Sugeng rawuh ing Bumi Pesantenan, papan informasi kang nyawisake kabar lan crita babagan Kabupaten Pati.

Kategori: Berita

  • Road to Kilau Raya MNC TV Siap Guncang Pati, Pawai Artis dan Panggung Spektakuler Meriahkan Hari Jadi 2026

    Road to Kilau Raya MNC TV Siap Guncang Pati, Pawai Artis dan Panggung Spektakuler Meriahkan Hari Jadi 2026

    PATI – Perayaan Hari Jadi Kabupaten Pati 2026 dipastikan bakal semakin semarak. Pemerintah Kabupaten Pati menggandeng MNC TV menghadirkan Road to Kilau Raya, sebuah hiburan akbar yang akan menyuguhkan pawai artis hingga panggung musik spektakuler bagi masyarakat.

    Kepastian penyelenggaraan acara tersebut mengemuka dalam audiensi antara Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra dengan Direktur Programming MNC TV, Hary Hermawan beserta jajaran, yang berlangsung di Ruang Pringgitan, Pendopo Kabupaten Pati, Senin (3/8/2026).

    Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak mematangkan berbagai persiapan teknis menjelang pelaksanaan kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 28–29 Agustus 2026 di Alun-alun Kabupaten Pati.

    Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan, kehadiran Road to Kilau Raya menjadi salah satu agenda spesial dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Pati. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, acara ini juga diharapkan mampu menghadirkan suasana perayaan yang lebih meriah dan membangkitkan semangat kebersamaan.

    “Kami mengundang seluruh masyarakat Pati untuk hadir di Alun-alun Kabupaten Pati pada tanggal 28 dan 29 Agustus. Akan ada pawai artis serta panggung hiburan yang bisa dinikmati bersama,” ujar Chandra.

    Ia menambahkan, koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Pati dan tim MNC TV terus dilakukan agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar, aman, tertib, serta memberikan pengalaman yang berkesan bagi seluruh pengunjung.

    Melalui Road to Kilau Raya MNC TV, masyarakat nantinya akan disuguhkan penampilan sederet artis papan atas yang tampil menghibur selama dua hari penyelenggaraan. Kehadiran acara berskala nasional ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan gratis bagi warga, tetapi juga mampu meningkatkan antusiasme masyarakat dalam menyambut Hari Jadi Kabupaten Pati 2026.

    Dengan kolaborasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pati optimistis peringatan hari jadi tahun ini akan menjadi salah satu perayaan terbesar yang mampu menghadirkan kegembiraan sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat dari berbagai kalangan.

  • Chandra: Kreativitas Jadi Kunci Produk Pati Tembus Pasar Nasional hingga Internasional

    Chandra: Kreativitas Jadi Kunci Produk Pati Tembus Pasar Nasional hingga Internasional

    PATI – Kabupaten Pati memiliki kekayaan potensi yang luar biasa, mulai dari sektor pertanian, perikanan, perkebunan, hingga pariwisata. Namun, potensi tersebut dinilai belum akan memberikan dampak maksimal jika tidak diolah dengan sentuhan kreativitas, inovasi, dan teknologi.

    Hal itu disampaikan Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat membuka Jateng Creative Forum di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (3/8/2026). Forum tersebut menjadi ajang mempertemukan pemerintah, pelaku ekonomi kreatif, dunia usaha, akademisi, dan komunitas untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas.

    Chandra mengatakan, Kabupaten Pati memiliki modal besar untuk bersaing di tingkat nasional bahkan global. Menurutnya, tantangan yang dihadapi saat ini bukan lagi soal ketersediaan potensi, melainkan bagaimana mengubah potensi tersebut menjadi produk yang memiliki identitas, nilai tambah, dan daya saing tinggi.

    “Banyak sekali potensi di Kabupaten Pati yang bisa dikemas agar semakin dikenal, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional,” ujar Chandra.

    Ia menilai pengembangan ekonomi kreatif harus mengikuti perkembangan zaman. Transformasi digital, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), hingga peningkatan kapasitas pelaku UMKM menjadi langkah penting agar produk lokal mampu menjawab kebutuhan pasar yang semakin kompetitif.

    Menurutnya, generasi muda memiliki peran sentral dalam proses transformasi tersebut. Generasi Z dan Generasi Alpha dinilai memiliki keunggulan dalam memanfaatkan teknologi sekaligus melahirkan inovasi yang mampu meningkatkan daya saing produk daerah.

    “Generasi Z dan Generasi Alpha harus menjadi motor penggerak ekonomi kreatif. Mereka dekat dengan teknologi dan memiliki kreativitas yang bisa membawa produk Pati naik kelas,” katanya.

    Selain mendorong inovasi, Chandra juga mengingatkan pentingnya sertifikasi halal bagi pelaku UMKM. Ia menyebut sertifikasi tersebut bukan sekadar pemenuhan regulasi, tetapi menjadi nilai tambah yang dapat meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas akses pasar.

    Ia juga menyoroti sejumlah sektor unggulan Kabupaten Pati yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui pendekatan ekonomi kreatif, mulai dari program pertanian “1 Hektar 10 Ton”, pertanian organik, potensi perikanan, hingga pengembangan durian Musang King dan Black Thorn di Kecamatan Gunungwungkal.

    Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Kementerian Ekonomi Kreatif, Agus Syarip Hidayat, mengatakan bahwa ekonomi kreatif diharapkan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang berawal dari daerah. Menurutnya, Kabupaten Pati memiliki peluang besar menjadi salah satu model pengembangan ekonomi kreatif berbasis kolaborasi di Indonesia.

    Menutup sambutannya, Chandra berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pati, Kementerian Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dunia usaha, akademisi, komunitas kreatif, serta para pelaku UMKM terus diperkuat. Dengan kolaborasi tersebut, ia optimistis Kabupaten Pati mampu kembali meraih predikat Kabupaten/Kota Kreatif pada 2026 sekaligus membawa produk-produk unggulan daerah semakin dikenal di pasar nasional maupun internasional.

    Jateng Creative Forum turut dihadiri Pokja II Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disbudparekraf Provinsi Jawa Tengah, Wakil Ketua Komite Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, Kadin, HIPMI, Ketua Karang Taruna Kabupaten Pati, serta ratusan pelaku ekonomi kreatif dari berbagai subsektor di Kabupaten Pati.

  • Chandra Ajak Warga Bangkitkan Ekonomi Lewat Koperasi, UMKM Jadi Fokus Penguatan

    Chandra Ajak Warga Bangkitkan Ekonomi Lewat Koperasi, UMKM Jadi Fokus Penguatan

    PATI – Koperasi dinilai tetap menjadi salah satu pilar utama dalam membangun ekonomi masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Pati berkomitmen memperkuat peran koperasi agar mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus mitra strategis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

    Komitmen tersebut disampaikan Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat menghadiri Jalan Santai Hari Koperasi ke-79 tingkat Kabupaten Pati di Alun-alun Pati, Minggu (2/8/2026).

    Menurut Chandra, penguatan koperasi sejalan dengan arah kebijakan nasional yang menempatkan ketahanan pangan dan pemberdayaan koperasi sebagai prioritas pembangunan. Ia meyakini ekonomi daerah akan semakin kuat apabila koperasi mampu tumbuh sehat, profesional, dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.

    “Dengan kegiatan berkoperasi, ekonomi kerakyatan bisa tumbuh, ekonomi masyarakat juga bisa berkembang,” ujar Chandra.

    Ia mengatakan, keberhasilan banyak negara dalam membangun ekonomi tidak lepas dari kuatnya gerakan koperasi. Karena itu, Pemkab Pati akan terus mendorong koperasi agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, meningkatkan tata kelola organisasi, serta memperluas akses bagi pelaku UMKM untuk berkembang.

    Menurutnya, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai wadah simpan pinjam, tetapi juga harus menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat yang mampu menciptakan peluang usaha, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan warga.

    Selain menyampaikan komitmen tersebut, Chandra juga mengapresiasi antusiasme ribuan masyarakat yang mengikuti jalan santai dalam rangka Hari Koperasi ke-79. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus koperasi, sponsor, dan berbagai pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut.

    Pada kesempatan itu, Chandra turut mengundang masyarakat untuk kembali memadati Alun-alun Pati pada Minggu malam usai salat Isya dalam kegiatan makan bersama gratis yang menyediakan 10.000 porsi makanan dan 100 tumpeng. Agenda tersebut, kata dia, menjadi bagian dari upaya mempererat kebersamaan sekaligus membuka ruang komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat.

    “Seluruh rangkaian hiburan malam ini didukung swadaya para pengusaha lokal. Tidak menggunakan APBD, sehingga anggaran daerah tetap difokuskan untuk pembangunan infrastruktur jalan, pelayanan kesehatan, dan pendidikan,” tegasnya.

    Di akhir sambutannya, Chandra mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan kawasan Alun-alun Pati selama rangkaian peringatan Hari Koperasi berlangsung. Ia berharap semangat gotong royong tidak hanya tercermin dalam penguatan ekonomi melalui koperasi, tetapi juga dalam menjaga fasilitas publik agar tetap nyaman bagi semua.

    Peringatan Hari Koperasi ke-79 tingkat Kabupaten Pati tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, Penjabat Sekretaris Daerah, para kepala perangkat daerah, insan koperasi, serta ribuan masyarakat yang turut memeriahkan kegiatan.

  • Chandra Pastikan Pekan Kreasi Pati Jadi Event Tahunan, UMKM Dibidik Tembus Pasar Nasional hingga Global

    Chandra Pastikan Pekan Kreasi Pati Jadi Event Tahunan, UMKM Dibidik Tembus Pasar Nasional hingga Global

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati bersiap menjadikan Pekan Kreasi Kabupaten Pati sebagai panggung tahunan untuk mengangkat potensi daerah. Tak hanya menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi Kabupaten Pati, ajang ini juga diproyeksikan sebagai motor promosi UMKM, pariwisata, budaya, hingga ekonomi kreatif agar mampu menembus pasar nasional bahkan internasional.

    Komitmen tersebut disampaikan Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat membuka Pekan Kreasi Kabupaten Pati sekaligus Grand Final Duta Wisata Kabupaten Pati 2026 di Alun-alun Pati, Sabtu (1/8/2026).

    Menurut Chandra, Pekan Kreasi tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Pemerintah daerah ingin menghadirkan agenda yang berkesinambungan sehingga pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga sektor pariwisata memiliki ruang promosi yang lebih luas dan berkelanjutan.

    “Pekan Kreasi ini bukan sekadar seremoni. Ke depan akan menjadi agenda tahunan yang terus berlanjut hingga akhir tahun agar UMKM lokal semakin dikenal, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional,” ujar Chandra.

    Ia menjelaskan, penyelenggaraan Pekan Kreasi yang dirangkai dengan Grand Final Duta Wisata merupakan bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak lebih mengenal kekayaan wisata, budaya, kuliner, serta beragam produk unggulan yang dimiliki Kabupaten Pati.

    Dalam kesempatan itu, Chandra juga menaruh harapan besar kepada para finalis Duta Wisata. Menurutnya, mereka bukan sekadar peserta ajang pemilihan, tetapi menjadi representasi generasi muda yang memiliki peran penting dalam memperkenalkan identitas dan potensi Kabupaten Pati kepada masyarakat yang lebih luas.

    “Duta wisata harus menjadi generasi muda yang mampu mengenalkan Kabupaten Pati kepada Indonesia. Mereka adalah wajah daerah yang membawa identitas, budaya, dan potensi Pati ke mana pun mereka melangkah,” katanya.

    Lebih lanjut, Chandra menegaskan bahwa pengembangan ekonomi kreatif akan terus diperkuat melalui penyelenggaraan berbagai event kolaboratif yang melibatkan pelaku UMKM, komunitas kreatif, akademisi, media, hingga berbagai pemangku kepentingan. Upaya tersebut juga akan didukung dengan pembangunan infrastruktur yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

    Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan, ketertiban, serta citra positif Kabupaten Pati agar semakin menarik bagi wisatawan maupun investor.

    “Kemajuan daerah akan terwujud apabila seluruh elemen bergerak bersama,” tegasnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Pati, Rekso Suhartono, mengungkapkan bahwa Grand Final Duta Wisata tahun ini menjadi momentum istimewa karena kembali digelar setelah vakum selama tujuh tahun.

    Menurutnya, tingginya antusiasme peserta menjadi bukti bahwa generasi muda Pati memiliki semangat besar untuk terlibat dalam promosi daerah. Ia berharap ajang tersebut mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku ekonomi kreatif, akademisi, media, dan masyarakat dalam mengembangkan sektor pariwisata serta produk unggulan Kabupaten Pati.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, jajaran Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Pati, Forkopimda atau yang mewakili, Kepala Disporapar Kabupaten Jepara dan Kudus, serta Paguyuban Duta Wisata Kabupaten Pati.

  • Chandra Dorong Pendidikan Berkarakter, Siapkan Beasiswa agar Tak Ada Anak Pati Putus Sekolah

    Chandra Dorong Pendidikan Berkarakter, Siapkan Beasiswa agar Tak Ada Anak Pati Putus Sekolah

    PATI – Pembangunan daerah tidak cukup hanya diwujudkan melalui jalan, jembatan, maupun infrastruktur fisik. Bagi Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, investasi terbesar justru terletak pada lahirnya generasi yang cerdas, berintegritas, dan memiliki karakter kuat.

    Komitmen tersebut disampaikan Chandra saat menghadiri In House Training Sekolah Berintegritas sekaligus meresmikan Laboratorium Sekolah Berintegritas di SMAN 1 Pati, Jumat (31/7/2026).

    Dalam kesempatan itu, Chandra menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pati akan terus memperkuat sektor pendidikan, salah satunya melalui program beasiswa bagi siswa dari keluarga kurang mampu agar tidak ada lagi anak Pati yang kehilangan kesempatan menempuh pendidikan karena faktor ekonomi.

    “Pembangunan infrastruktur memang penting. Namun, modal utama kemajuan daerah adalah sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang jujur, disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab,” tegas Chandra.

    Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis sebagai tempat menanamkan nilai-nilai integritas sejak dini. Karena itu, kehadiran Laboratorium Sekolah Berintegritas di SMAN 1 Pati diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter yang menanamkan kejujuran, kedisiplinan, keberanian, dan tanggung jawab kepada peserta didik.

    Chandra juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi, termasuk pesatnya Artificial Intelligence (AI), menghadirkan tantangan baru bagi dunia pendidikan. Oleh sebab itu, kemampuan akademik harus diimbangi dengan karakter yang kuat agar generasi muda mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.

    “Di tengah perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence, kemampuan akademik saja tidak cukup. Anak-anak kita harus memiliki integritas agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan tidak kehilangan karakter,” ujarnya.

    Sebagai langkah memperluas budaya integritas di lingkungan pendidikan, Chandra menginstruksikan agar kegiatan outing class bagi siswa SMP, khususnya kelas IX, dapat diarahkan ke SMAN 1 Pati. Menurutnya, sekolah tersebut layak menjadi rujukan bagi sekolah lain dalam membangun budaya pendidikan yang berkarakter.

    “Saya ingin sekolah ini menjadi inspirasi. Siswa dari sekolah lain perlu datang, melihat langsung, dan belajar bagaimana budaya integritas dibangun dalam lingkungan pendidikan,” katanya.

    Tak hanya menekankan pembentukan karakter, Chandra juga memastikan pemerintah daerah tengah menyiapkan program beasiswa bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu yang masuk kategori desil 1 hingga desil 4. Program tersebut dirancang menjangkau siswa mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA/sederajat sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan yang lebih merata.

    “Jangan sampai ada anak Pati yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi. Pemerintah daerah akan terus hadir untuk memastikan akses pendidikan yang lebih merata,” tegasnya.

    Kegiatan yang diselenggarakan SMAN 1 Pati tersebut menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam membangun ekosistem pendidikan yang berintegritas. Laboratorium Sekolah Berintegritas diharapkan menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membentuk karakter peserta didik yang siap menghadapi tantangan masa depan.

    Acara tersebut turut dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Tengah, Kepala SMAN 1 Pati, para pengawas SMA se-Kabupaten Pati, kepala SMA/SMK se-Kabupaten Pati, serta kepala SMP se-Kabupaten Pati.

  • Chandra Siapkan Solusi Permanen Kekeringan di Pati, Tak Lagi Andalkan Bantuan Tangki Air

    Chandra Siapkan Solusi Permanen Kekeringan di Pati, Tak Lagi Andalkan Bantuan Tangki Air

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati mulai mengubah strategi dalam menangani krisis air bersih saat musim kemarau. Alih-alih terus mengandalkan distribusi bantuan tangki air setiap tahun, Pemkab Pati kini menyiapkan langkah jangka panjang dengan memetakan sumber air, membangun fasilitas penampungan, hingga mengalokasikan anggaran khusus mulai tahun 2027.

    Komitmen tersebut disampaikan Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat menghadiri Istigasah Bersama Ulama dan Umara di Pendopo Kabupaten Pati, Jumat (31/7). Menurutnya, penanganan kekeringan harus berorientasi pada solusi yang berkelanjutan agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan darurat.

    “Kalau hanya mengandalkan bantuan tangki air, itu bukan solusi. Kita harus mencari sumber air di desa-desa yang memang setiap tahun mengalami kekeringan,” tegas Chandra.

    Ia menjelaskan, pemerintah akan memetakan desa-desa yang rutin terdampak kekeringan sekaligus mengidentifikasi potensi sumber air di wilayah tersebut. Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan program pembangunan infrastruktur air bersih pada tahun anggaran 2027.

    Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembangunan tempat penampungan air di sejumlah titik strategis. Dengan sistem tersebut, distribusi air bersih saat musim kemarau diharapkan dapat dilakukan lebih cepat, lebih efisien, dan mampu menjangkau masyarakat di wilayah terdampak.

    “Kita ingin membangun tempat-tempat penampungan air sehingga ketika musim kemarau datang, distribusi air bisa dilakukan dari lokasi terdekat dan lebih cepat menjangkau masyarakat,” ujarnya.

    Tak hanya menyoroti persoalan kekeringan, Chandra juga mengungkapkan bahwa penanganan banjir masih menjadi pekerjaan besar bagi Kabupaten Pati. Ia menyebut sejumlah wilayah mengalami penurunan muka tanah yang menyebabkan penanganan banjir membutuhkan infrastruktur dengan biaya besar serta dukungan pemerintah pusat.

    Di sisi lain, Pemkab Pati juga terus mengawal usulan pembangunan sudetan Sungai Juwana. Proyek tersebut dinilai menjadi salah satu solusi strategis untuk mengurangi risiko banjir yang selama ini kerap melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pati.

    “Semua upaya pembangunan kami rencanakan sebaik mungkin. Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar program-program ini dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi warga Kabupaten Pati,” tutur Chandra.

    Dalam kesempatan yang sama, Chandra turut mengajak masyarakat menyemarakkan rangkaian Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati yang akan berlangsung selama satu bulan. Beragam kegiatan mulai dari pentas budaya, pentas seni, pesta rakyat hingga bazar akan digelar sebagai ruang kebersamaan sekaligus upaya memperkuat kecintaan masyarakat terhadap daerah.

    Selain itu, ia juga mengungkapkan rencana pembangunan museum sejarah di kawasan belakang Kantor Bupati Pati. Museum tersebut diharapkan menjadi pusat edukasi yang mampu menjaga dan mengenalkan sejarah Kabupaten Pati kepada generasi muda.

    Acara Istigasah Bersama Ulama dan Umara menghadirkan KH. Moh. Imam Al-Mukromin, M.Ag sebagai pembicara. Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati, jajaran organisasi kemasyarakatan keagamaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat Kabupaten Pati.

  • Dukung Program 3 Juta Rumah, Chandra: Hunian Layak Kunci Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

    Dukung Program 3 Juta Rumah, Chandra: Hunian Layak Kunci Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

    PATI – Komitmen pemerintah dalam menghadirkan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terus diperkuat. Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menghadiri prosesi Akad Massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Kamis (30/7/2026).

    Kegiatan tersebut merupakan bagian dari percepatan Program Tiga Juta Rumah yang menjadi salah satu program strategis nasional. Pada kesempatan itu, pemerintah menyalurkan pembiayaan perumahan dengan total nilai mencapai Rp880 miliar sebagai upaya memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

    Chandra menegaskan, Pemerintah Kabupaten Pati siap mendukung penuh pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kepemilikan rumah yang layak tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga.

    “Program ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat memiliki rumah yang layak dengan harga yang terjangkau. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah harus terus diperkuat agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya,” ujar Chandra.

    Prosesi akad di Kabupaten Batang diikuti oleh 200 debitur secara langsung. Sementara itu, pelaksanaan juga dilakukan secara serentak melalui sambungan daring yang melibatkan peserta dari 36 provinsi di Indonesia, menandai besarnya cakupan program nasional tersebut.

    Dalam rangkaian kegiatan, Presiden Prabowo Subianto turut meninjau langsung kualitas rumah subsidi beserta infrastruktur pendukung di kawasan perumahan. Peninjauan dilakukan untuk memastikan setiap unit yang dibangun memenuhi standar kelayakan, aman dihuni, serta mampu memberikan kenyamanan bagi masyarakat penerima manfaat.

    Kehadiran Plt. Bupati Pati dalam agenda tersebut menjadi wujud dukungan Pemerintah Kabupaten Pati terhadap kebijakan nasional di sektor perumahan. Sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah diharapkan mampu mempercepat pemerataan akses hunian yang layak sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Presiden RI Prabowo Subianto, Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, jajaran kementerian terkait, serta sejumlah kepala daerah dan pejabat pemerintah pusat maupun daerah.

  • Hari Bhayangkara ke-80, Chandra: Polri Humanis Jadi Kunci Menjaga Kondusivitas Pati

    Hari Bhayangkara ke-80, Chandra: Polri Humanis Jadi Kunci Menjaga Kondusivitas Pati

    PATI – Semangat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pati dan Polresta Pati kembali ditegaskan dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Bagi Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, keamanan daerah tidak hanya lahir dari ketegasan aparat, tetapi juga dari pendekatan yang humanis dalam melayani masyarakat.

    Hal itu disampaikan Chandra saat menghadiri Tasyakuran Hari Bhayangkara ke-80 di Mapolresta Pati, Rabu (1/7). Ia mengapresiasi solidnya sinergi yang selama ini terjalin antara Pemkab Pati, Polresta Pati, dan jajaran TNI dalam menjaga situasi daerah tetap aman dan kondusif.

    Menurutnya, hubungan yang harmonis antarlembaga menjadi modal penting bagi Kabupaten Pati untuk terus bergerak maju. Stabilitas keamanan dinilai sebagai fondasi utama agar pelayanan publik, investasi, hingga program pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan.

    “Hubungan baik antara Pemkab Pati dan Polresta selama ini menjadi kekuatan besar yang membuat daerah kita tetap kondusif,” ujar Chandra.

    Ia menegaskan, Polresta Pati tidak hanya berfungsi sebagai penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal berbagai program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

    “Kami merasa lebih tenang karena setiap langkah pembangunan selalu mendapat dukungan dan pendampingan dari Polresta Pati,” katanya.

    Dalam kesempatan tersebut, Chandra juga menitipkan harapan kepada jajaran kepolisian agar terus membina personel muda sehingga mampu menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.

    Ia menekankan bahwa profesionalisme harus selalu dibarengi dengan pendekatan yang mengedepankan dialog dan sisi kemanusiaan, termasuk saat menghadapi aksi penyampaian pendapat di muka umum.

    “Saya berharap pendekatan humanis tetap menjadi prioritas. Ketegasan memang penting, tetapi penyelesaian persoalan secara bijaksana akan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat kepada Polri,” ungkapnya.

    Chandra juga mengajak seluruh elemen di Kabupaten Pati menjadikan berbagai dinamika yang pernah terjadi sebagai bahan evaluasi bersama untuk memperkuat koordinasi dan kekompakan antarlembaga.

    Di momen Hari Bhayangkara ke-80 ini, Pemerintah Kabupaten Pati turut menyampaikan apresiasi atas dedikasi Polresta Pati dalam menjaga keamanan serta mendukung berbagai agenda pemerintahan dan kegiatan kemasyarakatan.

    Ia berharap sinergi yang telah terbangun antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri terus diperkuat demi mewujudkan Kabupaten Pati yang aman, nyaman, dan semakin maju.

  • Chandra Ajak Tokoh Agama Jadi Garda Terdepan Cegah Konflik, Pati Perkuat Harmoni di Era Digital

    Chandra Ajak Tokoh Agama Jadi Garda Terdepan Cegah Konflik, Pati Perkuat Harmoni di Era Digital

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati mengajak seluruh tokoh agama dan elemen masyarakat memperkuat sinergi dalam menjaga kerukunan di tengah derasnya arus informasi digital. Langkah itu diwujudkan melalui Dialog Interaktif Kerukunan Umat Beragama untuk Menjaga Kondusivitas Wilayah Kabupaten Pati yang digelar di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (1/7/2026).

    Sekitar 220 peserta dari berbagai unsur hadir dalam forum tersebut, mulai dari Forkopimda, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh lintas agama, organisasi kemasyarakatan, hingga perwakilan pemuda. Dialog ini menjadi ruang bersama untuk memperkuat komunikasi sekaligus mengantisipasi munculnya isu-isu yang berpotensi memecah persatuan.

    Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan, Kabupaten Pati telah memiliki fondasi yang kuat dalam menjaga toleransi. Hal itu dibuktikan dengan keberhasilan FKUB Kabupaten Pati meraih Harmony Award peringkat ketiga tingkat nasional pada 2025.

    “Penghargaan ini menjadi bukti bahwa keberagaman di Kabupaten Pati bukanlah tantangan, melainkan kekuatan yang mampu kita rawat bersama untuk menghadirkan kedamaian dan mendukung pembangunan daerah,” ujar Chandra.

    Namun demikian, ia mengingatkan bahwa perkembangan media digital membuat berbagai informasi, termasuk isu sosial maupun keagamaan, dapat menyebar dalam hitungan detik. Karena itu, tokoh agama diminta menjadi penyejuk sekaligus sumber informasi yang menenangkan masyarakat ketika muncul persoalan.

    “Jangan biarkan persoalan kecil berkembang menjadi besar. Jika ada potensi masalah, segera komunikasikan dan duduk bersama dengan pemerintah desa, pemerintah daerah, maupun pihak terkait agar dapat diselesaikan sejak dini,” tegasnya.

    Menurut Chandra, menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas pemerintah ataupun aparat penegak hukum. Seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk menciptakan suasana yang damai, terutama para tokoh agama yang memiliki kedekatan dengan masyarakat.

    “Kerukunan adalah modal utama pembangunan. Ketika masyarakat hidup rukun, maka pembangunan dapat berjalan dengan baik dan kesejahteraan masyarakat akan lebih mudah diwujudkan,” imbuhnya.

    Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pati Siti Subiati menjelaskan, dialog tersebut digelar sebagai upaya memperkuat komunikasi di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama yang menjadi kekayaan Kabupaten Pati.

    Menurutnya, komunikasi yang intensif menjadi kunci dalam membangun kesepahaman, mempererat silaturahmi, sekaligus mendeteksi potensi konflik sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

    “Melalui forum ini kami berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat semakin solid, sehingga toleransi, moderasi beragama, dan kondusivitas wilayah di Kabupaten Pati dapat terus terjaga,” kata Siti.

    Pemerintah Kabupaten Pati berharap dialog lintas agama seperti ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi langkah nyata memperkuat kebersamaan. Dengan komunikasi yang terbuka dan semangat saling menghormati, Kabupaten Pati diyakini akan terus tumbuh sebagai daerah yang aman, harmonis, dan menjadi contoh kerukunan di tingkat nasional.

  • Istighotsah Satukan Ulama dan Umaro, Chandra: Doa Masyarakat Jadi Kekuatan Membangun Pati

    Istighotsah Satukan Ulama dan Umaro, Chandra: Doa Masyarakat Jadi Kekuatan Membangun Pati

    PATI – Suasana khidmat menyelimuti Pendopo Kabupaten Pati saat ratusan ulama, umaro, dan jajaran Pemerintah Kabupaten Pati berkumpul dalam Istighotsah bersama, Selasa (30/6). Momentum ini menjadi ikhtiar spiritual sekaligus wujud kebersamaan untuk memohon keberkahan dan kelancaran pembangunan menuju Kabupaten Pati yang semakin maju dan sejahtera.

    Kegiatan tersebut dihadiri Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, Forkopimda, para ulama dan kiai, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, kepala perangkat daerah, camat, hingga berbagai elemen masyarakat. Kebersamaan lintas unsur itu mencerminkan kuatnya sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam mengawal pembangunan daerah.

    Dalam sambutannya, Chandra menegaskan bahwa amanah memimpin Kabupaten Pati akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia pun memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar roda pemerintahan dapat berjalan optimal.

    “Insyaallah amanah yang diberikan kepada kami akan kami jalankan dengan sebaik-baiknya. Mohon doa agar kami bersama seluruh ASN Kabupaten Pati mampu menjalankan pembangunan dengan penuh tanggung jawab dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

    Menurut Chandra, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh program pemerintah, tetapi juga lahir dari semangat gotong royong, persatuan, dan doa yang terus mengiringi setiap langkah pembangunan.

    Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan menjadikan doa sebagai kekuatan moral dalam membangun Kabupaten Pati.

    “Mari kita bersama-sama mendoakan Kabupaten Pati agar senantiasa diberi keberkahan, kemudahan, serta dijauhkan dari berbagai hambatan, sehingga cita-cita mewujudkan Pati yang maju dan sejahtera dapat terwujud,” ajaknya.

    Chandra meyakini, dukungan spiritual dari masyarakat menjadi energi yang memperkuat semangat pemerintah dalam menghadirkan pembangunan yang nyata, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh warga Kabupaten Pati.