Sugeng rawuh ing Bumi Pesantenan, papan informasi kang nyawisake kabar lan crita babagan Kabupaten Pati.

Kategori: Berita

  • Kirab Ganti Luwur Simbah Kyai Pati Wasis Joyokusumo, Plt. Bupati Tegaskan Pentingnya Merawat Jejak Sejarah

    Kirab Ganti Luwur Simbah Kyai Pati Wasis Joyokusumo, Plt. Bupati Tegaskan Pentingnya Merawat Jejak Sejarah

    SEMARANG, 14 Februari 2026 — Nuansa khidmat dan sarat makna menyelimuti peringatan Haul Simbah Kyai Pati Wasis Joyokusumo yang ditandai dengan Kirab Budaya Ganti Luwur di kawasan makam tokoh bersejarah tersebut. Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, hadir langsung untuk mengikuti rangkaian kegiatan sekaligus memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh penting dalam sejarah Kabupaten Pati.

    Setibanya di lokasi, Chandra terlebih dahulu melaksanakan ziarah di makam Simbah Kyai Pati Wasis Joyokusumo. Setelah itu, ia bergabung dalam kirab budaya yang berlangsung meriah, dengan iring-iringan peserta menggunakan kereta dari Lapangan Morokono menuju area makam sebagai titik akhir prosesi.

    Menurut Chandra, haul dan kirab budaya ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mengingat kembali akar sejarah dan peradaban Kabupaten Pati.

    “Simbah Kyai Pati Wasis Joyokusumo adalah bagian penting dari perjalanan sejarah Kabupaten Pati. Beliau merupakan putra Kyai Ageng Penjawi dan menjadi sosok yang memiliki peran besar dalam peradaban daerah. Momentum haul ini menjadi pengingat agar masyarakat tidak melupakan sejarahnya,” ujarnya.

    Ia menegaskan bahwa pelestarian situs bersejarah, termasuk makam tokoh-tokoh penting, merupakan tanggung jawab bersama sebagai bagian dari menjaga identitas dan warisan budaya daerah.

    Pemerintah Kabupaten Pati, lanjutnya, berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mendukung pelestarian kawasan makam, termasuk peningkatan akses dan fasilitas penunjang.

    “Kami akan terus berkomunikasi dengan pihak terkait, termasuk pemerintah daerah setempat, agar keberadaan makam ini dapat terjaga dengan baik dan semakin mudah diakses oleh masyarakat,” jelasnya.

    Chandra juga menekankan bahwa sejarah merupakan fondasi penting dalam membangun peradaban yang kuat. Menurutnya, kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam menjaga dan menghargai warisan sejarah.

    “Sejarah adalah bagian penting dari identitas kita. Melalui pelestarian situs-situs bersejarah seperti ini, kita menjaga nilai-nilai budaya dan memperkuat jati diri masyarakat,” tegasnya.

    Kirab Ganti Luwur ini menjadi simbol penghormatan sekaligus pengingat akan pentingnya merawat warisan leluhur. Kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai sejarah dan budaya tetap hidup dan menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan Kabupaten Pati hingga saat ini.

  • Semarak Harlah ke-61, Plt. Bupati Pati Lepas Jalan Sehat dan Apresiasi Kiprah MTs Tarbiyatul Banin

    Semarak Harlah ke-61, Plt. Bupati Pati Lepas Jalan Sehat dan Apresiasi Kiprah MTs Tarbiyatul Banin

    PATI, 14 Februari 2026 — Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-61 MTs Tarbiyatul Banin. Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, hadir langsung dan melepas ratusan peserta jalan sehat yang terdiri dari siswa, guru, dan masyarakat sekitar madrasah.

    Kegiatan jalan sehat ini menjadi salah satu rangkaian utama dalam peringatan Harlah, sekaligus momentum untuk mempererat kebersamaan dan menumbuhkan budaya hidup sehat di lingkungan pendidikan.

    Kepala MTs Tarbiyatul Banin, Yusuf Hasyim, menyampaikan bahwa peringatan Harlah ke-61 bukan hanya ajang seremonial, tetapi juga refleksi atas perjalanan panjang madrasah dalam membangun lingkungan pendidikan yang berkualitas dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

    “Kami berharap melalui momentum Harlah ini, MTs Tarbiyatul Banin dapat terus menjadi tempat belajar yang sehat, nyaman, dan mampu mencetak generasi yang unggul,” ujarnya.

    Ia juga menambahkan bahwa madrasah terus berinovasi, salah satunya melalui pengembangan kelas multimedia digital, sebagai langkah untuk membekali siswa dengan keterampilan yang relevan di era teknologi.

    Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi dan kontribusi MTs Tarbiyatul Banin yang telah berdiri selama lebih dari enam dekade. Menurutnya, keberlangsungan madrasah hingga saat ini menjadi bukti kuatnya komitmen dalam mencetak generasi penerus bangsa.

    “Bertahan dan terus berkembang selama 61 tahun bukanlah hal yang mudah. Ini menunjukkan dedikasi luar biasa dalam membangun pendidikan dan membentuk generasi masa depan,” ungkapnya.

    Ia juga menyampaikan harapan agar MTs Tarbiyatul Banin terus berkembang, berinovasi, dan menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Pati.

    Puncak acara ditandai dengan pengibaran bendera start oleh Plt. Bupati, yang disambut antusias oleh para peserta jalan sehat. Dengan penuh semangat, mereka menyusuri rute yang telah disiapkan, menciptakan suasana meriah dan penuh kebersamaan.

    Momentum Harlah ke-61 ini menjadi simbol perjalanan panjang MTs Tarbiyatul Banin dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan zaman dengan semangat dan karakter yang kuat.

  • Lewat ‘Ngopi Bareng’, Plt. Bupati Pati Bangun Budaya Diskusi Terbuka dan Perkuat Soliditas OPD

    Lewat ‘Ngopi Bareng’, Plt. Bupati Pati Bangun Budaya Diskusi Terbuka dan Perkuat Soliditas OPD

    PATI, 13 Februari 2026 — Suasana santai namun penuh makna terasa di Ruang Pringgitan, Pendopo Kabupaten Pati, saat Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menggelar kegiatan “Ngopi Bareng” bersama jajaran pimpinan perangkat daerah. Forum ini menjadi ruang komunikasi terbuka untuk memperkuat koordinasi, sinergi, dan soliditas dalam menjalankan roda pemerintahan.

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pj Sekda Pati, staf ahli bupati, para asisten sekda, kepala OPD, serta para camat. Lebih dari sekadar pertemuan informal, Ngopi Bareng menjadi wadah diskusi strategis untuk membahas berbagai tantangan sekaligus menyelaraskan langkah pembangunan daerah.

    Chandra menegaskan pentingnya membangun budaya pemerintahan yang terbuka, komunikatif, dan saling mendukung antarperangkat daerah. Menurutnya, setiap pimpinan OPD memiliki pengalaman dan kompetensi yang menjadi kekuatan bersama dalam merumuskan kebijakan yang tepat.

    “Saya ingin pemerintahan ini lebih banyak berdiskusi dan mendengar. Kita harus saling mengisi, karena setiap kepala dinas memiliki pengetahuan dan pengalaman yang sangat berharga,” ujarnya.

    Ia juga menekankan bahwa komunikasi yang jujur dan terbuka menjadi kunci dalam menjaga arah kebijakan agar tetap selaras dengan kebutuhan masyarakat. Masukan, kritik, dan peringatan dari internal pemerintahan dinilai sebagai bagian penting dari proses perbaikan berkelanjutan.

    “Jika ada kebijakan yang dirasa kurang tepat atau berpotensi menimbulkan persoalan, saya berharap bisa diingatkan. Masukan seperti itu justru sangat penting untuk menjaga kualitas pemerintahan,” tegas Chandra.

    Lebih lanjut, ia mendorong seluruh perangkat daerah untuk terus memperkuat koordinasi, meningkatkan pengawasan, dan menjaga integritas dalam menjalankan tugas. Peran Inspektorat juga dinilai strategis dalam memastikan tata kelola pemerintahan berjalan secara transparan dan akuntabel.

    Melalui forum Ngopi Bareng ini, Pemerintah Kabupaten Pati berharap terbangun semangat kebersamaan, keterbukaan, dan kolaborasi yang semakin kuat. Dengan komunikasi yang solid, setiap kebijakan diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Pati.

  • Gerakan Jumat Bersih Dimulai, Plt. Bupati Ajak Warga Wujudkan Pati Lebih Hijau dan Nyaman

    Gerakan Jumat Bersih Dimulai, Plt. Bupati Ajak Warga Wujudkan Pati Lebih Hijau dan Nyaman

    PATI, 13 Februari 2026 — Komitmen mewujudkan Kabupaten Pati yang bersih dan asri semakin nyata. Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, turut hadir dan memberikan dukungan langsung pada pencanangan Gerakan Jumat Bersih yang digelar di kawasan Alun-Alun Kembang Joyo.

    Kegiatan ini menjadi langkah konkret Pemerintah Kabupaten Pati dalam menindaklanjuti program nasional Indonesia Asri, sekaligus mendorong terbentuknya budaya peduli lingkungan yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.

    Dalam kesempatan tersebut, Chandra menegaskan bahwa Gerakan Jumat Bersih merupakan bagian dari komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan indah bagi seluruh masyarakat.

    “Program Indonesia Asri yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia telah kita tindaklanjuti melalui Gerakan Jumat Bersih, yang akan menjadi kegiatan rutin di Kabupaten Pati,” ujarnya.

    Gerakan ini tidak hanya menyasar lingkungan perkantoran, tetapi juga diperluas ke berbagai ruang publik, termasuk kawasan wisata, taman kota, dan fasilitas umum lainnya. Tujuannya, agar kebersihan dan keindahan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.

    Menurut Chandra, menjaga kebersihan lingkungan bukan sekadar aktivitas seremonial, tetapi harus menjadi kebiasaan yang tertanam dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

    Selain fokus pada kebersihan, Pemerintah Kabupaten Pati juga memperkuat upaya penghijauan di berbagai lokasi strategis. Sekolah, kantor pemerintahan, dan fasilitas umum didorong untuk aktif menanam pohon dan menciptakan ruang hijau yang bermanfaat bagi lingkungan.

    “Sekolah-sekolah juga kami dorong untuk menanam dan merawat tanaman di lingkungannya. Ini penting untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini,” jelasnya.

    Gerakan Jumat Bersih diharapkan menjadi awal dari perubahan positif dalam membangun budaya peduli lingkungan di Kabupaten Pati. Dengan keterlibatan semua pihak, Pati diharapkan semakin bersih, hijau, dan menjadi tempat tinggal yang lebih nyaman bagi seluruh masyarakat.

  • Genjot Inovasi untuk Kemajuan Pati, Plt. Bupati: Dari Sawah hingga Layanan Publik Harus Berubah

    Genjot Inovasi untuk Kemajuan Pati, Plt. Bupati: Dari Sawah hingga Layanan Publik Harus Berubah

    PATI, 10 Februari 2026 — Pemerintah Kabupaten Pati terus mendorong lahirnya berbagai inovasi sebagai kunci percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat menghadiri Coaching Clinic Penilaian Indeks Inovasi Daerah (IID) di Ruang Rapat Rajawali Bapperida.

    Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya inovasi di lingkungan pemerintahan, sekaligus memastikan setiap perangkat daerah berkontribusi menghadirkan solusi kreatif yang berdampak langsung bagi masyarakat.

    Dalam kesempatan tersebut, Chandra mengungkapkan bahwa Kabupaten Pati telah melahirkan berbagai inovasi di sejumlah sektor strategis, terutama pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

    “Kami telah mendorong banyak inovasi di berbagai OPD, khususnya di sektor pertanian. Salah satu program unggulan adalah target produktivitas 10 ton per hektare. Ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan hasil dan kesejahteraan petani,” ujarnya.

    Menurutnya, sektor pertanian di Pati memiliki potensi besar, namun selama ini belum sepenuhnya didukung dengan pendampingan intensif. Melalui program peningkatan produktivitas yang mulai dijalankan sejak 2025, pemerintah daerah turun langsung ke lapangan untuk mendampingi petani dan mengubah pola tanam agar lebih optimal.

    Tim penyuluh bersama jajaran pemerintah kecamatan hingga desa secara aktif memberikan edukasi dan pendampingan teknis kepada petani. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan hasil panen yang sebelumnya berkisar 5–6 ton per hektare menjadi lebih maksimal.

    Tak hanya di sektor pertanian, inovasi juga terus dikembangkan di bidang kesehatan. Salah satunya melalui program Puspa Melati, yang menghadirkan layanan Puskesmas langsung ke desa, sehingga masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan dengan lebih mudah dan cepat.

    Di bidang pendidikan, pemerintah daerah juga menghadirkan berbagai program beasiswa dan pendampingan bagi pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun sekolah kedinasan. Langkah ini diharapkan membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda Pati untuk meraih masa depan yang lebih baik.

    Selain itu, inovasi berbasis digital turut diperkuat, terutama dalam pelayanan administrasi kependudukan dan pengelolaan lingkungan hidup, guna menghadirkan layanan publik yang lebih cepat, efisien, dan transparan.

    Meski demikian, Chandra mengingatkan bahwa masih ada sejumlah perangkat daerah dan unit pelayanan yang belum mengajukan inovasi. Ia mendorong seluruh jajaran untuk lebih aktif berkontribusi dan menghadirkan terobosan baru.

    “Inovasi harus menjadi budaya kerja. Saya berharap seluruh perangkat daerah dapat menghadirkan gagasan dan program baru yang benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

    Melalui penguatan inovasi di berbagai sektor, Pemerintah Kabupaten Pati optimistis mampu mempercepat pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

  • Kontingen Pelajar Pati Siap Berlaga di OlympicAD Makassar, Plt. Bupati: Saatnya Tunjukkan Prestasi Terbaik

    Kontingen Pelajar Pati Siap Berlaga di OlympicAD Makassar, Plt. Bupati: Saatnya Tunjukkan Prestasi Terbaik

    PATI, 10 Februari 2026 — Semangat optimisme dan kebanggaan menyelimuti Pendopo Kabupaten Pati saat Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, secara resmi melepas kontingen pelajar untuk mengikuti Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) ke-8 tingkat nasional di Makassar.

    Acara pelepasan yang digelar di Ruang Pringgitan tersebut menjadi simbol dukungan penuh pemerintah daerah terhadap generasi muda berprestasi, khususnya pelajar dari sekolah Muhammadiyah se-Kabupaten Pati yang akan berkompetisi di tingkat nasional.

    Para peserta akan mengikuti berbagai cabang lomba akademik dan keterampilan yang menjadi bagian dari OlympicAD, sebuah ajang bergengsi yang mempertemukan pelajar terbaik dari seluruh Indonesia.

    “Hari ini kami melepas putra-putri terbaik dari sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Pati yang akan mengikuti OlympicAD ke-8 di Makassar. Ini adalah kesempatan besar untuk mengasah kemampuan sekaligus membawa nama baik daerah,” ujar Risma Ardhi Chandra.

    Ia menjelaskan, OlympicAD merupakan kompetisi tingkat nasional yang mempertandingkan berbagai bidang unggulan, mulai dari matematika, robotik, hingga sejumlah kategori akademik dan keterampilan lainnya. Ajang ini menjadi wadah bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, serta daya saing di level nasional.

    Menurutnya, keikutsertaan pelajar Pati dalam OlympicAD bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter, mental juara, dan pengalaman berharga bagi masa depan mereka.

    Plt. Bupati juga menyampaikan harapannya agar seluruh peserta dapat mengikuti kompetisi dengan percaya diri, menjunjung sportivitas, serta memberikan hasil terbaik.

    “Kami berharap anak-anak kita bisa meraih prestasi terbaik, mengharumkan nama Kabupaten Pati, dan kembali dalam keadaan sehat dan selamat. Mereka adalah kebanggaan kita semua,” ungkapnya.

    Partisipasi kontingen Pati dalam OlympicAD 2026 menjadi bukti bahwa potensi pelajar daerah mampu bersaing di tingkat nasional. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan menjadi energi tambahan bagi para peserta untuk tampil maksimal dan membawa pulang prestasi membanggakan.

  • TMMD 2026 Resmi Dimulai di Pati, Jalan Dibangun, Rumah Diperbaiki, Semangat Gotong Royong Dikuatkan

    TMMD 2026 Resmi Dimulai di Pati, Jalan Dibangun, Rumah Diperbaiki, Semangat Gotong Royong Dikuatkan

    PATI, 10 Februari 2026 — Komitmen percepatan pembangunan desa kembali ditegaskan melalui pembukaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahap I Tahun 2026 di Lapangan Desa Sumberagung, Kecamatan Jaken. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, sebagai wujud nyata kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

    Program TMMD tahun ini menyasar dua wilayah, yakni Desa Sumberagung di Kecamatan Jaken dan Desa Pohgading di Kecamatan Winong. Kehadiran program ini diharapkan mampu menjawab berbagai kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur desa.

    Dalam sambutannya, Chandra menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar program rutin, melainkan langkah strategis yang memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat desa.

    “TMMD memiliki peran penting dalam mendukung percepatan pembangunan daerah, khususnya di wilayah pedesaan. Program ini menjadi bukti nyata sinergi kuat antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun Kabupaten Pati,” ujarnya.

    Fokus utama kegiatan TMMD Tahap I kali ini meliputi pembangunan fisik berupa betonisasi jalan serta rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). Infrastruktur yang dibangun diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

    Perbaikan akses jalan, misalnya, akan mempermudah aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan masyarakat. Sementara rehabilitasi rumah warga menjadi langkah konkret dalam menghadirkan hunian yang lebih layak dan aman.

    Chandra juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kodim 0718/Pati beserta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan TMMD, yang selama ini konsisten mendukung pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.

    Selain pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, edukasi kesehatan, serta sosialisasi kesiapsiagaan bencana. Program ini dinilai penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia yang sehat, tangguh, dan berkarakter.

    “TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun semangat kebersamaan, gotong royong, dan kemanunggalan antara TNI dan masyarakat. Inilah kekuatan utama dalam membangun desa,” tegasnya.

    Dengan dimulainya TMMD Tahap I Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pati berharap pembangunan di wilayah pedesaan dapat semakin merata, sekaligus memperkuat fondasi sosial dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

  • Puluhan Siswa Diduga Alami Keracunan MBG, Pemkab Pati Gerak Cepat Evaluasi dan Perketat SOP SPPG

    Puluhan Siswa Diduga Alami Keracunan MBG, Pemkab Pati Gerak Cepat Evaluasi dan Perketat SOP SPPG

    PATI, 9 Februari 2026 — Pemerintah Kabupaten Pati bergerak cepat merespons dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa SMK Negeri 4 Pati usai mengonsumsi program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, turun langsung meninjau kondisi para siswa guna memastikan penanganan medis berjalan optimal.

    Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau langsung proses observasi sekaligus memberikan kepastian bahwa seluruh siswa mendapatkan perawatan terbaik. Dari hasil pemantauan sementara, kondisi para siswa dilaporkan berangsur membaik meskipun sebelumnya sempat mengalami gejala seperti mual, pusing, dan muntah.

    Chandra menjelaskan, makanan MBG yang dikonsumsi siswa berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Rendole yang dikelola oleh Yayasan Patriot Bangsa. SPPG tersebut merupakan unit percontohan pertama di Kabupaten Pati dan selama ini telah menjalankan prosedur operasional standar (SOP).

    “Hari ini kami langsung melakukan observasi. Sampel makanan sudah dikirim ke laboratorium di Semarang untuk diperiksa lebih lanjut. Menu yang disajikan tadi meliputi ayam, tahu, dan sayuran. Kami masih menunggu hasil uji laboratorium untuk mengetahui penyebab pastinya,” jelas Chandra.

    Ia menyebutkan, total terdapat 22 siswa yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan tersebut. Meski demikian, kondisi mereka saat ini dalam pengawasan tenaga medis dan menunjukkan perkembangan positif.

    “Beberapa siswa sempat mengalami mual, pusing, dan muntah. Namun saat ini sebagian besar sudah membaik dan terus dipantau. Kami berharap kondisi mereka segera pulih sepenuhnya,” ujarnya.

    Sebagai bentuk tanggung jawab, Pemerintah Kabupaten Pati memastikan seluruh biaya perawatan siswa akan ditanggung sepenuhnya. Selain itu, evaluasi menyeluruh juga langsung dilakukan terhadap sistem distribusi dan pengolahan makanan dalam program MBG.

    Chandra menegaskan bahwa kejadian ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Koordinasi telah dilakukan dengan pihak terkait untuk memperketat penerapan SOP di seluruh SPPG di Kabupaten Pati guna mencegah kejadian serupa terulang.

    “Kami sudah berkoordinasi agar seluruh SPPG memperketat kembali standar operasionalnya. Keselamatan dan kesehatan siswa adalah prioritas utama,” tegasnya.

    Peristiwa ini menjadi momentum evaluasi penting bagi keberlangsungan program MBG, yang selama ini bertujuan mendukung pemenuhan gizi pelajar. Pemerintah daerah memastikan pengawasan akan diperkuat agar program tersebut tetap berjalan dengan aman, berkualitas, dan memberikan manfaat optimal bagi generasi muda di Kabupaten Pati.

  • HPN 2026 di Pati: Pers Didorong Jadi Penggerak Optimisme dan Pengawal Kemajuan Daerah

    HPN 2026 di Pati: Pers Didorong Jadi Penggerak Optimisme dan Pengawal Kemajuan Daerah

    PATI, 9 Februari 2026 — Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kabupaten Pati berlangsung penuh makna. Bertempat di Pendopo Kabupaten Pati, momen ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga penguatan komitmen antara pemerintah daerah dan insan pers sebagai mitra strategis dalam membangun daerah.

    Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, hadir langsung dan menyampaikan apresiasi atas dedikasi para jurnalis yang selama ini konsisten menghadirkan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, pers memiliki posisi penting, bukan sekadar penyampai berita, tetapi juga bagian dari ekosistem pembangunan yang mampu membangun kepercayaan publik.

    Mengangkat tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat,” Chandra menilai tema tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana informasi yang akurat dan bertanggung jawab menjadi fondasi penting bagi kemajuan daerah.

    “Kami mengapresiasi peran insan pers yang selama ini telah membantu menyampaikan berbagai program pembangunan secara objektif. Pers bukan hanya pengamat, tetapi juga mitra yang ikut membangun optimisme masyarakat,” ungkapnya.

    Ia menegaskan, peran pers sangat dibutuhkan untuk mendukung penyebarluasan berbagai program prioritas pemerintah daerah. Mulai dari peningkatan produktivitas pertanian dengan target panen hingga 10 ton per hektare, penguatan sektor pendidikan melalui program beasiswa, pembangunan infrastruktur, pengembangan perikanan, hingga program kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat.

    Menurutnya, penyampaian informasi yang tepat dan edukatif akan membantu masyarakat memahami arah pembangunan serta berpartisipasi aktif dalam mendukungnya.

    “Kami berharap insan pers terus menghadirkan informasi yang kredibel dengan menghadirkan narasumber yang kompeten, sehingga masyarakat mendapatkan pemahaman yang utuh dan benar,” tegasnya.

    Selain itu, Chandra juga mengajak pers untuk terus berperan aktif dalam mengawal berbagai program strategis daerah, termasuk pengembangan sektor olahraga, gerakan penghijauan, serta reboisasi sebagai langkah preventif menghadapi potensi bencana lingkungan.

    Ia menutup sambutannya dengan harapan agar pers tetap menjadi pilar demokrasi yang kuat, independen, dan berorientasi pada kepentingan publik.

    Peringatan Hari Pers Nasional di Kabupaten Pati tahun ini menjadi pengingat bahwa di tengah dinamika zaman, pers tetap memegang peran penting sebagai jembatan informasi, penjaga transparansi, dan penggerak semangat kemajuan daerah.

  • Semarak Pasar Imlek Pati 2026, Dari Klenteng Hok Tik Bio UMKM Lokal Tampil Percaya Diri

    Semarak Pasar Imlek Pati 2026, Dari Klenteng Hok Tik Bio UMKM Lokal Tampil Percaya Diri

    PATI, 7 Februari 2026 — Suasana berbeda terasa di kawasan Klenteng Hok Tik Bio, Kabupaten Pati. Lampion-lampion merah bergantungan, aroma kuliner khas menggoda, dan deretan stan UMKM ramai dikunjungi masyarakat. Momentum ini menjadi bagian dari pembukaan Pasar Imlek Pati Bumi Mina Tani 2026, yang secara resmi dibuka oleh Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra.

    Pasar Imlek bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga menjadi panggung strategis bagi pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada masyarakat luas. Kehadiran kegiatan ini dinilai mampu memberikan dampak nyata bagi pergerakan ekonomi daerah, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.

    Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Pasar Imlek yang konsisten digelar setiap tahun. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi kerakyatan.

    “Pasar Imlek ini sangat luar biasa. Jika memungkinkan digelar lebih sering, misalnya dua kali dalam setahun, dampaknya terhadap perputaran ekonomi di Kabupaten Pati tentu akan semakin terasa. UMKM sangat membutuhkan ruang seperti ini untuk berkembang dan dikenal lebih luas,” ujarnya.

    Lebih dari sekadar aktivitas jual beli, Pasar Imlek juga menjadi ruang pertemuan lintas masyarakat yang memperkuat nilai kebersamaan dan harmoni sosial di Kabupaten Pati. Interaksi yang terbangun antara pelaku usaha dan pengunjung menciptakan atmosfer positif yang mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.

    Pemerintah Kabupaten Pati juga memberikan apresiasi kepada panitia dan yayasan penyelenggara yang tidak hanya aktif dalam kegiatan budaya dan ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam kegiatan sosial, termasuk membantu masyarakat saat terjadi bencana banjir.

    Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati juga mengingatkan para pelaku UMKM untuk selalu menjaga kebersihan, kerapian, dan kenyamanan area berjualan. Hal ini penting agar Pasar Imlek tidak hanya menarik secara ekonomi, tetapi juga menjadi destinasi yang nyaman dan berkesan bagi pengunjung.

    Ke depan, Pasar Imlek diharapkan dapat terus berkembang menjadi salah satu agenda unggulan daerah yang mampu menarik wisatawan sekaligus memperkuat identitas produk lokal Pati di tingkat regional maupun nasional.

    Dengan semangat kebersamaan dan optimisme, Pasar Imlek Pati 2026 menjadi bukti bahwa kolaborasi budaya dan ekonomi mampu membuka peluang baru bagi UMKM untuk naik kelas dan semakin dikenal luas.