PATI – Pemerintah Kabupaten Pati membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan PT Djarum untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat, mulai dari hunian layak, krisis air bersih, hingga penghijauan. Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, berharap kemitraan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) tersebut dapat memberikan dampak yang semakin nyata bagi kesejahteraan warga.
Harapan itu disampaikan Chandra dalam penyerahan simbolis bantuan 12 unit rumah layak huni dari CSR PT Djarum di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (21/10/2026).
Menurut Chandra, kerja sama antara pemerintah daerah dan dunia usaha perlu terus dikembangkan agar tidak berhenti pada pembangunan rumah, tetapi juga menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat, terutama ketersediaan air bersih di wilayah yang rawan kekeringan.
“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya RTLH. Mungkin ada kerja sama lain, seperti desalinasi air, karena kami sering mengalami kekeringan,” ungkapnya.
Teknologi desalinasi dinilai berpotensi menjadi salah satu alternatif untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih, khususnya di kawasan pesisir yang menghadapi keterbatasan sumber air tawar.
Chandra juga berharap PT Djarum dapat meningkatkan dukungan terhadap program pembangunan rumah layak huni pada tahun mendatang. Ia menilai kebutuhan penanganan rumah tidak layak huni di Kabupaten Pati masih cukup besar, mengingat luas wilayah dan jumlah penduduk yang hampir mencapai 1,4 juta jiwa.
Dengan 401 desa dan 65 kelurahan, masih terdapat warga yang tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan, mulai dari bangunan berbahan bambu hingga bagian rumah yang harus ditambal menggunakan kardus.
“Kondisi seperti ini masih kita temui. Karena itu, kami berharap dukungan untuk masyarakat yang membutuhkan rumah layak huni bisa terus ditingkatkan,” ujarnya.
Tak hanya berfokus pada persoalan sosial dan lingkungan, Chandra turut mendorong PT Djarum mempertimbangkan peluang pengembangan usaha di sejumlah wilayah Kabupaten Pati, termasuk Kecamatan Sukolilo dan Tambakromo.
Menurutnya, investasi dan pengembangan kegiatan usaha berpotensi membuka lapangan kerja baru, memperkuat perekonomian lokal, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Ia juga mengusulkan dukungan penambahan bibit tanaman untuk penghijauan melalui Dinas Lingkungan Hidup. Dengan demikian, kolaborasi antara Pemkab Pati dan PT Djarum diharapkan dapat menjangkau berbagai sektor strategis, mulai dari perbaikan hunian, penyediaan air bersih, hingga pelestarian lingkungan.
Djarum Bangun 500 Rumah di Jawa Tengah pada 2026
Pada kesempatan yang sama, General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto, menjelaskan bahwa bantuan rumah layak huni dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing keluarga penerima.
Rumah bagi keluarga dengan anggota hingga lima orang umumnya dilengkapi dua kamar tidur. Sementara itu, keluarga dengan jumlah anggota lebih besar dapat memperoleh rumah dengan tiga kamar tidur.
“Mohon maaf baru dua belas, tetapi yang utama bukan hanya kemampuan, melainkan kemauan,” kata Achmad.
Sepanjang 2026, PT Djarum membangun 500 unit rumah di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Program tersebut menjangkau Kabupaten Kudus, Brebes, Wonogiri, Rembang, Pati, Kabupaten Semarang, Temanggung, serta Kota Salatiga.
Perusahaan juga merencanakan pembangunan 500 unit rumah tambahan pada 2027. Rencana tersebut membuka peluang bagi perluasan manfaat program perumahan, termasuk bagi masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Pati.
Dari total 12 unit bantuan yang diserahkan di Pati, tujuh unit diperuntukkan bagi warga Kecamatan Tlogowungu dan lima unit bagi warga Kecamatan Sukolilo.
Pembangunan rumah menggunakan material seperti bata ringan atau hebel, rangka atap baja ringan, fasilitas sanitasi, dan dapur. Rumah dirancang untuk memiliki masa pakai sekitar 10–15 tahun, dengan perkiraan biaya pembangunan Rp70 juta untuk tipe dua kamar tidur dan sekitar Rp80 juta untuk tipe tiga kamar tidur.
Besaran biaya renovasi dapat berbeda sesuai kondisi bangunan yang sudah ada. PT Djarum juga menyatakan akan mengevaluasi peluang pemberian bantuan tambahan pada tahun mendatang.
Selain program perumahan, perusahaan membuka peluang kontribusi dalam kegiatan lain, termasuk penghijauan, restorasi lahan, dan penanganan persoalan air. Dukungan terhadap pembongkaran bangunan lama juga dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.
Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), 12 keluarga penerima manfaat, serta tamu undangan lainnya.
Pemkab Pati berharap kolaborasi pemerintah dan sektor swasta dapat terus diperkuat agar program tanggung jawab sosial perusahaan tidak hanya menghadirkan bantuan jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.


Tinggalkan Balasan