Sugeng rawuh ing Bumi Pesantenan, papan informasi kang nyawisake kabar lan crita babagan Kabupaten Pati.

Kategori: Berita

  • Forum Perangkat Daerah Pati Dibuka, OPD Didorong Berinovasi Dongkrak PAD

    Forum Perangkat Daerah Pati Dibuka, OPD Didorong Berinovasi Dongkrak PAD

    PATI, 11 Maret 2026 — Pemerintah Kabupaten Pati kembali menggelar Forum Perangkat Daerah sebagai bagian dari proses penyusunan rencana pembangunan daerah. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Rajawali Bapperida Kabupaten Pati ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan berbagai program pembangunan tahun mendatang.

    Forum tersebut dihadiri oleh Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, bersama jajaran organisasi perangkat daerah, DPRD, akademisi, pelaku usaha, hingga perwakilan masyarakat. Melalui pertemuan ini, berbagai pihak dapat memberikan masukan terhadap rancangan rencana kerja perangkat daerah agar lebih selaras dengan kebutuhan masyarakat.

    Kepala Bapperida Kabupaten Pati, Muhtar, menjelaskan bahwa forum perangkat daerah merupakan tahapan penting dalam proses penyusunan rencana kerja pemerintah daerah.

    Dalam paparannya, Muhtar menyampaikan sejumlah target pembangunan menuju tahun 2027. Beberapa indikator yang menjadi fokus di antaranya peningkatan pertumbuhan ekonomi, kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), hingga penurunan angka pengangguran dan stunting.

    Selain itu, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), perbaikan kualitas infrastruktur, serta penguatan transparansi dan akuntabilitas kinerja birokrasi.

    Menurutnya, target-target tersebut menjadi tantangan bagi seluruh perangkat daerah untuk bekerja lebih efektif dan terintegrasi dalam merancang program pembangunan.

    Forum ini juga dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor. Perangkat daerah didorong menyelaraskan program kerja dengan prioritas pembangunan daerah, sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat agar perencanaan yang dihasilkan semakin responsif dan berkelanjutan.

    Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya inovasi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Upaya peningkatan PAD tidak hanya bertumpu pada sektor pajak, tetapi juga melalui berbagai terobosan dan kreativitas perangkat daerah dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki Kabupaten Pati.

    Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa forum perangkat daerah merupakan tahapan strategis dalam sistem perencanaan pembangunan daerah.

    Ia menjelaskan bahwa forum ini menjadi bagian dari proses yang diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017.

    “Melalui forum perangkat daerah ini diharapkan rencana kerja perangkat daerah yang akan ditetapkan benar-benar responsif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

    Dengan forum ini, Pemkab Pati berharap arah pembangunan daerah dapat dirancang lebih matang, terukur, serta mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan ke depan.

  • Ribuan Guru Keagamaan di Pati Terima Bantuan, Pemkab Perkuat Pendidikan Karakter Generasi Muda

    Ribuan Guru Keagamaan di Pati Terima Bantuan, Pemkab Perkuat Pendidikan Karakter Generasi Muda

    PATI, 10 Maret 2026 — Pemerintah Kabupaten Pati menyalurkan bantuan kesejahteraan kepada para guru pendidikan keagamaan dari berbagai lembaga di seluruh wilayah Pati. Penyerahan bantuan berlangsung di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (10/3), dan dihadiri langsung oleh Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra.

    Bantuan tersebut diberikan kepada guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), pengajar Sekolah Minggu, guru Madrasah Diniyah, serta para pengelola pondok pesantren yang selama ini berperan penting dalam pendidikan karakter masyarakat.

    Program ini menjadi bentuk apresiasi dan perhatian pemerintah daerah terhadap para pendidik keagamaan yang selama ini bekerja dengan dedikasi tinggi dalam membina moral dan akhlak generasi muda.

    Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati Pati menegaskan bahwa pendidikan karakter memiliki peran sangat penting dalam membentuk masa depan daerah. Menurutnya, pembangunan tidak hanya bertumpu pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga harus diimbangi dengan pembinaan nilai moral dan akhlak generasi penerus.

    “Anak-anak didik kita ini perlu diperhatikan, karena pendidikan karakter anak ini sangat penting,” ujar Chandra.

    Ia menambahkan bahwa nilai-nilai karakter harus ditanamkan sejak usia dini agar anak-anak di Kabupaten Pati tumbuh menjadi generasi yang unggul, berintegritas, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.

    “Harapan kita kelak anak-anak kita menjadi generasi penerus yang unggul dan berkarakter, karena budaya pendidikan karakter harus kita bangun sejak dini,” lanjutnya.

    Chandra juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. Tanpa karakter yang kuat, berbagai program pembangunan tidak akan berjalan secara optimal.

    “Pembangunan Kabupaten Pati tidak akan berjalan dengan baik apabila karakter anak-anak tidak kita pupuk dari sekarang,” tegasnya.

    Melalui penyaluran bantuan ini, Pemerintah Kabupaten Pati berharap para guru keagamaan dan pengelola pondok pesantren semakin termotivasi dalam menjalankan peran mulia mereka mendidik generasi muda.

    Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi wujud komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat sinergi dengan lembaga pendidikan keagamaan dalam membangun Kabupaten Pati yang tidak hanya maju secara pembangunan, tetapi juga kuat dalam nilai moral dan karakter masyarakatnya.

  • Reforma Agraria Jadi Kunci Penyelesaian Lahan Pundenrejo, Pemkab Pati Gandeng BPN

    Reforma Agraria Jadi Kunci Penyelesaian Lahan Pundenrejo, Pemkab Pati Gandeng BPN

    PATI, 9 Maret 2026 — Upaya penyelesaian persoalan lahan di Desa Pundenrejo, Kecamatan Tayu, terus didorong Pemerintah Kabupaten Pati melalui pendekatan reforma agraria. Langkah ini diperkuat lewat kegiatan sosialisasi pelaksanaan reforma agraria di atas Hak Pengelolaan (HPL) Badan Bank Tanah yang digelar di Ruang Kembangjoyo Setda Pati, Senin (9/3).

    Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pati dan Badan Pertanahan Nasional sebagai bagian dari upaya mempercepat penyelesaian sengketa lahan sekaligus memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

    Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa pemerintah daerah memberikan perhatian khusus terhadap persoalan lahan di Desa Pundenrejo. Menurutnya, berbagai koordinasi terus dilakukan bersama instansi terkait agar penyelesaian dapat berjalan secara adil, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

    “Pemerintah daerah memang memberi perhatian khusus pada penyelesaian sengketa lahan di Desa Pundenrejo,” ujar Chandra.

    Ia menjelaskan, reforma agraria tidak hanya berkaitan dengan penataan kepemilikan aset tanah, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat yang menerima manfaat.

    “Reforma agraria merupakan program strategis nasional yang tidak hanya berfokus pada penataan aset, tetapi juga penataan akses sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh kepastian hukum, tetapi juga dukungan pemberdayaan ekonomi,” jelasnya.

    Sosialisasi ini turut dihadiri jajaran pemerintah daerah, BPN, serta berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam penanganan persoalan agraria di Kabupaten Pati.

    Plt. Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jawa Tengah, Kartono Agustiyanto, menyampaikan bahwa reforma agraria menjadi instrumen penting negara untuk menciptakan pemerataan akses terhadap tanah.

    “Melalui reforma agraria, negara berupaya menata ulang struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah secara lebih adil guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

    Di Kabupaten Pati, pelaksanaan reforma agraria difokuskan pada sejumlah wilayah yang telah ditetapkan sebagai Tanah Objek Reforma Agraria (TORA). Beberapa di antaranya berada di Desa Sumbermulyo Kecamatan Tlogowungu, Desa Dororejo Kecamatan Tayu, serta Desa Bakalan Kecamatan Dukuhseti.

    Kartono menjelaskan, kawasan tanah timbul di Desa Dororejo dan Desa Bakalan selama ini dimanfaatkan masyarakat sebagai tambak, sementara lahan di kawasan hutan Desa Sumbermulyo sebagian besar telah berkembang menjadi permukiman dan lahan garapan warga.

    Melalui program reforma agraria ini, pemerintah berharap persoalan pertanahan yang telah berlangsung lama dapat diselesaikan secara bertahap, sekaligus memberikan kepastian hukum dan peluang peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat.

  • Investor China Mulai Lirik Laut Pati, Peluang Besar bagi Industri Perikanan dan Lapangan Kerja

    Investor China Mulai Lirik Laut Pati, Peluang Besar bagi Industri Perikanan dan Lapangan Kerja

    PATI, 8 Maret 2026 — Potensi besar sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Pati mulai menarik perhatian investor mancanegara. Sejumlah investor asal China melakukan penjajakan peluang investasi dengan meninjau langsung kawasan pesisir dan sentra aktivitas perikanan di daerah tersebut, Minggu (8/3).

    Kunjungan diawali dengan pertemuan bersama Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, di Pendopo Kabupaten Pati. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah memaparkan berbagai potensi sektor kelautan dan perikanan yang selama ini menjadi salah satu kekuatan ekonomi daerah.

    Usai berdiskusi, rombongan investor melanjutkan agenda dengan meninjau langsung aktivitas perikanan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) II Juwana. Lokasi ini dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan hasil tangkapan laut yang menopang perekonomian masyarakat pesisir Pati.

    Dari TPI, rombongan kemudian bergerak menuju Pulau Seprapat Juwana untuk melihat potensi pengembangan kawasan maritim yang dinilai memiliki prospek besar bagi investasi di sektor perikanan dan industri pendukungnya.

    Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyebut kunjungan tersebut sebagai langkah awal dalam membuka peluang kerja sama investasi di Kabupaten Pati. Menurutnya, kehadiran investor dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

    “Dengan adanya investor yang masuk ke Kabupaten Pati, insyaallah lapangan pekerjaan juga akan semakin terbuka bagi masyarakat,” ujarnya.

    Ia berharap para investor dapat melihat langsung potensi besar yang dimiliki wilayah pesisir Pati, sehingga kerja sama yang terjalin nantinya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    Pemerintah Kabupaten Pati sendiri menaruh harapan besar terhadap penjajakan ini. Selain membuka peluang investasi baru, kerja sama tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk perikanan lokal serta memperkuat posisi sektor kelautan sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah.

    “Semoga ini menjadi awal kerja sama yang baik dan membawa manfaat bagi masyarakat Pati, khususnya masyarakat pesisir,” pungkas Chandra.

  • Pemprov Jateng Turun ke Pati, Perkuat Tata Kelola dan Pastikan Layanan Publik Tetap Optimal

    Pemprov Jateng Turun ke Pati, Perkuat Tata Kelola dan Pastikan Layanan Publik Tetap Optimal

    PATI, 5 Maret 2026 — Pemerintah Kabupaten Pati mendapat pendampingan langsung dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam kegiatan asistensi, monitoring, dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Kembangjoyo Setda Pati dan menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola birokrasi sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan maksimal.

    Tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan pembinaan serta dialog bersama jajaran perangkat daerah Kabupaten Pati. Forum ini dimanfaatkan untuk mengevaluasi berbagai aspek penyelenggaraan pemerintahan sekaligus mendengar langsung perkembangan program serta tantangan yang dihadapi pemerintah daerah di lapangan.

    Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Jawa Tengah, Iwanuddin Iskandar, menegaskan bahwa dinamika jabatan dalam pemerintahan merupakan hal yang wajar dan tidak boleh menghambat jalannya roda pemerintahan.

    Menurutnya, pelayanan publik harus tetap berjalan optimal, terlepas dari perubahan atau dinamika yang terjadi di internal pemerintahan.

    Selain melakukan evaluasi tata kelola pemerintahan, kegiatan ini juga membahas sejumlah agenda strategis daerah. Di antaranya penanganan dampak bencana banjir dan longsor yang terjadi sejak awal tahun, kesiapan pelayanan publik menjelang Idul Fitri, hingga evaluasi tata kelola pemerintahan desa.

    Tak hanya itu, pembahasan juga menyentuh kondisi kepegawaian, peningkatan kualitas layanan kesehatan di rumah sakit daerah, serta berbagai langkah penguatan birokrasi agar tetap berjalan efektif, transparan, dan akuntabel.

    Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyambut positif kegiatan asistensi tersebut. Ia menilai forum seperti ini bukan sekadar bentuk pengawasan, tetapi juga menjadi ruang pembinaan sekaligus refleksi bagi pemerintah daerah.

    “Kami memandang kegiatan asistensi, monitoring, dan evaluasi ini lebih dari sekadar pengawasan. Ini adalah sarana pembinaan, refleksi, dan perbaikan berkelanjutan dalam menyelenggarakan pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

    Melalui pendampingan ini, diharapkan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Pati semakin kuat, sehingga berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

  • Baznas Pati Salurkan Santunan Yatim Tanpa Seremoni, Chandra: Menjaga Martabat Anak-anak Kita

    PATI, 4 Maret 2026 — Penyaluran santunan bagi ribuan anak yatim piatu di Kabupaten Pati dilakukan dengan cara berbeda. Tanpa menghadirkan para penerima manfaat, bantuan dari Baznas Kabupaten Pati diserahkan secara simbolis di Ruang Pragola Setda Pati sebagai bentuk upaya menjaga martabat dan perasaan anak-anak yatim.

    Program ini menyasar sekitar 2.030 anak yatim piatu yang tersebar di lebih dari 400 desa dan kelurahan di Kabupaten Pati. Bantuan nantinya disalurkan melalui mekanisme pendamping dan jaringan yang telah ditunjuk agar tetap tepat sasaran.

    Pendekatan ini sengaja dipilih agar anak-anak penerima bantuan tidak merasa menjadi objek perhatian publik. Selain menjaga privasi, langkah tersebut juga dinilai lebih manusiawi di tengah era media sosial yang sering kali menampilkan bantuan sosial secara terbuka.

    Kegiatan penyerahan bantuan dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah serta para pendamping penyaluran bantuan. Kehadiran mereka menjadi wujud komitmen bersama dalam memastikan program sosial berjalan dengan baik sekaligus tetap menghormati penerima manfaat.

    Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa anak-anak yatim piatu adalah kelompok yang harus diperlakukan dengan penuh empati dan penghormatan.

    Menurutnya, mereka sudah menghadapi berbagai tantangan hidup sehingga bantuan yang diberikan tidak seharusnya menambah beban psikologis atau membuat mereka merasa dipertontonkan.

    Ia juga memberikan apresiasi kepada Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Pati yang dinilai konsisten menghadirkan program sosial yang menjangkau masyarakat luas.

    “Kalau kita membantu anak-anak yatim piatu, cukup dengan hati dan keikhlasan. Mereka tidak perlu kita hadirkan dan dipertontonkan, karena yang kita cari adalah rida Allah,” ujarnya.

    Chandra berharap pendekatan seperti ini bisa menjadi contoh bahwa membantu sesama tidak selalu harus disertai publikasi. Yang terpenting adalah ketulusan dalam memberi serta niat untuk meringankan beban mereka yang membutuhkan.

    “Dengan cara seperti ini, semoga Kabupaten Pati menjadi daerah yang adem, tentrem, dan penuh keberkahan,” pungkasnya.

  • Ngabuburide Pati Serbu Jalanan Ramadan, Ratusan Takjil Ludes dan Festival UMKM Resmi Dibuka

    Ngabuburide Pati Serbu Jalanan Ramadan, Ratusan Takjil Ludes dan Festival UMKM Resmi Dibuka

    PATI — Sore Ramadan di Kabupaten Pati terasa lebih hidup pada Rabu (4/3). Ratusan peserta Ngabuburide memadati jalanan kota, menghadirkan suasana ngabuburit yang berbeda sekaligus menandai pembukaan Festival Ramadan Pati yang digelar di kawasan Stadion Joyokusumo.

    Kegiatan yang digagas Pemerintah Kabupaten Pati ini dimulai dari halaman Kantor Setda Pati dan berakhir di halaman Stadion Joyokusumo. Sepanjang perjalanan, para peserta tidak sekadar berkendara, tetapi juga berbagi kebahagiaan dengan masyarakat.

    Sekitar 200 paket takjil dibagikan kepada warga di sejumlah titik yang dilalui rombongan. Antusiasme masyarakat begitu tinggi, bahkan di wilayah Tlogowungu paket takjil yang dibagikan habis dalam waktu singkat.

    Setibanya di Stadion Joyokusumo, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan Festival Ramadan Pati oleh Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, bersama jajaran Forkopimda.

    Festival tersebut menjadi ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk mempromosikan produk mereka selama bulan suci Ramadan. Beragam stan kuliner dan produk kreatif masyarakat turut meramaikan area stadion, menghadirkan pilihan jajanan hingga produk khas daerah bagi para pengunjung.

    Tidak hanya itu, kemeriahan acara juga semakin terasa dengan kehadiran berbagai komunitas otomotif yang ikut meramaikan kegiatan Ngabuburide.

    Menariknya, Festival Ramadan Pati tidak hanya menghadirkan bazar UMKM. Sejumlah kegiatan kreatif juga telah disiapkan, salah satunya turnamen e-sport yang akan digelar pada 11–12 Maret mendatang. Kegiatan tersebut rencananya akan melibatkan pelajar tingkat SMP dan SMA se-Kabupaten Pati.

    Plt. Bupati Pati menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk menghidupkan suasana Ramadan sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal agar semakin berkembang.

    “Kemeriahan Ramadan ini kita dukung dan kita sukseskan bersama, terutama untuk mendorong geliat UMKM di Kabupaten Pati,” ujarnya.

    Dengan perpaduan kegiatan sosial, hiburan, dan dukungan terhadap pelaku usaha lokal, Ngabuburide dan Festival Ramadan diharapkan menjadi momentum yang memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian daerah selama bulan suci.

  • Tarawih di Gedung DPRD, Plt. Bupati Ajak Eksekutif–Legislatif Kompak Bangun Pati

    PATI — Suasana Gedung DPRD Kabupaten Pati pada Selasa malam (3/3) terasa berbeda. Jika biasanya ruangan tersebut dipenuhi agenda rapat dan pembahasan kebijakan, kali ini lantunan doa dan saf-saf salat berjamaah justru mendominasi suasana.

    Pemerintah Kabupaten Pati kembali menggelar Tarawih dan Silaturahmi Bersama (Tarhima) sebagai rangkaian kegiatan Ramadan 1447 H. Kegiatan ini menjadi Tarhima ketiga yang digelar selama bulan suci tahun ini.

    Acara tersebut dihadiri Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, bersama anggota DPRD Kabupaten Pati, jajaran perangkat daerah, tokoh agama, serta masyarakat sekitar. Selain melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjamaah, kegiatan juga diisi dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim.

    Di hadapan para jamaah, Risma mengajak seluruh pihak menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri sekaligus memperkuat kebersamaan dalam membangun daerah.

    “Ramadan bukan hanya bulan ibadah, tapi juga saat yang tepat untuk introspeksi diri dan meneguhkan kembali komitmen kita bersama membangun Kabupaten Pati yang makmur dan sejahtera,” ujarnya.

    Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, kolaborasi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

    Risma berharap hubungan kerja antara pemerintah daerah dan DPRD dapat terus terjalin erat demi kemajuan Kabupaten Pati.

    “Kami berharap dukungan dari teman-teman anggota DPRD agar ke depan sinergi ini semakin kuat untuk bersama-sama membangun Kabupaten Pati,” katanya.

    Lebih lanjut, ia juga membuka ruang masukan bagi DPRD dalam setiap kebijakan yang diambil pemerintah daerah. Menurutnya, kritik dan saran yang membangun sangat dibutuhkan agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar tepat sasaran.

    Momentum Tarhima ini pun tidak hanya menjadi ajang ibadah bersama, tetapi juga ruang mempererat komunikasi antara pemerintah dan wakil rakyat.

    Penyerahan santunan kepada anak-anak yatim dalam kegiatan tersebut turut mempertegas pesan Ramadan tentang kepedulian sosial. Di tengah suasana penuh keberkahan, Tarhima menjadi simbol bahwa kebersamaan, empati, dan keterbukaan menjadi fondasi penting dalam melangkah menuju Kabupaten Pati yang lebih sejahtera.

  • Hangatnya Ramadan di Pendopo: 300 Mualaf di Kabupaten Pati Terima Santunan dan Penguatan Iman

    Hangatnya Ramadan di Pendopo: 300 Mualaf di Kabupaten Pati Terima Santunan dan Penguatan Iman

    PATI, 28 Februari 2026 — Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti Pendopo Kabupaten Pati pada Sabtu (28/2). Sekitar 300 mualaf dari berbagai penjuru daerah berkumpul dalam kegiatan Berkah Ramadan 1447 H, menerima santunan sekaligus dukungan moral untuk menguatkan langkah mereka menjalani kehidupan baru sebagai muslim.

    Program yang merupakan kolaborasi antara Baznas Kabupaten Pati dan Rumah Mualaf MUI ini tidak sekadar menghadirkan bantuan materi, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan kebersamaan umat di bulan suci.

    Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah dan seluruh elemen masyarakat terhadap para mualaf.

    “Program Berkah Ramadan ini bukan sekadar seremonial, tetapi wujud kasih sayang dan tanggung jawab bersama agar saudara-saudara mualaf merasa didampingi dan dikuatkan dalam perjalanan spiritualnya,” ungkapnya.

    Ia menambahkan, para mualaf tidak boleh merasa sendiri. Pendampingan berkelanjutan menjadi kunci agar mereka dapat tumbuh dengan percaya diri dan semakin kokoh dalam menjalani kehidupan beragama di tengah masyarakat.

    Sementara itu, Plt. Ketua Baznas Kabupaten Pati, Sunarwi, menjelaskan bahwa program ini dapat terlaksana berkat kontribusi zakat dan sedekah, khususnya dari aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Pati.

    “Kepedulian ASN menjadi kekuatan utama. Dari sinilah manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan, termasuk para mualaf,” jelasnya.

    Dalam kegiatan tersebut, setiap penerima memperoleh paket bantuan berupa beras, gula, minyak goreng, teh, mi instan, sajadah, serta santunan uang tunai. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan selama Ramadan sekaligus menjadi penguat semangat ibadah.

    Tak hanya berhenti pada santunan, pembinaan keagamaan juga terus dilakukan melalui majelis taklim mualaf yang dirancang inklusif dan berkelanjutan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memastikan para mualaf mendapatkan dukungan spiritual dan sosial secara utuh.

    Melalui kolaborasi lintas lembaga ini, Pemerintah Kabupaten Pati berharap Ramadan menjadi momentum memperkuat ukhuwah, menumbuhkan kepedulian, serta memastikan tidak ada satu pun warga yang berjalan sendiri dalam menemukan cahaya keimanan.

  • Tarhima Perdana, Risma Ardhi Chandra Ajak Warga Doakan Kebangkitan Kabupaten Pati

    Tarhima Perdana, Risma Ardhi Chandra Ajak Warga Doakan Kebangkitan Kabupaten Pati

    PATI, 26 Februari 2026 — Malam Ramadan di Mushola Asmaul Husna Kantor Bapperida Kabupaten Pati terasa begitu hangat dan penuh makna. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema lembut, menyatukan langkah dan hati dalam saf salat Tarawih berjamaah. Inilah awal dari rangkaian Tarawih dan Silaturahmi Bersama (Tarhima) yang digagas Pemerintah Kabupaten Pati sepanjang Ramadan 1447 Hijriah.

    Kegiatan perdana ini dihadiri langsung Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, bersama jajaran perangkat daerah, tokoh agama, dan masyarakat. Tidak sekadar menjadi agenda ibadah, Tarhima juga menjadi ruang perjumpaan yang mempererat hubungan antara pemerintah dan warga.

    Usai salat Tarawih, Chandra menyampaikan ajakan tulus kepada masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat doa dan harapan bagi masa depan daerah.

    “Mari kita panjatkan doa terbaik untuk Pati. Dengan doa yang ikhlas, semoga daerah ini menjadi lebih baik, lebih bermartabat, dan semakin maju. Karena kekuatan doa adalah fondasi kebersamaan kita,” ujarnya di hadapan jamaah.

    Suasana kebersamaan begitu terasa. Tidak ada sekat antara pemimpin dan masyarakat. Semua berdiri dalam satu saf, satu arah, dan satu harapan.

    Kepala Bapperida Kabupaten Pati, Muhtar, turut mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya Tarhima perdana ini. Menurutnya, Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat persatuan sekaligus mempererat silaturahmi.

    “Alhamdulillah, malam yang penuh berkah ini mempertemukan kita dalam ibadah dan kebersamaan. Semoga menjadi awal kebaikan bagi semua,” tuturnya.

    Program Tarhima sendiri akan dilaksanakan secara bergilir di berbagai wilayah selama Ramadan. Pemerintah daerah berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas seremonial, tetapi juga simbol nyata kedekatan pemerintah dengan masyarakat.

    Lebih dari itu, Tarhima menjadi pesan kuat bahwa membangun daerah bukan hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui kebersamaan, doa, dan kepercayaan yang tumbuh dalam satu saf antara pemimpin dan rakyat.