Sugeng rawuh ing Bumi Pesantenan, papan informasi kang nyawisake kabar lan crita babagan Kabupaten Pati.

Kategori: Berita

  • Luar Biasa! Desa Bumiharjo Cetak Rekor Panen Padi 10,28 Ton Per Hektare

    Luar Biasa! Desa Bumiharjo Cetak Rekor Panen Padi 10,28 Ton Per Hektare

    PATI, 7 Februari 2026 – Kabupaten Pati kembali menorehkan prestasi di sektor pertanian. Desa Bumiharjo, Kecamatan Winong, sukses membuktikan peningkatan produktivitas padi hingga menembus angka 10,28 ton per hektare dalam kegiatan panen raya yang digelar Sabtu pagi.

    Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, turun langsung ke sawah untuk menyaksikan hasil panen tersebut bersama Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo. Panen raya ini menjadi bukti nyata keberhasilan program peningkatan produksi padi yang selama ini digencarkan Pemkab Pati.

    Di hadapan para petani, Chandra menegaskan bahwa capaian 10 ton per hektare bukan sekadar wacana, melainkan target yang benar-benar dapat diwujudkan.

    “Hari ini kami membuktikan langsung bahwa program satu hektare 10 ton benar-benar bisa tercapai. Hasil panen di Bumiharjo mencapai 10,28 ton per hektare. Ini luar biasa dan menjadi bukti kerja keras bersama,” ujarnya penuh optimisme.

    Menurut Chandra, keberhasilan ini tidak lepas dari pendampingan intensif yang dilakukan oleh jajaran Dinas Pertanian, penyuluh, hingga pemerintah desa. Pola tanam, pemupukan, dan perawatan lahan dilakukan lebih terencana sehingga produktivitas meningkat signifikan.

    “Tim pertanian dari kabupaten sampai desa benar-benar bekerja maksimal melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada petani. Inilah kunci keberhasilan kita,” tambahnya.

    Ia juga menjelaskan bahwa peningkatan hasil panen tersebut tetap memanfaatkan pupuk subsidi secara optimal, ditambah penggunaan pupuk pendukung yang tepat guna.

    “Petani di sini menggunakan 100 persen pupuk subsidi dengan tambahan pupuk pendukung. Kombinasi ini terbukti mampu meningkatkan hasil panen yang sebelumnya hanya 5–7 ton, kini bisa tembus di atas 10 ton per hektare,” jelas Chandra.

    Meski demikian, Plt. Bupati berharap dukungan pemerintah pusat, khususnya dalam penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), agar produktivitas petani bisa semakin meningkat.

    “Kami berharap ke depan ada bantuan alat-alat pertanian yang lebih memadai. Dengan dukungan alsintan, petani bisa bekerja lebih efisien dan hasilnya semakin maksimal,” harapnya.

    Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan Kabupaten Pati dalam menggenjot produksi padi.

    Menurutnya, capaian ini sejalan dengan program nasional dalam mewujudkan swasembada pangan.

    “Ini prestasi yang patut diapresiasi. Faktanya, capaian swasembada pangan nasional bahkan lebih cepat dari rencana. Stok beras nasional saat ini mencapai 3,32 juta ton. Keberhasilan seperti di Pati harus terus didorong agar ketahanan pangan kita semakin kuat,” ujar Firman.

    Namun ia juga mengingatkan agar keberhasilan tersebut dijaga keberlanjutannya, terutama dengan mengantisipasi tantangan cuaca ekstrem dan potensi gagal panen.

    “Ke depan kita harus tetap waspada terhadap anomali cuaca. Selain itu, tata kelola pupuk dan stabilisasi harga harus terus diperkuat agar petani tetap sejahtera,” tambahnya.

    Firman menyebut pemerintah pusat kini tengah menyiapkan berbagai kebijakan strategis, termasuk penguatan peran Bulog sebagai penyangga stok pangan serta dorongan penggunaan pupuk organik untuk menjaga keberlanjutan lahan pertanian.

    Panen raya di Desa Bumiharjo ini menjadi bukti bahwa dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, penyuluh, dan petani, target produktivitas tinggi bukanlah hal mustahil.

    Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Pati untuk ikut meningkatkan produksi, demi mewujudkan Pati sebagai lumbung pangan yang semakin tangguh dan berdaya saing.

  • Tindak Lanjut Keluhan Warga, Satgas MBG Siap Sidak SPPG Bermasalah di Pati

    Tindak Lanjut Keluhan Warga, Satgas MBG Siap Sidak SPPG Bermasalah di Pati

    PATI, 6 Februari 2026 – Pemerintah Kabupaten Pati mengambil langkah tegas menyikapi berbagai keluhan masyarakat terkait kualitas layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Melalui Satgas Makanan Bergizi Gratis (MBG), inspeksi mendadak (sidak) akan segera dilakukan terhadap SPPG yang dilaporkan bermasalah.

    Hal tersebut ditegaskan Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat meresmikan SPPG Yayasan Masda Putra Abadi di Desa Pegandan, Kecamatan Margorejo, Kamis sore.

    Acara peresmian ini turut dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Maslakhul Huda sekaligus Rektor IPMAFA, Pj Sekda Pati, Asisten Pemerintahan dan Kesra, serta jajaran terkait sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan program pemenuhan gizi bagi masyarakat.

    Dalam sambutannya, Chandra menilai keberadaan SPPG yang dikelola di lingkungan pesantren memiliki keunggulan tersendiri, terutama dari sisi kedisiplinan, kebersihan, dan pengelolaan pangan.

    “Alhamdulillah, SPPG Masda Putra Abadi ini sangat bagus. Fasilitasnya lengkap, sanitasi terjaga, dan pengelolaannya sangat serius karena langsung dimotori oleh pihak pesantren. Saya yakin kualitasnya terjamin,” ujar Chandra.

    Ia mengapresiasi komitmen pengelola yang memastikan setiap makanan tersalurkan dengan baik kepada penerima manfaat tanpa ada pemborosan.

    “Di sini komitmennya jelas, makanan harus benar-benar sampai dan dihabiskan oleh penerima manfaat. Ini contoh pengelolaan yang patut ditiru,” tambahnya.

    Namun di sisi lain, Plt. Bupati mengakui masih adanya laporan masyarakat terkait kualitas menu dan pelayanan di sejumlah SPPG lain di Kabupaten Pati.

    Menanggapi hal tersebut, ia memastikan bahwa Pemkab Pati tidak akan tinggal diam.

    “Kami sudah mengaktifkan Satgas MBG. Jika ada SPPG yang dikeluhkan atau dilaporkan masyarakat, kami akan turun langsung melakukan sidak. Tujuannya memastikan semua berjalan sesuai standar,” tegas Chandra.

    Ia berharap SPPG Yayasan Masda Putra Abadi dapat menjadi role model bagi SPPG lainnya, terutama dalam hal kualitas layanan, kebersihan, serta pemanfaatan bahan baku lokal.

    “Ke depan, kami ingin SPPG juga memprioritaskan produk lokal Pati. Dengan begitu, program ini tidak hanya meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah,” jelasnya.

    Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Maslakhul Huda sekaligus Rektor IPMAFA, Abdul Ghaffar Rozin, mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal keberlangsungan program SPPG agar benar-benar memberi manfaat optimal.

    Menurutnya, keberadaan SPPG bukan sekadar program bantuan, tetapi juga amanah besar yang harus dikelola secara profesional dan transparan.

    “SPPG ini adalah wajah pesantren dan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Dana yang diterima harus dibelanjakan sebaik mungkin untuk kepentingan penerima manfaat,” ungkapnya.

    Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara pengelola, masyarakat, dan pemerintah agar standar keamanan pangan benar-benar terjaga mulai dari proses pengolahan hingga distribusi.

    “Keamanan pangan harus menjadi prioritas utama. Dari pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga pengiriman, semuanya harus sesuai prosedur,” tegasnya.

    Dengan adanya pengawasan ketat dari Satgas MBG serta dukungan semua pihak, Pemerintah Kabupaten Pati berharap program SPPG dapat berjalan lebih optimal, tepat sasaran, dan benar-benar memberi dampak nyata bagi peningkatan gizi masyarakat.

  • 1.295 Jamaah Siap Berangkat, Plt. Bupati Pati Pastikan CJH Terbang 7–21 Mei 2026

    1.295 Jamaah Siap Berangkat, Plt. Bupati Pati Pastikan CJH Terbang 7–21 Mei 2026

    PATI, 5 Februari 2026 – Pemerintah Kabupaten Pati mulai mematangkan persiapan keberangkatan Calon Jamaah Haji (CJH) tahun 2026. Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, secara resmi membuka kegiatan Orientasi dan Bimbingan Manasik Haji tingkat kabupaten yang digelar di Pendopo Kabupaten Pati.

    Kegiatan ini menjadi tahap awal pembekalan penting bagi para jamaah sebelum menjalani rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

    Dalam sambutannya, Chandra menyampaikan ucapan selamat kepada para calon jamaah haji yang telah mendapat kesempatan berharga menunaikan Rukun Islam kelima.

    “Bapak Ibu adalah orang-orang pilihan yang dipanggil Allah SWT untuk berhaji. Ini nikmat besar yang patut disyukuri. Karena itu, persiapkan diri sebaik mungkin, baik fisik, mental, maupun spiritual,” ujar Chandra.

    Ia menegaskan bahwa bimbingan manasik memiliki peran sangat krusial agar jamaah benar-benar memahami tata cara ibadah haji secara benar dan menyeluruh.

    “Manasik haji ini bukan sekadar formalitas, tetapi bekal utama agar pelaksanaan ibadah di Tanah Suci berjalan lancar dan khusyuk. Ikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh dan jangan ragu bertanya kepada pembimbing,” pesannya.

    Plt. Bupati juga menyampaikan optimisme terhadap peningkatan kualitas pelayanan haji tahun ini. Menurutnya, kehadiran kementerian khusus yang menangani haji dan umrah diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih profesional dan terintegrasi.

    “Kita berharap pelayanan kepada jamaah semakin baik, semakin tertib, dan semakin memudahkan,” imbuhnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Chandra juga mengumumkan jadwal rencana keberangkatan jamaah haji Kabupaten Pati tahun 2026. Ia menyebut seluruh jamaah akan berangkat pada gelombang kedua.

    “Sesuai informasi sementara, jamaah haji Pati akan terbagi dalam lima kloter, yakni kloter 49 hingga 53. Rencana keberangkatan dijadwalkan mulai 7 Mei sampai 21 Mei 2026,” jelasnya.

    Ia pun menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara dan seluruh petugas haji yang telah bekerja keras mempersiapkan segala kebutuhan jamaah.

    “Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Semoga pelayanan kepada jamaah haji Pati tahun ini dapat berjalan maksimal dan memberikan kenyamanan bagi semua,” katanya.

    Sementara itu, Perwakilan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pati, Rahardian Yunianto, menjelaskan bahwa jumlah total CJH Kabupaten Pati tahun 2026 mencapai 1.295 orang.

    “Rinciannya 571 jamaah laki-laki dan 724 jamaah perempuan. Seluruh paspor jamaah sudah terkirim dan proses administrasi lainnya terus berjalan sesuai jadwal,” terang Rahardian.

    Ia juga memaparkan bahwa bimbingan manasik tingkat kecamatan akan digelar selama empat hari, mulai 9 hingga 12 Februari 2026, di 16 titik lokasi dengan menghadirkan narasumber berpengalaman.

    Terkait pembagian kloter, jamaah Pati akan tergabung dalam kloter 49 hingga 53. Kloter 49 merupakan kloter gabungan bersama Kabupaten Rembang, sementara kloter 50 hingga 53 akan bergabung dengan jamaah dari Kota Surakarta.

    Dengan berbagai persiapan yang semakin matang, Pemerintah Kabupaten Pati berharap seluruh calon jamaah dapat berangkat dengan sehat, menjalankan ibadah dengan lancar, serta kembali ke tanah air sebagai haji mabrur.

    “Semoga seluruh jamaah diberikan kesehatan, kelancaran, dan kemudahan dalam menunaikan ibadah haji tahun ini,” pungkas Chandra.

  • Susun Arah Pembangunan 2027, Plt. Bupati Pati Prioritaskan Infrastruktur, Pendidikan, dan Digitalisasi

    Susun Arah Pembangunan 2027, Plt. Bupati Pati Prioritaskan Infrastruktur, Pendidikan, dan Digitalisasi

    PATI, 4 Februari 2026 – Pemerintah Kabupaten Pati mulai merancang arah pembangunan untuk tahun 2027. Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa fokus utama RKPD 2027 tetap pada penguatan infrastruktur, peningkatan mutu pendidikan, serta pembangunan berkelanjutan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

    Hal tersebut disampaikan Chandra saat menghadiri Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten Pati Tahun 2027 yang digelar di Pendopo Kabupaten Pati. Forum ini menjadi tahapan penting untuk menyerap aspirasi publik sekaligus menyelaraskan program daerah dengan kebijakan pemerintah pusat dan provinsi.

    Menurut Chandra, rancangan pembangunan 2027 dirancang agar semakin relevan dengan kebutuhan zaman, termasuk dukungan infrastruktur digital sebagai motor penggerak ekonomi.

    “Rancangan awal RKPD 2027 masih berfokus pada infrastruktur, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan. Selain itu, kita juga mulai memperkuat infrastruktur digital agar aktivitas ekonomi masyarakat semakin hidup,” ujarnya.

    Salah satu langkah konkret yang disampaikan adalah rencana penyediaan akses internet gratis di ruang-ruang publik strategis. Chandra mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Kominfo untuk pemasangan Wi-Fi di sejumlah titik.

    “Saya sudah minta agar dipasang Wi-Fi di Alun-Alun Kembang Joyo, Alun-Alun Pati, dan beberapa lokasi sentra UMKM. Harapannya, masyarakat semakin nyaman beraktivitas dan tertarik datang ke pusat-pusat ekonomi,” jelasnya.

    Selain membahas arah pembangunan, Plt. Bupati juga menyinggung penanganan kebencanaan yang saat ini terus dimaksimalkan. Menurutnya, peran kecamatan diperkuat agar respons terhadap bencana bisa lebih cepat dan tepat sasaran.

    “Alhamdulillah kondisi di lapangan mulai terkendali. Saat ini sudah tidak ada warga yang mengungsi dan genangan mulai surut,” kata Chandra.

    Meski demikian, ia tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada karena musim hujan diprediksi masih berlangsung hingga Maret mendatang.

    “Kita tetap harus siaga. Curah hujan masih cukup tinggi, sehingga kewaspadaan bersama sangat diperlukan,” imbuhnya.

    Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Pati, Muhtar, menjelaskan bahwa Forum Konsultasi Publik ini merupakan amanat regulasi, yakni Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

    Forum ini, lanjutnya, menjadi ruang pertemuan antara perencanaan dari pemerintah (top-down) dengan aspirasi masyarakat (bottom-up) agar RKPD 2027 tersusun lebih matang, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan riil di lapangan.

    “Masukan dari berbagai pemangku kepentingan sangat penting untuk menyempurnakan rancangan awal RKPD, sehingga program yang disusun benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” terang Muhtar.

    Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten Pati berharap arah pembangunan 2027 dapat semakin tepat sasaran, berdampak nyata, serta mampu mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

    Dengan fokus pada infrastruktur yang kuat, pendidikan yang berkualitas, dan dukungan digitalisasi, Pati diharapkan semakin siap melangkah menuju daerah yang lebih maju dan berdaya saing.

  • Perjuangkan Pasar Rakyat, Plt. Bupati Pati Temui Mendag Usulkan Revitalisasi

    Perjuangkan Pasar Rakyat, Plt. Bupati Pati Temui Mendag Usulkan Revitalisasi

    JAKARTA, 3 Februari 2026 – Keseriusan Pemerintah Kabupaten Pati dalam memperbaiki wajah pasar tradisional terus digalakkan. Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, secara langsung mendatangi Kementerian Perdagangan Republik Indonesia untuk memperjuangkan program revitalisasi pasar di wilayahnya.

    Dalam kunjungan resmi tersebut, Chandra diterima langsung oleh Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso. Pertemuan ini menjadi langkah strategis guna menguatkan usulan bantuan pemerintah pusat untuk pembenahan sejumlah pasar rakyat di Kabupaten Pati.

    Plt. Bupati menegaskan bahwa revitalisasi pasar merupakan kebutuhan mendesak demi meningkatkan kualitas sarana perdagangan yang lebih layak, bersih, dan nyaman bagi masyarakat.

    “Pasar tradisional adalah jantung ekonomi kerakyatan. Karena itu, kami ingin pasar-pasar di Pati tampil lebih tertata, modern, dan tetap berpihak kepada pedagang kecil,” ujar Chandra usai pertemuan.

    Dalam audiensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pati menyampaikan rekapitulasi kebutuhan anggaran revitalisasi pasar dengan total usulan mencapai Rp49 miliar. Dana tersebut direncanakan untuk peningkatan fasilitas fisik pasar, penataan kios, perbaikan sanitasi, hingga penataan lingkungan agar lebih representatif.

    Menurut Chandra, pembenahan pasar tradisional bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut daya saing ekonomi daerah di tengah pesatnya perkembangan ritel modern.

    “Jika pasar tradisional dikelola dengan baik, masyarakat akan lebih nyaman berbelanja, pedagang pun lebih sejahtera. Dampaknya tentu pada peningkatan ekonomi lokal,” jelasnya.

    Ia berharap melalui dukungan Kementerian Perdagangan, program revitalisasi ini dapat segera terealisasi sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh warga Pati.

    “Kami sangat berharap Kementerian Perdagangan dapat memberikan dukungan penuh. Dengan revitalisasi, pasar-pasar di Pati akan menjadi lebih bersih, aman, dan nyaman, serta mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tambah Chandra.

    Langkah jemput bola yang dilakukan Plt. Bupati ini mendapat respons positif. Kementerian Perdagangan menyambut baik upaya daerah dalam memperjuangkan perbaikan pasar rakyat sebagai fondasi ekonomi kerakyatan.

    Jika program ini terealisasi, wajah pasar tradisional di Kabupaten Pati diharapkan berubah lebih modern tanpa meninggalkan kearifan lokalnya. Revitalisasi pasar juga diyakini akan meningkatkan aktivitas perdagangan, menyerap tenaga kerja, serta memperkuat sektor UMKM.

    Kunjungan strategis ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Pati dalam memperjuangkan kepentingan pedagang kecil dan masyarakat luas demi ekonomi daerah yang semakin maju dan berdaya saing.

  • Al Azhar Pati Festival 2026: Plt. Bupati Ajak Sekolah Cetak Generasi Juara Berakhlak Mulia

    Al Azhar Pati Festival 2026: Plt. Bupati Ajak Sekolah Cetak Generasi Juara Berakhlak Mulia

    PATI, 1 Februari 2026 – Semarak Al Azhar Pati Festival 2026 mendapat perhatian khusus dari Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra. Orang nomor satu di Pati tersebut hadir langsung di Sekolah Islam Al Azhar Pati sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan pendidikan berkualitas dan berkarakter.

    Festival tahunan ini berlangsung meriah dengan beragam rangkaian kegiatan kreatif, mulai dari Al Azhar Pati Cup, Al Azhar Pati Competition, Al Azhar Pati Fit, hingga Al Azhar Pati Bazar UMKM yang melibatkan siswa, guru, orang tua, dan masyarakat luas.

    Dalam sambutannya, Chandra mengaku sangat terkesan dengan konsep kegiatan yang dinilainya komprehensif dan inspiratif.

    “Rangkaian acaranya luar biasa. Tidak hanya lomba akademik, tapi juga olahraga, kebugaran, sampai bazar UMKM. Ini menunjukkan bahwa pendidikan di Al Azhar tidak hanya mencetak anak pintar, tetapi juga anak yang kreatif dan berkarakter,” ujarnya.

    Ia bahkan mengungkapkan bahwa kehadirannya di Al Azhar Pati Festival menjadi prioritas, meski sebelumnya sempat memiliki agenda lain di luar kota.

    “Sebenarnya tadi saya harus berangkat ke Jakarta, tapi setelah diingatkan Pak Kadisdik bahwa ada kegiatan penting di Al Azhar, saya putuskan untuk hadir lebih dulu. Kegiatan seperti ini sayang sekali kalau dilewatkan,” kata Chandra.

    Plt. Bupati juga menyampaikan rasa bangga terhadap keberadaan Sekolah Islam Al Azhar Pati. Menurutnya, fasilitas sekolah yang megah harus sejalan dengan kualitas pembelajaran yang unggul, terutama dalam pembentukan karakter siswa.

    “Begitu masuk ke lingkungan sekolah ini, saya merasa sangat bangga. Fasilitasnya luar biasa, dan yang terpenting adalah bagaimana di sini anak-anak dididik menjadi generasi yang berkarakter kuat dan berakhlak mulia,” ungkapnya.

    Chandra menegaskan bahwa pendidikan masa kini tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik. Yang lebih penting adalah membangun mental, kepribadian, serta nilai-nilai moral yang akan menjadi bekal anak-anak di masa depan.

    Ia berharap Sekolah Islam Al Azhar Pati dapat terus menjadi pelopor perubahan pendidikan di Kabupaten Pati, sekaligus menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam mencetak generasi unggul.

    “Sekolah ini saya harapkan menjadi ujung tombak kemajuan pendidikan di Pati. Tidak hanya melahirkan juara lomba, tetapi juga juara dalam karakter, akhlak, dan kepemimpinan,” tegasnya.

    Melalui berbagai kompetisi dan kegiatan yang digelar dalam festival ini, Chandra optimistis banyak potensi siswa yang akan muncul dan berkembang. Ia menilai ajang seperti ini sangat efektif sebagai wadah menggali bakat, menumbuhkan kepercayaan diri, serta melatih sportivitas.

    “Semoga dari Al Azhar Pati Festival ini lahir anak-anak hebat yang kelak bisa mengharumkan nama Kabupaten Pati di tingkat nasional bahkan internasional,” tambahnya.

    Menutup sambutannya, Plt. Bupati mendoakan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sukses dan lancar. Ia juga berpesan kepada para peserta untuk menjadikan festival ini sebagai ajang belajar dan berkompetisi secara sehat.

    “Bertandinglah dengan sportif, raih prestasi setinggi mungkin, dan jadikan kegiatan ini sebagai pengalaman berharga untuk masa depan kalian,” pungkas Chandra.

    Al Azhar Pati Festival 2026 pun diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan di Kabupaten Pati, sekaligus meneguhkan komitmen bersama untuk mencetak generasi juara yang cerdas, kreatif, dan berkarakter.

  • Di OBC 2026, Plt. Bupati Pati Dorong Anak-anak Bangun Karakter Kuat dan Mental Pengusaha Sejak Usia Dini

    Di OBC 2026, Plt. Bupati Pati Dorong Anak-anak Bangun Karakter Kuat dan Mental Pengusaha Sejak Usia Dini

    PATI, 1 Februari 2026 – Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menghadiri langsung gelaran Olimpiade Si Bintang Cemerlang (OBC) 2026 yang diselenggarakan oleh BIAS Yaumi Fatimah di Pendopo Kabupaten Pati, Sabtu pagi. Acara tahunan ini berlangsung meriah dengan kehadiran ratusan peserta didik, ustadz-ustadzah, serta para orang tua.

    Kehadiran orang nomor satu di Pati tersebut disambut antusias. Suasana pendopo terasa hangat dan penuh semangat, mencerminkan besarnya dukungan masyarakat terhadap kegiatan pendidikan yang kreatif dan inspiratif.

    Dalam sambutannya, Chandra menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan OBC 2026. Ia menilai kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembentukan karakter bagi generasi muda.

    “Saya sangat mengapresiasi kerja keras panitia, para pendidik, dan orang tua. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan karakter positif anak-anak sejak dini,” ungkapnya.

    Momen mengharukan juga disampaikan Chandra saat menyinggung kepedulian sosial yang ditunjukkan oleh lingkungan pendidikan BIAS Yaumi Fatimah.

    “Tadi ada ustazah yang berbisik kepada saya, ada adik kecil korban banjir yang belum sempat makan. Ini bukti bahwa pendidikan karakter di Yaumi benar-benar hidup dan nyata,” tuturnya.

    Menurutnya, apa yang dilakukan para ustadz dan ustadzah tidak hanya sebatas mengajar ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan empati, kepedulian, serta akhlak mulia kepada para siswa.

    “Ini luar biasa. Anak-anak tidak hanya dibentuk kecerdasannya, tetapi juga kepekaan sosialnya. Inilah pendidikan karakter yang sesungguhnya,” tegas Chandra.

    Selain karakter, Plt. Bupati juga menyoroti pentingnya menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini. Ia memuji program International Trade by Children (ITC) berupa pasar mini yang digelar oleh BIAS Yaumi Fatimah sebagai langkah konkret mengenalkan dunia usaha kepada anak-anak.

    “Kegiatan seperti ITC ini sangat bagus. Anak-anak belajar berdagang, belajar mandiri, kreatif, dan percaya diri. Jiwa wirausaha memang harus ditanamkan sejak kecil,” ujarnya.

    Chandra pun berbagi pengalaman pribadinya tentang pentingnya mental usaha sejak dini. Dengan gaya santai, ia menceritakan perjalanan hidupnya yang dimulai dari belajar berdagang saat kecil.

    “Dulu saya juga belajar dagang sejak kecil, jualan ikan. Dari pengalaman itulah mental usaha terbentuk. Alhamdulillah sekarang bisa menjadi Plt. Bupati,” kisahnya disambut senyum hadirin.

    Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter dan kewirausahaan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Kabupaten Pati. Generasi muda harus dibekali akhlak yang baik, kemandirian, serta semangat berinovasi agar siap menghadapi tantangan zaman.

    “Generasi penerus Pati harus memiliki karakter kuat, berakhlak mulia, dan punya mental pejuang,” lanjutnya.

    Di akhir sambutannya, Chandra berharap kegiatan OBC dapat terus berkembang dari tahun ke tahun, baik dari sisi kualitas maupun cakupan pesertanya. Ia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dan kekompakan dalam setiap perlombaan.

    Tak lupa, Plt. Bupati memberikan apresiasi khusus atas penampilan marching band BIAS Yaumi Fatimah yang dinilainya sangat memukau.

    “Semoga Yaumi Fatimah terus maju dan menjadi pelopor dalam mencetak generasi Pati yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” pungkasnya.

    Kegiatan OBC 2026 pun diharapkan menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lain untuk terus menghadirkan program-program kreatif yang mampu membentuk masa depan anak-anak Pati menjadi lebih gemilang.

  • CFD Pati Jadi Ajang Edukasi: Plt. Bupati Soroti Kebersihan Sekolah dan Apresiasi Semangat Pelajar

    CFD Pati Jadi Ajang Edukasi: Plt. Bupati Soroti Kebersihan Sekolah dan Apresiasi Semangat Pelajar

    PATI, 1 Februari 2026 – Suasana Car Free Day (CFD) di Kota Pati, Minggu pagi, berlangsung meriah dengan kehadiran Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra. Tidak sekadar menyapa warga, momentum CFD dimanfaatkan Chandra sebagai ruang dialog santai untuk menyampaikan perhatian seriusnya terhadap dunia pendidikan.

    Di tengah keramaian kegiatan, Chandra menyampaikan apresiasi kepada Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Tlogowungu beserta para siswa sekolah dasar yang turut ambil bagian memeriahkan acara. Menurutnya, keterlibatan pelajar dalam kegiatan publik seperti CFD merupakan wujud nyata kepedulian dan semangat positif generasi muda.

    “Anak-anak ini luar biasa. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya soal belajar di kelas, tetapi juga aktif di tengah masyarakat,” ungkap Chandra.

    Beberapa sekolah yang ikut berpartisipasi di antaranya SDN Regaloh, SD Negeri Tlogowungu 1, SD Negeri Taman Sari 2, SD Negeri Lahar 02, dan SD Negeri Wonorejo. Partisipasi mereka dinilai sebagai contoh baik sinergi antara sekolah dan lingkungan sosial.

    Namun di balik apresiasi tersebut, Chandra juga menyampaikan catatan penting dari hasil kunjungan kerjanya ke sejumlah SD dan SMP di Kabupaten Pati. Ia menyoroti kondisi sanitasi sekolah yang masih perlu mendapat perhatian serius.

    “Kebersihan kamar mandi di beberapa sekolah masih memprihatinkan. Bahkan di SMP 1 Margorejo ditemukan ular di area kamar mandi. Ini tentu tidak boleh dibiarkan dan harus segera dibenahi,” tegasnya.

    Menurutnya, fasilitas sanitasi yang bersih dan layak merupakan kebutuhan dasar bagi siswa. Lingkungan sekolah yang sehat tidak hanya berdampak pada kenyamanan belajar, tetapi juga berpengaruh besar terhadap pembentukan karakter dan pola hidup bersih.

    Chandra mengajak seluruh pihak, mulai dari sekolah, orang tua, hingga pemerintah daerah, untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan pendidikan. Ia menilai, pembiasaan hidup bersih harus dimulai dari lingkungan sekolah.

    Selain itu, ia juga memberikan apresiasi kepada sekolah-sekolah yang aktif melaksanakan kegiatan sosial, termasuk aksi kepedulian bencana. Hal tersebut dinilai penting dalam membangun karakter empati dan kepedulian pada diri siswa.

    Ke depan, Plt. Bupati menegaskan akan terus melakukan pemantauan langsung ke sekolah-sekolah bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Pati. Langkah ini dilakukan guna mendorong peningkatan mutu pendidikan, baik dari sisi fasilitas maupun pembinaan karakter peserta didik.

    “Kita ingin anak-anak Pati tumbuh dalam lingkungan sekolah yang bersih, aman, dan nyaman. Dari situlah kualitas pendidikan yang sesungguhnya bisa terwujud,” pungkas Chandra.

    Dengan perhatian serius terhadap kebersihan, kepedulian sosial, dan pembentukan karakter, Pemerintah Kabupaten Pati berharap dunia pendidikan dapat semakin maju dan mencetak generasi unggul di masa depan.

  • Gerakan Wakaf Uang GIWANG Diluncurkan, Plt. Bupati Pati Ajak Masyarakat Perkuat Solidaritas Sosial

    Gerakan Wakaf Uang GIWANG Diluncurkan, Plt. Bupati Pati Ajak Masyarakat Perkuat Solidaritas Sosial

    PATI, 30 Januari 2026 — Inovasi sosial untuk memperkuat kepedulian dan menekan angka kemiskinan resmi diluncurkan di Kabupaten Pati. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati memperkenalkan Gerakan Investasi Wakaf Uang (GIWANG), sebuah program yang mengajak masyarakat berwakaf mulai dari nominal kecil namun berdampak besar.

    Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra hadir langsung dalam acara penandatanganan kerja sama dan launching GIWANG yang digelar di Aula Lantai 2 Kantor Kemenag Pati. Acara tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintah, lembaga keagamaan, serta pemangku kepentingan terkait.

    Dalam sambutannya, Chandra menyampaikan apresiasi atas terobosan yang digagas Kemenag Pati. Ia bahkan menyebut Kabupaten Pati sebagai pelopor nasional dalam penerapan sistem wakaf uang.

    “Kementerian Agama Kabupaten Pati menjadi yang pertama di Indonesia menerapkan sistem wakaf uang. Ini motivasi luar biasa. Insyaallah ke depan kami di jajaran Pemkab Pati juga bisa menerapkan hal yang sama,” ujarnya.

    Chandra menilai, GIWANG menjadi langkah strategis untuk menumbuhkan kepedulian sosial masyarakat secara kolektif. Terlebih saat ini Kabupaten Pati masih dalam situasi tanggap darurat bencana banjir.

    “Kondisi Pati memang sedang berduka karena banjir sejak 9 Januari lalu dan belum sepenuhnya surut. Masa tanggap darurat kita perpanjang sampai 6 Februari. Mohon dukungan semua pihak untuk membantu warga terdampak,” ungkapnya.

    Menurutnya, program wakaf uang juga berhasil mematahkan anggapan lama bahwa wakaf hanya bisa dilakukan oleh orang mampu atau dalam bentuk aset besar.

    “Ternyata wakaf tidak harus tanah luas atau harta besar. Dengan uang Rp1.000 atau Rp2.000 saja sudah bisa berwakaf. Slogannya menarik, DRS BEJO: Dua Ribu Saja Sebelum Kerjo. Ini inisiasi yang sangat kreatif,” katanya.

    Ia menegaskan bahwa Pemkab Pati siap mendukung gerakan ini agar dapat menjangkau lebih luas, termasuk di lingkungan kantor pemerintahan dan sekolah-sekolah sebagai sarana edukasi kepedulian sosial bagi generasi muda.

    Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati Ahmad Syaikhu menjelaskan bahwa GIWANG lahir dari keprihatinan terhadap angka kemiskinan di Kabupaten Pati yang masih berada di kisaran 9,8 persen atau sekitar 105 ribu jiwa.

    “Pengentasan kemiskinan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama—masyarakat, lembaga keagamaan, dan sektor swasta,” tegasnya.

    Menurut Syaikhu, wakaf uang dipilih karena bersifat inklusif dan mudah dijangkau oleh semua kalangan.

    “Wakaf itu tidak perlu menunggu kaya. Dengan seribu atau dua ribu rupiah saja sudah bisa berwakaf. Ini adalah investasi akhirat yang pahalanya terus mengalir,” jelasnya.

    Ia juga memaparkan besarnya potensi wakaf uang di lingkungan Kemenag Pati. Dengan 921 pegawai, puluhan ribu siswa madrasah, guru, serta jaringan pondok pesantren, potensi dana wakaf diperkirakan dapat mencapai miliaran rupiah per tahun.

    Dana yang terkumpul nantinya akan dikelola secara profesional melalui kerja sama dengan Bank Muamalat dan Baitulmaal Muamalat, kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan berdasarkan data dari Dinas Sosial.

    Melalui GIWANG, diharapkan wakaf uang dapat menjadi kekuatan baru dalam membangun kepedulian, mempererat solidaritas, serta membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pati secara berkelanjutan.

  • BNI Salurkan CSR 50 Kincir Tambak, Plt. Bupati Pati Yakin Produksi Nila Salin Melonjak

    BNI Salurkan CSR 50 Kincir Tambak, Plt. Bupati Pati Yakin Produksi Nila Salin Melonjak

    PATI, 29 Januari 2026 — Dukungan terhadap sektor perikanan budidaya di Kabupaten Pati kembali diperkuat. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Bank BNI menyalurkan 50 unit kincir air tambak untuk mendukung pengembangan budidaya ikan nila salin.

    Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Ruang Joyokusumo, Setda Kabupaten Pati, dan dihadiri langsung oleh Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra. Bantuan ini dinilai strategis karena berdampak langsung pada peningkatan produktivitas tambak, terutama pascabanjir.

    Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan apresiasi kepada Bank BNI atas komitmennya mendukung sektor perikanan daerah.

    “Alhamdulillah, terima kasih kepada BNI. Bantuan CSR ini sangat bermanfaat dan secara langsung dapat meningkatkan produktivitas budidaya perikanan,” ungkapnya.

    Sebanyak 50 unit kincir air disalurkan ke sejumlah wilayah sentra tambak nila salin, di antaranya Jepat Lor, Dororejo, Kalikalong, Tunggulsari, Margomulyo, Tunjungrejo, Dukuhseti, Desa Kembang, dan Puncel.

    Menurut Chandra, penggunaan kincir air memberikan dampak signifikan terhadap hasil panen, baik pada sistem tambak tradisional maupun intensif.

    “Perbedaannya sangat terasa. Tambak yang menggunakan kincir air bisa meningkatkan produksi nila salin secara signifikan, bahkan lebih dari 50 persen,” jelasnya.

    Selain meningkatkan produktivitas, bantuan ini juga diharapkan menjadi stimulus pemulihan tambak yang terdampak banjir pada Januari hingga Februari lalu.

    Untuk memastikan keberlanjutan program, Chandra menekankan pentingnya dukungan infrastruktur kelistrikan. Ia meminta pendataan wilayah tambak yang belum teraliri listrik agar dapat difasilitasi bersama PLN.

    “Tolong didata daerah-daerah tambak yang listriknya belum masuk, supaya budidaya nila salin benar-benar bisa berkembang dan menopang perekonomian Kabupaten Pati,” tegasnya.

    Chandra juga mengungkapkan bahwa pengembangan nila salin telah terintegrasi dengan program MBG. Ia menginstruksikan agar ikan nila salin dimanfaatkan sebagai salah satu menu.

    “Sudah saya instruksikan pemilik MBG untuk memanfaatkan ikan nila salin. Beberapa sudah masuk, bahkan diolah dengan metode presto,” ungkapnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati Hadi Santoso melaporkan bahwa nilai bantuan CSR Bank BNI mencapai Rp348 juta untuk pengadaan 50 unit kincir air, yang diterima oleh 25 pembudidaya ikan nila salin.

    “Penerima bantuan adalah pembudidaya yang memiliki akses listrik dan merupakan nasabah BNI,” jelasnya.

    Ia menambahkan, produksi perikanan budidaya Kabupaten Pati pada tahun 2025 mencapai 48.205 ton, dan ditargetkan meningkat menjadi 70.000 ton pada tahun 2026.

    Di sisi lain, Pimpinan BNI Cabang Pati I Gede Suharsa berharap bantuan CSR tersebut dapat meningkatkan semangat dan produktivitas para petambak, khususnya yang terdampak banjir.

    “Semoga bantuan ini memberikan manfaat dan menambah semangat Bapak dan Ibu semua untuk terus berkarya demi kemajuan Kabupaten Pati,” ujarnya.