Sugeng rawuh ing Bumi Pesantenan, papan informasi kang nyawisake kabar lan crita babagan Kabupaten Pati.

Kategori: Berita

  • Hangat dari Jogja: KOMPAYO Satukan Rindu Perantau, Perkuat Kolaborasi untuk Pati

    Hangat dari Jogja: KOMPAYO Satukan Rindu Perantau, Perkuat Kolaborasi untuk Pati

    YOGYAKARTA, 11 April 2026 — Suasana penuh keakraban terasa dalam gelaran Halal Bihalal 1447 H yang diinisiasi Komunitas Pati di Yogyakarta (KOMPAYO), Sabtu (11/4). Bertempat di Fakultas Peternakan UGM, acara ini tak sekadar ajang temu kangen, tetapi juga menjadi ruang strategis memperkuat kolaborasi antara warga perantauan dan Pemerintah Kabupaten Pati.

    Kehadiran Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menambah makna tersendiri dalam pertemuan tersebut. Momentum ini dimanfaatkan untuk merajut kembali ikatan emosional warga Pati yang berada di tanah rantau, sekaligus menegaskan peran mereka dalam mendukung kemajuan daerah asal.

    Ketua KOMPAYO, Senawi, menegaskan bahwa jarak bukanlah penghalang untuk tetap berkontribusi. Menurutnya, semangat kebersamaan justru semakin kuat meski berada jauh dari kampung halaman.

    “Meski kami di Jogja, kepedulian terhadap Pati tidak pernah luntur. Justru lewat KOMPAYO, kami ingin terus memberi manfaat nyata untuk daerah asal,” ungkapnya.

    Sementara itu, Plt. Bupati Pati memberikan apresiasi tinggi terhadap kekompakan komunitas ini. Ia menyebut KOMPAYO sebagai contoh nyata bagaimana komunitas perantauan mampu menjaga solidaritas sekaligus memberikan dampak positif.

    “KOMPAYO ini luar biasa. Kekompakan dan semangatnya bisa menjadi inspirasi bagi komunitas lain. Ini bukti bahwa perantau juga punya peran besar dalam membangun daerah,” ujar Chandra.

    Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas perantauan dalam membangun jejaring yang produktif dan berkelanjutan.

    Acara ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga simbol kuat bahwa kontribusi untuk Pati bisa datang dari mana saja. Dari Jogja, semangat membangun kampung halaman terus menyala.

  • Belajar Sejarah Jadi Seru! Pendopo Pati Disulap Jadi Kelas Edukasi Interaktif

    Belajar Sejarah Jadi Seru! Pendopo Pati Disulap Jadi Kelas Edukasi Interaktif

    PATI, 8 April 2026 — Ada yang berbeda di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (8/4). Bangunan ikonik yang biasanya digunakan untuk kegiatan resmi itu, kali ini berubah menjadi ruang belajar yang hidup dan penuh semangat. Puluhan siswa dari SD IT Nurul Fikri Trangkil tampak antusias mengikuti kegiatan outing class yang sarat edukasi.

    Kunjungan ini bukan sekadar jalan-jalan. Para siswa diajak menyelami sejarah dan mengenal lebih dekat identitas daerahnya. Mulai dari mendengarkan penjelasan hingga berkeliling langsung ke berbagai sudut pendopo, mereka diajak memahami makna di balik bangunan bersejarah tersebut.

    Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, yang menerima langsung rombongan siswa, menegaskan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk membangun kesadaran sejarah sejak usia dini.

    “Datang ke sini bukan hanya melihat kemegahan pendopo, tapi juga memahami cerita dan sejarah Kabupaten Pati,” ujarnya.

    Menurutnya, pengenalan sejarah tidak bisa hanya melalui buku, tetapi juga perlu pengalaman langsung agar lebih membekas bagi generasi muda.

    Ia juga mengingatkan bahwa Kabupaten Pati memiliki perjalanan panjang yang patut dibanggakan.

    “Pati sudah berdiri sekitar 703 tahun. Kalian adalah generasi penerus yang akan melanjutkan perjalanan daerah ini,” tambahnya.

    Kegiatan outing class ini menjadi bukti bahwa belajar sejarah bisa dikemas dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Pendopo pun tak lagi sekadar simbol pemerintahan, tetapi juga menjadi ruang edukasi yang menginspirasi generasi muda untuk lebih mencintai daerahnya.

  • Pati Kian Strategis: Markas Baru Brimob Siap Perkuat Keamanan Regional

    Pati Kian Strategis: Markas Baru Brimob Siap Perkuat Keamanan Regional

    PATI, 7 April 2026 — Kabupaten Pati selangkah lagi menjadi titik penting dalam peta keamanan Jawa Tengah. Rencana penempatan Markas Batalyon B Brimob dari Polda Jawa Tengah di wilayah ini dipastikan akan segera terealisasi, memperkuat kesiapsiagaan aparat dalam menjaga stabilitas kawasan.

    Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Dansat Brimob Jateng, Noor Hudaya, usai bertemu dengan Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, di Pendopo Kabupaten, Selasa (7/4).

    Menurut Noor Hudaya, pembentukan Batalyon B ini bukan sekadar penambahan struktur, melainkan bagian dari strategi besar dalam memperkuat respons keamanan di wilayah-wilayah krusial Jawa Tengah.

    “Keputusan ini sudah final dan didukung surat keputusan resmi. Nantinya, Batalyon B akan bermarkas di Pati dengan kompi yang tersebar di Grobogan, Jepara, dan Blora,” jelasnya.

    Penunjukan Pati sebagai pusat komando dinilai sangat tepat, mengingat posisinya yang strategis dan memudahkan mobilisasi personel ke berbagai daerah penyangga. Dengan langkah ini, diharapkan penanganan potensi gangguan keamanan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif.

    Noor Hudaya menegaskan, penguatan Brimob di wilayah ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam mendukung keamanan masyarakat secara menyeluruh.

    “Ini bagian dari upaya kami untuk hadir lebih dekat dan responsif terhadap kebutuhan keamanan di Pati dan sekitarnya,” tambahnya.

    Sementara itu, Risma Ardhi Chandra menyambut positif rencana tersebut. Ia menilai kehadiran markas Brimob akan menjadi energi baru dalam menjaga kondusivitas daerah.

    “Kami sangat mendukung. Ini bentuk sinergi nyata antara pemerintah daerah dan aparat keamanan demi menciptakan rasa aman bagi masyarakat,” tegasnya.

    Dengan hadirnya markas strategis ini, Kabupaten Pati diproyeksikan tidak hanya menjadi pusat administrasi, tetapi juga simpul penting dalam sistem keamanan regional Jawa Tengah.

  • HUT ke-34 Tirta Bening, Pemkab Pati Dorong Lompatan Inovasi Layanan Air Bersih

    HUT ke-34 Tirta Bening, Pemkab Pati Dorong Lompatan Inovasi Layanan Air Bersih

    PATI, 31 Maret 2026 — Perayaan hari ulang tahun ke-34 Perumda Air Minum Tirta Bening Pati tak sekadar seremoni. Momentum ini justru dijadikan titik tolak untuk mempercepat inovasi layanan, menjawab tuntutan masyarakat akan akses air bersih yang semakin berkualitas.

    Bertempat di lingkungan kantor perusahaan, peringatan berlangsung sederhana namun penuh makna. Jajaran manajemen dan pegawai memanfaatkan momen tersebut untuk merefleksikan perjalanan panjang lebih dari tiga dekade dalam melayani kebutuhan dasar masyarakat Pati.

    “Perjalanan kita sudah panjang, tapi tantangan ke depan semakin kompleks. Kita harus siap berubah dan meningkatkan kualitas pelayanan,” ujar salah satu perwakilan manajemen.

    Selama ini, Tirta Bening telah menjadi tulang punggung penyediaan air bersih di Kabupaten Pati. Namun, dinamika kebutuhan masyarakat serta perkembangan teknologi mendorong perusahaan untuk tidak lagi bertumpu pada pola lama.

    Dorongan inovasi pun mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan kualitas layanan pelanggan, penguatan manajemen, hingga pengembangan lini usaha baru yang lebih adaptif.

    Salah satu peluang yang mulai dilirik adalah pengembangan produk turunan, seperti air minum dalam kemasan, yang dinilai mampu membuka sumber pendapatan baru sekaligus memperkuat kinerja perusahaan.

    “Potensinya besar. Jika dikelola serius, ini bisa meningkatkan pelayanan sekaligus memperkuat daya saing perusahaan,” imbuhnya.

    Upaya percepatan inovasi ini juga membutuhkan dukungan lintas sektor. Sinergi dengan perangkat daerah dan berbagai pihak dinilai menjadi kunci agar setiap terobosan dapat terealisasi secara optimal.

    “Kolaborasi harus diperkuat. Tidak bisa berjalan sendiri,” tegasnya.

    Sementara itu, Risma Ardhi Chandra menekankan bahwa inovasi merupakan kunci utama bagi kemajuan perusahaan daerah di tengah persaingan yang semakin ketat.

    “Di era sekarang, kita harus terus berinovasi. Segera lakukan ATM—Amati, Tiru, Modifikasi. Harapannya, di ulang tahun ke-35 nanti Tirta Bening sudah menjadi juara manajemen nasional tingkat satu,” tegasnya.

    Dengan semangat pembaruan yang digaungkan di usia ke-34 ini, Tirta Bening diharapkan mampu melompat lebih jauh—tidak hanya sebagai penyedia layanan air bersih, tetapi juga sebagai BUMD yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing tinggi.

  • Hangatnya Halal Bihalal PKK Pati, Momentum Perkuat Soliditas hingga Akar Desa

    Hangatnya Halal Bihalal PKK Pati, Momentum Perkuat Soliditas hingga Akar Desa

    PATI, 31 Maret 2026 — Suasana kebersamaan dan kehangatan terasa kental dalam kegiatan Halal Bihalal yang digelar Tim Penggerak PKK Kabupaten Pati di Gedung PKK Kabupaten Pati, Selasa (31/3). Momentum pasca-Idulfitri ini dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat soliditas kader di جميع tingkatan.

    Acara tersebut dihadiri langsung oleh Dwi Risma Ardhi Chandra bersama jajaran pengurus PKK mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa. Kehadiran lintas level ini menjadi bukti kuatnya komitmen bersama dalam menjaga kekompakan organisasi.

    Dalam sambutannya, Dwi menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk menyatukan langkah dan energi seluruh kader PKK ke depan.

    “Momentum ini penting untuk memperkuat kebersamaan dan menyatukan visi kita demi kemajuan PKK di Kabupaten Pati,” ujarnya.

    Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi ajang refleksi atas peran PKK yang selama ini hadir langsung di tengah masyarakat, khususnya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga.

    Ia pun memberikan apresiasi kepada seluruh kader yang telah berkontribusi aktif dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan.

    “Terima kasih atas dedikasi panjenengan semua, baik tenaga, waktu, maupun pemikiran. Ini menjadi kekuatan utama PKK,” tambahnya.

    Di tengah padatnya agenda ke depan, Dwi juga mengingatkan pentingnya menjaga ritme organisasi, termasuk percepatan koordinasi di setiap jenjang agar program dapat berjalan lebih efektif.

    “Soliditas dan kekompakan adalah kunci. Jika itu terjaga, program PKK akan berjalan optimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

    Dengan semangat silaturahmi yang terus dirawat, PKK Kabupaten Pati optimistis mampu semakin solid dan berkontribusi lebih besar dalam mendukung pembangunan daerah berbasis keluarga yang berkelanjutan.

  • Musrenbang 2027 Pati: Gas Infrastruktur, Perkuat SDM demi Pemerataan Pembangunan

    Musrenbang 2027 Pati: Gas Infrastruktur, Perkuat SDM demi Pemerataan Pembangunan

    PATI, 31 Maret 2026 — Arah pembangunan Kabupaten Pati ke depan mulai dipertegas. Dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 yang digelar di Pendopo Kabupaten Pati, pemerintah daerah menempatkan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas utama.

    Dipimpin langsung oleh Risma Ardhi Chandra, forum ini menjadi ajang strategis untuk menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan yang lebih terukur dan berbasis data.

    Dalam sambutannya, Chandra menyebut Musrenbang kali ini terasa istimewa karena masih dalam suasana Idulfitri, yang diharapkan mampu memperkuat semangat kolaborasi seluruh pihak.

    “Semoga momentum ini memperkuat komitmen kita dalam menyusun RKPD yang benar-benar responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

    Musrenbang tidak hanya menjadi forum formal, tetapi juga ruang terbuka bagi berbagai elemen—mulai dari pemerintah, legislatif, hingga masyarakat—untuk menyampaikan aspirasi dan merumuskan solusi pembangunan daerah.

    Sejumlah isu strategis pun mengemuka dalam pembahasan, mulai dari penanganan bencana, pengentasan kemiskinan, penurunan angka pengangguran, hingga peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan.

    “Kami ingin setiap usulan yang masuk benar-benar mencerminkan kebutuhan riil di lapangan, bukan sekadar formalitas,” tegas Chandra.

    Di tengah berbagai target pembangunan, keterbatasan fiskal menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, pemerintah daerah didorong untuk lebih inovatif dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), termasuk melalui optimalisasi aset dan penguatan kerja sama lintas sektor.

    Menurutnya, kunci keberhasilan pembangunan terletak pada kolaborasi yang solid antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.

    “Dengan sinergi yang kuat, kita optimistis pembangunan tetap bisa berjalan efektif dan tepat sasaran, meski di tengah keterbatasan anggaran,” tandasnya.

    Melalui Musrenbang ini, Pemkab Pati menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembangunan yang tidak hanya merata, tetapi juga berkelanjutan dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

  • Disiplin dan Tepat Waktu, LKPD 2025 Pemkab Pati Diganjar Apresiasi BPK

    Disiplin dan Tepat Waktu, LKPD 2025 Pemkab Pati Diganjar Apresiasi BPK

    SEMARANG, 30 Maret 2026 — Komitmen terhadap tata kelola keuangan yang transparan kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Pati. Risma Ardhi Chandra secara resmi menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Unaudited Tahun Anggaran 2025 kepada Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, di auditorium BPK Jateng, Senin (30/3).

    Penyerahan ini dilakukan secara serentak bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta seluruh kabupaten/kota se-Jawa Tengah, menandai kepatuhan pemerintah daerah terhadap tenggat waktu pelaporan keuangan.

    Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi bersama para kepala daerah menyerahkan langsung dokumen LKPD kepada Kepala BPK Perwakilan Jateng, Luthfi H. Rahmatullah.

    Risma Ardhi Chandra menegaskan bahwa penyampaian LKPD tepat waktu merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan amanat regulasi sekaligus menjaga akuntabilitas pengelolaan keuangan publik.

    “Ini adalah kewajiban sekaligus tanggung jawab kami untuk memastikan laporan keuangan disampaikan tepat waktu dan sesuai ketentuan,” ujarnya.

    Ia merujuk pada amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 yang mengharuskan pemerintah daerah menyerahkan laporan keuangan maksimal tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir.

    Sementara itu, Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah memberikan apresiasi kepada seluruh pemerintah daerah yang telah menyelesaikan dan menyerahkan LKPD Tahun 2025 Unaudited tepat waktu.

    “Dibutuhkan komitmen, kerja keras, dan sinergi seluruh jajaran. Kami sangat mengapresiasi dedikasi ini,” ungkapnya.

    Ia juga menambahkan bahwa BPK akan segera melakukan pemeriksaan guna memastikan laporan keuangan yang disajikan telah sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan dan bebas dari salah saji material.

    Selain itu, komunikasi yang baik antara tim pemeriksa dan pemerintah daerah diharapkan dapat memperlancar proses audit, sehingga hasil pemeriksaan dapat memberikan gambaran yang akurat terhadap pengelolaan keuangan daerah.

    Menutup penyampaiannya, Rahmatullah mengingatkan bahwa kualitas laporan keuangan bukan sekadar soal opini, melainkan cerminan dari tanggung jawab pemerintah dalam mengelola uang rakyat.

    “Laporan keuangan yang baik menunjukkan seberapa amanah kita dalam melayani masyarakat,” tegasnya.

    Langkah ini pun menjadi sinyal positif bahwa komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas di Jawa Tengah terus menguat, seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya pengelolaan keuangan publik yang profesional dan terpercaya.

  • Komitmen Tanpa Tawar: Kepala Daerah se-Jateng Teken Pakta Integritas, Siap Perangi KKN

    Komitmen Tanpa Tawar: Kepala Daerah se-Jateng Teken Pakta Integritas, Siap Perangi KKN

    SEMARANG, 30 Maret 2026 — Komitmen membangun pemerintahan bersih ditegaskan secara kolektif oleh para kepala daerah se-Jawa Tengah. Bertempat di Grhadhika Bhakti Praja, Risma Ardhi Chandra bersama jajaran pimpinan DPRD se-Jateng menandatangani Pakta Integritas dalam rangkaian pembukaan Dialog Antikorupsi, Senin (30/3).

    Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Komisi Pemberantasan Korupsi dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai upaya memperkuat budaya integritas sekaligus mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

    Dalam forum tersebut, para pimpinan daerah bersepakat menjalankan roda pemerintahan yang bersih, profesional, dan berorientasi pada kepentingan publik. Mereka juga menegaskan komitmen untuk menjauhi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta aktif melakukan pencegahan di lingkungan masing-masing.

    Risma Ardhi Chandra menyampaikan bahwa pakta integritas ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen nyata yang harus diimplementasikan dalam setiap kebijakan dan pelayanan publik.

    “Ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan administratif kami untuk memastikan pemerintahan berjalan transparan, akuntabel, serta bebas dari intervensi yang berpotensi menimbulkan penyimpangan,” tegasnya.

    Tak hanya itu, pengelolaan APBD dan proses pengadaan barang dan jasa juga menjadi sorotan utama. Seluruh proses ditegaskan harus berlangsung secara efisien, terbuka, dan bebas dari praktik-praktik yang melanggar hukum.

    Pakta tersebut juga secara tegas melarang segala bentuk suap, gratifikasi, hingga pemerasan, termasuk dalam proses promosi, rotasi, dan rekrutmen ASN. Penguatan pengawasan internal pun menjadi bagian penting dalam mencegah potensi tindak pidana korupsi.

    Para kepala daerah bahkan menyatakan kesiapan untuk melaporkan setiap indikasi KKN serta menerima sanksi apabila melanggar komitmen yang telah disepakati.

    Sementara itu, Ahmad Luthfi mengingatkan agar penandatanganan pakta integritas tidak berhenti sebagai formalitas belaka.

    “Saya tidak menolerir praktik korupsi. Siapa pun yang melanggar, itu tanggung jawab pribadi, bukan institusi,” tegasnya.

    Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat upaya pencegahan korupsi, baik secara preemtif maupun preventif, di seluruh wilayah Jawa Tengah.

    Dengan diikuti 35 kepala daerah dan pimpinan DPRD kabupaten/kota, forum ini diharapkan menjadi titik tolak penguatan integritas aparatur sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintahan di Jawa Tengah.

  • Dari Sedekah Laut ke Komitmen Nyata: Chandra Dorong Nelayan Pati Makin Sejahtera

    Dari Sedekah Laut ke Komitmen Nyata: Chandra Dorong Nelayan Pati Makin Sejahtera

    PATI, 29 Maret 2026 — Tradisi sedekah laut di pesisir Desa Bajomulyo kembali menjadi magnet kebersamaan warga. Bertempat di TPI Unit II Bajomulyo, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra hadir langsung, Minggu (29/3), menyatu dengan masyarakat nelayan dalam doa dan harapan akan hasil laut yang melimpah.

    Kehadiran Chandra tak sekadar simbolis. Ia menegaskan bahwa tradisi ini bukan hanya warisan budaya, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat dukungan terhadap sektor perikanan—salah satu tulang punggung ekonomi Kabupaten Pati.

    “Saya hadir untuk ikut mendoakan agar para nelayan diberi keberkahan, hasil laut melimpah, harga stabil, dan pemasaran semakin lancar,” ujarnya.

    Sedekah laut sendiri menjadi rangkaian kegiatan panjang yang berlangsung selama beberapa hari, mulai Jumat hingga Selasa mendatang. Berbagai agenda turut meramaikan, mulai dari pertunjukan ketoprak, kesenian rakyat, hingga hiburan yang melibatkan partisipasi luas masyarakat.

    Namun di balik kemeriahan itu, Chandra juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban, terutama dalam penggunaan perangkat hiburan seperti sound system berdaya besar.

    Ia menegaskan bahwa aturan pembatasan penggunaan sound horeg harus dipatuhi demi kenyamanan bersama.

    “Sudah ada imbauan, tidak boleh lebih dari 16 sub. Ini penting agar tidak mengganggu lingkungan, apalagi sampai menimbulkan kerusakan atau konflik,” tegasnya.

    Melalui kehadiran dan pesannya, pemerintah daerah ingin memastikan bahwa tradisi tetap lestari, ekonomi nelayan terus didukung, dan keamanan masyarakat tetap terjaga. Sebuah keseimbangan antara budaya, kesejahteraan, dan ketertiban yang menjadi kunci pembangunan daerah pesisir.

  • Cetak Generasi Tangguh, Pemkab Pati Support Penuh Pembinaan Kadet KKRI di Kodim 0718

    Cetak Generasi Tangguh, Pemkab Pati Support Penuh Pembinaan Kadet KKRI di Kodim 0718

    PATI, 27 Maret 2026 — Upaya membentuk generasi muda yang disiplin dan berkarakter terus digencarkan di Kabupaten Pati. Kali ini, Risma Ardhi Chandra hadir langsung dalam kegiatan pembinaan Korps Kadet Republik Indonesia Tahun 2026 yang digelar di Kodim 0718/Pati, Jumat (27/3).

    Program ini menjadi pembinaan keempat yang dilaksanakan sepanjang tahun 2026, menandakan komitmen berkelanjutan dalam membentuk karakter generasi muda. Sebanyak 100 peserta terlibat dalam kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut.

    Tak sekadar pelatihan biasa, kegiatan ini dirancang untuk menanamkan nilai kedisiplinan, kepemimpinan, serta mental tangguh bagi para kadet. Harapannya, para peserta tidak hanya berkembang di lingkungan pendidikan, tetapi juga mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

    Dalam sambutannya, Risma Ardhi Chandra mengapresiasi konsistensi program KKRI yang dinilai mampu menjadi wadah positif bagi pembinaan generasi muda di Pati.

    “Kegiatan seperti ini sangat kami apresiasi. Dalam setahun bisa terlaksana hingga empat kali, ini luar biasa. Harapannya, generasi muda Pati bisa tumbuh menjadi generasi yang unggul, maju, dan berkarakter,” ujarnya.

    Lebih dari itu, ia menilai pembinaan ini juga menjadi langkah awal bagi para peserta untuk menatap masa depan yang lebih terarah, terutama bagi mereka yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan hingga Akademi Militer.

    “Forum ini penting sebagai bekal awal. Kami ingin adik-adik memiliki kesiapan sejak dini jika ingin melanjutkan ke sekolah kedinasan, bahkan ke Akademi Militer,” tambahnya.

    Tak lupa, ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kodim 0718/Pati yang telah menjadi motor penggerak terselenggaranya kegiatan tersebut.

    Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan aparat teritorial, pembinaan seperti ini diharapkan terus berlanjut dan semakin melahirkan generasi muda Pati yang tidak hanya cerdas, tetapi juga tangguh dan berintegritas.