Sugeng rawuh ing Bumi Pesantenan, papan informasi kang nyawisake kabar lan crita babagan Kabupaten Pati.

Kategori: Berita

  • Disiplin dan Tepat Waktu, LKPD 2025 Pemkab Pati Diganjar Apresiasi BPK

    Disiplin dan Tepat Waktu, LKPD 2025 Pemkab Pati Diganjar Apresiasi BPK

    SEMARANG, 30 Maret 2026 — Komitmen terhadap tata kelola keuangan yang transparan kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Pati. Risma Ardhi Chandra secara resmi menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Unaudited Tahun Anggaran 2025 kepada Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, di auditorium BPK Jateng, Senin (30/3).

    Penyerahan ini dilakukan secara serentak bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta seluruh kabupaten/kota se-Jawa Tengah, menandai kepatuhan pemerintah daerah terhadap tenggat waktu pelaporan keuangan.

    Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi bersama para kepala daerah menyerahkan langsung dokumen LKPD kepada Kepala BPK Perwakilan Jateng, Luthfi H. Rahmatullah.

    Risma Ardhi Chandra menegaskan bahwa penyampaian LKPD tepat waktu merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan amanat regulasi sekaligus menjaga akuntabilitas pengelolaan keuangan publik.

    “Ini adalah kewajiban sekaligus tanggung jawab kami untuk memastikan laporan keuangan disampaikan tepat waktu dan sesuai ketentuan,” ujarnya.

    Ia merujuk pada amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 yang mengharuskan pemerintah daerah menyerahkan laporan keuangan maksimal tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir.

    Sementara itu, Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah memberikan apresiasi kepada seluruh pemerintah daerah yang telah menyelesaikan dan menyerahkan LKPD Tahun 2025 Unaudited tepat waktu.

    “Dibutuhkan komitmen, kerja keras, dan sinergi seluruh jajaran. Kami sangat mengapresiasi dedikasi ini,” ungkapnya.

    Ia juga menambahkan bahwa BPK akan segera melakukan pemeriksaan guna memastikan laporan keuangan yang disajikan telah sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan dan bebas dari salah saji material.

    Selain itu, komunikasi yang baik antara tim pemeriksa dan pemerintah daerah diharapkan dapat memperlancar proses audit, sehingga hasil pemeriksaan dapat memberikan gambaran yang akurat terhadap pengelolaan keuangan daerah.

    Menutup penyampaiannya, Rahmatullah mengingatkan bahwa kualitas laporan keuangan bukan sekadar soal opini, melainkan cerminan dari tanggung jawab pemerintah dalam mengelola uang rakyat.

    “Laporan keuangan yang baik menunjukkan seberapa amanah kita dalam melayani masyarakat,” tegasnya.

    Langkah ini pun menjadi sinyal positif bahwa komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas di Jawa Tengah terus menguat, seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya pengelolaan keuangan publik yang profesional dan terpercaya.

  • Komitmen Tanpa Tawar: Kepala Daerah se-Jateng Teken Pakta Integritas, Siap Perangi KKN

    Komitmen Tanpa Tawar: Kepala Daerah se-Jateng Teken Pakta Integritas, Siap Perangi KKN

    SEMARANG, 30 Maret 2026 — Komitmen membangun pemerintahan bersih ditegaskan secara kolektif oleh para kepala daerah se-Jawa Tengah. Bertempat di Grhadhika Bhakti Praja, Risma Ardhi Chandra bersama jajaran pimpinan DPRD se-Jateng menandatangani Pakta Integritas dalam rangkaian pembukaan Dialog Antikorupsi, Senin (30/3).

    Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Komisi Pemberantasan Korupsi dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai upaya memperkuat budaya integritas sekaligus mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

    Dalam forum tersebut, para pimpinan daerah bersepakat menjalankan roda pemerintahan yang bersih, profesional, dan berorientasi pada kepentingan publik. Mereka juga menegaskan komitmen untuk menjauhi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta aktif melakukan pencegahan di lingkungan masing-masing.

    Risma Ardhi Chandra menyampaikan bahwa pakta integritas ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen nyata yang harus diimplementasikan dalam setiap kebijakan dan pelayanan publik.

    “Ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan administratif kami untuk memastikan pemerintahan berjalan transparan, akuntabel, serta bebas dari intervensi yang berpotensi menimbulkan penyimpangan,” tegasnya.

    Tak hanya itu, pengelolaan APBD dan proses pengadaan barang dan jasa juga menjadi sorotan utama. Seluruh proses ditegaskan harus berlangsung secara efisien, terbuka, dan bebas dari praktik-praktik yang melanggar hukum.

    Pakta tersebut juga secara tegas melarang segala bentuk suap, gratifikasi, hingga pemerasan, termasuk dalam proses promosi, rotasi, dan rekrutmen ASN. Penguatan pengawasan internal pun menjadi bagian penting dalam mencegah potensi tindak pidana korupsi.

    Para kepala daerah bahkan menyatakan kesiapan untuk melaporkan setiap indikasi KKN serta menerima sanksi apabila melanggar komitmen yang telah disepakati.

    Sementara itu, Ahmad Luthfi mengingatkan agar penandatanganan pakta integritas tidak berhenti sebagai formalitas belaka.

    “Saya tidak menolerir praktik korupsi. Siapa pun yang melanggar, itu tanggung jawab pribadi, bukan institusi,” tegasnya.

    Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat upaya pencegahan korupsi, baik secara preemtif maupun preventif, di seluruh wilayah Jawa Tengah.

    Dengan diikuti 35 kepala daerah dan pimpinan DPRD kabupaten/kota, forum ini diharapkan menjadi titik tolak penguatan integritas aparatur sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintahan di Jawa Tengah.

  • Dari Sedekah Laut ke Komitmen Nyata: Chandra Dorong Nelayan Pati Makin Sejahtera

    Dari Sedekah Laut ke Komitmen Nyata: Chandra Dorong Nelayan Pati Makin Sejahtera

    PATI, 29 Maret 2026 — Tradisi sedekah laut di pesisir Desa Bajomulyo kembali menjadi magnet kebersamaan warga. Bertempat di TPI Unit II Bajomulyo, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra hadir langsung, Minggu (29/3), menyatu dengan masyarakat nelayan dalam doa dan harapan akan hasil laut yang melimpah.

    Kehadiran Chandra tak sekadar simbolis. Ia menegaskan bahwa tradisi ini bukan hanya warisan budaya, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat dukungan terhadap sektor perikanan—salah satu tulang punggung ekonomi Kabupaten Pati.

    “Saya hadir untuk ikut mendoakan agar para nelayan diberi keberkahan, hasil laut melimpah, harga stabil, dan pemasaran semakin lancar,” ujarnya.

    Sedekah laut sendiri menjadi rangkaian kegiatan panjang yang berlangsung selama beberapa hari, mulai Jumat hingga Selasa mendatang. Berbagai agenda turut meramaikan, mulai dari pertunjukan ketoprak, kesenian rakyat, hingga hiburan yang melibatkan partisipasi luas masyarakat.

    Namun di balik kemeriahan itu, Chandra juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban, terutama dalam penggunaan perangkat hiburan seperti sound system berdaya besar.

    Ia menegaskan bahwa aturan pembatasan penggunaan sound horeg harus dipatuhi demi kenyamanan bersama.

    “Sudah ada imbauan, tidak boleh lebih dari 16 sub. Ini penting agar tidak mengganggu lingkungan, apalagi sampai menimbulkan kerusakan atau konflik,” tegasnya.

    Melalui kehadiran dan pesannya, pemerintah daerah ingin memastikan bahwa tradisi tetap lestari, ekonomi nelayan terus didukung, dan keamanan masyarakat tetap terjaga. Sebuah keseimbangan antara budaya, kesejahteraan, dan ketertiban yang menjadi kunci pembangunan daerah pesisir.

  • Cetak Generasi Tangguh, Pemkab Pati Support Penuh Pembinaan Kadet KKRI di Kodim 0718

    Cetak Generasi Tangguh, Pemkab Pati Support Penuh Pembinaan Kadet KKRI di Kodim 0718

    PATI, 27 Maret 2026 — Upaya membentuk generasi muda yang disiplin dan berkarakter terus digencarkan di Kabupaten Pati. Kali ini, Risma Ardhi Chandra hadir langsung dalam kegiatan pembinaan Korps Kadet Republik Indonesia Tahun 2026 yang digelar di Kodim 0718/Pati, Jumat (27/3).

    Program ini menjadi pembinaan keempat yang dilaksanakan sepanjang tahun 2026, menandakan komitmen berkelanjutan dalam membentuk karakter generasi muda. Sebanyak 100 peserta terlibat dalam kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut.

    Tak sekadar pelatihan biasa, kegiatan ini dirancang untuk menanamkan nilai kedisiplinan, kepemimpinan, serta mental tangguh bagi para kadet. Harapannya, para peserta tidak hanya berkembang di lingkungan pendidikan, tetapi juga mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

    Dalam sambutannya, Risma Ardhi Chandra mengapresiasi konsistensi program KKRI yang dinilai mampu menjadi wadah positif bagi pembinaan generasi muda di Pati.

    “Kegiatan seperti ini sangat kami apresiasi. Dalam setahun bisa terlaksana hingga empat kali, ini luar biasa. Harapannya, generasi muda Pati bisa tumbuh menjadi generasi yang unggul, maju, dan berkarakter,” ujarnya.

    Lebih dari itu, ia menilai pembinaan ini juga menjadi langkah awal bagi para peserta untuk menatap masa depan yang lebih terarah, terutama bagi mereka yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan hingga Akademi Militer.

    “Forum ini penting sebagai bekal awal. Kami ingin adik-adik memiliki kesiapan sejak dini jika ingin melanjutkan ke sekolah kedinasan, bahkan ke Akademi Militer,” tambahnya.

    Tak lupa, ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kodim 0718/Pati yang telah menjadi motor penggerak terselenggaranya kegiatan tersebut.

    Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan aparat teritorial, pembinaan seperti ini diharapkan terus berlanjut dan semakin melahirkan generasi muda Pati yang tidak hanya cerdas, tetapi juga tangguh dan berintegritas.

  • Api Padam, Kepedulian Menyala: Pemkab Pati dan Baznas Gerak Cepat Bantu Korban Kebakaran di Winong

    PATI, 27 Maret 2026 — Duka akibat kebakaran yang melanda warga Desa Degan, Kecamatan Winong, langsung direspons cepat oleh Pemerintah Kabupaten Pati bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pati. Bantuan pun segera disalurkan kepada warga terdampak sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran pemerintah di tengah musibah.

    Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, kepada korban di lokasi kejadian. Kehadiran orang nomor satu di lingkungan Pemkab Pati tersebut menjadi simbol empati sekaligus dukungan moril bagi warga yang tengah menghadapi cobaan.

    Kebakaran yang terjadi diketahui dipicu oleh korsleting listrik di salah satu rumah warga. Insiden ini tidak hanya menyebabkan kerugian material, tetapi juga menjadi pengingat penting akan risiko instalasi listrik yang kurang aman.

    Melalui Baznas, bantuan senilai Rp15 juta disalurkan guna membantu meringankan beban korban. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan mendesak pascakebakaran.

    Dalam kesempatan itu, Risma Ardhi Chandra juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang berasal dari instalasi listrik rumah tangga.

    “Perlu lebih hati-hati dalam memastikan instalasi listrik di rumah aman. Banyak kasus kebakaran dipicu oleh korsleting yang sebenarnya bisa dicegah,” tegasnya.

    Ia pun berharap, selain membantu pemulihan korban, kejadian ini bisa menjadi pelajaran bersama agar masyarakat semakin meningkatkan kewaspadaan, sehingga peristiwa serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.

  • 16 Bus Mudik Gratis Dilepas dari Pendopo Pati, Ratusan Perantau Pulang Kampung Lebih Nyaman

    16 Bus Mudik Gratis Dilepas dari Pendopo Pati, Ratusan Perantau Pulang Kampung Lebih Nyaman

    PATI, 15 Maret 2026 — Suasana haru dan semangat pulang kampung mewarnai Pendopo Kabupaten Pati saat puluhan armada bus mudik gratis diberangkatkan menuju berbagai daerah tujuan, Minggu (15/3). Program ini menjadi bagian dari layanan pemerintah bagi masyarakat yang ingin merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman.

    Program mudik gratis ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pati dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta didukung sejumlah pihak swasta dan lembaga terkait.

    Upacara pemberangkatan dipimpin oleh Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Pati, Teguh Widyatmoko, yang secara simbolis melepas rombongan pemudik dari pendopo.

    Teguh menjelaskan bahwa tahun ini total terdapat 16 unit bus yang disiapkan untuk mengangkut para pemudik menuju kampung halaman.

    “Pemkab menyediakan 10 unit bus, kemudian dari Semen Gresik ada 2 unit, Jasa Raharja 1 unit, dan dari Pemprov Jawa Tengah menambah 3 unit, sehingga total ada 16 bus,” jelasnya.

    Ia memastikan seluruh armada dan kru yang bertugas telah melalui serangkaian pemeriksaan untuk menjamin keselamatan selama perjalanan. Pengecekan meliputi kondisi kendaraan hingga kesehatan para pengemudi.

    “Petugas bus sudah menjalani cek kesehatan dan kendaraan juga telah diperiksa oleh Dinas Perhubungan. Alhamdulillah semuanya dalam kondisi siap jalan,” tambahnya.

    Program mudik gratis ini diharapkan dapat membantu masyarakat melakukan perjalanan dengan lebih aman dan nyaman, sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas selama periode arus mudik Lebaran.

    Selain itu, program ini juga menjadi wujud sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, serta berbagai pihak dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Belajar Kepemimpinan di Pendopo, Siswa SD IT Yaumi Fatimah Kenali Sejarah Pati

    Belajar Kepemimpinan di Pendopo, Siswa SD IT Yaumi Fatimah Kenali Sejarah Pati

    PATI, 13 Maret 2026 — Pendopo Kabupaten Pati kembali menjadi ruang belajar yang berbeda bagi para pelajar. Puluhan siswa kelas V dan VI dari SD IT Yaumi Fatimah Pati mengikuti kegiatan outing class yang berlangsung di pendopo, Jumat (13/3).

    Kegiatan edukatif ini memberikan pengalaman langsung bagi para siswa untuk mengenal pusat pemerintahan daerah sekaligus belajar tentang kepemimpinan dan sejarah Kabupaten Pati.

    Kedatangan para siswa disambut langsung oleh Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, bersama Plt Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pati, Dwi Risma Ardhi Chandra.

    Meski datang sejak pagi hari dalam suasana bulan Ramadan dan tengah menjalankan ibadah puasa, para siswa tetap terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

    Dalam sesi pembelajaran, para siswa diajak mengenal sejarah panjang Kabupaten Pati yang telah berdiri selama ratusan tahun. Mereka juga mendapatkan penjelasan mengenai fungsi pendopo sebagai simbol pemerintahan sekaligus ruang terbuka bagi masyarakat.

    Kegiatan outing class ini tidak hanya memberikan wawasan sejarah, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap daerah asal. Para siswa diajak memahami bahwa Pati memiliki perjalanan sejarah yang panjang serta peran penting dalam perkembangan wilayah di Jawa.

    Setelah sesi dialog, kegiatan dilanjutkan dengan room tour di dalam Pendopo Kabupaten Pati. Para siswa berkeliling melihat berbagai bagian bangunan bersejarah tersebut yang telah berdiri sejak masa kolonial dan menjadi salah satu simbol identitas daerah.

    Dalam tur tersebut, para siswa didampingi oleh Dwi Risma Ardhi Chandra bersama jajaran terkait yang menjelaskan fungsi setiap ruang serta nilai sejarah yang melekat pada bangunan pendopo.

    Di akhir kegiatan, Risma Ardhi Chandra memberikan pesan motivasi kepada para siswa agar terus semangat belajar dan menghargai peran orang tua dalam perjalanan meraih cita-cita.

    “Menjadi pemimpin itu dasarnya satu, yaitu tanggung jawab kepada diri sendiri. Jadi sekolah tidak perlu dibangunkan, bangun sendiri dan semangat belajar. Kesuksesan kalian juga lahir dari doa orang tua, terutama doa ibu,” pesannya.

    Melalui kegiatan seperti ini, pemerintah daerah berharap generasi muda semakin mengenal daerahnya sekaligus terinspirasi untuk menjadi pemimpin masa depan yang berkarakter dan bertanggung jawab.

  • Kemendagri Turun Langsung ke Pati, Pastikan Pemerintahan Tetap Stabil di Masa Transisi

    Kemendagri Turun Langsung ke Pati, Pastikan Pemerintahan Tetap Stabil di Masa Transisi

    PATI, 12 Maret 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri memberikan asistensi langsung kepada Pemerintah Kabupaten Pati guna memastikan penyelenggaraan pemerintahan daerah tetap berjalan stabil selama masa transisi kepemimpinan.

    Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pringgitan Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (12/3), dihadiri oleh Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, unsur Forkopimda, serta jajaran organisasi perangkat daerah.

    Asistensi ini bertujuan memberikan pembinaan dan arahan agar seluruh proses pemerintahan daerah tetap berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan, sekaligus memastikan pelayanan publik kepada masyarakat tidak terganggu selama masa transisi.

    Dalam forum tersebut, tim Kemendagri juga memberikan penjelasan terkait berbagai aspek penyelenggaraan pemerintahan daerah, termasuk batas kewenangan pelaksana tugas kepala daerah dalam menjalankan fungsi pemerintahan.

    Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan yang diberikan pemerintah pusat kepada daerah.

    “Kami mohon arahan, bimbingan, masukan, serta rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri terkait penyelenggaraan pemerintahan daerah pada masa transisi kepemimpinan ini, khususnya terkait kewenangan pelaksana tugas bupati,” ujar Chandra.

    Ia juga menyebut bahwa kegiatan asistensi tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembinaan yang sebelumnya telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada Pemkab Pati.

    Selain memberikan pembinaan, forum ini dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan DPRD agar berbagai kebijakan dan program pembangunan dapat berjalan selaras.

    “Kami berharap koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan DPRD dapat terus terjaga sehingga program pembangunan tetap berjalan efektif dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

    Melalui pendampingan dari pemerintah pusat ini, Pemkab Pati berharap tata kelola pemerintahan daerah semakin kuat, transparan, serta akuntabel sehingga mampu menghadirkan pelayanan yang lebih responsif bagi masyarakat.

  • Jelang Lebaran, Forkopimda Pati Satukan Langkah Jaga Harga, Keamanan, dan Arus Mudik

    Jelang Lebaran, Forkopimda Pati Satukan Langkah Jaga Harga, Keamanan, dan Arus Mudik

    PATI, 12 Maret 2026 — Menyambut perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Pati menggelar rapat koordinasi guna memastikan wilayah tetap kondusif selama Ramadan hingga masa libur Lebaran. Rapat berlangsung di Ruang Penjawi Setda Pati, Kamis (12/3).

    Pertemuan yang dipimpin Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, dihadiri unsur TNI, Polri, serta perangkat daerah terkait. Forum ini menjadi ajang menyinkronkan langkah lintas sektor untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, keamanan wilayah, hingga kesiapan arus mudik.

    Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah menyampaikan hasil pemantauan harga sejumlah komoditas di pasaran. Berdasarkan laporan di lapangan, harga bahan pokok seperti cabai, ayam, telur, hingga daging masih berada pada kisaran yang relatif stabil.

    Namun demikian, pemerintah tetap mewaspadai isu distribusi minyak goreng di beberapa pasar. Untuk memastikan pasokan tetap tersedia, Pemkab Pati telah berkoordinasi dengan Perum Bulog agar distribusi berjalan lancar.

    Selain soal ketersediaan bahan pokok, kesiapan infrastruktur juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah terus melakukan perbaikan pada sejumlah ruas jalan yang dinilai berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat menjelang arus mudik.

    “Perbaikan jalan terus kami lakukan bersama pihak terkait agar masyarakat yang melakukan perjalanan mudik bisa merasa lebih aman dan nyaman,” ujar Chandra.

    Dari sisi keamanan, unsur TNI dan Polri juga telah menyiapkan pengamanan melalui Operasi Ketupat Candi 2026. Sebanyak 397 personel disiagakan untuk menjaga situasi tetap kondusif selama masa libur Lebaran.

    Jumlah tersebut terdiri dari 312 personel Polri, 21 personel TNI, serta 64 personel dari Pemerintah Kabupaten Pati yang akan ditempatkan di sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan bagi masyarakat.

    Tak hanya itu, pemerintah daerah juga memantau kesiapan sektor pendukung lainnya, seperti pasokan listrik, distribusi LPG, hingga pengelolaan destinasi wisata yang diperkirakan akan ramai dikunjungi selama libur Lebaran.

    Chandra berharap seluruh persiapan yang dilakukan lintas sektor ini mampu memastikan masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan.

    “Kita berharap pelaksanaan Idulfitri tahun ini berjalan tertib dan lancar, sehingga Kabupaten Pati dapat menjadi tuan rumah yang baik bagi saudara-saudara kita yang pulang dari perantauan,” tuturnya.

  • Jelang Lebaran, Pasar Murah di Cluwak Diserbu Warga

    Jelang Lebaran, Pasar Murah di Cluwak Diserbu Warga

    PATI, 11 Maret 2026 — Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Pati menghadirkan pasar murah bagi masyarakat. Kegiatan yang digelar di Kantor Kecamatan Cluwak, Rabu (11/3), ini menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau di bulan Ramadan.

    Pasar murah tersebut diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati dengan menyediakan paket sembako yang dapat dibeli masyarakat seharga Rp50.000.

    Dalam satu paket, warga mendapatkan beras 2,5 kilogram, minyak goreng 1 liter, serta gula pasir 2 kilogram. Harga yang jauh lebih murah dari pasaran membuat program ini langsung disambut antusias oleh masyarakat setempat.

    Sejak pagi, warga terlihat memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan paket bahan pokok tersebut. Selain membantu meringankan pengeluaran rumah tangga, pasar murah ini juga menjadi upaya pemerintah daerah menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang hari raya.

    Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, hadir langsung membuka kegiatan sekaligus menyapa warga yang datang. Ia juga memastikan pelaksanaan pasar murah berjalan tertib dan tepat sasaran.

    Menurut Chandra, kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama menjelang Lebaran yang biasanya diiringi kenaikan harga bahan pokok.

    “Semoga kegiatan ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat dan membantu memenuhi kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri,” ujarnya.

    Ia juga menyampaikan doa dan harapan agar masyarakat Kabupaten Pati selalu diberikan kesehatan dan keberkahan selama Ramadan.

    “Semoga di bulan Ramadan ini kita semua diberikan kesehatan. Mudah-mudahan tahun depan kita bisa bertemu Ramadan kembali dalam keadaan sehat. Semoga Kabupaten Pati tetap aman, damai, tenteram, serta semakin maju dan makmur,” tuturnya.

    Melalui kegiatan pasar murah ini, Pemerintah Kabupaten Pati berharap masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari program pemerintah sekaligus menjaga keseimbangan antara ketersediaan dan harga bahan pokok di pasaran.