Sugeng rawuh ing Bumi Pesantenan, papan informasi kang nyawisake kabar lan crita babagan Kabupaten Pati.

Kategori: Berita

  • Pati Selatan Disiapkan Jadi Laboratorium Wisata Edukasi, Sejumlah Destinasi Mulai Dipoles

    Pati Selatan Disiapkan Jadi Laboratorium Wisata Edukasi, Sejumlah Destinasi Mulai Dipoles

    PATI – Sejumlah destinasi wisata unggulan di wilayah Pati Selatan mulai dipersiapkan untuk menyambut kunjungan pelajar. Pemerintah Kabupaten Pati berkomitmen melakukan pembenahan fasilitas dan infrastruktur wisata agar lebih nyaman, edukatif, dan menarik sebagai tujuan kegiatan belajar di luar kelas.

    Komitmen tersebut ditunjukkan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat meninjau beberapa objek wisata di Kecamatan Sukolilo dan Kayen, Sabtu (20/6/2026). Destinasi yang dikunjungi meliputi Bumi Perkemahan dan Kolam Renang Sumber Sentul, Wisata Alam Tadah Udan, Gua Wareh, hingga Gua Pancur.

    Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan destinasi wisata lokal sebagai lokasi outing class bagi siswa PAUD, SD, hingga SMP yang ada di Kabupaten Pati.

    Menurut Chandra, kawasan wisata di Pati Selatan memiliki potensi besar untuk menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus sarana rekreasi bagi pelajar. Selain menyuguhkan keindahan alam, destinasi-destinasi tersebut juga dinilai mampu memberikan pengalaman edukatif yang dekat dengan lingkungan sekitar.

    “Potensinya sangat besar. Wisata di Kabupaten Pati tidak kalah menarik dan bisa menjadi alternatif kegiatan belajar di luar sekolah bagi anak-anak,” ujarnya.

    Salah satu lokasi yang mendapat perhatian positif adalah Kolam Renang Sumber Sentul. Chandra menilai destinasi tersebut sudah memiliki pengelolaan yang baik serta fasilitas yang cukup memadai untuk menerima kunjungan rombongan pelajar.

    “Tempatnya sudah tertata dengan baik dan nyaman. Ini sangat layak menjadi tujuan wisata edukasi maupun rekreasi bagi siswa di Kabupaten Pati,” katanya.

    Tak hanya itu, rombongan juga mengunjungi Gua Wareh yang dikenal memiliki panorama alam yang masih asri. Lokasi tersebut dinilai berpotensi menjadi salah satu destinasi unggulan wisata alam dan edukasi di wilayah Sukolilo.

    Namun berbeda dengan dua destinasi sebelumnya, kondisi Gua Pancur masih membutuhkan perhatian lebih. Chandra menegaskan kawasan tersebut akan segera dibenahi agar dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang lebih representatif dan aman bagi pengunjung.

    “Gua Pancur memiliki potensi yang luar biasa. Namun perlu dilakukan pembersihan dan penataan terlebih dahulu. Setelah itu kita tingkatkan sarana pendukungnya agar semakin menarik,” jelasnya.

    Pemerintah Kabupaten Pati juga menyiapkan langkah-langkah perbaikan untuk mendukung pengembangan kawasan wisata tersebut, termasuk penanganan lingkungan dan peningkatan fasilitas dasar bagi pengunjung.

    Menurut Chandra, pengembangan destinasi wisata lokal bukan hanya bertujuan meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga menjadi strategi untuk menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata.

    “Kalau masyarakat berwisata di daerah sendiri, manfaat ekonominya juga akan dirasakan langsung oleh warga sekitar. Ini yang ingin kita dorong bersama,” ungkapnya.

    Sebelumnya, Pemkab Pati telah mengimbau seluruh satuan pendidikan mulai dari PAUD hingga SMP untuk memanfaatkan destinasi wisata lokal sebagai lokasi pembelajaran luar kelas. Kebijakan tersebut sekaligus menjadi upaya mengenalkan potensi daerah kepada generasi muda sejak dini.

    Karena itu, pembenahan fasilitas wisata kini menjadi salah satu fokus pemerintah daerah agar seluruh destinasi mampu memberikan pengalaman yang aman, nyaman, dan berkesan bagi para pelajar.

    Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Pati Selatan diharapkan tidak hanya menjadi tujuan rekreasi, tetapi juga tumbuh sebagai pusat wisata edukasi yang mampu menarik minat siswa, keluarga, maupun wisatawan dari berbagai daerah.

  • Keluhan Puluhan Tahun Segera Terjawab, Jalan Tompegunung Masuk Prioritas APBD Perubahan 2026

    Keluhan Puluhan Tahun Segera Terjawab, Jalan Tompegunung Masuk Prioritas APBD Perubahan 2026

    PATI – Harapan warga Dukuh Gelur, Desa Tompegunung, Kecamatan Sukolilo, untuk menikmati jalan yang lebih layak akhirnya mulai menemukan titik terang. Pemerintah Kabupaten Pati memastikan ruas jalan yang selama puluhan tahun mengalami kerusakan akan masuk dalam program perbaikan melalui APBD Perubahan Tahun 2026.

    Kepastian tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat meninjau langsung kondisi jalan penghubung Desa Tompegunung, Kecamatan Sukolilo, dengan Desa Durensawit, Kecamatan Kayen, Sabtu (20/6/2026).

    Didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati beserta jajaran terkait, Chandra melihat langsung kondisi jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat karena kerusakannya yang cukup parah.

    “Hari ini kami turun langsung untuk memastikan kondisi di lapangan. Setelah dilakukan survei, ruas jalan ini akan kami masukkan dalam APBD Perubahan 2026 dengan anggaran sekitar Rp3 miliar,” ujar Chandra.

    Menurutnya, anggaran tersebut diproyeksikan untuk menangani perbaikan jalan sepanjang kurang lebih satu kilometer. Proses pengerjaan ditargetkan dapat dimulai pada September hingga Oktober mendatang setelah seluruh tahapan penganggaran selesai.

    Chandra menjelaskan, ruas jalan tersebut sebelumnya belum masuk dalam program pembangunan pada APBD murni 2026. Namun setelah menerima berbagai aspirasi dan keluhan warga, pemerintah daerah memutuskan untuk memberikan prioritas penanganan melalui anggaran perubahan.

    “Kami mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Karena itu, kami ingin memastikan langkah konkret segera dilakukan agar akses warga semakin baik,” katanya.

    Bagi masyarakat Tompegunung dan sekitarnya, jalan tersebut memiliki peran vital sebagai jalur utama mobilitas sehari-hari. Selain menjadi akses menuju sekolah, pasar, dan fasilitas kesehatan, ruas jalan itu juga menjadi jalur distribusi hasil pertanian yang menopang perekonomian warga.

    Kunjungan Plt Bupati pun disambut antusias masyarakat yang selama bertahun-tahun menantikan perhatian pemerintah terhadap kondisi jalan tersebut.

    Perangkat Desa Tompegunung, Sumarlan, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan telah berlangsung cukup lama dan menjadi salah satu persoalan utama yang sering dikeluhkan warga.

    “Alhamdulillah hari ini ada perhatian langsung dari pemerintah. Harapan kami tentu jalan ini segera dibangun karena menjadi akses penting bagi masyarakat untuk berbagai aktivitas,” ujarnya.

    Dengan masuknya proyek tersebut ke dalam APBD Perubahan 2026, masyarakat berharap konektivitas antarwilayah di kawasan Sukolilo dan Kayen dapat semakin lancar. Selain meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, perbaikan infrastruktur ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

    Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Pati dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan warga, terutama di wilayah pedesaan yang selama ini masih membutuhkan peningkatan akses transportasi.

  • Chandra Kampanyekan Ayah Hadir untuk Anak, Ambil Rapor Tak Sekadar Formalitas

    Chandra Kampanyekan Ayah Hadir untuk Anak, Ambil Rapor Tak Sekadar Formalitas

    PATI – Momen pengambilan rapor sekolah dimanfaatkan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, untuk mengajak para ayah lebih aktif terlibat dalam pendidikan anak. Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan pengambilan rapor di SMP Negeri 3 Pati, Sabtu (20/6/2026).

    Dalam kesempatan itu, Chandra hadir bersama istrinya untuk mengambil rapor putranya, Rafael Sean Adinata. Kehadirannya sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang tengah digalakkan Pemerintah Kabupaten Pati.

    Menurut Chandra, keberhasilan pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah dan ibu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seorang ayah. Kehadiran ayah dalam berbagai momen pendidikan dinilai mampu memberikan motivasi, membangun karakter, serta memperkuat rasa percaya diri anak.

    “Anak-anak membutuhkan perhatian dan dukungan dari kedua orang tuanya. Kehadiran ayah di sekolah adalah bentuk kepedulian yang akan memberikan dampak positif bagi perkembangan mereka,” ujarnya.

    Melalui program GEMAR, para ayah diajak meluangkan waktu untuk hadir langsung mengambil rapor anak di sekolah. Sementara melalui GAMAS, para ayah didorong untuk mengantar anak pada hari pertama masuk sekolah sebagai bentuk dukungan moral dan emosional.

    Chandra menilai langkah sederhana tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar memenuhi agenda sekolah. Menurutnya, kehadiran seorang ayah dapat menjadi energi positif yang mendorong anak lebih semangat belajar dan meraih prestasi.

    “Ini bukan hanya soal mengambil rapor atau mengantar anak sekolah. Ini tentang membangun kedekatan, menunjukkan perhatian, dan menegaskan bahwa pendidikan anak adalah prioritas keluarga,” katanya.

    Usai menerima rapor putranya, Chandra juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan wali kelas. Ia menilai komunikasi antara orang tua dan guru sangat penting untuk mengetahui perkembangan akademik maupun karakter anak secara menyeluruh.

    Menurutnya, pertemuan tatap muka tersebut menjadi kesempatan bagi orang tua untuk memahami potensi, tantangan, hingga kebutuhan pendampingan yang diperlukan anak selama proses belajar.

    “Ketika orang tua dan guru saling berkomunikasi, berbagai persoalan anak bisa diketahui lebih awal sehingga solusi yang tepat dapat segera diberikan,” jelasnya.

    Ia pun mengingatkan bahwa pengambilan rapor tidak boleh dipandang sebagai rutinitas administratif semata. Lebih dari itu, momen tersebut merupakan sarana mempererat kolaborasi antara keluarga dan sekolah demi mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

    Chandra berharap semakin banyak ayah di Kabupaten Pati yang terlibat aktif dalam kehidupan pendidikan putra-putrinya. Dengan keterlibatan yang lebih besar dari keluarga, ia optimistis akan lahir generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.

    “Mari kita hadir untuk anak-anak kita. Karena perhatian hari ini akan menjadi bekal berharga bagi masa depan mereka,” pungkasnya.

  • Obor Tradisi Kembali Menyala, Lamporan Soneyan Jadi Simbol Kuatnya Jati Diri Budaya Pati

    Obor Tradisi Kembali Menyala, Lamporan Soneyan Jadi Simbol Kuatnya Jati Diri Budaya Pati

    PATI – Cahaya lampor kembali menerangi Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso, Jumat (19/6/2026). Melalui rangkaian Wiwitan dan Gelar Budaya Lamporan, masyarakat bersama Komunitas Plat K menghadirkan sebuah perayaan budaya yang tak sekadar merawat tradisi, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai kebersamaan dan kearifan lokal yang diwariskan para leluhur.

    Tradisi Lamporan yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Soneyan sejak puluhan tahun silam kembali menarik perhatian publik. Prosesi budaya yang dahulu dikenal sebagai ritual tolak bala dan penolak pagebluk itu berlangsung meriah dengan melibatkan warga, seniman lokal, tokoh masyarakat, hingga generasi muda.

    Berbeda dengan obor pada umumnya, lampor dibuat dari ikatan daun kelapa kering atau blarak yang disusun menjulang lalu dibakar pada bagian ujungnya. Cahaya api yang menyala kemudian diarak mengelilingi kampung oleh kelompok “Dayakan”, para pembawa lampor yang mengenakan kostum khas berbahan janur.

    Diiringi dentuman tongtek, kentongan, jidor, dan icik-icik, barisan Dayakan menari mengikuti jalur prosesi yang dipimpin para tetua desa. Suasana magis sekaligus penuh kegembiraan pun menyelimuti sepanjang perjalanan budaya tersebut.

    Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, yang hadir dalam kegiatan itu memberikan apresiasi atas komitmen masyarakat dalam menjaga tradisi warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

    “Lamporan bukan hanya sebuah pertunjukan. Ini adalah identitas budaya yang menghubungkan masa lalu dengan generasi masa depan. Tradisi seperti ini harus terus dijaga dan diwariskan,” ujar Chandra.

    Menurutnya, budaya lokal memiliki peran penting dalam membentuk karakter masyarakat sekaligus memperkuat jati diri daerah. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Pati berkomitmen memberikan ruang yang luas bagi komunitas seni dan budaya untuk terus berkembang.

    Chandra menegaskan, pemerintah daerah siap mendukung berbagai kegiatan budaya yang tumbuh dari masyarakat. Bahkan, Pendopo Kabupaten Pati dibuka sebagai ruang ekspresi dan kreativitas bagi para pelaku seni serta komunitas budaya.

    “Budaya adalah kekayaan yang tidak ternilai. Pemerintah akan terus hadir mendukung kegiatan-kegiatan yang menjaga dan mengembangkan warisan budaya daerah,” katanya.

    Selain berbicara tentang pelestarian budaya, Chandra juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan karakter masyarakat. Menurutnya, kemajuan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan harus berjalan seiring dengan upaya mempertahankan nilai-nilai budaya yang menjadi fondasi kehidupan sosial masyarakat.

    Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam membimbing anak-anak di era digital. Pengawasan terhadap penggunaan gawai dinilai perlu dilakukan agar generasi muda tetap memiliki ruang untuk berinteraksi, bersosialisasi, dan mengenal budaya daerahnya.

    Tak hanya itu, Chandra mengungkapkan rencana Pemerintah Kabupaten Pati untuk menghadirkan Museum Kabupaten Pati sebagai pusat dokumentasi budaya sekaligus ruang kolaborasi bagi para seniman, budayawan, dan komunitas kreatif.

    “Ke depan kami ingin memiliki rumah budaya yang mampu mengabadikan sejarah, karya, dan identitas Kabupaten Pati untuk dikenalkan kepada generasi mendatang,” ungkapnya.

    Melalui Gelar Budaya Lamporan Soneyan, semangat menjaga warisan leluhur kembali diteguhkan. Di tengah arus modernisasi, nyala lampor tidak hanya menerangi jalan kampung, tetapi juga menjadi simbol bahwa budaya Pati akan terus hidup, berkembang, dan diwariskan dari generasi ke generasi.

  • Setahun Berjalan, Sekolah Rakyat Pati Buktikan Pendidikan Berkualitas untuk Semua

    Setahun Berjalan, Sekolah Rakyat Pati Buktikan Pendidikan Berkualitas untuk Semua

    PATI – Program Sekolah Rakyat Kabupaten Pati terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Memasuki usia satu tahun, program pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu itu bahkan dinilai berhasil melampaui ekspektasi pemerintah daerah.

    Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat menghadiri Open House Peringatan Satu Tahun Sekolah Rakyat di Aula Sekolah Rakyat/Sentra Margo Laras Pati, Jumat (19/6/2026).

    Di hadapan unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, para camat, dan para siswa, Chandra mengaku terkesan dengan perkembangan yang ditunjukkan Sekolah Rakyat. Menurutnya, kualitas fasilitas, layanan pendidikan, hingga pemenuhan kebutuhan siswa berjalan jauh lebih baik dari yang dibayangkan saat program pertama kali diluncurkan.

    “Luar biasa. Saya melihat langsung ruang kelas yang nyaman, lingkungan yang bersih, fasilitas yang lengkap, termasuk kamar mandi yang terawat. Anak-anak juga mendapatkan asupan gizi yang baik setiap hari. Mereka merasa nyaman seperti berada di rumah sendiri,” ungkap Chandra.

    Ia menegaskan, Sekolah Rakyat hadir bukan sekadar memberikan akses pendidikan, tetapi juga membangun masa depan anak-anak dari keluarga desil 1 agar memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita.

    Menurutnya, keberadaan program tersebut menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.

    “Anak-anak ini memiliki hak yang sama untuk sukses. Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah berupaya membuka jalan agar mereka bisa mendapatkan pendidikan terbaik dan masa depan yang lebih cerah,” katanya.

    Tingginya kepercayaan masyarakat terhadap program ini juga terlihat dari kuota peserta didik yang hampir seluruhnya terpenuhi. Untuk tahun ajaran berjalan, jenjang SMP telah terisi penuh sebanyak 190 siswa, sementara jenjang SMA mencapai 90 siswa sesuai kapasitas yang tersedia.

    Adapun jenjang sekolah dasar masih membuka kesempatan bagi calon siswa baru. Chandra menyebut sebagian orang tua masih membutuhkan waktu untuk memahami konsep pendidikan berasrama yang diterapkan bagi peserta didik usia dini.

    Tak hanya fokus pada akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan pembinaan karakter dan pendidikan keagamaan yang menjadi nilai tambah bagi para siswa. Bahkan, sejumlah siswa telah menunjukkan kemampuan berbahasa asing seperti bahasa Inggris dan bahasa Arab.

    “Pelajarannya tidak kalah dengan sekolah lain. Selain pendidikan formal, mereka juga mendapatkan penguatan agama, pembentukan karakter, dan berbagai kegiatan pengembangan diri yang sangat positif,” jelasnya.

    Seiring meningkatnya minat masyarakat, Pemerintah Kabupaten Pati juga tengah mempersiapkan pengembangan Sekolah Rakyat di Kecamatan Tlogowungu. Saat ini progres pembangunan fasilitas baru tersebut telah mencapai sekitar 85 persen.

    Pemerintah daerah optimistis keberadaan fasilitas baru itu nantinya akan mampu menjangkau lebih banyak peserta didik dan memperluas manfaat program pendidikan inklusif tersebut.

    “Nanti kami akan meninjau langsung kesiapan di Tlogowungu. Lokasinya lebih luas dan diharapkan dapat menampung lebih banyak siswa yang membutuhkan,” tutur Chandra.

    Melalui peringatan satu tahun ini, Sekolah Rakyat Kabupaten Pati semakin menegaskan perannya sebagai salah satu program unggulan dalam pemerataan akses pendidikan. Tidak hanya menghadirkan ruang belajar, tetapi juga membangun harapan baru bagi anak-anak untuk menggapai masa depan yang lebih baik.

  • MPP Pati Dipoles Jadi Magnet Investor, Chandra: Kesan Pertama Dimulai dari Pelayanan

    MPP Pati Dipoles Jadi Magnet Investor, Chandra: Kesan Pertama Dimulai dari Pelayanan

    PATI – Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Pati terus diperkuat sebagai pusat layanan modern yang tidak hanya memudahkan masyarakat, tetapi juga menjadi etalase daerah bagi calon investor. Hal itu ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat menghadiri kegiatan MPP Sehati (Senam Sehat dan Berbagi Kasih Yatim) di MPP Kabupaten Pati, Jumat (19/6/2026).

    Menurut Chandra, keberadaan MPP memiliki peran strategis dalam membangun citra positif Kabupaten Pati. Bagi investor yang datang, kualitas pelayanan yang diterima menjadi salah satu indikator keseriusan pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.

    “MPP ini adalah wajah Kabupaten Pati. Ketika investor datang, salah satu hal pertama yang mereka lihat adalah bagaimana pelayanan publik berjalan. Dari sinilah kesan tentang daerah dibentuk,” ujarnya.

    Kegiatan MPP Sehati kali ini berlangsung meriah dengan rangkaian agenda sosial dan pelayanan masyarakat, mulai dari senam bersama, donor darah, warung berkah, hingga santunan bagi anak yatim. Namun di balik itu, terdapat langkah strategis yang turut dilakukan melalui penandatanganan kesepakatan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Pati dan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Pati.

    Chandra menyebut sinergi lintas instansi menjadi faktor penting dalam menghadirkan pelayanan yang semakin efektif, cepat, dan terintegrasi bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

    Ia juga meminta seluruh pihak terkait, khususnya Dinas Komunikasi dan Informatika, untuk lebih aktif mengenalkan berbagai layanan yang tersedia di MPP kepada masyarakat.

    “Masih banyak warga yang belum mengetahui berbagai kemudahan layanan di MPP. Karena itu, perlu publikasi yang lebih masif agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” tegasnya.

    Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Pati terus melakukan pembenahan dan inovasi layanan. Upaya tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kepuasan masyarakat, tetapi juga menjawab kebutuhan dunia usaha yang semakin dinamis.

    Chandra mengungkapkan masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi investor, termasuk kendala komunikasi dan bahasa. Karena itu, kualitas pelayanan harus terus ditingkatkan agar mampu memberikan kenyamanan bagi siapa pun yang berinvestasi di Kabupaten Pati.

    “Pelayanan harus terus beradaptasi. Investor yang datang harus merasa terbantu dan mendapatkan kemudahan dalam setiap proses yang dijalani,” katanya.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala DPMPTSP Kabupaten Pati, Kepala KPPN Pati, perwakilan KPP Pratama Pati, Kejaksaan Negeri Pati, Kodim 0718/Pati, Polresta Pati, serta sejumlah kepala perangkat daerah.

    Melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan kualitas pelayanan, Pemkab Pati optimistis MPP akan semakin menjadi pusat layanan publik yang profesional, ramah, dan mampu meningkatkan daya saing daerah di mata investor maupun masyarakat.

  • Chandra Ajak Pelajar Pati Jadi Generasi Berintegritas, Antikorupsi Dimulai dari Bangku Sekolah

    Chandra Ajak Pelajar Pati Jadi Generasi Berintegritas, Antikorupsi Dimulai dari Bangku Sekolah

    PATI – Upaya membangun generasi yang jujur dan berkarakter terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Pati. Melalui program Pendidikan Antikorupsi pada Satuan Pendidikan Tahun 2026, nilai-nilai integritas mulai ditanamkan kepada pelajar sejak usia dini sebagai bekal menghadapi masa depan.

    Kegiatan yang digelar Inspektorat Kabupaten Pati di halaman SMP Negeri 1 Juwana, Jumat (19/6/2026), diikuti ratusan siswa kelas VII dan VIII. Selain memberikan pemahaman tentang bahaya korupsi, kegiatan ini juga menjadi sarana menumbuhkan budaya kejujuran dan tanggung jawab di lingkungan sekolah.

    Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa masa SMP merupakan periode penting dalam pembentukan karakter seseorang. Menurutnya, kebiasaan baik yang ditanamkan sejak remaja akan menjadi fondasi saat melanjutkan pendidikan hingga memasuki dunia kerja.

    “Karakter yang kuat dibangun dari kebiasaan sehari-hari. Jika sejak SMP anak-anak sudah terbiasa jujur, disiplin, dan bertanggung jawab, maka nilai-nilai itu akan menjadi bekal berharga hingga dewasa,” ujar Chandra.

    Ia menjelaskan bahwa korupsi tidak selalu identik dengan penyalahgunaan jabatan atau keuangan negara. Sikap tidak jujur dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam proses belajar, juga menjadi bentuk perilaku yang harus dihindari sejak dini.

    Di hadapan para siswa, Chandra mengingatkan pentingnya memanfaatkan teknologi secara bijak. Ia mengajak pelajar untuk menggunakan internet sebagai sarana belajar, bukan sekadar tempat mencari jawaban instan.

    “Teknologi harus membantu kalian menjadi lebih pintar. Ambil referensi dari internet untuk belajar, pahami materinya, lalu kembangkan dengan pemikiran sendiri. Jangan hanya menyalin tanpa memahami isi yang dipelajari,” pesannya.

    Menurut Chandra, integritas juga tercermin dari keberanian mengakui kesalahan dan kemauan untuk terus memperbaiki diri. Karena itu, ia mendorong para siswa agar tidak takut gagal selama tetap memiliki semangat belajar dan berkembang.

    “Menjadi sukses bukan hanya soal siapa yang paling cerdas. Yang terpenting adalah kejujuran, kemauan belajar, dan keberanian untuk menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari,” katanya.

    Dalam kesempatan tersebut, Chandra turut memberikan apresiasi kepada para guru SMP Negeri 1 Juwana yang selama ini berperan dalam membentuk karakter generasi muda. Ia menilai pendidikan karakter merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

    Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Salah satu siswa yang mendapat apresiasi adalah Asna, yang berhasil menjawab pertanyaan mengenai Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 dengan tepat.

    Usai acara, Chandra menegaskan bahwa pendidikan antikorupsi akan terus menjadi bagian penting dalam pembinaan generasi muda Kabupaten Pati. Menurutnya, pemahaman tentang integritas harus ditanamkan sejak bangku sekolah agar kelak lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.

    “Pati membutuhkan generasi yang berprestasi sekaligus berintegritas. Karena itu, pendidikan antikorupsi harus menjadi budaya yang ditanamkan sejak dini agar nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab tumbuh dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

  • Kejar Podium Jawa Tengah, Pati Pasang Target Tembus Tiga Besar Porprov 2026

    Kejar Podium Jawa Tengah, Pati Pasang Target Tembus Tiga Besar Porprov 2026

    PATI – Semangat meraih prestasi olahraga terus digaungkan Pemerintah Kabupaten Pati. Pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026, Bumi Mina Tani tak lagi sekadar ingin bersaing, tetapi membidik posisi prestisius di jajaran tiga besar perolehan medali.

    Target ambisius tersebut ditegaskan Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat menghadiri Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) KONI Kabupaten Pati Tahun 2026 yang digelar di Ruang Penjawi Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Sabtu (13/6/2026).

    Menurut Chandra, capaian olahraga Kabupaten Pati dalam beberapa tahun terakhir menjadi modal kuat untuk melangkah lebih jauh. Pada Porprov Jawa Tengah 2023, Kabupaten Pati sukses mengoleksi 158 medali dan finis di posisi keempat klasemen akhir.

    “Prestasi yang telah diraih menjadi motivasi untuk melangkah lebih tinggi. Kami optimistis Pati mampu menembus tiga besar pada Porprov mendatang,” ujarnya.

    Ia menilai peningkatan kualitas atlet, konsistensi program latihan, serta sinergi antara pemerintah daerah, KONI, pelatih, dan cabang olahraga menjadi kunci utama dalam mewujudkan target tersebut.

    Meski saat ini pemerintah daerah masih fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya peningkatan kualitas jalan di berbagai wilayah, Chandra memastikan sektor olahraga tetap mendapat perhatian serius.

    “Pembangunan infrastruktur memang menjadi prioritas, tetapi pembinaan olahraga juga tidak akan ditinggalkan. Atlet-atlet kita tetap akan mendapatkan dukungan dan perhatian yang maksimal,” tegasnya.

    Rakerkab KONI Kabupaten Pati menjadi momentum penting untuk mengevaluasi capaian pembinaan olahraga sekaligus menyusun strategi menghadapi persaingan ketat pada Porprov Jawa Tengah 2026.

    Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, perwakilan KONI Jawa Tengah, unsur Forkopimda, dewan penyantun KONI, pengurus KONI Kabupaten Pati, hingga perwakilan seluruh cabang olahraga yang selama ini menjadi tulang punggung pencetak prestasi daerah.

    Chandra mengaku optimistis target tiga besar bukan sekadar mimpi. Dengan kepengurusan KONI yang solid dan program pembinaan yang terus berjalan, ia meyakini atlet-atlet Pati memiliki kemampuan untuk bersaing dengan daerah-daerah unggulan di Jawa Tengah.

    “Saya percaya dengan semangat para atlet, pelatih, dan pengurus KONI saat ini, Pati memiliki peluang besar untuk naik kelas dan masuk tiga besar Jawa Tengah,” katanya.

    Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemerintah Kabupaten Pati juga telah menyiapkan anggaran pembinaan olahraga sebesar Rp2,345 miliar pada tahun 2026. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat program pembinaan, peningkatan kualitas latihan, serta mendukung persiapan atlet menuju Porprov.

    Dengan dukungan anggaran, pembinaan yang berkelanjutan, dan tekad kuat seluruh insan olahraga, Kabupaten Pati kini menatap Porprov Jawa Tengah 2026 dengan optimisme tinggi. Target tiga besar bukan hanya menjadi harapan, tetapi juga misi bersama untuk mengharumkan nama daerah di panggung olahraga provinsi.

  • Haul Mbah Mangunnuneng Jadi Pengingat, Chandra: Kemajuan Pati Harus Berakar pada Akhlak

    Haul Mbah Mangunnuneng Jadi Pengingat, Chandra: Kemajuan Pati Harus Berakar pada Akhlak

    PATI – Suasana religius dan penuh kebersamaan menyelimuti Dukuh Jatikebo, Desa Kepohkencono, Kecamatan Pucakwangi, Sabtu (13/6). Ratusan warga memadati lokasi Pengajian Umum Haul Mbah Mangunnuneng yang menghadirkan penceramah nasional Gus Muwafiq serta KH Ahmad Nuryanto.

    Kegiatan yang menjadi bagian dari tradisi Sedekah Bumi tersebut tak hanya menjadi ajang silaturahmi dan pelestarian budaya, tetapi juga momentum memanjatkan doa bersama untuk keselamatan, keberkahan, serta kemajuan Kabupaten Pati.

    Hadir langsung dalam kegiatan itu Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra bersama jajaran Forkopimcam Pucakwangi. Di hadapan masyarakat, Chandra mengajak seluruh warga untuk terus menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan para ulama dan leluhur sebagai bekal membangun daerah.

    Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya diukur dari infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi semata. Lebih dari itu, kemajuan daerah harus ditopang oleh karakter dan akhlak masyarakat yang kuat.

    “Pati harus dibangun di atas fondasi moral yang kokoh. Ketika akhlak menjadi dasar dalam kehidupan bermasyarakat dan pemerintahan, maka pembangunan yang lahir akan membawa manfaat dan keberkahan bagi semua,” ujar Chandra.

    Ia juga menyampaikan bahwa dirinya bersama jajaran pemerintah daerah saat ini sedang menjalankan amanah untuk memimpin Kabupaten Pati. Karena itu, ia memohon doa serta dukungan masyarakat agar dapat menjalankan tugas dengan baik demi kemajuan daerah.

    “Kami memohon doa restu dari seluruh masyarakat agar mampu menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya untuk Kabupaten Pati yang kita cintai bersama,” katanya.

    Dalam kesempatan tersebut, Chandra turut mengingatkan bahwa Kabupaten Pati memiliki sejarah panjang yang kaya akan nilai keagamaan. Banyak ulama besar lahir dari bumi Pati dan memberikan kontribusi besar bagi perkembangan Islam di Nusantara.

    “Kita patut bersyukur lahir di tanah yang penuh berkah ini. Pati memiliki warisan spiritual yang luar biasa dan melahirkan tokoh-tokoh besar yang menjadi teladan hingga saat ini,” tuturnya.

    Menurut Chandra, tradisi sedekah bumi dan haul ulama seperti yang digelar masyarakat Kepohkencono memiliki makna penting dalam menjaga harmoni sosial. Selain menjadi ungkapan rasa syukur, kegiatan tersebut juga memperkuat persatuan warga sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong.

    Ia optimistis, dengan terus menjaga tradisi, memperkuat nilai keagamaan, dan membangun kebersamaan, Kabupaten Pati akan mampu berkembang menjadi daerah yang maju tanpa kehilangan jati dirinya.

    “Melalui doa-doa yang dipanjatkan bersama dan semangat kebersamaan yang terus dijaga, insyaallah Pati akan semakin maju, sejahtera, dan tetap berakhlak mulia,” pungkasnya.

    Acara berlangsung khidmat hingga malam hari dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Kehadiran para tokoh agama dan pemerintah semakin menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan kerja nyata, tetapi juga kekuatan spiritual serta dukungan seluruh elemen masyarakat.

  • Pati Mulai Sensus Ekonomi 2026, Chandra: Data Akurat Jadi Kunci Masa Depan Daerah

    Pati Mulai Sensus Ekonomi 2026, Chandra: Data Akurat Jadi Kunci Masa Depan Daerah

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui penandatanganan komitmen bersama yang digelar di halaman Setda Pati, Jumat (12/6/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memetakan kekuatan ekonomi daerah guna mendukung pembangunan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

    Sensus yang berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 tersebut akan melibatkan 1.345 petugas lapangan untuk mendata berbagai aktivitas usaha di Kabupaten Pati. Data yang dihimpun nantinya akan menjadi acuan penting dalam penyusunan kebijakan ekonomi daerah.

    Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak bisa dilepaskan dari kualitas data yang dimiliki pemerintah. Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 menjadi instrumen strategis untuk membaca kondisi riil dunia usaha sekaligus merancang kebijakan yang tepat sasaran.

    “Pembangunan yang efektif harus berangkat dari data yang valid. Melalui Sensus Ekonomi, kita dapat mengetahui secara lebih detail potensi, tantangan, dan peluang ekonomi yang dimiliki Kabupaten Pati,” ujar Chandra.

    Ia menjelaskan, hasil sensus akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai berbagai sektor usaha, mulai dari perdagangan, industri pengolahan, pertanian, pariwisata, jasa, ekonomi kreatif hingga sektor ekonomi digital yang terus berkembang.

    Menurutnya, data yang berkualitas tidak hanya menjadi bahan statistik, tetapi juga fondasi untuk memperkuat investasi, meningkatkan daya saing UMKM, membuka lapangan pekerjaan baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

    “Ketika datanya akurat, kebijakan yang lahir juga akan lebih tepat. Dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan dan peluang usaha yang lebih luas,” katanya.

    Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan sensus, Pemkab Pati menyatakan siap memberikan dukungan penuh melalui koordinasi lintas perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga penyebarluasan informasi kepada masyarakat.

    Chandra juga mengajak seluruh pelaku usaha agar berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi yang lengkap dan sesuai kondisi sebenarnya saat petugas sensus melakukan pendataan.

    “Partisipasi masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan sensus. Semakin lengkap dan jujur data yang diberikan, semakin kuat pula dasar pemerintah dalam menyusun program pembangunan ekonomi ke depan,” tegasnya.

    Tak hanya itu, apresiasi turut disampaikan kepada jajaran BPS dan ribuan petugas sensus yang akan terjun langsung ke lapangan. Mereka diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan penuh tanggung jawab agar data yang terkumpul benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat.

    Melalui pencanangan ini, Kabupaten Pati menegaskan komitmennya untuk menghadirkan data ekonomi yang berkualitas sebagai pijakan pembangunan daerah. Dengan semangat “Ekonomi Tercatat, Pati Makin Hebat”, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan menjadi langkah penting menuju perencanaan pembangunan yang lebih presisi, efektif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.