetapi juga dari identitas yang tetap hidup di tengah masyarakat.

  • Hari Jadi Pati ke-703, Chandra Bawa Pulang Penghargaan untuk Dorong Wisata Lokal dan Ekonomi Warga

    Hari Jadi Pati ke-703, Chandra Bawa Pulang Penghargaan untuk Dorong Wisata Lokal dan Ekonomi Warga

    PATI – Perayaan Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 tahun ini terasa semakin istimewa bagi Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra. Tepat pada momentum hari jadi tersebut, Chandra menerima Radar Kudus Award 2026 dalam kategori Kepala Daerah Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Melalui Program Wisata Lokal.

    Penghargaan itu diterima Chandra dalam ajang Radar Kudus Award 2026 yang berlangsung di Hotel Griptha Kudus, Jumat (7/8/2026). Apresiasi tersebut diberikan atas langkah Pemerintah Kabupaten Pati dalam menjadikan sektor wisata lokal sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

    Bagi Chandra, pengembangan pariwisata bukan semata-mata soal mendatangkan wisatawan. Lebih jauh, sektor tersebut harus mampu menciptakan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat, terutama para pelaku UMKM yang berada di sekitar destinasi wisata.

    “Pengalihan tujuan wisata ke dalam daerah merupakan langkah strategis untuk menggerakkan sektor ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Kabupaten Pati. Dengan demikian, manfaat kegiatan wisata siswa dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat,” kata Chandra.

    Gagasan tersebut salah satunya diwujudkan melalui dorongan agar kegiatan wisata sekolah maupun outing class lebih banyak memilih destinasi yang berada di Kabupaten Pati.

    Dengan semakin banyaknya aktivitas wisata di dalam daerah, perputaran uang diharapkan tidak hanya berhenti di kawasan destinasi, tetapi ikut mengalir kepada pedagang, pelaku UMKM, pengelola wisata, hingga masyarakat di sekitarnya.

    Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi menilai pengembangan wisata lokal memiliki peluang besar untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

    “Wisata lokal ini kita dorong agar pemberdayaan ekonomi masyarakat semakin meningkat. Jadi, tidak hanya destinasi yang bergerak, tetapi juga masyarakat di sekitarnya,” ujar Chandra.

    Pengembangan wisata di Pati sendiri mencakup beragam potensi, mulai dari wisata alam, edukasi, sejarah hingga budaya. Potensi tersebut tidak hanya menjadi daya tarik bagi wisatawan, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat kekayaan daerahnya.

    Chandra pun menegaskan bahwa penghargaan yang diterimanya bukan semata-mata penghargaan pribadi. Ia mempersembahkannya untuk seluruh masyarakat Kabupaten Pati.

    “Penghargaan ini saya persembahkan untuk Kabupaten Pati. Apalagi hari ini bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703. Semoga ini menjadi kado kecil yang membawa semangat bagi kita semua untuk terus membangun Pati,” ungkapnya.

    Radar Kudus Award 2026 menjadi ajang apresiasi bagi tokoh dan instansi yang dinilai memberikan kontribusi serta prestasi di wilayah Pati Raya. Tahun ini, sebanyak 29 tokoh dan instansi menerima penghargaan dalam berbagai kategori.

    Ajang tersebut turut dihadiri Gubernur Jawa Tengah, sejumlah kepala daerah di wilayah Pati Raya, serta para penerima penghargaan dari berbagai kategori.

    Dalam kesempatan itu, Chandra hadir bersama Pj Sekda Pati, seluruh Asisten Sekda, Kepala Kesbangpol, serta Kabag Prokompim Setda Pati.

    Penghargaan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa momentum Hari Jadi Pati ke-703 bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang bagaimana pembangunan terus diarahkan agar manfaatnya semakin dekat dan terasa oleh masyarakat.

  • Hari Jadi ke-703, Chandra Tekankan Pembangunan Pati Harus Berdampak Langsung ke Masyarakat

    Hari Jadi ke-703, Chandra Tekankan Pembangunan Pati Harus Berdampak Langsung ke Masyarakat

    PATI — Peringatan Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum tersebut dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Pati untuk menegaskan kembali arah pembangunan yang harus berangkat dari kebutuhan dan persoalan nyata masyarakat.

    Pesan itu disampaikan Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat memimpin Upacara Peringatan Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati Tahun 2026 di Alun-Alun Kabupaten Pati, Jumat (7/8/2026).

    Dalam amanatnya, Chandra menegaskan bahwa keberhasilan pemerintah tidak cukup diukur dari banyaknya program yang dijalankan. Ukuran yang lebih penting adalah seberapa jauh program tersebut mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.

    “Ukuran keberhasilan pemerintah bukan hanya berapa banyak kegiatan yang dilaksanakan, namun seberapa besar persoalan masyarakat yang berhasil kita selesaikan,” kata Chandra.

    Menurutnya, semangat Hari Jadi ke-703 dengan tema “Sumunar Terang, Mbangun Kemajengan” harus diwujudkan melalui kinerja pemerintahan yang semakin terbuka, cepat merespons kebutuhan masyarakat, serta mampu memberikan solusi.

    Karena itu, ia menekankan agar pelayanan publik terus dibenahi sehingga masyarakat mendapatkan layanan yang lebih cepat, mudah, ramah, dan adil.

    “Pelayanan publik harus semakin cepat, mudah, ramah, dan adil,” ujarnya.

    Chandra menyebut sejumlah perkembangan pembangunan yang terus didorong Pemkab Pati, mulai dari penurunan angka kemiskinan, percepatan pembangunan infrastruktur jalan, penguatan reformasi birokrasi hingga peningkatan investasi.

    Namun, capaian tersebut menurutnya harus terus dikawal agar manfaatnya tidak berhenti pada angka dan laporan, melainkan benar-benar terasa dalam kehidupan masyarakat.

    Infrastruktur hingga 2027

    Pemerintah Kabupaten Pati juga memastikan pembangunan infrastruktur masih menjadi salah satu fokus utama hingga 2027. Percepatan pembangunan tersebut akan berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas birokrasi dan pelayanan kepada masyarakat.

    Chandra menegaskan, pembangunan harus memiliki dampak yang jelas dan mampu menjawab kebutuhan di lapangan.

    “Pembangunan harus terus kita arahkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

    Tak hanya infrastruktur, sektor ekonomi masyarakat juga menjadi perhatian. UMKM, pertanian, perikanan, dan pariwisata dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat perekonomian daerah.

    Pengembangan sektor-sektor tersebut akan dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk mendorong investasi yang mampu membuka peluang ekonomi dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Pati.

    Di sisi lain, Chandra mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan agar menjadikan integritas dan profesionalisme sebagai fondasi dalam bekerja. Menurutnya, program pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa adanya aparatur yang memiliki komitmen dan mampu bekerja secara kolaboratif.

    “Sumunar Terang, Mbangun Kemajengan harus menjadi semangat bersama untuk membawa Pati semakin maju dan masyarakat semakin sejahtera,” ujarnya.

    Upacara Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pj. Sekretaris Daerah, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, kepala perangkat daerah, camat, serta para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati.

    Rangkaian peringatan kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke Makam Adipati Tombronegoro di Kampung Kaborongan, Kelurahan Pati Lor.

    Sementara pada malam harinya, Jumat (7/8), masyarakat juga disuguhi hiburan ketoprak yang digelar mulai pukul 20.00 WIB di Pendopo Kemiri, Desa Sarirejo, Kecamatan Pati.

    Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-703 sekaligus pengingat bahwa kemajuan Pati bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang menghadirkan pemerintahan yang mampu bekerja dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

  • Anak Muda Pati Diajak Jadi Penggerak Inovasi, Chandra: Jangan Takut Ciptakan Solusi

    Anak Muda Pati Diajak Jadi Penggerak Inovasi, Chandra: Jangan Takut Ciptakan Solusi

    PATI — Pemerintah Kabupaten Pati mendorong generasi muda tidak sekadar menjadi penonton dalam pembangunan daerah. Pelajar SMA, SMK, dan MAN se-Kabupaten Pati diajak berani menyampaikan gagasan, menciptakan inovasi, hingga menghadirkan solusi nyata untuk berbagai persoalan di daerah.

    Pesan tersebut disampaikan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat membuka kegiatan Sharing Inspiratif Bareng Anak Muda di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (6/8).

    Di hadapan para pelajar, Chandra menegaskan bahwa Pemkab Pati membuka ruang bagi anak muda untuk berkreasi dan menyumbangkan ide-ide segar. Menurutnya, pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi dengan generasi muda.

    “Kami Pemerintah Kabupaten Pati sangat terbuka menerima inovasi-inovasi dari adik-adik semua. Ayo kita bareng-bareng membangun Kabupaten Pati dengan kreasi nyata, dengan inovasi dari adik-adik semua,” kata Chandra.

    Ia menilai anak muda memiliki posisi strategis sebagai generasi yang akan menentukan arah Kabupaten Pati di masa mendatang. Kreativitas, keberanian mencoba hal baru, serta kemampuan menguasai teknologi menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan zaman.

    Chandra pun mengingatkan agar perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), dimanfaatkan untuk hal-hal produktif.

    “Jangan sampai teknologi hanya digunakan untuk hal-hal yang tidak produktif. Manfaatkan AI dan perkembangan teknologi untuk belajar, berkompetisi, dan menghasilkan karya yang bermanfaat,” ujarnya.

    Menurut Chandra, Pati memiliki kekayaan potensi yang bisa dikembangkan oleh generasi muda. Mulai dari sektor pertanian, perikanan hingga kelautan dengan garis pantai sekitar 60 kilometer dan ribuan kapal perikanan yang menjadi bagian penting dalam menggerakkan perekonomian daerah.

    Produk unggulan seperti bandeng dan garam Pati juga dinilai memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan. Namun, potensi tersebut perlu dibarengi dengan kemampuan menciptakan solusi atas berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.

    Persoalan banjir ketika musim hujan dan kekeringan saat musim kemarau, misalnya, dinilai membutuhkan pemikiran kreatif dan inovatif. Chandra berharap para pelajar mampu melihat persoalan tersebut bukan hanya sebagai masalah, tetapi juga sebagai peluang untuk melahirkan gagasan baru.

    Selain inovasi, Chandra turut mengingatkan pentingnya membangun lingkungan pergaulan yang sehat dan positif. Menurutnya, orang-orang di sekitar, termasuk teman dan mentor, dapat memberikan pengaruh besar terhadap pola pikir serta perkembangan masa depan seseorang.

    Ia pun mendorong para pelajar untuk terus belajar, memperluas wawasan, dan tidak takut bermimpi besar. Kemajuan sebuah negara, menurutnya, tidak terlepas dari kualitas generasi mudanya yang kreatif, adaptif, dan memiliki kemauan untuk terus berkembang.

    Sementara itu, Pujiyono Suwadi dari Dewan Pembina Gerakan Solusi Indonesia mengajak anak muda mengubah kegelisahan terhadap berbagai persoalan bangsa menjadi gerakan dan karya nyata.

    Ia mendorong para pelajar meninggalkan pola pikir pesimis dan mulai berani mengambil peran melalui pendidikan, kreativitas maupun kewirausahaan.

    Pujiyono juga memotivasi peserta untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan memanfaatkan berbagai peluang beasiswa yang tersedia. Bagi pelajar yang memilih jalur kewirausahaan, ia mendorong agar mulai membangun jejaring dengan pelaku usaha dan memperluas pengalaman.

    Menurutnya, menjelajahi berbagai daerah juga penting bagi anak muda untuk melihat langsung beragam potensi Indonesia, sekaligus membuka wawasan dan menemukan peluang yang mungkin belum pernah terpikirkan sebelumnya.

    Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pelajar Pati untuk mendapatkan inspirasi sekaligus melihat bahwa kontribusi terhadap daerah tidak harus menunggu menjadi pejabat atau orang besar. Dari ide sederhana, karya kreatif, hingga inovasi teknologi, anak muda dapat mulai mengambil bagian dalam membangun Pati.

  • 703 Tahun Pati: Chandra Dorong Kemajuan yang Tak Sekadar Terlihat, tapi Benar-Benar Dirasakan

    703 Tahun Pati: Chandra Dorong Kemajuan yang Tak Sekadar Terlihat, tapi Benar-Benar Dirasakan

    PATI – Memasuki usia ke-703, Kabupaten Pati tidak ingin berhenti pada perayaan dan seremoni. Hari Jadi tahun ini dijadikan momentum untuk memperkuat langkah pembangunan agar hasilnya benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat.

    Pesan tersebut disampaikan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra dalam pidatonya pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pati dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Kamis (6/8/2026).

    Mengusung tema “Sumunar Terang Mbangun Kemajengan”, Chandra menekankan bahwa kemajuan Pati harus dibangun secara menyeluruh. Bukan hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga lewat peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi, pelayanan publik, hingga menjaga kerukunan dan kebudayaan.

    “Hari jadi bukan sekadar seremoni. Ini momentum untuk melihat perjalanan yang telah kita lalui, menghargai jasa para pendahulu, sekaligus memperbarui komitmen untuk membawa Pati menjadi lebih baik,” ujar Chandra.

    Menurutnya, usia 703 tahun merupakan amanah besar yang harus dijawab dengan kerja nyata. Karena itu, berbagai program pembangunan diarahkan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dari pusat kota hingga pelosok desa.

    Rp210 Miliar untuk Perkuat Infrastruktur

    Salah satu sektor yang terus digenjot Pemerintah Kabupaten Pati adalah infrastruktur dasar.

    Pada 2026, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp210 miliar untuk menangani infrastruktur, termasuk rehabilitasi sekitar 160 titik ruas jalan serta perbaikan talud dan jembatan.

    Hingga akhir Juli 2026, progres rehabilitasi jalan telah mencapai sekitar 30 persen dan sejumlah ruas telah rampung dikerjakan.

    Chandra menegaskan, pembangunan jalan bukan sekadar mengejar panjang ruas yang selesai diperbaiki. Lebih dari itu, setiap pembangunan harus memberikan efek berantai terhadap kehidupan masyarakat.

    “Setiap kilometer jalan yang kita perbaiki adalah upaya membuka konektivitas, memperlancar mobilitas, menggerakkan ekonomi, sekaligus menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok Pati,” tegasnya.

    Bukan Sekadar Angka, tetapi Dampak

    Selain pembangunan infrastruktur, sejumlah indikator pembangunan Kabupaten Pati juga menunjukkan perkembangan positif.

    Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Pati pada 2025 tercatat 74,98, meningkat dari 74,10 pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi mencapai 6,12 persen, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka turun menjadi 3,71 persen.

    Namun, Chandra mengingatkan agar capaian tersebut tidak hanya dipandang sebagai angka statistik.

    “Yang terpenting bukan sekadar angka. Yang terpenting adalah bagaimana setiap kemajuan diterjemahkan menjadi kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat,” katanya.

    Ia mencontohkan, pertumbuhan ekonomi harus mampu membuka lapangan kerja, pendidikan harus memberikan masa depan yang lebih baik, kesehatan harus meningkatkan kualitas hidup, sementara kebijakan pemerintah harus bermuara pada kesejahteraan masyarakat.

    Inovasi dan Budaya Jadi Kekuatan Pati

    Kemajuan daerah juga ditopang oleh inovasi dan kreativitas.

    Kabupaten Pati berhasil meraih Innovative Government Award (IGA) 2025 dengan predikat Kabupaten Sangat Inovatif. Di bidang kebudayaan, Pati juga mendapatkan pengakuan sebagai Kabupaten/Kota Kreatif pada subsektor Seni Pertunjukan.

    Bagi Chandra, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga bagaimana pemerintah dan masyarakat mampu menciptakan inovasi serta menjaga identitas budaya.

    “Kemajuan juga tidak mungkin tumbuh tanpa kerukunan,” ujarnya.

    Pati juga mencatat capaian melalui Harmony Award 2025 serta peringkat ketiga nasional dalam kinerja Forum Kerukunan Umat Beragama. Menurut Chandra, keberagaman yang terjaga merupakan modal penting untuk menciptakan daerah yang aman, solid, dan mampu bergerak maju bersama.

    Fokus Berikutnya: SDM hingga Ekonomi Lokal

    Chandra menegaskan, berbagai penghargaan dan capaian bukanlah garis akhir. Pembangunan akan terus dilakukan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan.

    Selain mempertahankan fokus pada infrastruktur, pemerintah daerah akan semakin memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan dan kesehatan.

    Pengembangan pertanian, perikanan, ketahanan pangan, UMKM, ekonomi kreatif, serta berbagai potensi ekonomi lokal juga akan menjadi bagian penting dari agenda pembangunan ke depan.

    “Kemajuan Pati tidak mungkin hanya diupayakan oleh pemerintah daerah semata,” tegas Chandra.

    Ia pun mengajak DPRD, Forkopimda, pemerintah desa, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, insan pers, hingga seluruh masyarakat untuk memperkuat kolaborasi.

    Sebab, menurutnya, pembangunan akan memberikan hasil maksimal ketika seluruh elemen bergerak dengan tujuan yang sama: menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.

    Dari Hari Jadi Menuju Harapan Baru

    Menutup pidatonya, Chandra mengajak masyarakat menjadikan Hari Jadi ke-703 bukan hanya sebagai perayaan perjalanan sejarah, tetapi sebagai titik untuk menyalakan kembali optimisme terhadap masa depan Pati.

    Ia berharap Pati semakin maju, masyarakat semakin sejahtera, persatuan semakin kuat, ekonomi terus tumbuh, serta pemerintahan semakin bersih, profesional, dan dipercaya masyarakat.

    “Mari kita jadikan Hari Jadi ke-703 sebagai momentum untuk menyalakan cahaya harapan, memperkuat kebersamaan, dan bersama-sama membangun kemajuan. Dirgahayu Kabupaten Pati. Sumunar Terang, Mbangun Kemajengan,” tutupnya.

    Rapat Paripurna tersebut turut dihadiri pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Pati, jajaran Forkopimda, Pj Sekretaris Daerah, staf ahli bupati, asisten Sekda, kepala perangkat daerah, para camat, serta tamu undangan lainnya.

    Rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga masih akan berlangsung hingga akhir Agustus. Sejumlah agenda telah disiapkan, di antaranya pentas ketoprak, Karnaval Budaya, Pentas Wayang Orang, Government Auto Show, Pesta Rakyat dan Pentas Wayang Kulit, Pati e-Sport Tournament, Pentas Tari Kolosal, Road to Kilau Raya MNCTV, hingga Majelis Maulidi Rasul.

    Sementara itu, masyarakat juga diajak ikut menyemarakkan Hari Jadi Pati ke-703 dengan memasang twibbon resmi yang tersedia melalui bio Instagram @humaspati.

    Usai pelaksanaan Rapat Paripurna, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Tasyakuran/Bancakan Hari Jadi Kabupaten Pati di Pendopo Kemiri.

  • Chandra Ajak Warga Wujudkan Pekan Kreasi Bersih, Kebersihan Jadi Kunci Kenyamanan Pengunjung

    Chandra Ajak Warga Wujudkan Pekan Kreasi Bersih, Kebersihan Jadi Kunci Kenyamanan Pengunjung

    PATI – Ramainya pengunjung di Pekan Kreasi Kabupaten Pati menjadi perhatian tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Pati. Di tengah tingginya antusiasme masyarakat, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengajak seluruh pengunjung untuk bersama-sama menjaga kebersihan agar kawasan Alun-alun Pati tetap nyaman dinikmati selama rangkaian acara berlangsung.

    Ajakan tersebut disampaikan Chandra saat meninjau langsung lokasi Pekan Kreasi di Alun-alun Pati, Selasa (4/8/2026). Dalam kesempatan itu, ia memastikan kondisi kawasan tetap bersih sekaligus mengapresiasi kerja keras petugas yang telah melakukan pembersihan sebelum dan selama kegiatan.

    “Terima kasih kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Satpol PP yang sudah melaksanakan kerja bakti. Saya juga mengajak seluruh masyarakat Pati yang hadir untuk bersama-sama menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan,” ujar Chandra.

    Menurutnya, keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya diukur dari ramainya pengunjung, tetapi juga dari kemampuan seluruh pihak dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan tertib. Karena itu, kesadaran masyarakat menjadi faktor penting agar Pekan Kreasi dapat memberikan pengalaman yang nyaman bagi semua pengunjung.

    “Kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas. Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Kalau lingkungannya bersih, masyarakat akan lebih nyaman menikmati seluruh rangkaian Pekan Kreasi,” tambahnya.

    Peninjauan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Pati untuk memastikan seluruh pelaksanaan Pekan Kreasi berjalan aman, tertib, dan memberikan kesan positif bagi masyarakat maupun pelaku UMKM yang turut meramaikan kegiatan.

    Pemkab Pati pun mengimbau seluruh pengunjung serta pelaku usaha agar memanfaatkan tempat sampah yang telah disediakan di berbagai titik area kegiatan. Langkah sederhana itu diharapkan mampu mengurangi timbunan sampah sekaligus menumbuhkan budaya peduli lingkungan dalam setiap penyelenggaraan kegiatan publik.

    Dengan kolaborasi antara pemerintah, petugas, pelaku UMKM, dan masyarakat, Pekan Kreasi Kabupaten Pati diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan dan penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi contoh penyelenggaraan ruang publik yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan.