Sugeng rawuh ing Bumi Pesantenan, papan informasi kang nyawisake kabar lan crita babagan Kabupaten Pati.

Kategori: Berita

  • CFD Pati Jadi Ajang Edukasi: Plt. Bupati Soroti Kebersihan Sekolah dan Apresiasi Semangat Pelajar

    CFD Pati Jadi Ajang Edukasi: Plt. Bupati Soroti Kebersihan Sekolah dan Apresiasi Semangat Pelajar

    PATI, 1 Februari 2026 – Suasana Car Free Day (CFD) di Kota Pati, Minggu pagi, berlangsung meriah dengan kehadiran Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra. Tidak sekadar menyapa warga, momentum CFD dimanfaatkan Chandra sebagai ruang dialog santai untuk menyampaikan perhatian seriusnya terhadap dunia pendidikan.

    Di tengah keramaian kegiatan, Chandra menyampaikan apresiasi kepada Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Tlogowungu beserta para siswa sekolah dasar yang turut ambil bagian memeriahkan acara. Menurutnya, keterlibatan pelajar dalam kegiatan publik seperti CFD merupakan wujud nyata kepedulian dan semangat positif generasi muda.

    “Anak-anak ini luar biasa. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya soal belajar di kelas, tetapi juga aktif di tengah masyarakat,” ungkap Chandra.

    Beberapa sekolah yang ikut berpartisipasi di antaranya SDN Regaloh, SD Negeri Tlogowungu 1, SD Negeri Taman Sari 2, SD Negeri Lahar 02, dan SD Negeri Wonorejo. Partisipasi mereka dinilai sebagai contoh baik sinergi antara sekolah dan lingkungan sosial.

    Namun di balik apresiasi tersebut, Chandra juga menyampaikan catatan penting dari hasil kunjungan kerjanya ke sejumlah SD dan SMP di Kabupaten Pati. Ia menyoroti kondisi sanitasi sekolah yang masih perlu mendapat perhatian serius.

    “Kebersihan kamar mandi di beberapa sekolah masih memprihatinkan. Bahkan di SMP 1 Margorejo ditemukan ular di area kamar mandi. Ini tentu tidak boleh dibiarkan dan harus segera dibenahi,” tegasnya.

    Menurutnya, fasilitas sanitasi yang bersih dan layak merupakan kebutuhan dasar bagi siswa. Lingkungan sekolah yang sehat tidak hanya berdampak pada kenyamanan belajar, tetapi juga berpengaruh besar terhadap pembentukan karakter dan pola hidup bersih.

    Chandra mengajak seluruh pihak, mulai dari sekolah, orang tua, hingga pemerintah daerah, untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan pendidikan. Ia menilai, pembiasaan hidup bersih harus dimulai dari lingkungan sekolah.

    Selain itu, ia juga memberikan apresiasi kepada sekolah-sekolah yang aktif melaksanakan kegiatan sosial, termasuk aksi kepedulian bencana. Hal tersebut dinilai penting dalam membangun karakter empati dan kepedulian pada diri siswa.

    Ke depan, Plt. Bupati menegaskan akan terus melakukan pemantauan langsung ke sekolah-sekolah bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Pati. Langkah ini dilakukan guna mendorong peningkatan mutu pendidikan, baik dari sisi fasilitas maupun pembinaan karakter peserta didik.

    “Kita ingin anak-anak Pati tumbuh dalam lingkungan sekolah yang bersih, aman, dan nyaman. Dari situlah kualitas pendidikan yang sesungguhnya bisa terwujud,” pungkas Chandra.

    Dengan perhatian serius terhadap kebersihan, kepedulian sosial, dan pembentukan karakter, Pemerintah Kabupaten Pati berharap dunia pendidikan dapat semakin maju dan mencetak generasi unggul di masa depan.

  • Gerakan Wakaf Uang GIWANG Diluncurkan, Plt. Bupati Pati Ajak Masyarakat Perkuat Solidaritas Sosial

    Gerakan Wakaf Uang GIWANG Diluncurkan, Plt. Bupati Pati Ajak Masyarakat Perkuat Solidaritas Sosial

    PATI, 30 Januari 2026 — Inovasi sosial untuk memperkuat kepedulian dan menekan angka kemiskinan resmi diluncurkan di Kabupaten Pati. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati memperkenalkan Gerakan Investasi Wakaf Uang (GIWANG), sebuah program yang mengajak masyarakat berwakaf mulai dari nominal kecil namun berdampak besar.

    Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra hadir langsung dalam acara penandatanganan kerja sama dan launching GIWANG yang digelar di Aula Lantai 2 Kantor Kemenag Pati. Acara tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintah, lembaga keagamaan, serta pemangku kepentingan terkait.

    Dalam sambutannya, Chandra menyampaikan apresiasi atas terobosan yang digagas Kemenag Pati. Ia bahkan menyebut Kabupaten Pati sebagai pelopor nasional dalam penerapan sistem wakaf uang.

    “Kementerian Agama Kabupaten Pati menjadi yang pertama di Indonesia menerapkan sistem wakaf uang. Ini motivasi luar biasa. Insyaallah ke depan kami di jajaran Pemkab Pati juga bisa menerapkan hal yang sama,” ujarnya.

    Chandra menilai, GIWANG menjadi langkah strategis untuk menumbuhkan kepedulian sosial masyarakat secara kolektif. Terlebih saat ini Kabupaten Pati masih dalam situasi tanggap darurat bencana banjir.

    “Kondisi Pati memang sedang berduka karena banjir sejak 9 Januari lalu dan belum sepenuhnya surut. Masa tanggap darurat kita perpanjang sampai 6 Februari. Mohon dukungan semua pihak untuk membantu warga terdampak,” ungkapnya.

    Menurutnya, program wakaf uang juga berhasil mematahkan anggapan lama bahwa wakaf hanya bisa dilakukan oleh orang mampu atau dalam bentuk aset besar.

    “Ternyata wakaf tidak harus tanah luas atau harta besar. Dengan uang Rp1.000 atau Rp2.000 saja sudah bisa berwakaf. Slogannya menarik, DRS BEJO: Dua Ribu Saja Sebelum Kerjo. Ini inisiasi yang sangat kreatif,” katanya.

    Ia menegaskan bahwa Pemkab Pati siap mendukung gerakan ini agar dapat menjangkau lebih luas, termasuk di lingkungan kantor pemerintahan dan sekolah-sekolah sebagai sarana edukasi kepedulian sosial bagi generasi muda.

    Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati Ahmad Syaikhu menjelaskan bahwa GIWANG lahir dari keprihatinan terhadap angka kemiskinan di Kabupaten Pati yang masih berada di kisaran 9,8 persen atau sekitar 105 ribu jiwa.

    “Pengentasan kemiskinan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama—masyarakat, lembaga keagamaan, dan sektor swasta,” tegasnya.

    Menurut Syaikhu, wakaf uang dipilih karena bersifat inklusif dan mudah dijangkau oleh semua kalangan.

    “Wakaf itu tidak perlu menunggu kaya. Dengan seribu atau dua ribu rupiah saja sudah bisa berwakaf. Ini adalah investasi akhirat yang pahalanya terus mengalir,” jelasnya.

    Ia juga memaparkan besarnya potensi wakaf uang di lingkungan Kemenag Pati. Dengan 921 pegawai, puluhan ribu siswa madrasah, guru, serta jaringan pondok pesantren, potensi dana wakaf diperkirakan dapat mencapai miliaran rupiah per tahun.

    Dana yang terkumpul nantinya akan dikelola secara profesional melalui kerja sama dengan Bank Muamalat dan Baitulmaal Muamalat, kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan berdasarkan data dari Dinas Sosial.

    Melalui GIWANG, diharapkan wakaf uang dapat menjadi kekuatan baru dalam membangun kepedulian, mempererat solidaritas, serta membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pati secara berkelanjutan.

  • BNI Salurkan CSR 50 Kincir Tambak, Plt. Bupati Pati Yakin Produksi Nila Salin Melonjak

    BNI Salurkan CSR 50 Kincir Tambak, Plt. Bupati Pati Yakin Produksi Nila Salin Melonjak

    PATI, 29 Januari 2026 — Dukungan terhadap sektor perikanan budidaya di Kabupaten Pati kembali diperkuat. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Bank BNI menyalurkan 50 unit kincir air tambak untuk mendukung pengembangan budidaya ikan nila salin.

    Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Ruang Joyokusumo, Setda Kabupaten Pati, dan dihadiri langsung oleh Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra. Bantuan ini dinilai strategis karena berdampak langsung pada peningkatan produktivitas tambak, terutama pascabanjir.

    Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan apresiasi kepada Bank BNI atas komitmennya mendukung sektor perikanan daerah.

    “Alhamdulillah, terima kasih kepada BNI. Bantuan CSR ini sangat bermanfaat dan secara langsung dapat meningkatkan produktivitas budidaya perikanan,” ungkapnya.

    Sebanyak 50 unit kincir air disalurkan ke sejumlah wilayah sentra tambak nila salin, di antaranya Jepat Lor, Dororejo, Kalikalong, Tunggulsari, Margomulyo, Tunjungrejo, Dukuhseti, Desa Kembang, dan Puncel.

    Menurut Chandra, penggunaan kincir air memberikan dampak signifikan terhadap hasil panen, baik pada sistem tambak tradisional maupun intensif.

    “Perbedaannya sangat terasa. Tambak yang menggunakan kincir air bisa meningkatkan produksi nila salin secara signifikan, bahkan lebih dari 50 persen,” jelasnya.

    Selain meningkatkan produktivitas, bantuan ini juga diharapkan menjadi stimulus pemulihan tambak yang terdampak banjir pada Januari hingga Februari lalu.

    Untuk memastikan keberlanjutan program, Chandra menekankan pentingnya dukungan infrastruktur kelistrikan. Ia meminta pendataan wilayah tambak yang belum teraliri listrik agar dapat difasilitasi bersama PLN.

    “Tolong didata daerah-daerah tambak yang listriknya belum masuk, supaya budidaya nila salin benar-benar bisa berkembang dan menopang perekonomian Kabupaten Pati,” tegasnya.

    Chandra juga mengungkapkan bahwa pengembangan nila salin telah terintegrasi dengan program MBG. Ia menginstruksikan agar ikan nila salin dimanfaatkan sebagai salah satu menu.

    “Sudah saya instruksikan pemilik MBG untuk memanfaatkan ikan nila salin. Beberapa sudah masuk, bahkan diolah dengan metode presto,” ungkapnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati Hadi Santoso melaporkan bahwa nilai bantuan CSR Bank BNI mencapai Rp348 juta untuk pengadaan 50 unit kincir air, yang diterima oleh 25 pembudidaya ikan nila salin.

    “Penerima bantuan adalah pembudidaya yang memiliki akses listrik dan merupakan nasabah BNI,” jelasnya.

    Ia menambahkan, produksi perikanan budidaya Kabupaten Pati pada tahun 2025 mencapai 48.205 ton, dan ditargetkan meningkat menjadi 70.000 ton pada tahun 2026.

    Di sisi lain, Pimpinan BNI Cabang Pati I Gede Suharsa berharap bantuan CSR tersebut dapat meningkatkan semangat dan produktivitas para petambak, khususnya yang terdampak banjir.

    “Semoga bantuan ini memberikan manfaat dan menambah semangat Bapak dan Ibu semua untuk terus berkarya demi kemajuan Kabupaten Pati,” ujarnya.

  • Launching Galeri Dekranasda Jepara, Dwi Chandra: Produk Lokal Harus Berani Bersaing di Pasar Lebih Luas

    Launching Galeri Dekranasda Jepara, Dwi Chandra: Produk Lokal Harus Berani Bersaing di Pasar Lebih Luas

    JEPARA, 29 Januari 2026 — Upaya mendorong produk kerajinan lokal agar semakin berdaya saing terus diperkuat. Hal ini ditandai dengan peresmian Galeri Dekranasda Kabupaten Jepara yang menjadi wadah promosi sekaligus pengembangan produk unggulan daerah.

    Plt. Ketua Dekranasda Kabupaten Pati, Dwi Risma Ardhi Chandra, turut hadir dalam acara launching yang digelar di Galeri Dekranasda Jepara tersebut. Kehadirannya menjadi simbol dukungan dan sinergi antardaerah dalam memajukan sektor ekonomi kreatif, khususnya bagi perajin dan pelaku UMKM.

    Galeri Dekranasda Jepara diharapkan tidak hanya menjadi etalase produk kerajinan, tetapi juga ruang inovasi bagi pelaku usaha untuk terus beradaptasi dengan tren dan kebutuhan pasar yang terus berkembang.

    Dalam kesempatan tersebut, Dwi Chandra menyampaikan apresiasinya atas hadirnya Galeri Dekranasda Kabupaten Jepara sebagai langkah strategis dalam memajukan produk lokal.

    “Pada hari ini, 29 Januari 2026, saya menghadiri launching Galeri Dekranasda Kabupaten Jepara. Semoga dengan adanya galeri ini, produk-produk Jepara bisa terus maju dan mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.

    Ia menilai, penguatan peran Dekranasda menjadi kunci penting dalam mendukung keberlanjutan usaha perajin dan UMKM, mulai dari peningkatan kualitas produk, pengemasan, hingga pemasaran.

    Lebih lanjut, Dwi Chandra berharap keberhasilan yang diraih Dekranasda Jepara dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain, termasuk Kabupaten Pati.

    “Semoga Dekranasda Kabupaten Pati ke depan juga semakin sukses, lancar, dan mampu mendorong UMKM lokal untuk naik kelas,” tambahnya.

    Dwi optimistis, dengan kolaborasi yang kuat, inovasi berkelanjutan, serta dukungan dari berbagai pihak, produk kerajinan daerah tidak hanya menjadi penggerak ekonomi, tetapi juga identitas budaya yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global.

  • Dorong UMKM Bangkit, Plt. Bupati Pati dan Baznas Kucurkan Modal Usaha Rp120 Juta

    Dorong UMKM Bangkit, Plt. Bupati Pati dan Baznas Kucurkan Modal Usaha Rp120 Juta

    PATI, 29 Januari 2026 — Komitmen memperkuat ekonomi kerakyatan kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Pati. Bersama Baznas, Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyalurkan bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM binaan di Hotel Safin Pati, Kamis (29/1).

    Sebanyak 40 pelaku UMKM dari Kabupaten Pati dan Kabupaten Rembang menerima bantuan stimulan dengan total nilai Rp120 juta. Program ini menjadi bukti nyata sinergi antara Baznas dan pemerintah daerah dalam mendorong UMKM agar naik kelas dan berdaya saing.

    Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan apresiasi kepada Baznas RI dan Baznas Provinsi Jawa Tengah yang konsisten mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM.

    “Ini adalah gerakan UMKM yang nyata dari Baznas untuk mendukung perekonomian masyarakat Kabupaten Pati,” ujar Chandra.

    Ia berharap ke depan jumlah penerima bantuan dapat terus ditingkatkan, mengingat potensi UMKM di Kabupaten Pati yang sangat besar dan masih membutuhkan dukungan permodalan.

    “Ke depan, kalau bisa jumlah penerimanya ditambah. UMKM di Pati ini masih banyak sekali yang membutuhkan bantuan,” imbuhnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Chandra juga menyinggung kondisi Kabupaten Pati yang saat ini masih menghadapi bencana banjir. Ia berharap Baznas RI dapat terus memberikan pendampingan dan bantuan bagi masyarakat terdampak.

    “Kondisi bencana di Pati masih berlangsung. Kami mohon bimbingan dan bantuan dari Baznas RI untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir,” katanya.

    Kepada para penerima manfaat, Chandra berpesan agar bantuan modal usaha sebesar Rp3 juta per UMKM dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran.

    “Gunakan bantuan ini sebaik mungkin untuk mengembangkan usaha agar ekonomi keluarga bisa meningkat,” pesannya.

    Lebih lanjut, ia juga mendorong agar UMKM yang nantinya berkembang dapat menumbuhkan semangat berbagi.

    “Kalau usahanya sudah maju, ke depan bisa ikut berzakat untuk membantu UMKM lainnya. Dari Baznas juga ada pendampingan bagi para penerima bantuan,” tambahnya.

    Sementara itu, Ketua Baznas RI Noor Achmad menjelaskan bahwa program bantuan modal usaha ini merupakan inisiatif Baznas Provinsi Jawa Tengah yang telah berjalan hampir empat tahun.

    “Jawa Tengah patut diapresiasi. Hampir 20 ribu UMKM sudah menerima bantuan modal masing-masing tiga juta rupiah, dan semuanya didampingi oleh penyuluh KUA,” ungkap Noor Achmad.

    Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat dikelola secara amanah, berkelanjutan, dan benar-benar mampu mendorong kemandirian ekonomi para pelaku UMKM.

  • Tinjau Lokasi Banjir, Plt. Bupati Pati Tegaskan Respons Cepat dan Penanganan Bencana Berbasis Data

    Tinjau Lokasi Banjir, Plt. Bupati Pati Tegaskan Respons Cepat dan Penanganan Bencana Berbasis Data

    PATI, 28 Januari 2026 — Pemerintah Kabupaten Pati terus mempercepat penanganan dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah. Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra turun langsung menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Jakenan dan Kecamatan Juwana, Rabu (28/1).

    Penyaluran bantuan dilakukan di beberapa titik, yakni Balai Desa Tondomulyo Kecamatan Jakenan, Kantor Kecamatan Juwana bersama PT Pertamina, serta Desa Bumirejo Kecamatan Juwana. Langkah ini menjadi bagian dari respons cepat Pemkab Pati dalam memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi.

    Dalam keterangannya di lapangan, Chandra menyoroti persoalan klasik yang kerap memperparah banjir, yakni tumpukan sampah dan eceng gondok yang menyumbat aliran sungai, terutama di bawah jembatan.

    “Masalah sampah dan eceng gondok ini harus ditangani serius. Kalau aliran air tersumbat, saat hujan deras banjir akan semakin parah,” tegasnya.

    Untuk mempercepat penanganan bencana secara terukur, Pemkab Pati telah mengumpulkan para camat serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait guna menyederhanakan mekanisme pengadaan dan distribusi logistik di tingkat kecamatan dan desa.

    “Sekarang logistik bisa langsung ditransfer ke kecamatan. Kecamatan belajar mengelola dan mempertanggungjawabkannya lewat bukti riil di lapangan, sehingga pelayanan dapur umum bisa berjalan tepat waktu,” jelas Chandra.

    Tak hanya penanganan darurat, Pemkab Pati juga menyiapkan langkah jangka panjang. Salah satunya rencana pembangunan sodetan Sungai Silugonggo sepanjang kurang lebih 11 kilometer dengan lebar 9 hingga 10 meter. Rencana tersebut telah dipresentasikan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Kementerian PUPR.

    Selain itu, normalisasi sungai mulai dilakukan tahun ini dengan menyiapkan alat berat yang dibutuhkan, serta upaya penghijauan di kawasan Pegunungan Kendeng sebagai bagian dari mitigasi bencana.

    “Koordinasi dengan kepala desa sudah kami lakukan. Bibit tanaman seperti kopi dan alpukat juga sudah kami salurkan sesuai kebutuhan desa,” tambahnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Chandra juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Pati menerima bantuan beras sebanyak 308 ton dari Badan Pangan Nasional untuk sekitar 60.000 jiwa terdampak. Data penerima akan disusun berbasis NIK dan Kartu Keluarga agar penyaluran bantuan tepat sasaran.

    Ia pun membuka ruang partisipasi publik dengan mengajak masyarakat dan media untuk melaporkan apabila masih terdapat warga terdampak yang belum menerima bantuan agar segera ditindaklanjuti melalui BPBD atau Dinas Sosial.

    Sementara itu, Vice President CSR dan SMEPP Management PT Pertamina (Persero) Rudi Ariffianto menyampaikan bahwa Pertamina turut menyalurkan bantuan logistik, BBM, LPG, dan Bright Gas guna mendukung operasional dapur umum serta alat berat dalam kegiatan normalisasi sungai di wilayah Juwana.

    “Ini merupakan komitmen Pertamina untuk selalu hadir dalam setiap situasi kebencanaan dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah hingga masa pemulihan,” ujarnya.

  • Baznas Turun Langsung ke Pati, Komitmen Perkuat Bantuan bagi Warga Terdampak Banjir

    Baznas Turun Langsung ke Pati, Komitmen Perkuat Bantuan bagi Warga Terdampak Banjir

    PATI, 28 Januari 2026 — Kepedulian terhadap warga terdampak banjir di Kabupaten Pati kembali ditunjukkan melalui kunjungan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pusat bersama Baznas Provinsi Jawa Tengah. Rombongan diterima langsung oleh Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra di Ruang Pringgitan, Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (28/1).

    Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian langsung Baznas terhadap kondisi pascabanjir di Pati, sekaligus memperkuat sinergi antara Baznas Pusat, Baznas Provinsi, dan Baznas Kabupaten Pati dalam penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.

    Ketua Baznas Republik Indonesia, Noor Achmad, mengatakan bahwa kehadiran Baznas di Pati bertujuan untuk melihat secara langsung dampak banjir sekaligus memastikan bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran.

    “Insya Allah, Baznas Republik Indonesia akan ikut memperhatikan dan membantu para korban banjir di Kabupaten Pati, bersama Baznas Pati dan Baznas Provinsi Jawa Tengah,” ujar Noor Achmad.

    Ia menjelaskan, sejumlah program bantuan akan difokuskan untuk membantu pemulihan kondisi warga terdampak, di antaranya bantuan rumah tidak layak huni, dukungan operasional dapur umum, hingga rencana penyaluran paket Ramadan Bahagia bagi masyarakat yang membutuhkan.

    Dalam kesempatan tersebut, Noor Achmad juga menyampaikan apresiasinya terhadap kepemimpinan Plt. Bupati Pati yang dinilai responsif dan bekerja keras dalam menangani dampak bencana di wilayahnya.

    Sementara itu, Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan Baznas Pusat serta Baznas Provinsi Jawa Tengah. Menurutnya, kunjungan tersebut memberikan penguatan nyata terhadap berbagai bantuan yang akan diterima Kabupaten Pati.

    “Hari ini Baznas hadir langsung ke Pati untuk memberikan penguatan dan kepastian terkait bantuan-bantuan yang akan kami terima dari Baznas Pusat guna meringankan beban masyarakat terdampak banjir,” pungkas Chandra.

    Melalui sinergi ini, Pemerintah Kabupaten Pati berharap penanganan dampak banjir dapat berjalan lebih optimal, sekaligus mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat yang terdampak bencana.

  • Santunan BPJS Diserahkan di Pendopo Pati, Plt. Bupati Tegaskan Pentingnya Jaminan Sosial bagi Pekerja

    Santunan BPJS Diserahkan di Pendopo Pati, Plt. Bupati Tegaskan Pentingnya Jaminan Sosial bagi Pekerja

    PATI, 28 Januari 2026 — Pemerintah Kabupaten Pati kembali menegaskan komitmennya dalam melindungi hak dan keselamatan tenaga kerja. Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra secara simbolis menyerahkan santunan klaim BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris penerima manfaat di Ruang Pringgitan, Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (28/1).

    Penyerahan santunan ini menjadi pengingat bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan memiliki peran penting dalam memberikan rasa aman bagi pekerja dan keluarganya, terutama saat menghadapi risiko kerja maupun musibah yang tidak diharapkan.

    Dalam sambutannya, Chandra menekankan pentingnya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh tenaga kerja, baik yang bekerja di perusahaan besar, menengah, hingga sektor UMKM.

    “Perusahaan-perusahaan kami imbau untuk mendaftarkan seluruh tenaga kerjanya di BPJS Ketenagakerjaan. Ketika terjadi musibah atau risiko kerja, BPJS hadir membantu dan meringankan beban pekerja maupun keluarganya,” ujar Chandra.

    Ia menilai, BPJS Ketenagakerjaan merupakan jaring pengaman sosial yang tidak hanya melindungi pekerja, tetapi juga menjamin keberlangsungan hidup keluarga yang ditinggalkan.

    Lebih lanjut, Plt. Bupati Pati juga mengajak para pelaku usaha dan masyarakat pekerja untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindungan jaminan sosial sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

    “Pemerintah Kabupaten Pati berharap seluruh perusahaan, baik UMKM maupun perusahaan menengah ke atas, memiliki kesadaran yang sama untuk mendaftarkan pekerjanya ke BPJS Ketenagakerjaan,” tambahnya.

    Melalui penyerahan santunan simbolis ini, Pemerintah Kabupaten Pati berharap perlindungan tenaga kerja semakin merata dan kesadaran kolektif terhadap jaminan sosial terus meningkat, sehingga kesejahteraan pekerja dan keluarganya dapat terjamin secara berkelanjutan.

  • Ratusan Warga Kecamatan Pati Terima Bantuan Zakat, Plt. Bupati: Ini Amanah Umat untuk Kurangi Kemiskinan

    Ratusan Warga Kecamatan Pati Terima Bantuan Zakat, Plt. Bupati: Ini Amanah Umat untuk Kurangi Kemiskinan

    PATI, 27 Januari 2026 — Komitmen Pemerintah Kabupaten Pati dalam memperkuat perlindungan sosial kembali diwujudkan melalui penyaluran bantuan zakat bagi fakir miskin. Bertempat di Aula Kantor Kecamatan Pati, Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra secara langsung menyerahkan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pati kepada ratusan warga yang membutuhkan.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam menghadirkan kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan secara ekonomi.

    Dalam penyaluran tersebut, Plt. Bupati Pati didampingi Pj Sekda Pati, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Pati, serta Plt. Ketua Baznas Kabupaten Pati. Ratusan penerima manfaat tampak antusias mengikuti proses penyerahan bantuan yang dilakukan secara tertib dan bertahap.

    Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan bahwa zakat yang disalurkan merupakan amanah umat yang harus disampaikan kepada mereka yang benar-benar berhak menerimanya.

    “Zakat ini adalah amanah umat yang kita salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya fakir miskin di Kecamatan Pati. Ini bukan sekadar bantuan, tetapi wujud nyata kepedulian sosial, semangat gotong royong, serta nilai-nilai keislaman yang harus terus kita rawat,” ujarnya.

    Menurut Chandra, zakat memiliki peran strategis dalam menekan angka kemiskinan dan mengurangi kesenjangan sosial jika dikelola dan disalurkan secara tepat sasaran.

    Pada kesempatan tersebut, ia juga menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilaksanakan di dua lokasi berbeda. Di Balai Desa Kutoarjo, bantuan diberikan kepada warga dari 17 desa dengan total 457 penerima manfaat. Sementara di Aula Kantor Kecamatan Pati, bantuan disalurkan kepada warga dari 12 desa dengan jumlah 332 penerima manfaat.

    “Harapannya, ke depan jumlah penerima manfaat bisa terus bertambah seiring meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam berzakat,” tambahnya.

    Sementara itu, Plt. Ketua Baznas Kabupaten Pati Sunarwi menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan tahap kedua untuk wilayah Kecamatan Pati. Ia menyebutkan bahwa kegiatan serupa telah dilaksanakan sehari sebelumnya di Balai Desa Kutoarjo.

    “Hari ini merupakan hari kedua penyaluran. Kemarin kita laksanakan di Balai Desa Kutoarjo, dan hari ini tahap kedua di Aula Kecamatan Pati dengan 332 penerima. Total penerima manfaat di Kecamatan Pati mencapai 789 orang,” jelasnya.

    Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Pati bersama Baznas berharap bantuan zakat yang disalurkan tidak hanya meringankan beban masyarakat fakir miskin, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam meningkatkan kesejahteraan warga.

  • Plt Bupati Pati Dorong Sekolah Jadi Garda Terdepan Edukasi Lingkungan

    Plt Bupati Pati Dorong Sekolah Jadi Garda Terdepan Edukasi Lingkungan

    PATI — Di tengah tantangan lingkungan yang kian kompleks, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan pentingnya peran sekolah sebagai ruang awal pembentukan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Ia meminta agar pendidikan lingkungan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi menjadi kebiasaan yang melekat hingga ke kehidupan bermasyarakat.

    Penegasan tersebut disampaikan Chandra saat menghadiri Penyerahan Piagam Penghargaan Sekolah Adiwiyata Tahun 2025 di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (27/1/2026).

    Menurutnya, sekolah memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap isu lingkungan, terutama di tengah meningkatnya frekuensi bencana alam yang terjadi di berbagai daerah.

    “Sekolah harus aktif menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini, sehingga nilai-nilai itu tidak hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga terbawa saat anak-anak berada di tengah masyarakat,” tegas Chandra.

    Ia menekankan bahwa penghargaan Adiwiyata bukanlah tujuan akhir, melainkan bentuk penguatan komitmen sekolah dalam membangun karakter peserta didik yang peduli, disiplin, dan berbudaya lingkungan.

    “Adiwiyata ini bukan sekadar piagam. Yang terpenting adalah bagaimana sekolah mampu menciptakan kebiasaan positif dan karakter cinta lingkungan pada peserta didik,” ujarnya.

    Chandra menjelaskan, pendidikan lingkungan hidup harus diterapkan secara nyata dan berkelanjutan melalui langkah-langkah sederhana namun konsisten. Mulai dari menjaga kebersihan, pengelolaan sampah, sanitasi dan drainase sekolah, konservasi air dan energi, hingga gerakan menanam pohon.

    “Dari kebiasaan sederhana itulah anak-anak dilatih untuk peka terhadap persoalan lingkungan di sekitarnya,” tambahnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pati, Tulus Budiharjo, menyampaikan bahwa Program Sekolah Adiwiyata merupakan upaya sistematis untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup melalui pendidikan. Program ini mendorong keterlibatan seluruh warga sekolah dalam membangun perilaku ramah lingkungan.

    “Penilaian Adiwiyata dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, nasional, hingga mandiri. Tujuannya adalah mewujudkan sekolah yang benar-benar berkarakter lingkungan,” jelas Tulus.

    Dalam kesempatan tersebut, Plt Bupati Pati juga menyinggung kondisi lingkungan saat ini yang dinilainya semakin memprihatinkan. Maraknya kejadian banjir di sejumlah wilayah menjadi pengingat bahwa kesadaran lingkungan harus dibangun secara serius dan berkelanjutan.

    “Kondisi sudah berubah. Banjir terjadi hampir di mana-mana. Pendidikan lingkungan di sekolah menjadi bagian penting dari upaya pencegahan jangka panjang,” tegasnya.

    Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Pati terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi dalam penanganan bencana, termasuk melalui BPBD dan kementerian terkait, khususnya untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

    Pada tahun 2025, Kabupaten Pati mencatat capaian satu Sekolah Adiwiyata Mandiri, empat Sekolah Adiwiyata Nasional, 13 Sekolah Adiwiyata Provinsi, dan 31 Sekolah Adiwiyata Kabupaten. Capaian ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak pendidikan lingkungan hidup yang berkelanjutan serta berdampak nyata bagi masyarakat luas.