PATI — Peringatan Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum tersebut dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Pati untuk menegaskan kembali arah pembangunan yang harus berangkat dari kebutuhan dan persoalan nyata masyarakat.
Pesan itu disampaikan Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat memimpin Upacara Peringatan Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati Tahun 2026 di Alun-Alun Kabupaten Pati, Jumat (7/8/2026).
Dalam amanatnya, Chandra menegaskan bahwa keberhasilan pemerintah tidak cukup diukur dari banyaknya program yang dijalankan. Ukuran yang lebih penting adalah seberapa jauh program tersebut mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Ukuran keberhasilan pemerintah bukan hanya berapa banyak kegiatan yang dilaksanakan, namun seberapa besar persoalan masyarakat yang berhasil kita selesaikan,” kata Chandra.
Menurutnya, semangat Hari Jadi ke-703 dengan tema “Sumunar Terang, Mbangun Kemajengan” harus diwujudkan melalui kinerja pemerintahan yang semakin terbuka, cepat merespons kebutuhan masyarakat, serta mampu memberikan solusi.
Karena itu, ia menekankan agar pelayanan publik terus dibenahi sehingga masyarakat mendapatkan layanan yang lebih cepat, mudah, ramah, dan adil.
“Pelayanan publik harus semakin cepat, mudah, ramah, dan adil,” ujarnya.
Chandra menyebut sejumlah perkembangan pembangunan yang terus didorong Pemkab Pati, mulai dari penurunan angka kemiskinan, percepatan pembangunan infrastruktur jalan, penguatan reformasi birokrasi hingga peningkatan investasi.
Namun, capaian tersebut menurutnya harus terus dikawal agar manfaatnya tidak berhenti pada angka dan laporan, melainkan benar-benar terasa dalam kehidupan masyarakat.

Infrastruktur hingga 2027
Pemerintah Kabupaten Pati juga memastikan pembangunan infrastruktur masih menjadi salah satu fokus utama hingga 2027. Percepatan pembangunan tersebut akan berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas birokrasi dan pelayanan kepada masyarakat.
Chandra menegaskan, pembangunan harus memiliki dampak yang jelas dan mampu menjawab kebutuhan di lapangan.
“Pembangunan harus terus kita arahkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Tak hanya infrastruktur, sektor ekonomi masyarakat juga menjadi perhatian. UMKM, pertanian, perikanan, dan pariwisata dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat perekonomian daerah.
Pengembangan sektor-sektor tersebut akan dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk mendorong investasi yang mampu membuka peluang ekonomi dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Pati.
Di sisi lain, Chandra mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan agar menjadikan integritas dan profesionalisme sebagai fondasi dalam bekerja. Menurutnya, program pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa adanya aparatur yang memiliki komitmen dan mampu bekerja secara kolaboratif.
“Sumunar Terang, Mbangun Kemajengan harus menjadi semangat bersama untuk membawa Pati semakin maju dan masyarakat semakin sejahtera,” ujarnya.
Upacara Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pj. Sekretaris Daerah, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, kepala perangkat daerah, camat, serta para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati.
Rangkaian peringatan kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke Makam Adipati Tombronegoro di Kampung Kaborongan, Kelurahan Pati Lor.
Sementara pada malam harinya, Jumat (7/8), masyarakat juga disuguhi hiburan ketoprak yang digelar mulai pukul 20.00 WIB di Pendopo Kemiri, Desa Sarirejo, Kecamatan Pati.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-703 sekaligus pengingat bahwa kemajuan Pati bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang menghadirkan pemerintahan yang mampu bekerja dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Tinggalkan Balasan