Sugeng rawuh ing Bumi Pesantenan, papan informasi kang nyawisake kabar lan crita babagan Kabupaten Pati.

Kategori: Berita

  • Turun ke Lokasi Banjir Juwana, Plt Bupati Pati dan Plh Gubernur Jateng Satukan Langkah Cari Solusi Permanen

    Turun ke Lokasi Banjir Juwana, Plt Bupati Pati dan Plh Gubernur Jateng Satukan Langkah Cari Solusi Permanen

    PATI, 21 Januari 2026 — Upaya penanganan banjir di Kabupaten Pati terus diperkuat melalui kolaborasi lintas pemerintahan. Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mendampingi Plh Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meninjau langsung sejumlah titik banjir di Kecamatan Juwana, Rabu (21/1).

    Peninjauan difokuskan di Desa Bumirejo dan Desa Doropayung, dua wilayah yang hingga kini masih terdampak cukup parah. Kehadiran pimpinan daerah ini untuk memastikan kondisi warga, efektivitas bantuan, serta langkah penanganan di lapangan berjalan optimal.

    Plh Gubernur Jawa Tengah mengungkapkan, banjir di Kecamatan Juwana masih merendam 18 desa dengan jumlah warga terdampak sekitar 16 ribu jiwa. Meski demikian, ia mengapresiasi kerja sama dan gotong royong berbagai elemen yang terlibat dalam penanganan bencana.

    “Ini luar biasa. Kolaborasi dari FKUB, tenaga kesehatan, TNI, Polri, hingga relawan berjalan dengan baik. Dapur umumnya juga sudah bagus,” ujar Taj Yasin.

    Ia menjelaskan, banjir yang terjadi tidak hanya dipicu oleh curah hujan tinggi, tetapi juga kondisi sungai yang lebih rendah dari permukiman, limpahan air dari wilayah hulu, serta pengaruh rob dari laut.

    Untuk penanganan jangka panjang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong solusi terpadu, termasuk pengaturan ulang aliran air dan rencana pembuatan jalur sungai baru yang langsung bermuara ke laut.

    “Ke depan harus ada penanganan di bagian atasnya. Minimal ada kantong-kantong air atau pembagian aliran. Bahkan opsi membuat sungai baru menuju laut juga sedang dikaji,” jelasnya.

    Sementara itu, untuk langkah jangka pendek, pengendalian debit air difokuskan di wilayah utara dengan memaksimalkan penggunaan pompa menuju laut. Menurutnya, pemompaan di kawasan permukiman kurang efektif karena air akan kembali akibat limpahan dari hulu.

    Selain penanganan air, Taj Yasin memastikan layanan kesehatan bagi warga terdampak berjalan dengan baik. Ia menekankan pentingnya perhatian khusus bagi kelompok rentan, terutama lansia, yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan.

    “Alhamdulillah layanan kesehatan berjalan baik, obat-obatan tersedia. Lansia tetap menjadi perhatian khusus,” katanya.

    Terkait distribusi bantuan, Plh Gubernur menegaskan tidak boleh ada wilayah yang terlewat, termasuk desa-desa seperti Karangrowo dan Mintobasuki.

    “Tidak boleh ada yang terlupakan. Semua harus terdata dan terdistribusi dengan baik,” tegasnya, seraya meminta kecamatan menyiapkan data lengkap warga terdampak.

    Ia juga memaparkan rencana lanjutan berupa peninggian tanggul dan wacana pembangunan tanggul karet di wilayah utara sebagai upaya menahan dorongan rob. Penanganan tersebut akan dilakukan secara bertahap sesuai prioritas.

    Usai mendampingi Plh Gubernur, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra melanjutkan peninjauan secara mandiri ke Desa Mintomulyo, Kecamatan Juwana. Ia menyampaikan harapannya agar banjir segera surut dan solusi jangka panjang dapat segera diwujudkan.

    “Kami mohon doa untuk Kabupaten Pati agar banjir segera surut. Kami sudah merencanakan solusi bersama Pak Gubernur, BBWS, dan Kementerian PU, termasuk normalisasi dan rencana sodetan Sungai Juwana. Semoga bisa terealisasi tahun depan,” ujarnya.

    Peninjauan tersebut turut didampingi Ketua I Bidang Pembinaan Karakter dan Keluarga TP-PKK Kabupaten Pati, Dwi Risma Ardhi Chandra, sebagai bentuk dukungan moral dan kemanusiaan bagi warga terdampak.

  • Terima Mandat Gubernur, Risma Ardhi Chandra Ambil Alih Kendali Pemerintahan Pati

    Terima Mandat Gubernur, Risma Ardhi Chandra Ambil Alih Kendali Pemerintahan Pati

    PATI, 21 Januari 2026 — Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, resmi mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati. Surat tugas tersebut diserahkan langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, di Pendopo Kabupaten Pati, bertepatan dengan pelaksanaan Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

    Plh Gubernur Jawa Tengah menegaskan bahwa penugasan tersebut merupakan amanat undang-undang. Sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Pasal 66, wakil bupati wajib menjalankan roda pemerintahan ketika bupati berhalangan.

    “Hari ini kami menyerahkan surat keputusan kepada Wakil Bupati Mas Chandra sebagai Plt Bupati Pati. Pelayanan publik harus tetap berjalan dan tidak boleh terganggu,” tegas Taj Yasin.

    Dalam kesempatan yang sama, Taj Yasin memimpin rapat Forkopimda dengan melibatkan para camat se-Kabupaten Pati. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelayanan masyarakat tetap optimal, terutama di tengah upaya penanganan bencana banjir yang masih berlangsung.

    Ia mengungkapkan bahwa kondisi banjir di Kabupaten Pati mulai menunjukkan perbaikan. Berdasarkan laporan terakhir, jumlah kecamatan terdampak banjir berkurang dari 12 menjadi 6 kecamatan. Meski demikian, ia mengingatkan agar penanganan tetap dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

    Selain penanganan bencana, Plh Gubernur juga menekankan pentingnya menjaga integritas pemerintahan, terutama di tengah sorotan publik terkait isu jual beli jabatan.

    “Pakta integritas tidak boleh hanya menjadi formalitas di atas kertas. Nilai-nilainya harus benar-benar dijalankan dalam keseharian saat melayani masyarakat,” tandasnya.

    Menanggapi amanah tersebut, Risma Ardhi Chandra menyampaikan rasa syukur sekaligus komitmennya untuk menjalankan tugas secara bertanggung jawab. Ia juga mengaku mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menghadapi kondisi Kabupaten Pati yang sedang diuji oleh bencana.

    “Amanah ini akan saya jalankan sebaik-baiknya. Saya mohon dukungan seluruh masyarakat Kabupaten Pati agar pemerintahan tetap berjalan stabil dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” ujar Chandra.

    Ia menegaskan bahwa fokus utama Pemkab Pati saat ini adalah penanganan banjir dan pemulihan pascabencana. Oleh karena itu, agenda lain di luar penanganan bencana, termasuk pembahasan pengisian perangkat desa, belum menjadi prioritas.

    Sebagai langkah awal menjalankan tugas sebagai Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra berencana segera mengumpulkan seluruh kepala OPD dan camat. Pertemuan tersebut bertujuan untuk meneguhkan kembali komitmen integritas serta memastikan soliditas birokrasi.

    “Kehormatan Pati adalah yang utama. Pakta integritas harus kita jaga bersama, tidak hanya ditandatangani, tetapi diyakini dan dijalankan sepenuh hati,” pungkasnya.

  • Hadapi Banjir Besar, Bupati Sudewo: Keselamatan dan Kebutuhan Warga Tak Boleh Terabaikan

    Hadapi Banjir Besar, Bupati Sudewo: Keselamatan dan Kebutuhan Warga Tak Boleh Terabaikan

    PATI, 18 Januari 2026 — Pemerintah Kabupaten Pati mengerahkan seluruh sumber daya untuk menangani banjir yang melanda sejumlah wilayah. Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Pati, Sudewo, saat memimpin konferensi pers penanganan bencana banjir bersama Forkopimda dan jajaran terkait di Pendopo Kabupaten Pati.

    Bupati Sudewo menegaskan bahwa penanganan banjir dilakukan secara serius dan terukur, dengan fokus utama pada pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

    “Saya menangani bencana banjir ini secara sungguh-sungguh agar seluruh warga terdampak mendapatkan pelayanan dasar, mulai dari makanan, sandang, air bersih, layanan kesehatan, hingga penanganan pascabanjir berupa pembersihan lumpur,” tegasnya.

    Ia menyampaikan, seluruh langkah penanganan telah dirancang secara detail melalui kerja tim yang terorganisir agar bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.

    Sebagai bentuk solidaritas internal, seluruh ASN di lingkungan Pemkab Pati turut bergotong royong melalui penggalangan iuran. Dana sebesar Rp691 juta yang sebelumnya disiapkan untuk membantu daerah lain kini dialokasikan sepenuhnya untuk penanganan banjir di Kabupaten Pati.

    “Kabupaten Pati juga mengalami bencana. Maka, dengan memohon maaf, dana yang semula akan disumbangkan ke daerah lain kami gunakan untuk membantu warga Pati sendiri,” ujar Sudewo.

    Tak hanya ASN, Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam penanganan bencana.

    “Semua ASN bergerak total. Tenaga kesehatan harus siaga di posko-posko, guru-guru juga ikut membantu meskipun wilayahnya tidak terdampak. Kami juga mengimbau pihak swasta dan para pengusaha untuk berpartisipasi dalam dukungan logistik,” jelasnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Sudewo menetapkan status tanggap darurat bencana banjir selama 14 hari, terhitung sejak 9 hingga 23 Januari 2026. Banjir tercatat berdampak pada 12 kecamatan dan 136 desa, dengan 61.606 warga terdampak, 20.194 rumah terendam, serta dua korban jiwa meninggal dunia. Kerugian material ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah, mencakup sektor pertanian, perikanan, dan infrastruktur.

    Bupati juga menyampaikan bahwa Pemkab Pati telah melakukan rapat koordinasi lintas sektor bersama TNI, Polri, instansi vertikal, Baznas, PMI, PLN, dan unsur lainnya.

    “Kami sepakat penanganan bencana harus terorganisir dan terkoordinasi agar seluruh warga terdampak terlayani dengan baik dan tidak terjadi tumpang tindih,” ungkapnya.

    Untuk memastikan efektivitas penanganan, Pemkab Pati membentuk tim khusus yang menangani dapur umum, distribusi logistik, penyediaan air bersih, layanan kesehatan, pembersihan lumpur, hingga penanganan infrastruktur darurat.

    “Pelayanan dasar menjadi prioritas utama, mulai dari keselamatan, makan, kesehatan, hingga kebersihan lingkungan. Semua sudah ada penanggung jawabnya,” tegas Sudewo.

    Sementara itu, untuk perbaikan infrastruktur berskala besar dan permanen, Pemkab Pati akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

    “Penanganan infrastruktur besar dan permanen akan kami koordinasikan dengan BNPB, Kementerian PUPR, dan kementerian terkait agar pemulihan berjalan menyeluruh dan berkelanjutan,” pungkasnya.

  • Turun ke Lokasi Banjir Dukuhseti, Bupati Sudewo Pastikan Logistik Aman dan Dorong Dapur Umum

    Turun ke Lokasi Banjir Dukuhseti, Bupati Sudewo Pastikan Logistik Aman dan Dorong Dapur Umum

    PATI, 18 Januari 2026 — Pemerintah Kabupaten Pati menunjukkan respons cepat terhadap bencana banjir yang melanda Kecamatan Dukuhseti. Bupati Pati, Sudewo, turun langsung ke sejumlah titik terdampak untuk meninjau kondisi warga sekaligus menyalurkan bantuan kebutuhan pokok.

    Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi Wakil Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, Kalakhar BPBD Pati, Ketua PMI Kabupaten Pati, serta jajaran terkait. Kehadiran langsung pimpinan daerah ini menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat saat kondisi darurat.

    Banjir diketahui merendam beberapa desa di Kecamatan Dukuhseti, di antaranya Desa Ngagel, Alasdowo, Tegalombo, Dukuhseti, Dukuh Kedawung, dan wilayah sekitarnya. Dampak banjir dinilai cukup signifikan, sehingga membutuhkan dukungan logistik yang berkelanjutan.

    Bupati Sudewo menyerahkan bantuan berupa beras, mi instan, telur, serta kebutuhan pokok lainnya kepada warga terdampak. Ia menegaskan, Pemkab Pati siap menambah pasokan logistik kapan pun dibutuhkan.

    “Kalau beras menipis, telur menipis, mi instan menipis, akan kami tambahi lagi, termasuk minyak goreng,” tegas Sudewo.

    Selain bantuan langsung, Bupati juga mendorong pembentukan dapur umum di wilayah terdampak banjir. Pemerintah daerah memastikan dukungan penuh terhadap operasional dapur umum tersebut agar kebutuhan makan warga dapat terpenuhi dengan baik selama masa tanggap darurat.

    “Kami sarankan dibentuk dapur umum. Nanti kami yang menyuplai. Pokoknya beras akan kami cukupi,” ujarnya.

    Sudewo juga mengajak masyarakat untuk tetap bersabar dan memperkuat doa agar kondisi segera membaik dan banjir cepat surut. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban warga sekaligus menjaga ketahanan selama masa pemulihan.

    Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Pati, Atik Kusdarwati Sudewo, menyampaikan bahwa PMI turut bergerak aktif membantu masyarakat dengan membagikan 500 bungkus nasi kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Dukuhseti.

    “Kami dari PMI membagikan 500 bungkus nasi. Semoga bisa membantu dan masyarakat tetap sehat, sehingga nantinya dapat kembali beraktivitas,” ungkap Atik.

    Pemkab Pati bersama BPBD, PMI, dan seluruh unsur terkait terus melakukan penanganan banjir secara terpadu hingga situasi kembali normal dan aman bagi masyarakat.

  • Status Tanggap Darurat Ditetapkan, Bupati Sudewo Konsolidasikan Seluruh Kekuatan Hadapi Banjir dan Longsor di Pati

    Status Tanggap Darurat Ditetapkan, Bupati Sudewo Konsolidasikan Seluruh Kekuatan Hadapi Banjir dan Longsor di Pati

    PATI, 17 Januari 2026 — Pemerintah Kabupaten Pati bergerak cepat dan terstruktur dalam merespons bencana banjir dan tanah longsor. Menindaklanjuti penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Alam melalui Keputusan Bupati Pati Nomor 400.9.10.2/0041 Tahun 2026 pada 10 Januari lalu, Bupati Pati Sudewo memimpin langsung Rapat Koordinasi Tanggap Darurat di Ruang Kembang Joyo, Setda Kabupaten Pati, Sabtu (17/1/2026).

    Rapat koordinasi ini digelar untuk memastikan seluruh langkah penanganan bencana di Kabupaten Pati berjalan terpadu, terkoordinasi, dan tepat sasaran, sekaligus menghindari tumpang tindih kewenangan di lapangan.

    Dalam arahannya, Bupati Sudewo menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, melibatkan Wakil Bupati, Forkopimda, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), hingga para camat sebagai garda terdepan di wilayah.

    “Saya bersama Wakil Bupati, Forkopimda, kepala OPD, dan seluruh camat melaksanakan rapat koordinasi penanganan banjir dan tanah longsor agar semuanya tertata, terorganisir, dan terkoordinasi dengan baik,” tegas Sudewo.

    Melalui rapat tersebut, Pemkab Pati menetapkan secara detail jumlah dapur umum, lokasi pendirian, serta penanggung jawab di setiap titik, guna memastikan distribusi makanan bagi warga terdampak berjalan lancar.

    Selain itu, pengelolaan logistik bencana juga dipetakan secara rinci, mencakup penyediaan makanan siap saji hingga bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan telur, dengan penanggung jawab yang jelas di masing-masing sektor.

    Tak kalah penting, rapat juga membahas penanganan kebutuhan dasar lainnya, mulai dari penyediaan air bersih, pembersihan lumpur pascabanjir, hingga pengelolaan dan pembuangan sampah agar lingkungan tetap sehat dan aman.

    Bupati Sudewo menegaskan bahwa seluruh langkah tersebut difokuskan untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh pelayanan maksimal, baik dari sisi pangan, sandang, maupun tempat pengungsian.

    “Termasuk penanganan infrastruktur darurat dan ringan, seperti tanggul-tanggul yang jebol, akan segera kami tangani secara permanen agar tidak menimbulkan risiko lanjutan,” pungkasnya.

  • Banjir Pati Jadi Perhatian Nasional, Bupati Sudewo Bersama BNPB dan DPR RI Turun Langsung ke Lapangan

    Banjir Pati Jadi Perhatian Nasional, Bupati Sudewo Bersama BNPB dan DPR RI Turun Langsung ke Lapangan

    PATI, 17 Januari 2026 — Penanganan banjir di Kabupaten Pati mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Bupati Pati Sudewo turun langsung meninjau sejumlah titik banjir dan lokasi pengungsian bersama Kepala BNPB Suharyanto serta Anggota Komisi VIII DPR RI Sri Wulan, Sabtu (17/1/2026).

    Peninjauan dilakukan di beberapa wilayah terdampak, salah satunya Desa Sidoharjo, Kecamatan Pati, sebagai bentuk sinergi pusat dan daerah dalam memastikan penanganan bencana berjalan menyeluruh. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Pati, Dandim 0718/Pati, Kapolresta Pati, serta jajaran OPD terkait.

    Dalam keterangannya, Bupati Sudewo mengungkapkan bahwa hingga data terakhir, banjir telah melanda 136 desa di Kabupaten Pati dengan dampak mencapai sekitar 78.000 rumah.

    “Korban jiwa tercatat dua orang meninggal dunia, sementara jumlah warga yang mengungsi sekitar 6.800 orang,” ujar Sudewo.

    Pemerintah Kabupaten Pati, lanjutnya, terus bergerak cepat bersama TNI, Polri, relawan, dan masyarakat untuk memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, mulai dari makanan, sandang, hingga tempat tinggal sementara.

    Seiring surutnya air di sejumlah wilayah, pemerintah daerah juga mulai melakukan pembersihan sampah dan lumpur serta penyemprotan lingkungan agar warga dapat segera kembali beraktivitas.

    “Tanggul-tanggul kecil yang jebol kami tangani secara darurat. Untuk penanganan permanen, BNPB siap membantu,” jelas Sudewo.

    Ia menambahkan, BNPB telah melakukan penanganan darurat pada jembatan putus dan tanggul jebol yang bersifat vital guna menjaga konektivitas dan keselamatan warga.

    Terkait kerusakan permukiman, Sudewo menyebut jumlah rumah rusak terus bertambah dan kini telah mencapai lebih dari 1.000 unit. Data tersebut akan dilaporkan ke Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk tindak lanjut.

    “Seperti yang disampaikan Kepala BNPB, penanganan akan dibantu oleh Pemerintah Pusat. Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden atas perhatian besar kepada masyarakat Kabupaten Pati yang terdampak banjir, termasuk rencana pemberian santunan,” imbuhnya.

    Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto mengapresiasi soliditas penanganan pengungsian di Kabupaten Pati. Ia menilai kolaborasi lintas sektor berjalan baik, meskipun hujan masih kerap turun.

    “Dapur umum berjalan optimal. Sekali masak bisa menghasilkan hingga 2.000 porsi. Logistik, makanan, dan kebutuhan dasar lainnya dalam kondisi aman,” ungkap Suharyanto.

    BNPB juga menyiapkan langkah lanjutan, antara lain memastikan pasokan listrik tetap terjaga, melaksanakan operasi modifikasi cuaca dengan tiga pesawat gabungan BNPB dan Pemprov Jawa Tengah, serta menargetkan tidak ada lagi jalan dan jembatan terputus dalam dua pekan ke depan melalui pembangunan infrastruktur darurat.

    Selain itu, pengajuan pembangunan infrastruktur permanen akan segera diproses berdasarkan data yang telah disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Pati.

    Anggota Komisi VIII DPR RI Sri Wulan menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penanganan dan pemulihan pascabencana di Kabupaten Pati. Ia menilai semangat gotong royong yang terlihat di lapangan menjadi modal penting dalam menghadapi bencana.

    “Dari Komisi VIII DPR RI, kami akan terus mengawal program-program pemulihan dan perbaikan untuk Kabupaten Pati,” pungkasnya.

  • Banjir Meluas di Pati, Bupati Sudewo Minta Intervensi Langsung Pemerintah Pusat

    Banjir Meluas di Pati, Bupati Sudewo Minta Intervensi Langsung Pemerintah Pusat

    PATI, 16 Januari 2026 — Bupati Pati Sudewo turun langsung meninjau sejumlah titik banjir yang melanda berbagai wilayah di Kabupaten Pati. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus mempercepat langkah penanganan, di tengah dampak banjir yang telah merendam ribuan rumah warga dan mengganggu akses transportasi utama.

    Didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Pati, Kepala BPBD, dan para camat, Bupati meninjau lokasi terdampak di Desa Gempolsari, Kecamatan Gabus; Dukuh Ngantru, Desa Mustokoharjo, Kecamatan Pati; serta Desa Widorokandang, Kecamatan Pati.

    Dalam keterangannya, Sudewo menjelaskan bahwa banjir yang terjadi merupakan dampak luapan Sungai Juwana, yang penanganan teknisnya berada dalam kewenangan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum.

    “Banjir ini disebabkan luapan Sungai Juwana. Itu menjadi ranah Kementerian PU, termasuk persoalan kemacetan parah di jalur Pantura akibat jalan rusak karena terendam banjir,” ujar Sudewo.

    Ia juga menyoroti kondisi di Kecamatan Batangan, di mana jembatan dengan elevasi terlalu rendah menghambat aliran air dan memperparah genangan.

    Melihat skala dampak yang meluas, Sudewo secara terbuka meminta intervensi langsung pemerintah pusat agar solusi jangka panjang dapat segera dirumuskan. Ia berharap jajaran teknis Kementerian PU dapat turun langsung ke lapangan.

    “Saya mohon kepada Bapak Menteri PU untuk menurunkan Dirjen Sumber Daya Air maupun Dirjen Bina Marga agar bisa mengecek langsung kondisi di lapangan dan memberikan solusi melalui program kementerian,” tegasnya.

    Menurut Sudewo, langkah teknis seperti normalisasi sungai, peninggian tanggul, hingga perbaikan infrastruktur jalan harus dikaji secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terus berulang.

    Selain melakukan peninjauan, Pemkab Pati juga mengerahkan tim di berbagai titik banjir untuk menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak. Upaya penanganan dilakukan bersama TNI, Polri, PMI, relawan, dan berbagai elemen masyarakat.

    “Kondisi warga memang memprihatinkan. Ada yang mengungsi, ada pula yang bertahan di rumah. Kami berusaha hadir dan membantu semaksimal mungkin,” ungkapnya.

    Berdasarkan data sementara, sekitar 9.000 rumah di 12 kecamatan terdampak banjir. Sejumlah infrastruktur vital, termasuk sebagian ruas jalan utama Gabus–Pati, direncanakan akan ditinggikan dengan beton sebagai langkah darurat untuk menjaga konektivitas.

    Sudewo juga menyampaikan bahwa Kepala BNPB dijadwalkan hadir di Kabupaten Pati untuk melakukan koordinasi penanganan pascabencana bersama pemerintah daerah.

    “Insya Allah dengan kehadiran BNPB dan dukungan kementerian terkait, penanganan banjir serta pemulihan infrastruktur bisa segera dilakukan,” ujarnya.

    Di sela peninjauan, Bupati juga menyalurkan bantuan beras dan mie instan kepada warga Desa Widorokandang melalui kepala desa. Bantuan diberikan secara simbolis, dan apabila masih terdapat kekurangan, Baznas Kabupaten Pati akan berkoordinasi lebih lanjut untuk pemenuhan kebutuhan warga.

  • Beras Premium untuk Warga Terdampak, Pemkab Pati Percepat Tanggap Darurat dan Normalisasi Sungai

    Beras Premium untuk Warga Terdampak, Pemkab Pati Percepat Tanggap Darurat dan Normalisasi Sungai

    PATI, 15 Januari 2026 — Kepedulian terhadap warga terdampak banjir terus mengalir. Perum Bulog menyalurkan 1 ton beras premium bagi masyarakat Kabupaten Pati yang terdampak banjir. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Aula Desa Sidoharjo, Kecamatan Pati, dan dihadiri langsung oleh Bupati Pati Sudewo.

    Bupati Sudewo menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Bulog dalam membantu warga yang tengah menghadapi dampak bencana. Bantuan tersebut akan didistribusikan secara merata kepada para korban banjir melalui koordinasi BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Pati.

    “Atas nama masyarakat terdampak banjir, kami mengucapkan terima kasih kepada Perum Bulog atas bantuan beras premium sebanyak 1 ton ini. Selanjutnya pendistribusian akan diatur oleh BPBD dan Dinas Sosial,” ujar Sudewo.

    Ia menegaskan bahwa penyerahan di Desa Sidoharjo bersifat simbolis, mengingat dampak banjir telah meluas ke berbagai wilayah lain, antara lain Kecamatan Juwana, Pati Kota, Widorokandang, Geritan, Gabus, hingga Mintobasuki.

    Dalam kesempatan tersebut, Sudewo mengajak masyarakat untuk tetap solid dan saling menguatkan, tanpa saling menyalahkan atas musibah yang terjadi. Menurutnya, banjir merupakan bencana alam yang juga melanda sejumlah daerah lain di Jawa Tengah.

    “Yang terpenting sekarang adalah kebersamaan. Mari kita bantu saudara-saudara kita yang terdampak. Penanganan darurat terus kami lakukan, termasuk penyediaan makanan siap saji bersama TNI, Kementerian Sosial, Polri, relawan, dan berbagai unsur lainnya,” jelasnya.

    Selain penanganan darurat, Pemkab Pati juga bergerak cepat melakukan perbaikan pada sejumlah tanggul jebol dan jembatan rusak. Untuk solusi jangka panjang, pemerintah daerah menyiapkan langkah lanjutan melalui dukungan APBD, Kementerian PUPR, dan BNPB.

    Sudewo mengungkapkan, salah satu penyebab utama banjir adalah melubernya sungai akibat pendangkalan serta tumpukan akar bambu yang menghambat aliran air. Oleh karena itu, normalisasi sungai menjadi fokus utama penanganan ke depan.

    “Saat ini kami mengerahkan total 12 alat berat untuk penanganan di lapangan. Ke depan, pada APBD 2026, kami juga merencanakan penambahan alat berat agar penanganan bisa lebih cepat dan optimal,” ungkapnya.

    Sementara itu, Direktur Human Capital Perum Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto, menyampaikan keprihatinannya atas bencana banjir yang melanda Kabupaten Pati. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat.

    “Kami dari Perum Bulog menyerahkan bantuan beras premium 1 ton untuk Kabupaten Pati. Semoga bisa membantu saudara-saudara kita yang terdampak, tentu di bawah arahan dan koordinasi Bupati Pati,” ujarnya.

    Ia juga menegaskan bahwa Bulog berkomitmen untuk selalu hadir dalam situasi darurat, sekaligus memastikan ketersediaan cadangan beras nasional tetap aman dan mencukupi.

  • Tak Hanya Panen Raya, Pati Bersiap Naik Kelas Lewat Hilirisasi Pertanian

    Tak Hanya Panen Raya, Pati Bersiap Naik Kelas Lewat Hilirisasi Pertanian

    PATI, 15 Januari 2026 — Pemerintah Kabupaten Pati tancap gas memperkuat sektor pertanian, tak hanya dari sisi produksi, tetapi juga pengolahan pasca panen. Langkah ini ditegaskan melalui pertemuan Bupati Pati Sudewo dengan jajaran Direksi Bulog di Pendopo Kabupaten Pati, yang menandai penguatan kerja sama strategis menuju hilirisasi pertanian.

    Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan penting berupa penandatanganan MoU hibah tanah yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur pasca panen. Infrastruktur ini diharapkan menjadi penopang utama pengelolaan hasil pertanian agar lebih bernilai dan berkelanjutan.

    Bupati Sudewo menegaskan, setelah penandatanganan MoU, proses lanjutan akan segera dikebut agar pembangunan bisa segera direalisasikan.

    “Langkah berikutnya akan segera kami proses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan agar pembangunan infrastruktur hilirisasi pasca panen ini bisa segera dilaksanakan,” ujar Sudewo.

    Menurutnya, kolaborasi antara Pemkab Pati dan Bulog menjadi jawaban atas tantangan klasik pertanian, yakni ketimpangan antara tingginya produksi dengan kesejahteraan petani. Sepanjang 2025, produksi beras di Kabupaten Pati tercatat mencapai sekitar 320 ribu ton, sementara kebutuhan konsumsi masyarakat hanya berkisar 150 ribu ton. Artinya, terdapat surplus sekitar 170 ribu ton.

    Namun, Sudewo menilai kondisi surplus belum sepenuhnya berdampak langsung pada peningkatan taraf hidup petani.

    “Meski kita swasembada dan surplus, faktanya kesejahteraan petani belum sepenuhnya terangkat. Melalui program ini, Insya Allah kesejahteraan petani akan meningkat,” tegasnya.

    Pembangunan infrastruktur pasca panen ini juga akan memperkuat program unggulan Pemkab Pati “10 Ton Bisa”, yang menargetkan hasil panen padi minimal 10 ton per hektare. Dengan kapasitas gudang dan sistem penyerapan Bulog yang semakin kuat, petani diharapkan tidak lagi khawatir soal pemasaran hasil panen.

    Melalui hilirisasi yang terintegrasi, Pemerintah Kabupaten Pati optimistis sektor pertanian dapat naik kelas—tidak hanya menghasilkan panen melimpah, tetapi juga memberi nilai tambah dan kesejahteraan yang lebih nyata bagi para petani.

  • Banjir Melanda Gabus, Bupati Sudewo dan Gubernur Jateng Turun Langsung ke Lokasi

    Banjir Melanda Gabus, Bupati Sudewo dan Gubernur Jateng Turun Langsung ke Lokasi

    PATI, 13 Januari 2026 — Bupati Pati Sudewo bersama Wakil Bupati Risma Ardhi Chandra mendampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung lokasi banjir di Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Selasa (13/1). Peninjauan dilakukan menyusul curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Jawa Tengah selama beberapa hari terakhir.

    Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pemantauan dan evaluasi dampak bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah rawan banjir di Jawa Tengah. Di Pati, rombongan memastikan kondisi warga terdampak serta kesiapan penanganan di lapangan.

    “Hari ini kami melakukan pengecekan dan check-recheck final terhadap kondisi masyarakat yang terdampak curah hujan sangat tinggi di wilayah Jawa Tengah,” ujar Gubernur Ahmad Luthfi di sela-sela peninjauan.

    Ia menjelaskan, bersama Wakil Gubernur dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan pemantauan di tiga wilayah utama yang terdampak, yakni Kabupaten Kudus, Kabupaten Jepara (Desa Tempur), dan Kabupaten Pati.

    “Ini untuk memastikan seluruh kabupaten siap dan sigap dalam menangani dampak bencana, baik dari sisi tanggap darurat maupun pemulihan,” jelasnya.

    Menurut Luthfi, secara umum pemerintah daerah telah menyiapkan sarana dan prasarana kebencanaan dengan baik, termasuk sinergi antara OPD, TNI, Polri, dan relawan. Namun, intensitas hujan yang berlangsung hampir lima hari berturut-turut membuat sejumlah wilayah mengalami dampak cukup signifikan.

    Ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama instansi teknis seperti Pusdataru dan Balai Wilayah Sungai (BWS) akan melakukan langkah-langkah lanjutan, termasuk penataan dan normalisasi aliran sungai untuk meminimalkan risiko banjir berulang.

    Sementara itu, di Kabupaten Pati, Gubernur menegaskan bahwa pemerintah daerah harus terus hadir dan responsif terhadap kebutuhan warga terdampak.

    “Kita pastikan masyarakat tetap kita rawat. Jangan sampai aktivitas warga terganggu, terutama anak-anak sekolah dan pemenuhan kebutuhan pokok,” tegasnya.

    Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga menyalurkan bantuan berupa paket sembako, layanan kesehatan, serta obat-obatan bagi warga terdampak banjir. Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan agar aktivitas warga dapat kembali berjalan normal.