Sugeng rawuh ing Bumi Pesantenan, papan informasi kang nyawisake kabar lan crita babagan Kabupaten Pati.

Kategori: Berita

  • Puluhan Siswa Diduga Alami Keracunan MBG, Pemkab Pati Gerak Cepat Evaluasi dan Perketat SOP SPPG

    Puluhan Siswa Diduga Alami Keracunan MBG, Pemkab Pati Gerak Cepat Evaluasi dan Perketat SOP SPPG

    PATI, 9 Februari 2026 — Pemerintah Kabupaten Pati bergerak cepat merespons dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa SMK Negeri 4 Pati usai mengonsumsi program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, turun langsung meninjau kondisi para siswa guna memastikan penanganan medis berjalan optimal.

    Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau langsung proses observasi sekaligus memberikan kepastian bahwa seluruh siswa mendapatkan perawatan terbaik. Dari hasil pemantauan sementara, kondisi para siswa dilaporkan berangsur membaik meskipun sebelumnya sempat mengalami gejala seperti mual, pusing, dan muntah.

    Chandra menjelaskan, makanan MBG yang dikonsumsi siswa berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Rendole yang dikelola oleh Yayasan Patriot Bangsa. SPPG tersebut merupakan unit percontohan pertama di Kabupaten Pati dan selama ini telah menjalankan prosedur operasional standar (SOP).

    “Hari ini kami langsung melakukan observasi. Sampel makanan sudah dikirim ke laboratorium di Semarang untuk diperiksa lebih lanjut. Menu yang disajikan tadi meliputi ayam, tahu, dan sayuran. Kami masih menunggu hasil uji laboratorium untuk mengetahui penyebab pastinya,” jelas Chandra.

    Ia menyebutkan, total terdapat 22 siswa yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan tersebut. Meski demikian, kondisi mereka saat ini dalam pengawasan tenaga medis dan menunjukkan perkembangan positif.

    “Beberapa siswa sempat mengalami mual, pusing, dan muntah. Namun saat ini sebagian besar sudah membaik dan terus dipantau. Kami berharap kondisi mereka segera pulih sepenuhnya,” ujarnya.

    Sebagai bentuk tanggung jawab, Pemerintah Kabupaten Pati memastikan seluruh biaya perawatan siswa akan ditanggung sepenuhnya. Selain itu, evaluasi menyeluruh juga langsung dilakukan terhadap sistem distribusi dan pengolahan makanan dalam program MBG.

    Chandra menegaskan bahwa kejadian ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Koordinasi telah dilakukan dengan pihak terkait untuk memperketat penerapan SOP di seluruh SPPG di Kabupaten Pati guna mencegah kejadian serupa terulang.

    “Kami sudah berkoordinasi agar seluruh SPPG memperketat kembali standar operasionalnya. Keselamatan dan kesehatan siswa adalah prioritas utama,” tegasnya.

    Peristiwa ini menjadi momentum evaluasi penting bagi keberlangsungan program MBG, yang selama ini bertujuan mendukung pemenuhan gizi pelajar. Pemerintah daerah memastikan pengawasan akan diperkuat agar program tersebut tetap berjalan dengan aman, berkualitas, dan memberikan manfaat optimal bagi generasi muda di Kabupaten Pati.

  • HPN 2026 di Pati: Pers Didorong Jadi Penggerak Optimisme dan Pengawal Kemajuan Daerah

    HPN 2026 di Pati: Pers Didorong Jadi Penggerak Optimisme dan Pengawal Kemajuan Daerah

    PATI, 9 Februari 2026 — Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kabupaten Pati berlangsung penuh makna. Bertempat di Pendopo Kabupaten Pati, momen ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga penguatan komitmen antara pemerintah daerah dan insan pers sebagai mitra strategis dalam membangun daerah.

    Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, hadir langsung dan menyampaikan apresiasi atas dedikasi para jurnalis yang selama ini konsisten menghadirkan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, pers memiliki posisi penting, bukan sekadar penyampai berita, tetapi juga bagian dari ekosistem pembangunan yang mampu membangun kepercayaan publik.

    Mengangkat tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat,” Chandra menilai tema tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana informasi yang akurat dan bertanggung jawab menjadi fondasi penting bagi kemajuan daerah.

    “Kami mengapresiasi peran insan pers yang selama ini telah membantu menyampaikan berbagai program pembangunan secara objektif. Pers bukan hanya pengamat, tetapi juga mitra yang ikut membangun optimisme masyarakat,” ungkapnya.

    Ia menegaskan, peran pers sangat dibutuhkan untuk mendukung penyebarluasan berbagai program prioritas pemerintah daerah. Mulai dari peningkatan produktivitas pertanian dengan target panen hingga 10 ton per hektare, penguatan sektor pendidikan melalui program beasiswa, pembangunan infrastruktur, pengembangan perikanan, hingga program kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat.

    Menurutnya, penyampaian informasi yang tepat dan edukatif akan membantu masyarakat memahami arah pembangunan serta berpartisipasi aktif dalam mendukungnya.

    “Kami berharap insan pers terus menghadirkan informasi yang kredibel dengan menghadirkan narasumber yang kompeten, sehingga masyarakat mendapatkan pemahaman yang utuh dan benar,” tegasnya.

    Selain itu, Chandra juga mengajak pers untuk terus berperan aktif dalam mengawal berbagai program strategis daerah, termasuk pengembangan sektor olahraga, gerakan penghijauan, serta reboisasi sebagai langkah preventif menghadapi potensi bencana lingkungan.

    Ia menutup sambutannya dengan harapan agar pers tetap menjadi pilar demokrasi yang kuat, independen, dan berorientasi pada kepentingan publik.

    Peringatan Hari Pers Nasional di Kabupaten Pati tahun ini menjadi pengingat bahwa di tengah dinamika zaman, pers tetap memegang peran penting sebagai jembatan informasi, penjaga transparansi, dan penggerak semangat kemajuan daerah.

  • Semarak Pasar Imlek Pati 2026, Dari Klenteng Hok Tik Bio UMKM Lokal Tampil Percaya Diri

    Semarak Pasar Imlek Pati 2026, Dari Klenteng Hok Tik Bio UMKM Lokal Tampil Percaya Diri

    PATI, 7 Februari 2026 — Suasana berbeda terasa di kawasan Klenteng Hok Tik Bio, Kabupaten Pati. Lampion-lampion merah bergantungan, aroma kuliner khas menggoda, dan deretan stan UMKM ramai dikunjungi masyarakat. Momentum ini menjadi bagian dari pembukaan Pasar Imlek Pati Bumi Mina Tani 2026, yang secara resmi dibuka oleh Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra.

    Pasar Imlek bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga menjadi panggung strategis bagi pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada masyarakat luas. Kehadiran kegiatan ini dinilai mampu memberikan dampak nyata bagi pergerakan ekonomi daerah, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.

    Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Pasar Imlek yang konsisten digelar setiap tahun. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi kerakyatan.

    “Pasar Imlek ini sangat luar biasa. Jika memungkinkan digelar lebih sering, misalnya dua kali dalam setahun, dampaknya terhadap perputaran ekonomi di Kabupaten Pati tentu akan semakin terasa. UMKM sangat membutuhkan ruang seperti ini untuk berkembang dan dikenal lebih luas,” ujarnya.

    Lebih dari sekadar aktivitas jual beli, Pasar Imlek juga menjadi ruang pertemuan lintas masyarakat yang memperkuat nilai kebersamaan dan harmoni sosial di Kabupaten Pati. Interaksi yang terbangun antara pelaku usaha dan pengunjung menciptakan atmosfer positif yang mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.

    Pemerintah Kabupaten Pati juga memberikan apresiasi kepada panitia dan yayasan penyelenggara yang tidak hanya aktif dalam kegiatan budaya dan ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam kegiatan sosial, termasuk membantu masyarakat saat terjadi bencana banjir.

    Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati juga mengingatkan para pelaku UMKM untuk selalu menjaga kebersihan, kerapian, dan kenyamanan area berjualan. Hal ini penting agar Pasar Imlek tidak hanya menarik secara ekonomi, tetapi juga menjadi destinasi yang nyaman dan berkesan bagi pengunjung.

    Ke depan, Pasar Imlek diharapkan dapat terus berkembang menjadi salah satu agenda unggulan daerah yang mampu menarik wisatawan sekaligus memperkuat identitas produk lokal Pati di tingkat regional maupun nasional.

    Dengan semangat kebersamaan dan optimisme, Pasar Imlek Pati 2026 menjadi bukti bahwa kolaborasi budaya dan ekonomi mampu membuka peluang baru bagi UMKM untuk naik kelas dan semakin dikenal luas.

  • Luar Biasa! Desa Bumiharjo Cetak Rekor Panen Padi 10,28 Ton Per Hektare

    Luar Biasa! Desa Bumiharjo Cetak Rekor Panen Padi 10,28 Ton Per Hektare

    PATI, 7 Februari 2026 – Kabupaten Pati kembali menorehkan prestasi di sektor pertanian. Desa Bumiharjo, Kecamatan Winong, sukses membuktikan peningkatan produktivitas padi hingga menembus angka 10,28 ton per hektare dalam kegiatan panen raya yang digelar Sabtu pagi.

    Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, turun langsung ke sawah untuk menyaksikan hasil panen tersebut bersama Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo. Panen raya ini menjadi bukti nyata keberhasilan program peningkatan produksi padi yang selama ini digencarkan Pemkab Pati.

    Di hadapan para petani, Chandra menegaskan bahwa capaian 10 ton per hektare bukan sekadar wacana, melainkan target yang benar-benar dapat diwujudkan.

    “Hari ini kami membuktikan langsung bahwa program satu hektare 10 ton benar-benar bisa tercapai. Hasil panen di Bumiharjo mencapai 10,28 ton per hektare. Ini luar biasa dan menjadi bukti kerja keras bersama,” ujarnya penuh optimisme.

    Menurut Chandra, keberhasilan ini tidak lepas dari pendampingan intensif yang dilakukan oleh jajaran Dinas Pertanian, penyuluh, hingga pemerintah desa. Pola tanam, pemupukan, dan perawatan lahan dilakukan lebih terencana sehingga produktivitas meningkat signifikan.

    “Tim pertanian dari kabupaten sampai desa benar-benar bekerja maksimal melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada petani. Inilah kunci keberhasilan kita,” tambahnya.

    Ia juga menjelaskan bahwa peningkatan hasil panen tersebut tetap memanfaatkan pupuk subsidi secara optimal, ditambah penggunaan pupuk pendukung yang tepat guna.

    “Petani di sini menggunakan 100 persen pupuk subsidi dengan tambahan pupuk pendukung. Kombinasi ini terbukti mampu meningkatkan hasil panen yang sebelumnya hanya 5–7 ton, kini bisa tembus di atas 10 ton per hektare,” jelas Chandra.

    Meski demikian, Plt. Bupati berharap dukungan pemerintah pusat, khususnya dalam penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), agar produktivitas petani bisa semakin meningkat.

    “Kami berharap ke depan ada bantuan alat-alat pertanian yang lebih memadai. Dengan dukungan alsintan, petani bisa bekerja lebih efisien dan hasilnya semakin maksimal,” harapnya.

    Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan Kabupaten Pati dalam menggenjot produksi padi.

    Menurutnya, capaian ini sejalan dengan program nasional dalam mewujudkan swasembada pangan.

    “Ini prestasi yang patut diapresiasi. Faktanya, capaian swasembada pangan nasional bahkan lebih cepat dari rencana. Stok beras nasional saat ini mencapai 3,32 juta ton. Keberhasilan seperti di Pati harus terus didorong agar ketahanan pangan kita semakin kuat,” ujar Firman.

    Namun ia juga mengingatkan agar keberhasilan tersebut dijaga keberlanjutannya, terutama dengan mengantisipasi tantangan cuaca ekstrem dan potensi gagal panen.

    “Ke depan kita harus tetap waspada terhadap anomali cuaca. Selain itu, tata kelola pupuk dan stabilisasi harga harus terus diperkuat agar petani tetap sejahtera,” tambahnya.

    Firman menyebut pemerintah pusat kini tengah menyiapkan berbagai kebijakan strategis, termasuk penguatan peran Bulog sebagai penyangga stok pangan serta dorongan penggunaan pupuk organik untuk menjaga keberlanjutan lahan pertanian.

    Panen raya di Desa Bumiharjo ini menjadi bukti bahwa dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, penyuluh, dan petani, target produktivitas tinggi bukanlah hal mustahil.

    Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Pati untuk ikut meningkatkan produksi, demi mewujudkan Pati sebagai lumbung pangan yang semakin tangguh dan berdaya saing.

  • Tindak Lanjut Keluhan Warga, Satgas MBG Siap Sidak SPPG Bermasalah di Pati

    Tindak Lanjut Keluhan Warga, Satgas MBG Siap Sidak SPPG Bermasalah di Pati

    PATI, 6 Februari 2026 – Pemerintah Kabupaten Pati mengambil langkah tegas menyikapi berbagai keluhan masyarakat terkait kualitas layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Melalui Satgas Makanan Bergizi Gratis (MBG), inspeksi mendadak (sidak) akan segera dilakukan terhadap SPPG yang dilaporkan bermasalah.

    Hal tersebut ditegaskan Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat meresmikan SPPG Yayasan Masda Putra Abadi di Desa Pegandan, Kecamatan Margorejo, Kamis sore.

    Acara peresmian ini turut dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Maslakhul Huda sekaligus Rektor IPMAFA, Pj Sekda Pati, Asisten Pemerintahan dan Kesra, serta jajaran terkait sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan program pemenuhan gizi bagi masyarakat.

    Dalam sambutannya, Chandra menilai keberadaan SPPG yang dikelola di lingkungan pesantren memiliki keunggulan tersendiri, terutama dari sisi kedisiplinan, kebersihan, dan pengelolaan pangan.

    “Alhamdulillah, SPPG Masda Putra Abadi ini sangat bagus. Fasilitasnya lengkap, sanitasi terjaga, dan pengelolaannya sangat serius karena langsung dimotori oleh pihak pesantren. Saya yakin kualitasnya terjamin,” ujar Chandra.

    Ia mengapresiasi komitmen pengelola yang memastikan setiap makanan tersalurkan dengan baik kepada penerima manfaat tanpa ada pemborosan.

    “Di sini komitmennya jelas, makanan harus benar-benar sampai dan dihabiskan oleh penerima manfaat. Ini contoh pengelolaan yang patut ditiru,” tambahnya.

    Namun di sisi lain, Plt. Bupati mengakui masih adanya laporan masyarakat terkait kualitas menu dan pelayanan di sejumlah SPPG lain di Kabupaten Pati.

    Menanggapi hal tersebut, ia memastikan bahwa Pemkab Pati tidak akan tinggal diam.

    “Kami sudah mengaktifkan Satgas MBG. Jika ada SPPG yang dikeluhkan atau dilaporkan masyarakat, kami akan turun langsung melakukan sidak. Tujuannya memastikan semua berjalan sesuai standar,” tegas Chandra.

    Ia berharap SPPG Yayasan Masda Putra Abadi dapat menjadi role model bagi SPPG lainnya, terutama dalam hal kualitas layanan, kebersihan, serta pemanfaatan bahan baku lokal.

    “Ke depan, kami ingin SPPG juga memprioritaskan produk lokal Pati. Dengan begitu, program ini tidak hanya meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah,” jelasnya.

    Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Maslakhul Huda sekaligus Rektor IPMAFA, Abdul Ghaffar Rozin, mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal keberlangsungan program SPPG agar benar-benar memberi manfaat optimal.

    Menurutnya, keberadaan SPPG bukan sekadar program bantuan, tetapi juga amanah besar yang harus dikelola secara profesional dan transparan.

    “SPPG ini adalah wajah pesantren dan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Dana yang diterima harus dibelanjakan sebaik mungkin untuk kepentingan penerima manfaat,” ungkapnya.

    Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara pengelola, masyarakat, dan pemerintah agar standar keamanan pangan benar-benar terjaga mulai dari proses pengolahan hingga distribusi.

    “Keamanan pangan harus menjadi prioritas utama. Dari pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga pengiriman, semuanya harus sesuai prosedur,” tegasnya.

    Dengan adanya pengawasan ketat dari Satgas MBG serta dukungan semua pihak, Pemerintah Kabupaten Pati berharap program SPPG dapat berjalan lebih optimal, tepat sasaran, dan benar-benar memberi dampak nyata bagi peningkatan gizi masyarakat.

  • 1.295 Jamaah Siap Berangkat, Plt. Bupati Pati Pastikan CJH Terbang 7–21 Mei 2026

    1.295 Jamaah Siap Berangkat, Plt. Bupati Pati Pastikan CJH Terbang 7–21 Mei 2026

    PATI, 5 Februari 2026 – Pemerintah Kabupaten Pati mulai mematangkan persiapan keberangkatan Calon Jamaah Haji (CJH) tahun 2026. Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, secara resmi membuka kegiatan Orientasi dan Bimbingan Manasik Haji tingkat kabupaten yang digelar di Pendopo Kabupaten Pati.

    Kegiatan ini menjadi tahap awal pembekalan penting bagi para jamaah sebelum menjalani rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

    Dalam sambutannya, Chandra menyampaikan ucapan selamat kepada para calon jamaah haji yang telah mendapat kesempatan berharga menunaikan Rukun Islam kelima.

    “Bapak Ibu adalah orang-orang pilihan yang dipanggil Allah SWT untuk berhaji. Ini nikmat besar yang patut disyukuri. Karena itu, persiapkan diri sebaik mungkin, baik fisik, mental, maupun spiritual,” ujar Chandra.

    Ia menegaskan bahwa bimbingan manasik memiliki peran sangat krusial agar jamaah benar-benar memahami tata cara ibadah haji secara benar dan menyeluruh.

    “Manasik haji ini bukan sekadar formalitas, tetapi bekal utama agar pelaksanaan ibadah di Tanah Suci berjalan lancar dan khusyuk. Ikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh dan jangan ragu bertanya kepada pembimbing,” pesannya.

    Plt. Bupati juga menyampaikan optimisme terhadap peningkatan kualitas pelayanan haji tahun ini. Menurutnya, kehadiran kementerian khusus yang menangani haji dan umrah diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih profesional dan terintegrasi.

    “Kita berharap pelayanan kepada jamaah semakin baik, semakin tertib, dan semakin memudahkan,” imbuhnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Chandra juga mengumumkan jadwal rencana keberangkatan jamaah haji Kabupaten Pati tahun 2026. Ia menyebut seluruh jamaah akan berangkat pada gelombang kedua.

    “Sesuai informasi sementara, jamaah haji Pati akan terbagi dalam lima kloter, yakni kloter 49 hingga 53. Rencana keberangkatan dijadwalkan mulai 7 Mei sampai 21 Mei 2026,” jelasnya.

    Ia pun menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara dan seluruh petugas haji yang telah bekerja keras mempersiapkan segala kebutuhan jamaah.

    “Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Semoga pelayanan kepada jamaah haji Pati tahun ini dapat berjalan maksimal dan memberikan kenyamanan bagi semua,” katanya.

    Sementara itu, Perwakilan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pati, Rahardian Yunianto, menjelaskan bahwa jumlah total CJH Kabupaten Pati tahun 2026 mencapai 1.295 orang.

    “Rinciannya 571 jamaah laki-laki dan 724 jamaah perempuan. Seluruh paspor jamaah sudah terkirim dan proses administrasi lainnya terus berjalan sesuai jadwal,” terang Rahardian.

    Ia juga memaparkan bahwa bimbingan manasik tingkat kecamatan akan digelar selama empat hari, mulai 9 hingga 12 Februari 2026, di 16 titik lokasi dengan menghadirkan narasumber berpengalaman.

    Terkait pembagian kloter, jamaah Pati akan tergabung dalam kloter 49 hingga 53. Kloter 49 merupakan kloter gabungan bersama Kabupaten Rembang, sementara kloter 50 hingga 53 akan bergabung dengan jamaah dari Kota Surakarta.

    Dengan berbagai persiapan yang semakin matang, Pemerintah Kabupaten Pati berharap seluruh calon jamaah dapat berangkat dengan sehat, menjalankan ibadah dengan lancar, serta kembali ke tanah air sebagai haji mabrur.

    “Semoga seluruh jamaah diberikan kesehatan, kelancaran, dan kemudahan dalam menunaikan ibadah haji tahun ini,” pungkas Chandra.

  • Susun Arah Pembangunan 2027, Plt. Bupati Pati Prioritaskan Infrastruktur, Pendidikan, dan Digitalisasi

    Susun Arah Pembangunan 2027, Plt. Bupati Pati Prioritaskan Infrastruktur, Pendidikan, dan Digitalisasi

    PATI, 4 Februari 2026 – Pemerintah Kabupaten Pati mulai merancang arah pembangunan untuk tahun 2027. Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa fokus utama RKPD 2027 tetap pada penguatan infrastruktur, peningkatan mutu pendidikan, serta pembangunan berkelanjutan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

    Hal tersebut disampaikan Chandra saat menghadiri Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten Pati Tahun 2027 yang digelar di Pendopo Kabupaten Pati. Forum ini menjadi tahapan penting untuk menyerap aspirasi publik sekaligus menyelaraskan program daerah dengan kebijakan pemerintah pusat dan provinsi.

    Menurut Chandra, rancangan pembangunan 2027 dirancang agar semakin relevan dengan kebutuhan zaman, termasuk dukungan infrastruktur digital sebagai motor penggerak ekonomi.

    “Rancangan awal RKPD 2027 masih berfokus pada infrastruktur, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan. Selain itu, kita juga mulai memperkuat infrastruktur digital agar aktivitas ekonomi masyarakat semakin hidup,” ujarnya.

    Salah satu langkah konkret yang disampaikan adalah rencana penyediaan akses internet gratis di ruang-ruang publik strategis. Chandra mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Kominfo untuk pemasangan Wi-Fi di sejumlah titik.

    “Saya sudah minta agar dipasang Wi-Fi di Alun-Alun Kembang Joyo, Alun-Alun Pati, dan beberapa lokasi sentra UMKM. Harapannya, masyarakat semakin nyaman beraktivitas dan tertarik datang ke pusat-pusat ekonomi,” jelasnya.

    Selain membahas arah pembangunan, Plt. Bupati juga menyinggung penanganan kebencanaan yang saat ini terus dimaksimalkan. Menurutnya, peran kecamatan diperkuat agar respons terhadap bencana bisa lebih cepat dan tepat sasaran.

    “Alhamdulillah kondisi di lapangan mulai terkendali. Saat ini sudah tidak ada warga yang mengungsi dan genangan mulai surut,” kata Chandra.

    Meski demikian, ia tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada karena musim hujan diprediksi masih berlangsung hingga Maret mendatang.

    “Kita tetap harus siaga. Curah hujan masih cukup tinggi, sehingga kewaspadaan bersama sangat diperlukan,” imbuhnya.

    Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Pati, Muhtar, menjelaskan bahwa Forum Konsultasi Publik ini merupakan amanat regulasi, yakni Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

    Forum ini, lanjutnya, menjadi ruang pertemuan antara perencanaan dari pemerintah (top-down) dengan aspirasi masyarakat (bottom-up) agar RKPD 2027 tersusun lebih matang, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan riil di lapangan.

    “Masukan dari berbagai pemangku kepentingan sangat penting untuk menyempurnakan rancangan awal RKPD, sehingga program yang disusun benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” terang Muhtar.

    Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten Pati berharap arah pembangunan 2027 dapat semakin tepat sasaran, berdampak nyata, serta mampu mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

    Dengan fokus pada infrastruktur yang kuat, pendidikan yang berkualitas, dan dukungan digitalisasi, Pati diharapkan semakin siap melangkah menuju daerah yang lebih maju dan berdaya saing.

  • Perjuangkan Pasar Rakyat, Plt. Bupati Pati Temui Mendag Usulkan Revitalisasi

    Perjuangkan Pasar Rakyat, Plt. Bupati Pati Temui Mendag Usulkan Revitalisasi

    JAKARTA, 3 Februari 2026 – Keseriusan Pemerintah Kabupaten Pati dalam memperbaiki wajah pasar tradisional terus digalakkan. Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, secara langsung mendatangi Kementerian Perdagangan Republik Indonesia untuk memperjuangkan program revitalisasi pasar di wilayahnya.

    Dalam kunjungan resmi tersebut, Chandra diterima langsung oleh Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso. Pertemuan ini menjadi langkah strategis guna menguatkan usulan bantuan pemerintah pusat untuk pembenahan sejumlah pasar rakyat di Kabupaten Pati.

    Plt. Bupati menegaskan bahwa revitalisasi pasar merupakan kebutuhan mendesak demi meningkatkan kualitas sarana perdagangan yang lebih layak, bersih, dan nyaman bagi masyarakat.

    “Pasar tradisional adalah jantung ekonomi kerakyatan. Karena itu, kami ingin pasar-pasar di Pati tampil lebih tertata, modern, dan tetap berpihak kepada pedagang kecil,” ujar Chandra usai pertemuan.

    Dalam audiensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pati menyampaikan rekapitulasi kebutuhan anggaran revitalisasi pasar dengan total usulan mencapai Rp49 miliar. Dana tersebut direncanakan untuk peningkatan fasilitas fisik pasar, penataan kios, perbaikan sanitasi, hingga penataan lingkungan agar lebih representatif.

    Menurut Chandra, pembenahan pasar tradisional bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut daya saing ekonomi daerah di tengah pesatnya perkembangan ritel modern.

    “Jika pasar tradisional dikelola dengan baik, masyarakat akan lebih nyaman berbelanja, pedagang pun lebih sejahtera. Dampaknya tentu pada peningkatan ekonomi lokal,” jelasnya.

    Ia berharap melalui dukungan Kementerian Perdagangan, program revitalisasi ini dapat segera terealisasi sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh warga Pati.

    “Kami sangat berharap Kementerian Perdagangan dapat memberikan dukungan penuh. Dengan revitalisasi, pasar-pasar di Pati akan menjadi lebih bersih, aman, dan nyaman, serta mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tambah Chandra.

    Langkah jemput bola yang dilakukan Plt. Bupati ini mendapat respons positif. Kementerian Perdagangan menyambut baik upaya daerah dalam memperjuangkan perbaikan pasar rakyat sebagai fondasi ekonomi kerakyatan.

    Jika program ini terealisasi, wajah pasar tradisional di Kabupaten Pati diharapkan berubah lebih modern tanpa meninggalkan kearifan lokalnya. Revitalisasi pasar juga diyakini akan meningkatkan aktivitas perdagangan, menyerap tenaga kerja, serta memperkuat sektor UMKM.

    Kunjungan strategis ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Pati dalam memperjuangkan kepentingan pedagang kecil dan masyarakat luas demi ekonomi daerah yang semakin maju dan berdaya saing.

  • Al Azhar Pati Festival 2026: Plt. Bupati Ajak Sekolah Cetak Generasi Juara Berakhlak Mulia

    Al Azhar Pati Festival 2026: Plt. Bupati Ajak Sekolah Cetak Generasi Juara Berakhlak Mulia

    PATI, 1 Februari 2026 – Semarak Al Azhar Pati Festival 2026 mendapat perhatian khusus dari Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra. Orang nomor satu di Pati tersebut hadir langsung di Sekolah Islam Al Azhar Pati sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan pendidikan berkualitas dan berkarakter.

    Festival tahunan ini berlangsung meriah dengan beragam rangkaian kegiatan kreatif, mulai dari Al Azhar Pati Cup, Al Azhar Pati Competition, Al Azhar Pati Fit, hingga Al Azhar Pati Bazar UMKM yang melibatkan siswa, guru, orang tua, dan masyarakat luas.

    Dalam sambutannya, Chandra mengaku sangat terkesan dengan konsep kegiatan yang dinilainya komprehensif dan inspiratif.

    “Rangkaian acaranya luar biasa. Tidak hanya lomba akademik, tapi juga olahraga, kebugaran, sampai bazar UMKM. Ini menunjukkan bahwa pendidikan di Al Azhar tidak hanya mencetak anak pintar, tetapi juga anak yang kreatif dan berkarakter,” ujarnya.

    Ia bahkan mengungkapkan bahwa kehadirannya di Al Azhar Pati Festival menjadi prioritas, meski sebelumnya sempat memiliki agenda lain di luar kota.

    “Sebenarnya tadi saya harus berangkat ke Jakarta, tapi setelah diingatkan Pak Kadisdik bahwa ada kegiatan penting di Al Azhar, saya putuskan untuk hadir lebih dulu. Kegiatan seperti ini sayang sekali kalau dilewatkan,” kata Chandra.

    Plt. Bupati juga menyampaikan rasa bangga terhadap keberadaan Sekolah Islam Al Azhar Pati. Menurutnya, fasilitas sekolah yang megah harus sejalan dengan kualitas pembelajaran yang unggul, terutama dalam pembentukan karakter siswa.

    “Begitu masuk ke lingkungan sekolah ini, saya merasa sangat bangga. Fasilitasnya luar biasa, dan yang terpenting adalah bagaimana di sini anak-anak dididik menjadi generasi yang berkarakter kuat dan berakhlak mulia,” ungkapnya.

    Chandra menegaskan bahwa pendidikan masa kini tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik. Yang lebih penting adalah membangun mental, kepribadian, serta nilai-nilai moral yang akan menjadi bekal anak-anak di masa depan.

    Ia berharap Sekolah Islam Al Azhar Pati dapat terus menjadi pelopor perubahan pendidikan di Kabupaten Pati, sekaligus menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam mencetak generasi unggul.

    “Sekolah ini saya harapkan menjadi ujung tombak kemajuan pendidikan di Pati. Tidak hanya melahirkan juara lomba, tetapi juga juara dalam karakter, akhlak, dan kepemimpinan,” tegasnya.

    Melalui berbagai kompetisi dan kegiatan yang digelar dalam festival ini, Chandra optimistis banyak potensi siswa yang akan muncul dan berkembang. Ia menilai ajang seperti ini sangat efektif sebagai wadah menggali bakat, menumbuhkan kepercayaan diri, serta melatih sportivitas.

    “Semoga dari Al Azhar Pati Festival ini lahir anak-anak hebat yang kelak bisa mengharumkan nama Kabupaten Pati di tingkat nasional bahkan internasional,” tambahnya.

    Menutup sambutannya, Plt. Bupati mendoakan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sukses dan lancar. Ia juga berpesan kepada para peserta untuk menjadikan festival ini sebagai ajang belajar dan berkompetisi secara sehat.

    “Bertandinglah dengan sportif, raih prestasi setinggi mungkin, dan jadikan kegiatan ini sebagai pengalaman berharga untuk masa depan kalian,” pungkas Chandra.

    Al Azhar Pati Festival 2026 pun diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan di Kabupaten Pati, sekaligus meneguhkan komitmen bersama untuk mencetak generasi juara yang cerdas, kreatif, dan berkarakter.

  • Di OBC 2026, Plt. Bupati Pati Dorong Anak-anak Bangun Karakter Kuat dan Mental Pengusaha Sejak Usia Dini

    Di OBC 2026, Plt. Bupati Pati Dorong Anak-anak Bangun Karakter Kuat dan Mental Pengusaha Sejak Usia Dini

    PATI, 1 Februari 2026 – Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menghadiri langsung gelaran Olimpiade Si Bintang Cemerlang (OBC) 2026 yang diselenggarakan oleh BIAS Yaumi Fatimah di Pendopo Kabupaten Pati, Sabtu pagi. Acara tahunan ini berlangsung meriah dengan kehadiran ratusan peserta didik, ustadz-ustadzah, serta para orang tua.

    Kehadiran orang nomor satu di Pati tersebut disambut antusias. Suasana pendopo terasa hangat dan penuh semangat, mencerminkan besarnya dukungan masyarakat terhadap kegiatan pendidikan yang kreatif dan inspiratif.

    Dalam sambutannya, Chandra menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan OBC 2026. Ia menilai kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembentukan karakter bagi generasi muda.

    “Saya sangat mengapresiasi kerja keras panitia, para pendidik, dan orang tua. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan karakter positif anak-anak sejak dini,” ungkapnya.

    Momen mengharukan juga disampaikan Chandra saat menyinggung kepedulian sosial yang ditunjukkan oleh lingkungan pendidikan BIAS Yaumi Fatimah.

    “Tadi ada ustazah yang berbisik kepada saya, ada adik kecil korban banjir yang belum sempat makan. Ini bukti bahwa pendidikan karakter di Yaumi benar-benar hidup dan nyata,” tuturnya.

    Menurutnya, apa yang dilakukan para ustadz dan ustadzah tidak hanya sebatas mengajar ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan empati, kepedulian, serta akhlak mulia kepada para siswa.

    “Ini luar biasa. Anak-anak tidak hanya dibentuk kecerdasannya, tetapi juga kepekaan sosialnya. Inilah pendidikan karakter yang sesungguhnya,” tegas Chandra.

    Selain karakter, Plt. Bupati juga menyoroti pentingnya menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini. Ia memuji program International Trade by Children (ITC) berupa pasar mini yang digelar oleh BIAS Yaumi Fatimah sebagai langkah konkret mengenalkan dunia usaha kepada anak-anak.

    “Kegiatan seperti ITC ini sangat bagus. Anak-anak belajar berdagang, belajar mandiri, kreatif, dan percaya diri. Jiwa wirausaha memang harus ditanamkan sejak kecil,” ujarnya.

    Chandra pun berbagi pengalaman pribadinya tentang pentingnya mental usaha sejak dini. Dengan gaya santai, ia menceritakan perjalanan hidupnya yang dimulai dari belajar berdagang saat kecil.

    “Dulu saya juga belajar dagang sejak kecil, jualan ikan. Dari pengalaman itulah mental usaha terbentuk. Alhamdulillah sekarang bisa menjadi Plt. Bupati,” kisahnya disambut senyum hadirin.

    Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter dan kewirausahaan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Kabupaten Pati. Generasi muda harus dibekali akhlak yang baik, kemandirian, serta semangat berinovasi agar siap menghadapi tantangan zaman.

    “Generasi penerus Pati harus memiliki karakter kuat, berakhlak mulia, dan punya mental pejuang,” lanjutnya.

    Di akhir sambutannya, Chandra berharap kegiatan OBC dapat terus berkembang dari tahun ke tahun, baik dari sisi kualitas maupun cakupan pesertanya. Ia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dan kekompakan dalam setiap perlombaan.

    Tak lupa, Plt. Bupati memberikan apresiasi khusus atas penampilan marching band BIAS Yaumi Fatimah yang dinilainya sangat memukau.

    “Semoga Yaumi Fatimah terus maju dan menjadi pelopor dalam mencetak generasi Pati yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” pungkasnya.

    Kegiatan OBC 2026 pun diharapkan menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lain untuk terus menghadirkan program-program kreatif yang mampu membentuk masa depan anak-anak Pati menjadi lebih gemilang.