Sugeng rawuh ing Bumi Pesantenan, papan informasi kang nyawisake kabar lan crita babagan Kabupaten Pati.

Kategori: Berita

  • Serbu 120 Titik, Pati Tancap Gas Tekan TBC: Wamenkes Turun Langsung, Ribuan Warga Disasar

    Serbu 120 Titik, Pati Tancap Gas Tekan TBC: Wamenkes Turun Langsung, Ribuan Warga Disasar

    PATI, 21 April 2026 — Upaya melawan tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Pati kini masuk fase percepatan. Pemerintah pusat dan daerah bergerak serempak dengan menghadirkan layanan cek kesehatan gratis di 120 titik, menyusul tingginya angka temuan kasus yang mencapai 2.658 pada tahun sebelumnya.

    Langkah ini diperkuat dengan kunjungan Wakil Menteri Kesehatan RI ke Balai Desa Kutoharjo, Selasa (21/4), sebagai bagian dari strategi intervensi langsung di daerah dengan beban kasus tinggi. Fokus utamanya jelas: menekan penularan yang kerap terjadi di lingkungan keluarga pasien.

    “Target kami sederhana tapi penting: sebelum akhir tahun, seluruh titik sudah berjalan dan masyarakat yang terpapar bisa segera terdeteksi serta diobati,” ujar Wakil Menteri Kesehatan dalam kunjungannya.

    Program ini tidak sekadar pemeriksaan biasa. Pemerintah juga menyediakan layanan lanjutan seperti foto rontgen gratis, khususnya bagi keluarga pasien, guna memastikan deteksi dini berjalan maksimal. Bagi warga yang belum terinfeksi, disiapkan terapi pencegahan, sementara pasien positif langsung masuk dalam pengobatan terkontrol.

    Tak berhenti di aspek medis, penanganan TBC di Pati juga menyasar akar masalah lain: kondisi lingkungan. Rumah dengan ventilasi buruk yang berpotensi mempercepat penyebaran penyakit mulai didata untuk direnovasi. Saat ini, setidaknya 34 rumah telah masuk daftar prioritas perbaikan.

    Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Pati bergerak cepat melakukan validasi ulang data pasien. Plt. Bupati Pati menegaskan bahwa seluruh data akan difinalisasi dalam waktu 10 hari ke depan agar penanganan bisa lebih tepat sasaran.

    “Kami pastikan tidak ada yang terlewat. Pendataan juga mencakup keluarga pasien untuk memutus rantai penularan sejak dari rumah,” tegasnya.

    Rangkaian kegiatan ini berlanjut ke Desa Tlogomojo, Kecamatan Batangan, dengan penyerahan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni bagi penderita TBC. Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan terpadu yang menggabungkan intervensi kesehatan dan perbaikan kualitas hidup masyarakat.

    Dengan kolaborasi intens antara pusat dan daerah, Pati kini menunjukkan keseriusan penuh dalam menekan laju TBC. Bukan sekadar program, tapi gerakan nyata untuk melindungi masyarakat dari ancaman penyakit menular yang masih menjadi perhatian global.

  • Dari Pendopo Pati: Muhammadiyah & Pemkab Kian Solid, Kolaborasi Makin Diperkuat

    Dari Pendopo Pati: Muhammadiyah & Pemkab Kian Solid, Kolaborasi Makin Diperkuat

    PATI, 12 April 2026 — Nuansa hangat penuh kebersamaan terasa di Pendopo Kabupaten Pati saat Halal Bihalal Muhammadiyah digelar, Minggu (12/4). Tak sekadar tradisi tahunan, momen ini menjadi panggung penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat.

    Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, jajaran Forkopimda, hingga pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pati. Kehadiran lintas elemen ini mempertegas kuatnya kolaborasi dalam membangun daerah.

    Dalam suasana penuh keakraban, Plt. Bupati Pati menegaskan pentingnya menjaga dan meningkatkan kemitraan strategis yang telah terjalin selama ini. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah menjadi kunci dalam menghadirkan pembangunan yang lebih berdampak.

    “Kami berharap hubungan baik ini terus diperkuat. Kolaborasi yang solid antara pemerintah dan Muhammadiyah akan menjadi energi besar untuk kemajuan Pati,” ujarnya.

    Tak hanya itu, kegiatan ini juga menghadirkan tausiah dari Menteri Abdul Mu’ti yang mengajak seluruh elemen untuk memperkuat persatuan dan semangat gotong royong.

    “Halal bihalal ini bukan sekadar tradisi, tapi momentum untuk memperkuat komitmen bersama—bersatu, bekerja sama, dan membangun bangsa menuju Indonesia yang damai dan maju,” pesannya.

    Menariknya, dalam rangkaian acara juga dilakukan peresmian gedung baru Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas Muhammadiyah. Peresmian ditandai dengan penandatanganan mockup oleh Menteri Abdul Mu’ti, didampingi Plt. Bupati Pati serta Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pati.

    Kehadiran BLK ini diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan keterampilan masyarakat, sekaligus membuka peluang peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pati.

    Lebih dari sekadar silaturahmi, Halal Bihalal ini menjadi simbol kuat bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat terus bergerak maju—membangun Pati dengan semangat kebersamaan dan visi yang sama.

  • 90 Sekolah di Pati Kinclong! Chandra–Mendikdasmen Tancap Gas Tingkatkan Kualitas Pendidikan

    90 Sekolah di Pati Kinclong! Chandra–Mendikdasmen Tancap Gas Tingkatkan Kualitas Pendidikan

    PATI, 12 April 2026 — Transformasi pendidikan di Kabupaten Pati makin terlihat nyata. Sebanyak 90 satuan pendidikan resmi selesai direvitalisasi dan siap digunakan, ditandai dengan peresmian langsung oleh Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, di SMP Negeri 8 Pati, Minggu (12/4).

    Momentum ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih layak, modern, dan mendukung proses belajar mengajar. Turut hadir dalam acara tersebut jajaran Forkopimda serta para kepala sekolah penerima program, menandai kolaborasi kuat lintas sektor.

    Program revitalisasi tahun anggaran 2025 ini mencakup peningkatan berbagai fasilitas penting, mulai dari pembangunan ruang kelas baru, laboratorium, perpustakaan, hingga perbaikan sanitasi seperti toilet sekolah. Hasilnya, wajah sekolah-sekolah di Pati kini tampil lebih representatif dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik.

    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, memastikan bahwa seluruh program telah rampung sepenuhnya dan kini sudah dimanfaatkan oleh sekolah-sekolah penerima.

    “Alhamdulillah, sudah selesai 100 persen. Sekarang fasilitasnya sudah digunakan dan mulai memberikan dampak positif bagi kualitas pendidikan di Pati,” ujarnya.

    Ia juga menyebutkan bahwa total anggaran yang digelontorkan untuk program ini mencapai sekitar Rp67 miliar, sebagai bentuk komitmen pemerataan sarana pendidikan di daerah.

    Tak berhenti di situ, perhatian pemerintah pusat terhadap Pati masih berlanjut. Tahun ini, sekitar 19 sekolah terdampak bencana kembali akan mendapatkan program revitalisasi lanjutan.

    Sementara itu, Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa langkah pembenahan tidak akan berhenti pada program ini saja. Pemkab Pati akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi seluruh sekolah.

    “Mulai hari Senin, kita evaluasi semua. Kita cek kelayakan bangunan, dan bentuk tim untuk turun langsung memastikan kondisi tempat belajar mengajar,” tegasnya.

    Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada sekolah yang luput dari perhatian, terutama yang masih memiliki bangunan lama dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.

    Chandra berharap, revitalisasi ini menjadi titik awal peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Pati, sekaligus mencetak generasi masa depan yang lebih unggul.

    “Harapannya jelas, dengan fasilitas yang lebih baik, kualitas pendidikan ikut meningkat. Kita ingin melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap bersaing,” pungkasnya.

  • Gaspol Infrastruktur! Chandra Targetkan Proyek Jalan Mulai Digeber Akhir April

    Gaspol Infrastruktur! Chandra Targetkan Proyek Jalan Mulai Digeber Akhir April

    PATI, 12 April 2026 — Komitmen percepatan pembangunan kembali ditegaskan Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra. Fokus utama kali ini: realisasi program infrastruktur, khususnya perbaikan jalan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.

    Hal tersebut disampaikan Chandra saat menghadiri Halal Bihalal DPD PKS Kabupaten Pati di Gedung PGRI Pati, Minggu (12/4). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi antara eksekutif dan legislatif.

    Di hadapan jajaran pengurus serta anggota Fraksi PKS, Chandra memastikan bahwa program-program pembangunan segera memasuki tahap pelaksanaan.

    “Insyaallah, akhir April atau awal Mei kita sudah mulai bergerak bersama menjalankan program-program yang ada,” tegasnya.

    Lebih dari sekadar percepatan, Chandra juga membuka ruang luas bagi partisipasi berbagai pihak. Ia mengajak seluruh elemen, termasuk PKS, untuk aktif mengidentifikasi titik-titik infrastruktur yang masih perlu perhatian serius.

    Menurutnya, sinergi ini penting agar penanganan bisa lebih tepat sasaran, baik melalui perubahan anggaran 2026 maupun perencanaan tahun 2027.

    “Silakan disampaikan daerah mana saja yang infrastrukturnya masih kurang. Kita carikan solusi bersama, kita tuntaskan bertahap,” ujarnya.

    Chandra menekankan bahwa infrastruktur bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi menjadi kunci utama dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.

    “Kalau akses jalan baik, distribusi lancar, aktivitas ekonomi juga ikut tumbuh. Ini yang kita kejar,” jelasnya.

    Menutup pernyataannya, ia mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi dan menjaga semangat gotong royong dalam membangun daerah.

    “Ke depan, kita harus jalan bareng. Cari solusi bareng, pikirkan masa depan Pati bareng. Dengan itu, kita bisa wujudkan Pati yang lebih maju, bermartabat, dan sejahtera,” pungkasnya.

  • Hangat dari Jogja: KOMPAYO Satukan Rindu Perantau, Perkuat Kolaborasi untuk Pati

    Hangat dari Jogja: KOMPAYO Satukan Rindu Perantau, Perkuat Kolaborasi untuk Pati

    YOGYAKARTA, 11 April 2026 — Suasana penuh keakraban terasa dalam gelaran Halal Bihalal 1447 H yang diinisiasi Komunitas Pati di Yogyakarta (KOMPAYO), Sabtu (11/4). Bertempat di Fakultas Peternakan UGM, acara ini tak sekadar ajang temu kangen, tetapi juga menjadi ruang strategis memperkuat kolaborasi antara warga perantauan dan Pemerintah Kabupaten Pati.

    Kehadiran Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menambah makna tersendiri dalam pertemuan tersebut. Momentum ini dimanfaatkan untuk merajut kembali ikatan emosional warga Pati yang berada di tanah rantau, sekaligus menegaskan peran mereka dalam mendukung kemajuan daerah asal.

    Ketua KOMPAYO, Senawi, menegaskan bahwa jarak bukanlah penghalang untuk tetap berkontribusi. Menurutnya, semangat kebersamaan justru semakin kuat meski berada jauh dari kampung halaman.

    “Meski kami di Jogja, kepedulian terhadap Pati tidak pernah luntur. Justru lewat KOMPAYO, kami ingin terus memberi manfaat nyata untuk daerah asal,” ungkapnya.

    Sementara itu, Plt. Bupati Pati memberikan apresiasi tinggi terhadap kekompakan komunitas ini. Ia menyebut KOMPAYO sebagai contoh nyata bagaimana komunitas perantauan mampu menjaga solidaritas sekaligus memberikan dampak positif.

    “KOMPAYO ini luar biasa. Kekompakan dan semangatnya bisa menjadi inspirasi bagi komunitas lain. Ini bukti bahwa perantau juga punya peran besar dalam membangun daerah,” ujar Chandra.

    Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas perantauan dalam membangun jejaring yang produktif dan berkelanjutan.

    Acara ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga simbol kuat bahwa kontribusi untuk Pati bisa datang dari mana saja. Dari Jogja, semangat membangun kampung halaman terus menyala.

  • Belajar Sejarah Jadi Seru! Pendopo Pati Disulap Jadi Kelas Edukasi Interaktif

    Belajar Sejarah Jadi Seru! Pendopo Pati Disulap Jadi Kelas Edukasi Interaktif

    PATI, 8 April 2026 — Ada yang berbeda di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (8/4). Bangunan ikonik yang biasanya digunakan untuk kegiatan resmi itu, kali ini berubah menjadi ruang belajar yang hidup dan penuh semangat. Puluhan siswa dari SD IT Nurul Fikri Trangkil tampak antusias mengikuti kegiatan outing class yang sarat edukasi.

    Kunjungan ini bukan sekadar jalan-jalan. Para siswa diajak menyelami sejarah dan mengenal lebih dekat identitas daerahnya. Mulai dari mendengarkan penjelasan hingga berkeliling langsung ke berbagai sudut pendopo, mereka diajak memahami makna di balik bangunan bersejarah tersebut.

    Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, yang menerima langsung rombongan siswa, menegaskan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk membangun kesadaran sejarah sejak usia dini.

    “Datang ke sini bukan hanya melihat kemegahan pendopo, tapi juga memahami cerita dan sejarah Kabupaten Pati,” ujarnya.

    Menurutnya, pengenalan sejarah tidak bisa hanya melalui buku, tetapi juga perlu pengalaman langsung agar lebih membekas bagi generasi muda.

    Ia juga mengingatkan bahwa Kabupaten Pati memiliki perjalanan panjang yang patut dibanggakan.

    “Pati sudah berdiri sekitar 703 tahun. Kalian adalah generasi penerus yang akan melanjutkan perjalanan daerah ini,” tambahnya.

    Kegiatan outing class ini menjadi bukti bahwa belajar sejarah bisa dikemas dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Pendopo pun tak lagi sekadar simbol pemerintahan, tetapi juga menjadi ruang edukasi yang menginspirasi generasi muda untuk lebih mencintai daerahnya.

  • Pati Kian Strategis: Markas Baru Brimob Siap Perkuat Keamanan Regional

    Pati Kian Strategis: Markas Baru Brimob Siap Perkuat Keamanan Regional

    PATI, 7 April 2026 — Kabupaten Pati selangkah lagi menjadi titik penting dalam peta keamanan Jawa Tengah. Rencana penempatan Markas Batalyon B Brimob dari Polda Jawa Tengah di wilayah ini dipastikan akan segera terealisasi, memperkuat kesiapsiagaan aparat dalam menjaga stabilitas kawasan.

    Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Dansat Brimob Jateng, Noor Hudaya, usai bertemu dengan Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, di Pendopo Kabupaten, Selasa (7/4).

    Menurut Noor Hudaya, pembentukan Batalyon B ini bukan sekadar penambahan struktur, melainkan bagian dari strategi besar dalam memperkuat respons keamanan di wilayah-wilayah krusial Jawa Tengah.

    “Keputusan ini sudah final dan didukung surat keputusan resmi. Nantinya, Batalyon B akan bermarkas di Pati dengan kompi yang tersebar di Grobogan, Jepara, dan Blora,” jelasnya.

    Penunjukan Pati sebagai pusat komando dinilai sangat tepat, mengingat posisinya yang strategis dan memudahkan mobilisasi personel ke berbagai daerah penyangga. Dengan langkah ini, diharapkan penanganan potensi gangguan keamanan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif.

    Noor Hudaya menegaskan, penguatan Brimob di wilayah ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam mendukung keamanan masyarakat secara menyeluruh.

    “Ini bagian dari upaya kami untuk hadir lebih dekat dan responsif terhadap kebutuhan keamanan di Pati dan sekitarnya,” tambahnya.

    Sementara itu, Risma Ardhi Chandra menyambut positif rencana tersebut. Ia menilai kehadiran markas Brimob akan menjadi energi baru dalam menjaga kondusivitas daerah.

    “Kami sangat mendukung. Ini bentuk sinergi nyata antara pemerintah daerah dan aparat keamanan demi menciptakan rasa aman bagi masyarakat,” tegasnya.

    Dengan hadirnya markas strategis ini, Kabupaten Pati diproyeksikan tidak hanya menjadi pusat administrasi, tetapi juga simpul penting dalam sistem keamanan regional Jawa Tengah.

  • HUT ke-34 Tirta Bening, Pemkab Pati Dorong Lompatan Inovasi Layanan Air Bersih

    HUT ke-34 Tirta Bening, Pemkab Pati Dorong Lompatan Inovasi Layanan Air Bersih

    PATI, 31 Maret 2026 — Perayaan hari ulang tahun ke-34 Perumda Air Minum Tirta Bening Pati tak sekadar seremoni. Momentum ini justru dijadikan titik tolak untuk mempercepat inovasi layanan, menjawab tuntutan masyarakat akan akses air bersih yang semakin berkualitas.

    Bertempat di lingkungan kantor perusahaan, peringatan berlangsung sederhana namun penuh makna. Jajaran manajemen dan pegawai memanfaatkan momen tersebut untuk merefleksikan perjalanan panjang lebih dari tiga dekade dalam melayani kebutuhan dasar masyarakat Pati.

    “Perjalanan kita sudah panjang, tapi tantangan ke depan semakin kompleks. Kita harus siap berubah dan meningkatkan kualitas pelayanan,” ujar salah satu perwakilan manajemen.

    Selama ini, Tirta Bening telah menjadi tulang punggung penyediaan air bersih di Kabupaten Pati. Namun, dinamika kebutuhan masyarakat serta perkembangan teknologi mendorong perusahaan untuk tidak lagi bertumpu pada pola lama.

    Dorongan inovasi pun mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan kualitas layanan pelanggan, penguatan manajemen, hingga pengembangan lini usaha baru yang lebih adaptif.

    Salah satu peluang yang mulai dilirik adalah pengembangan produk turunan, seperti air minum dalam kemasan, yang dinilai mampu membuka sumber pendapatan baru sekaligus memperkuat kinerja perusahaan.

    “Potensinya besar. Jika dikelola serius, ini bisa meningkatkan pelayanan sekaligus memperkuat daya saing perusahaan,” imbuhnya.

    Upaya percepatan inovasi ini juga membutuhkan dukungan lintas sektor. Sinergi dengan perangkat daerah dan berbagai pihak dinilai menjadi kunci agar setiap terobosan dapat terealisasi secara optimal.

    “Kolaborasi harus diperkuat. Tidak bisa berjalan sendiri,” tegasnya.

    Sementara itu, Risma Ardhi Chandra menekankan bahwa inovasi merupakan kunci utama bagi kemajuan perusahaan daerah di tengah persaingan yang semakin ketat.

    “Di era sekarang, kita harus terus berinovasi. Segera lakukan ATM—Amati, Tiru, Modifikasi. Harapannya, di ulang tahun ke-35 nanti Tirta Bening sudah menjadi juara manajemen nasional tingkat satu,” tegasnya.

    Dengan semangat pembaruan yang digaungkan di usia ke-34 ini, Tirta Bening diharapkan mampu melompat lebih jauh—tidak hanya sebagai penyedia layanan air bersih, tetapi juga sebagai BUMD yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing tinggi.

  • Hangatnya Halal Bihalal PKK Pati, Momentum Perkuat Soliditas hingga Akar Desa

    Hangatnya Halal Bihalal PKK Pati, Momentum Perkuat Soliditas hingga Akar Desa

    PATI, 31 Maret 2026 — Suasana kebersamaan dan kehangatan terasa kental dalam kegiatan Halal Bihalal yang digelar Tim Penggerak PKK Kabupaten Pati di Gedung PKK Kabupaten Pati, Selasa (31/3). Momentum pasca-Idulfitri ini dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat soliditas kader di جميع tingkatan.

    Acara tersebut dihadiri langsung oleh Dwi Risma Ardhi Chandra bersama jajaran pengurus PKK mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa. Kehadiran lintas level ini menjadi bukti kuatnya komitmen bersama dalam menjaga kekompakan organisasi.

    Dalam sambutannya, Dwi menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk menyatukan langkah dan energi seluruh kader PKK ke depan.

    “Momentum ini penting untuk memperkuat kebersamaan dan menyatukan visi kita demi kemajuan PKK di Kabupaten Pati,” ujarnya.

    Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi ajang refleksi atas peran PKK yang selama ini hadir langsung di tengah masyarakat, khususnya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga.

    Ia pun memberikan apresiasi kepada seluruh kader yang telah berkontribusi aktif dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan.

    “Terima kasih atas dedikasi panjenengan semua, baik tenaga, waktu, maupun pemikiran. Ini menjadi kekuatan utama PKK,” tambahnya.

    Di tengah padatnya agenda ke depan, Dwi juga mengingatkan pentingnya menjaga ritme organisasi, termasuk percepatan koordinasi di setiap jenjang agar program dapat berjalan lebih efektif.

    “Soliditas dan kekompakan adalah kunci. Jika itu terjaga, program PKK akan berjalan optimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

    Dengan semangat silaturahmi yang terus dirawat, PKK Kabupaten Pati optimistis mampu semakin solid dan berkontribusi lebih besar dalam mendukung pembangunan daerah berbasis keluarga yang berkelanjutan.

  • Musrenbang 2027 Pati: Gas Infrastruktur, Perkuat SDM demi Pemerataan Pembangunan

    Musrenbang 2027 Pati: Gas Infrastruktur, Perkuat SDM demi Pemerataan Pembangunan

    PATI, 31 Maret 2026 — Arah pembangunan Kabupaten Pati ke depan mulai dipertegas. Dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 yang digelar di Pendopo Kabupaten Pati, pemerintah daerah menempatkan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas utama.

    Dipimpin langsung oleh Risma Ardhi Chandra, forum ini menjadi ajang strategis untuk menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan yang lebih terukur dan berbasis data.

    Dalam sambutannya, Chandra menyebut Musrenbang kali ini terasa istimewa karena masih dalam suasana Idulfitri, yang diharapkan mampu memperkuat semangat kolaborasi seluruh pihak.

    “Semoga momentum ini memperkuat komitmen kita dalam menyusun RKPD yang benar-benar responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

    Musrenbang tidak hanya menjadi forum formal, tetapi juga ruang terbuka bagi berbagai elemen—mulai dari pemerintah, legislatif, hingga masyarakat—untuk menyampaikan aspirasi dan merumuskan solusi pembangunan daerah.

    Sejumlah isu strategis pun mengemuka dalam pembahasan, mulai dari penanganan bencana, pengentasan kemiskinan, penurunan angka pengangguran, hingga peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan.

    “Kami ingin setiap usulan yang masuk benar-benar mencerminkan kebutuhan riil di lapangan, bukan sekadar formalitas,” tegas Chandra.

    Di tengah berbagai target pembangunan, keterbatasan fiskal menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, pemerintah daerah didorong untuk lebih inovatif dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), termasuk melalui optimalisasi aset dan penguatan kerja sama lintas sektor.

    Menurutnya, kunci keberhasilan pembangunan terletak pada kolaborasi yang solid antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.

    “Dengan sinergi yang kuat, kita optimistis pembangunan tetap bisa berjalan efektif dan tepat sasaran, meski di tengah keterbatasan anggaran,” tandasnya.

    Melalui Musrenbang ini, Pemkab Pati menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembangunan yang tidak hanya merata, tetapi juga berkelanjutan dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.